KESABARAN DAN KEJUJURAN

21 February 2013 08:41:26 Dibaca : 78

Hari ini adalah hari ke-6 tinggal di rusunawa. Materi semalam sangat menarik, yaitu tentang soft skill dan pematerinya adalah Pak Udin Hamin. Kita semua pasti sudah tau apa itu soft skill, karena sebelumnya kita sudah pernah dengar ketika MOMB. Tapi saya akan mengingatkan kmbali kepada teman-teman. Soft skill merupakan keterampilan yang ada dalam diri kita masing-masing. Keterampiln yang saya maksud bukan hanya kita cerdas dalam kelas, tapi cerdas mengatur waktu, mengatur keuangan dan sebagainya.

Selain materinya menarik, pak Udin juga menyampaikan beberapa kunci sukses, antara lain:

Dekatkanlah diri dengan Allah, terutama sholat wajib dan sholat tahhajud,Dekatkanlah diri kepada kedua orang tua kita,Dekatkanlah diri kita kepada semua orang, maksudnya bersikaplah ramah pada semua orang,Mampu memanagement waktu atau mengatur waktu,Sabar, Jujur dan bertanggung jawab,

Mengapa beliau menyampaikan ini? Alasannya karena, beliau juga melaksanakan kunci sukses tersebut, dan hasilnya pun telah beliau nikmati dan di rasakan oleh beliau.

Banyak hal baru yang saya dapatkan dari materi beliau semalam, terutama tentang kesabaran dan kejujuran. Kesabaran dan kejujuran memang sangat mudah disebut oleh manusia, tapi melaksanakannya sangatlah susah. Apalagi di zaman era globalisasi saat ini, mencari orang yang sabar dan jujur sangatlah susah. Orang sabar pasti akan mendapatkan balasan yang baik dan sesuai yang kita inginkan. Karena Allah pernah menjanjikan bahwa kesabaran itu memang pahit tapi buahnya manis. Sedangkan dengan bersikap jujur, kita akan menjadi orang yang dipercaya oleh teman, orang tua dan semua orang yang ada disekitar kita. Dan yang paling penting adalah kita harus jujur pada diri kita sendiri. Pada intinya jika kita sabar dan jujur, maka insa allah, allah akan memberi apa yang kita inginkan, allah akan menolong kita dan allah akan selalu ada ada buat kita. Kata-kata yang tidak pernah akan saya lupakan yaitu, beliau mengatakan, jika ada teman atau orang yang menghina kita, bersabarlah, karena suatu saat nanti kita pasti akan berguna bagi orang yang menhina kita tersebut.

Saya juga terharu dengan perjalanan hidup beliau, semasa beliau menempuh pendidikan, beliau terus berusaha agar bisa bertahan hidup. Ketika beliau menjadi seorang presiden BEM, beliau mengatakan, jika siang beliau adalah seorang presiden BEM, tapi kalo malam beliu jadi seorang pencuri, beliau mencuri pepaya yang disebelah pustikom, saat beliau mencuri, beliau berkata “ya allah maavkan hambamu yang satu ini” hal ini saya lakukan karena saya ingin bertahan hidup. Beliau juga sadar orang tua beliau ekonominya pas-pasan. Pokoknya banyak perjalanan hidup yang diceritakan oleh beliau semalam. Dan banyak juga hal-hal yang dapat diteladani dari beliau.

Selain itu juga beliau menyinggung tentang karakter. Karakter adalah sikap dan perilaku yang memang sudah ada dalam diri kita sejak lahir. Saat ini sangat langka ditemukan orang yang berkarakter baik. Orang baik, belum tentu karakternya juga baik, apalagi orang yang sombong, orang suka membicarakan kejelekan teman, jelas karakternya pun tidak baik.

Kemudian, beliau juga berpesan, janganlah kalian bersifat sombong. Karena sombong itu adalah perbuatan yang tidak baik. Kita haru bersikap rendah hati adan ramah kepada semua orang.

Selain itu, beliau juga menyinggung sedikit soal pacaran. Pacaran itu sebenarnya boleh, tapi alangkah baiknya kita fokus pada pendidikan kita dulu. Saya salut pada beliau, beliau selama studi tidak pernah mengenal yang namanya pacaran. Setiap malam minggu, teman-teman beliau pergi sama pacarnya masning-masing, tapi beliau tidak pernah irih sama sekali. Karena bagi beliau, pendidikan itu lebih utama dan paling utama. Karena beliau juga berpegang pada satu kalimat yang beliau tidak pernah lupa yaitu perempuan baik-baik pasti akan mendapatkan laki-laki yang baik. Kebetulan saat ini saya lagi ada masalah tentang percintaan, tapi tak usah di umber-umberlah, cukup hanya saya, dia dan Allah yang tahu. Dari kisah yang saya alami saat ini, saya bertekad harus bisa jadi seperti beliau, selama menempuh studi tidak pernah mengenal yang namanya pacaran. Ibaratnya, jika kita sedang berpuasa, jika sudah beduk, maka kita segera berbuka puasa dan merasakan kenikmatannya. Tapi jika kita berbuka puasa sebelum waktunya buka puasa, maka kita tidak akan merasakan kenikmatan dari puasa yang kita jalankan satu hari tadi. Teman-teman mudah-mudahan kita semua akan jadi manusia yang berkarakter baik, berakhlak mulia serta termasuk orang yang sabar dan jujur.

Aamiin ya allah......

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong