ARSIP BULANAN : June 2013

The Funniest Morning

20 June 2013 06:40:02 Dibaca : 207

There is an interesting story that I believe you will laugh and make you forget about sorrow or sadness even just a moment. Hopefully you will enjoy it.

BOM dan SERSAN

Cerita ini terjadi di sebuah gedung yg dipasangi BOM waktu. Seorang SERSAN bertugas

menjinakan BOM dgn dipandu via radio oleh komandannya

”Kijang satu ke kijang dua. Bagaimana kondisi disana?? - Ganti” | ”Saya

didpn BOM yg akan meledak komandan, mohon instruksi - Ganti”

”Tolong bersihkan area dulu sersan !” | ”Maksudnya, saya nyapu dan ngepel

dulu ya komandan? Mohon insruksi ! Ganti ”

”Bukaaan ! Semprul km ! Ambil radius beberapa mt dr pusat BOM lalu bersihkan area

tsb dr obyek yg bs membahayakan” | ”Siap Komandan !! ”

*tak brp lama* ”Lapor Komandan, area sdh dibersihkan. Ganti” | ”Oke, skrg km

fokus ke BOM !! Brp menit waktu yg tersisa sersan ?”

”Skrg menunjukan hitungan mundur 15:00:56 komandan !!” | ”Berarti km masih punya waktu 15 menit, Cepat buka tutup BOMnya pake obeng !”

”Kalo saya buka nanti garansinya batal donk komandan?” | ”SEMPRUL KAMU !!

Emank barang elektronik pake garansi? Cepat Bongkar !!” | ”SIAP”

”BOM sdh terbuka komandan sekarang ada bnyk kabel, mohon instruksi Ganti”|

”Skrg potong kabel yg terdekat ” | ”Siap, Laksana...!”*prettt*

Tiba2 pembicaraan terpotong, kondisi markas Heboh dan komandanpun marah

marah sambil memaki kebodohan si sersan.

”Itu prajurit dr mana sih? Goblok dihabisin sendiri. Saya suruh potong kabel di BOM

itu, bukan kabel hedset yg nempel di badan dia !!

Lalu operator mengaktifkan komunikasi cadangan , begitu nyala terdengar suara

”kemana-kemana-kemana” ternyata lagunya ayu tingting !!

Komandan dan anak buahnya di markas mendengarkan dgn geram. Akhirnya stelah

10detik SERSAN mengangkat jg dgn santai

”Panggilan dicopy, siap menerima instruksi ” | ”HEHH !! Itu tadi kamu apaan? Saya

panggil kok ada suara musik seperti itu HAHH ??

”Itu namanya RBT komandan, skrg kan udah biasa” | ” ini jalur militer sersan !!

jgn main2 kalo berhadapan dgn BOM, MENGERTI?” | ”SIAP”

Dimarkas, komandan liat buku nyari data tentang BOM jenis apa itu "Sersan ! Tlg

dicari dr mn asalnya yg tadi ! Saya tunggu datanya !! "

"Asalnya dr Depok komandan, nama penyanyinya Ayu Tingting " | "Arghh... Saya

minta data BOMnya bukan RBT yg tadi" | "Oh map komandan "

"BOM sudah dilokalisir, ada 4 kabel, minta instruksi" | " skrg potong kabel hijau " |

"siap" | "bgmn sersan? Sdh mati? " | " belum "

"Tadi km ptong kabel warna apa?" | "Hijau komandan" | "ap gk salah potong km?" |"sumpah tadi sy ptong yg ijo, mungkin komandan yg salah"

" Monyong, udah salah pake ngeyel. Skrg tinggal kabel warna apa aj?" | "Merah, Hitam dan Hijau" | " HAH ! Knp yg hijau masih ada?"

"Lah, yg hijau memang ada 2 komandan 1 hijau daun & 1 lg hijau langit" | " o_0

NGACO !! Langit itu biru bkn hijau | tp dikampung saya ijo

"KOPLAK !! Berarti yg km potong tadi yg ijo langit?" | " ya komandan, siap menerima

instruksi " | " Dasar GOBLOK "*sambil geleng2 kepala"

Komandan ngomelin ajudannya "Bilangin Personalia, lain kali klo mau rekrut

anggota tanya dulu apa warna langit dikampungnya"

Terdengar si SERSAN panik "Kondisi darurat ! BOM akan meledak, mohon instruksi" | "

OK, ikuti kata2 saya " | "SIAP"

"assyhadualla" | "ASSYHADUALLA" | "illa..." | "ILLA..." *sersan bingung* | "haillallah"| "HAILLALLAH"|"waassyhaduanna"|"WAASSYHADUANNA" | "muhammadarrosullullah" | "MUHAMMADARROSULLULLAH"

"*tambah bingung*"..?!?!?"

DUUUAAARRRRR !!! *TAMAT*

Holliday at Bolihutuo Beach

19 June 2013 22:52:49 Dibaca : 161

Minggu, 16 Juni adalah salah satu hari yang begitu dinanti-natikan oleh saya dan teman-teman. Berakhirnya kegiatan Student Research Expo membinarkan setiap mata kelas IVB. Start at 8 o'clock dengan mengendarai Bus Trans Hulondalangi, dengan penuh semangat kami pergi menuju pantai Bolihutuo. Jarak yang memakan waktu kurang lebih 4 jam, membuat beberapa teamn saya mabuk perjalanan. Tapi keadaan tersebut tidak menjadi alaan kita memeriahkan setiap detik dalam bus dengan bernyanyi sembari bercanda. Meski sempat beberapa kali saya tertidur karena lamanya perjalanan, tapi setiap kali mata ini terbuka maka selalu disuguhi dengan pemandangan yang indah dari alam Hulondalo.

Waktu yang pun menghantarkan kami pada salah satu pantai terbaik di Gorontalo. Yup, its Bolihutuo Beach. Aroma laut yang begitu khas pada hidung saya yang notabennya anak pulau, menjadikan moment itu terasa sangat indah. "Ya, kurang lebih mengobati perasaan rindu akan kampung halaman, Sangihe" guman saya. Hamparan pasir putih, berjejernya pohon di tepian pantai yang merindangkan suasana, birunya langit yang seakan mengatakan "Welcome guys", meski tak terdapat karang laut yang mungkin akan menjadikan pantai ituy lebih cantik menurutku, tapi itu semua menjadikan setiap raga IVB merasa puas atas kerja keras dan kerja sama selama semester 4 menghadapi assignments, research projects, mid exam, and also final examination yang lebih sulit pastinya dari semester lalu. Satu peratu dari kami berhamburan ke laut menikmati salah satu nikamat pemberian Allah yang terbaik. "NIce". Puasa ku 4 bulan tidak ke pantai terbayarkan sudah, hehe. Ku puaskan diri ini dengannya. Tak lupa semua moment terabadikan oleh beberapa mata camera yang professional. Begitu pun saat makan siang yang melahirkan suasana kekeluargaan yang begitu hangat antar kita. Makanan yang begitu lezat meski pedas di lidah yang mendapat julukan "Pedas Tingkat Bayi" dari Senpai Upick, hehe, menjadikan suasana lebih akrab dengan beberapa tawa yang tertuju pada saya.

Pukul 3 sore, kami beranjak dari pantai ke rumah Nunuk, salah satu teman kami. Hal yang tak terpikirkan pun terjadi. Bukan hal yang tidak mengenakkan, tetapi "It was delicious". Seperti tamu-tamu istimewa, kami dilayani begitu baik oleh keluarga Nunuk, baik dari segi konsumsi ataupun kesehatan, berhubung saat itu Sadam mengalami deman yang cukup tinggi dan untungnya Ayah Nunuk adaah seorang mantri. Wow, we were lucky. Canda dan tawa tak hilang dari setiap tindakan yang dilakukan. begitu ramahnya keluarga mereka sampai-sampai memberikan kami oleh-oleh berupa cemilan yang begitu banyak.

Saat waktu menunjukkan pukul 5 sore, kami berpamitan dan melanjutkan perjalanan pulang. Capek? Pasti, tapi semua itu terselimuti dalam dengan kebahagaan yang kami rasakan pada hari tersebut. Satu demi satu dari kami pun kembali ke rumah dan tempat tinggal.

I thank you very much My-B for what did happened. I love you all.

Hakikat Belajar dan Pembelajaran

17 June 2013 22:39:49 Dibaca : 720

BAB I.

Pendahuluan

1.1.Latar Belakang

Menurut Undang-undang No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Istilah belajar kiranya sudah lama dikenal diberbagai kalangan masyarakat. Hal itu dikarenakan sejak adanya atau lahirnya individu manusia secara tidak langsung hal pertama yang terjadi adalah belajar. Sehingga seorang ahli mengatakan bahwa manusia adalah makhluk belajar (Jumianto, 2011). Berdasarkan hal ini maka di dalam diri manusia terdapat potensi untuk diajarka sesuatu.

Bersesuaian dengan hal itu, Thomas B. Roberts (1975:1) mengemukakan bahwa terdapat 4 jenis teori yang banyak mempengaruhi pemikiran tentang proses pembelajaran dan pendidikan, yaitu teori belajar Behaviorisme, Kognitivisme, Konstruktivisme, dan Humanisme.

Maka begitu penting untuk mengetahui apa itu Belajar dan Pembelajaran serta teori-teori yang banyak mempengaruhi tentang prooses pembelajaran dan pendidikan.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka kami selaku penulis mengangkat beberapa masalah, yakni sebagai berikut:

1. Apa yang dimaksud dengan Belajar dan Pembelajaran?

2. Bagaimanakah teori belajar Konstruktivisme?

3. Bagaimanakah teori belajar Humanisme?

1.3. Tujuan

Dengan melihat rumusan masalah, maka tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

Untuk memahami pengertian atau definisi dari Belajar dan Pembelajaran.Untuk memahami bagaimana teori belajar Konstruktivisme.Untuk memahami bagaimana teori belajar Hummanisme.

 

BAB II.

Isi

2.1. Belajar dan Pembelajaran

a. Pengetian Belajar

Menurut Slavin dalam Catharina Tri Anni (2004), belajar merupakan proses perolehan kemampuan yang berasal dari pengalaman. Menurut Gagne dalam Catharina Tri Anni (2004), belajar merupakan sebuah sistem yang didalamnya terdapat berbagai unsur yang saling terkait sehingga menghasilkan perubahan perilaku.

Sedangkan menurut Bell-Gredler dalam Udin S. Winataputra (2008) pengertian belajar adalah proses yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan aneka ragam competencies, skills, and attitude. Kemampuan (competencies), keterampilan (skills), dan sikap (attitude) tersebut diperoleh secara bertahap dan berkelanjutan mulai dari masa bayi sampai masa tua melalui rangkaian proses belajar sepanjang hayat.

Sehingga dapat dikatakan bahwa Belajar adalah aktifitas mental atau (Psikhis) yang terjadi karena adanya interaksi aktif antara ndividu dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan-perubahan yang bersifat relatif tetap dalam aspek-aspek: kognitif, psikomotor dan afektif. Perubahan tersebut dapat berubah sesuatu yang sama sekali baru atau penyempurnaan/penigkatan dari hasil belajar yang telah di peroleh sebelumnya.

b. Pengertian Pembelajaran

Menurut UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkingan belajar.

Menurut Gagne, Briggs, dan wagner dalam Udin S. Winataputra (2008) pengertian pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa.

Sehinggadapat dikatakan bahwa Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan , penguasaan kemahiran dan tabiat , serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik.

2.2. Teori Belajar Konstruktivisme

Konsep dasar belajar menurut teori belajar konstruktivism adalah pengetahuan yang baru dikonstruksi sendiri oleh peserta didik secara aktif berdasarkan pengetahuan yang diperoleh sebelumnya. Pendekatan konstruktivisme dalam proses pembelajaran didasari oleh kenyataan bahwa setiap individu memiliki kemampuan unutk mengonstruksi kembali pengalaman atau pengetahunan yang telah dimilikinya yang dengannya mereka mengaitkan antara materi yang satu dengan yang lain.

Pembelajaran konstruktivisme adalah salah satu teknik pembelajaran yang melibatkan peserta didik unutk membina sendiri secara aktif pengetahuan dengan menggunakan pengetahuan yang telah ada dalam diri mereka masing-masing. Nik Azis Nik Pa (1999) dalam Syarifah Maimunah (2008:1) menjelaskan tentang konstruktivisme dalam belajar, seperti kutipan dibawah ini,

“Kontruktivisme adalah tindakan yang lebih dari pada suatu komitmen terhadap pandangan bahwa manusia membina pengetahuna sendiri. Ini bermakna bahwa suatu pengetahuan yang dimiliki oleh individu adalah hasil dari upaya (aktivitas) yang telah dilakukan olehnya, dan bukan suatu pengajaran yang diterima secara pasifdari luar. …”

Pendapat Nik Azis Nik Pa menunjukkan bahwa keaktifan peserta didik menjadi syarat utama dalam pembelajaran konsrtuktivisme sedangkan guru hanya berperan sebagai fasilitator. Perbandingan peranan peserta didik dan guru dalam pembelajaran konsrtuktivisme akan lebih jelas pada tabel di bawah ini,

Peranan Peserta Didik

Berinisiatif mengemukakan masalah dan pokok pikiran, kemudian menganalisis dan menjawabnya sendiri.

Bertanggungjawab sendiri terhadap kegiatan belajarnya atau menyelesaikan suatu masalah.

Secara aktif bersama teman sekelasnya mendiskusikan penyelesaian masalah atau pokok pikiran yang mereka munculkan, dan apabila dirasa perlu dapat menanyakannya kepada guru.

Atas inisiatif sendiri dan mandiri berupaya memperoleh pemahaman yang mendalam (deep understanding) terhadap suatu topic malasah belajar.

Secaara langsung belajar saling mengukuhkan pemikiran di antara mereka, sehingga jiwa sosialnya menjadi semakin dikembangkan.

Secara aktif mengajukan dan menggunakan berbagai hipotesis (kemungkinan jawaban) dalam memecahkan suatu masalah.

Secara aktif menggunakan berbagai data atau informasi pendukung dalam penyelesaian suatu masalah atau pokok pikiran yang dimunculkan oleh teman sekolah.

Peranan Guru

Mendorong peserta didik agar masalah atau pokok pikiran yang dikemukakannya sejelas mungkin dapat turut dianalisis dan dijawab oleh teman sekelasnya.

Merancang skenario pembelajaran agar peserta didik merasa bertanggjawab sendiri dalam kegiatan belajarnya.

Membantu peserta didik dalam menyelesaikan suatu masalah atau pokok pikiran apabila mereka mengalami jalan buntu.

Mendorong peserta didik agar mmengemukakan atau menemukan masalah atau pokok pikiran untuk diselesaikan dalam proses pembelajaran di kelas.

Mendorong peserta didik untuk belajar secara kooperatif dalam menyelesaikan suatu masalah atau pokok pikiran yang berkemmbang di kelas.

Mendorong pesrta didik agar secara aktif mengerjakan tugas-tugas yang menuntut proses analisis, sintesis dan simpulan penyelesaian.

Mengevaluasi hasil belajar peserta didik, baik dalam bentuk [enilaian proses maupun dalam bentuk penilaian produk.

         

         Dari pemaparan di atas maka dapat dikatakan terdapat kekhasan tersendiri dalam teori belajar konstruktivisme apabila dibandingkan dengan teori behaviorisme dan kognitivisme. Teori belajar behaviorisme lebih memperhatikan tingkah laku yang teramati, dan teori belajar kognitivisme lebih memperhatikan tingkah laku dalam proses informasi atau pengetahuan yang sedang dipelajari oleh peserta didik tanpa mempertimbangkan pengetahuan atau informasi yang telah dikuasai sebelumnya. Sedangkan teori konstruktivisme berangkat dari asumsi bahwa peserta didik mempunyai kemampuan untuk membangun pengetahuan yang baru berdasarkan apa yang telah ia kuasai sebelumnya.

Tasker (1992) mengemukakan 3 penekanan dalam teori belajar konstruktivisme:

1. Peran aktif peserta didik dalam mengonstruksi pengetahuan secara bermakna.Pentingnya membuat kaitan antara gagasan dalam pengkonstruksian secara bermakna.Mengaitkan antara gagasan dengan informasi baru yang diterima.

2. Dalam upaya untuk mengimplementasikan teori belajar konstruktivisme, Tytler (1996:20) mengajukan beberapa saran yang berkaitan dengan rancangan pembelajaran, yaitu:

3. Memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk mengemukakan gagasannya dengan bahasa sendiri.Memberi kesempatan kepada para peserta didik untuk berfikir tentang pengalamannya sehingga menjadi lebih kreatif dan imajinatif.Member kesempatan kepada para peserta didik untuk mencoba gagasan yang baru.Memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan yang telah dimiliki oleh peserta didik.Mendoronng peserta didik untuk memikirkan perubahan gagasan mereka.Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Kita juga dapat melihat proses belajar konstruktivisme pada bagan di bawah ini,

(Briner, M:1990) mengemukakan hakikat konstruktivisme bahwa,

“They are constructing their own knowledge by testing ideas and approaches based on their prior knowledge and experience, applying these to a new situation and integrating the new knowledge gained with pre-existing intellectual constructs”.

" Mereka (siswa) membangun pengetahuan mereka sendiri dengan menguji ide-ide dan beberapa pendekatan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka, serta menerapkannya pada situasi atau kondisi yang baru dan mengintegrasikan pengetahuan baru yang diperoleh dengan pengetahuan yang sudah ada ".

2.3. Teori Belajar Humanisme

Konsep Belajar menurut teori belajar humanisme adalah belajar merupakan pemikiran kegiatan yang dilakukan seseorang dalam upayanya memenuhi kebutuhan hidupnya. Teori belajar Humanisme memandang kegiatan belajar merupakan kegiatan yang melibatkan potensi psikis yang bersifat konitif, afektif, dan konatif (psikomotor).

Kebutuhan (needs) yang dipoerkenalkan Abraham H. Maslow. Konsep teori kebutuhan Maslow dapat dilihat di bawah ini,

Gambar Susunan Kebutuhan Manusia

(Adaptasi Bourne Jr. dan Ekstrand, 1973:179)

Menurut teori kebutuhan Maslow, di dalam diri tiap individu terdapat sejumlah kebutuhan yang tersusun secara berjenjang, dimulai dari kebutuhan yang paling rendah tetapi mendasar (Physiological needs) sampai pada jenjang yang paling tinggi (self actualization). Setiap individu mempunyai keinginan untuk mengaktualisasi diri, yang oleh seorang tokoh psikologi humanis Carl R. Rogers disebut dorongan untuk menjadi dirinya sendiri (to becoming a person). Oleh Karena itu, dalam proses pembelajaran hendakya diciptakan kondisi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik secara aktif mengaktualisasi dirinya.

Aktualisasi diri merupakan proses menjadi diri sendiri dan mengembangkkan sifat-sifat dan potensi-potensi psikologis. Kaitannya dengan proses pendidikan formal (sekolah), Slavin (1994:70-110), mengelompokkan tahapan perkembangan perkembangan anak dalam beberapa tahapan, yaitu

Early childhood (awal masa kanak-kanak), Middle childhood (pertengahan masa kanak-kanak), dan  Adolescence (masa remaja)

Dengan diikuti oleh 3 dimensi utama perkembangan, yakni dimensi kognitif, dimensi fisik dan dimensi sosioemosi.

Early Childhood

Dimensi kognitif:

Lebih ditandai dengan penguasaan bahasa (language aquisitori).Sampai usia 2 tahun biasanya (bayi) memcoba memahami dunia sekitarnya melalui penggunaan rasa (sense). Kemampuan bahasa verbal dan non verbal pada usia 3-4 tahun.Memahami sejumlah kalimat sederhana pada saat akan memasuki usia Sekolah Dasar.

Dimensi fisik:

Perubahan penampilan tubuh dan penguasaan keterampilan gerak (motor skills). Contohnya: berlari, melompat, meluncur, dan berguling.Lebih pada perkembangan otot gerak besar, seperti otot kaki dan lengan sedangkan tidak begitu terlihat pada otot-otot gerak kecil seperti otot penglihatan dan pendengaran.

Dimensi Sosioemosi:

Mengalami kesulitan pada masa awal masuk sekolah karena hubungan sosial-emosional mereka hanya terbatas pada hubungan dekat (intimate relationship) seperti hubungan mereka dengan orang tua.

Middle Childhood

Dimensi kognitif:

Perkembangan proses berpikir yang dimulai dengan hal-hal konkrit oprasional (penggunaan hand phone) hingga hal-hal abstrak konseptual (aturan).Perkembangan dasar-dasar mengingat (memory skills). Perkembangan memikirkan apa yang dipikirkan (the ability to think about their own thinking).Perkembangan belajar tentang bagaimana cara belajar (the ability to learn how to learn).

Dimensi fisik:

Melambatnya perkembangan otot (≠ earlier childhood)Perkembangan tulang dan kerangkaKematangan seksual yang lebih cepat terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki.

Dimensi sosioemosi:

Menonjolnya egosentrik pada tiap perilaku individu.Mulai berupaya menyusun dan menemukan kosep diri (self concept) dan jati diri (self identity atau self esteem) dengan standar yang dibuatnya sendiri.Tidak jarang terjadi pertentangan dengan orang tua yang dikarenakan point sebelumnya.

Adolescence

Dimensi kognitif:

Menonjolnya perkembangan fungsi otak (brain development).Perkembangan pola pikir penalaran (reasoning) baik secara induktif (khusus-umum) maupun deduktif (umum-khusus).Dapat memberikan atau mengajuka hipotesis atau jawaban sementara yang memnggunakan pola pikir deduktif ataupun sebaliknya pada hampir setiap kejadian.

Dimensi fisik:

Penyempurnaan fase pematangan seksual pada setiap indivudu baik laki-laki maupun perempuan (proses reproduksi).Terjadi perubahan postur tubuh yang terjadi karena perkembangan hormonal yang begitu menonjol pada bagian tubuh tertentu.

Dimensi Sosioemosi:

Individu mulai mengkaji keberadaan dirinya (tubuh, pikiran, perasaan, dan perilaku) yang berbeda dengan keberadaan diri orang lain.Terbentuknya identitas diri (self identity). Hal ini relatif, maksudnya tergantung pada individu sendiri yang akan membentuknya hingga sampai pada puncaknya yaitu “pengaktualisasi diri”.

             Proses belajar dianggap berhasil jika siswa telah memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Dengan kata lain, siswa telah mampu mencapai aktualisasi diri secara optimal. Hal yang terpenting dalam perkembangan individu dalam teori belajar humanistik adalah kemapanan atau maksimal tidaknya perkembangan individu dalam setiap fase (earlier childhood, middle childhood dan adolescence) tentunya berdasarkan setiap perkembangan dimensinya (kognitif, fisik dan sosioemosi). Karena kesemuanya dapat saling mempengaruhi tumbuh kembangnya individu terkhusus dalam pembelajaran.

 

BAB III.

Penutup

3.1. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan yang ada, maka kami menyimpulkan,

Belajar adalah proses mental yang terjadi dalam diri seseorang, sehingga menyebabkan munculnya perubahan perilaku mental karena adanya interaksi individu dengan lingkungan yang disadari. Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan lingkungan, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik yang kesemuanya telah dirancang dalam sebuah sistem.

Pembelajaran yang mengacu pada teori belajar konstruktivisme lebih memfokuskan pada kesuksesan peserta didik dalam mengorganisasikan pengalaman mereka (mengkonstruksikan sendiri) dengan menjadikan guru sebagai fasilitator atau mediator.Pembelajaran yang mengacu pada teori belajar humanisme didasarkan pada pemikiran bahwa belajar merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga individu memahami lingkungan dan mencapai aktualisasi dirinya.

3.2. Saran

Saran kami selaku penulis dan calon pendidik, dengan mengetahui dan memahami hakikat belajar dan pembelajaran termasuk ke 2 teori belajar yakni, konstruktivisme dan humanisme maka diharapkan kita dapat menjadi pribadi intelek yang baik dan bijak dalam membimbing peserta didik, kini dan nantinya.

 

Daftar Pustaka

Mamu, Rahmawaty. 2009. Bahan Ajar Belajar dan Pembelajaran. Gorontalo

 

Bourne, Lyle E. Jr & Ekstrand, Bruce R. 1973. Psychology: Its Principles and

 

Meaning. Hinsdale, Illinois: The Drryden Press

 

Gage, N. L. & Berliner, C. 1998. Educational Psychology. Boston: Houghton Miffin

 

Maslow, Abraham H. 1974. Some Educational Implications of Humanistic

 

Roberts, Thomas B. (ED.). 1975. Four psychologies applied to education: Freudian, Behavioral,

         Humanistic, Transpersonal. New York: Shenkman Publishing Co.

 

Slavn, Robert E. 1994. Educational Psychology: Theory and Practice. Boston: Allyn and Bacon

 

Hasanudin. 2012. Teori Belajar Humanistik dan Penerapannya dalam Pembelajaran. Dari:

         http://hasanudin18.wordpress.com/2012/02/09/teori-belajar-humanistik-

         dan-penerapannya-dalam-pembelajaran/

 

Ramli, 2012. Hakekat Belajar dan Pembelajaran. Dari:

         http://ramliberbagiilmu.blogspot.com/2012/03/hakekat-belajar-dan-pembelajaran.html/

The Borrowing Words in Indonesian from English

12 June 2013 05:18:01 Dibaca : 617

CHAPTER I

INTRODUCTION

1.1 Basic Consideration

Morphology is a branch of linguistics that studies of word formation or the structure of word. According to Caterina Donati (2008), morphology is the field of linguistics that studies the internal structure of words. Another expert, Crystal (1993: 225) said that morphology is the branch of grammar which studies the structure or forms of words, primarily through the use of the morpheme construct. So we can say that morphology is concerned with the forms of words or how words are constructed in different uses and construction.

In Morphology, there is a word formation process. In word formation process, there are some kinds of processes such as coinage, acronym, blending, clipping, borrowing, back formation, compounding, reduplication, suppletion, conversion, and multiple processes. Indonesian language has some words which are derived from borrowing process. This research will focus on borrowing process of Indonesian words from English words.

1.2 Research Questions

What is borrowing?

How is borrowing process of Indonesian words from English words?

1.3 The Aims

To explain what borrowing is.

To identify borrowing or loan words in Indonesian.

1.4 The Benefits

I know about borrowing.

I know about the borrowing or loan words in Indonesian.

 

CHAPTER II

THEORETICAL BASED

2.1 Borrowing Process

According to Crystal (1993), borrowing is a term used in comparative and historical linguistics forms being taken over by one language or dialect from another. It is also called “loan words”.

Borrowing is a process of taking a word from one language and integrating it into another or the process of taking over the words either in their original or moderated from other languages and incorporating them in another language. It may also be referred to as adapting the borrowing language’s phonological system to varying degrees into another language.

According to Osoba (2004: 237), borrowing may be seen as the most important source of new words in English. Although it is a fact that the core of English vocabulary or lexicon-function words, stereotypes, concepts and realities – is still mostly native, we can infer that greater part of its present – day vocabulary is made up of borrowed words.

 

Chapter III

Methodology

3.1 Methodology

I used quantitative methodology in this research. It is because this research shows the result of the loan or borrowing words by collecting some data from dictionary and news paper.

3.2 Source data

The sources of the data in this research are LIPI dictionary (Kamus Kata Serapan) and a news paper, Gorontalo Post. On Gorontalo Post, I choose the articles on June 5th 2013, I also use some references such as e-book, internet article to help me accomplishing this research.

3.3 Technique of Data Collection

My technique of data collection that I used in this study is taking note. In taking note, I wrote down every single loan or borrowing word that I have found in news paper and compared them with the borrowing words from dictionary.

 

CHAPTER IV

DISCUSSION

4.1 Research Result

Indonesian language has lots of loan or borrowing words used in verbal and written communication. Those words are used in formal and informal situation also. Actually, I myself and also you always use the loan or borrowing words when we were communicating with someone else or when we were writing, accomplishing the assignment and research project, etc.

This research will explain you about the loan words in Indonesian language that I have been found from LIPI Dictionary and collect from Gorontalo Post, June 5th, 2013 edition.

The Loan or Borrowing Words from Gorontalo Post, June 5th, 2013 edition.

I found many words in Indonesia language which are derived from English word on this newspaper.

The loan words on the page 1:

ü Informasi → information1

ü Televisi → television1

ü Kontraktor → contarctor2

ü Korupsi → corruption2-3

ü Komisi → commision4

ü Protes → protest5

ü Kongres → congres6

ü Skuad → scuad7

ü Kompetisi → competition8

ü Divisi→ division8

ü Grup → group8

ü Skor → score8

ü Suporter → supporter9

ü Fanatik → fanatic9

ü Agresif → aggressive10

ü Strategi → strategy11

Those words are derived from English words. Word “kompetisi” on the newspaper is borrowed from word “competition” in English. Word “strategi” is borrowed from word “strategy” in English. This borrowing process also happens to other words above.

The loan words on page 2:

ü Fraksi → fraction12

ü Subsidi → subsidy13

ü Kondisi → condition14

ü Asosiasi → association15

ü Proses → process16

ü Tender → tender16

ü Biro → bureau17

ü Logistik → logistic17

ü Spesifikasi → specification18

ü Karton → carton18

ü Plastik → plastic18

ü Negosiasi → negotiation19-20

ü Teknik → technique20

ü Implementasi → implementation21

ü Industri → industry22-23

ü Dominan → dominant23

ü Konsumen → consumer24

ü Produk → product24

ü Kualitas → quality25

ü Indikator → indicator26

ü Statistik → statistic26-27

ü Akurasi → accuracy27

ü Validasi → validation27

ü Data → data27

ü Metode → method27

ü Sinkronisasi → synchronization28

ü Komoditi → commodity28

Those words above are also derived by using the borrowing process. Word “statistik” is derived from English word “statistic”. Word “spesifikasi” is derived from word English word “specification”. It also happens to other words above.

The loan words on page 3:

ü Komunikasi → communication29

ü Eselon → echelon30

ü Komitment → commitment31

ü Efektif → effective31

ü Efisien → efficient31

ü Fokus → focus32

ü Evaluasi → evaluation32

ü Administrasi → administration32

ü Inspektorat → inspectorate33

ü Tim → team33

ü Obsesi → obsession34

ü Staf → staff35

ü Spesial → special36

ü Maestro → maestro36

ü Hotel → hotel37

ü Reservasi → reservation38

Those words are loan words. Word “inspektorat” is derived from English word “inspectorate”. Word “fokus” is derived from English word, too, “focus”. It also happens to other words above.

The loan words on page 4:

ü Publik → public39

ü Interaktif → interactive39

ü Program → program40

ü Infeksi → infection41

ü Bakteri → bacteria41

ü Organ → organ42

ü Konsultasi → consultation43

ü Dokter → doctor43

ü Fisik → physique43

ü Foto → photo43

ü Laboratorium → laboratory44

ü Sampel → sample44

ü Kompeten →competent45

The word “organ” is derived from English word “organ” that there is no any changing later likes “doctor”. On the other hand, other word “fisik” have any changing later even the pronunciation does not much different from English, “physique”..

The loan words on page 5:

ü Ekosistem → ecosystem46

ü Kondisi → condition47

ü Lokal → local47

ü Konservasi → conservation47

ü Formal → formal48

ü Sosial → social49

ü Ekonomi → economy49

ü Alternatif → alternative50

ü Identifikasi → identification51

ü Adobsi → adobtion51

ü Mekanisme → mechanism51, 54

ü Integrasi → integration52

ü Objek → object53

ü Target → target53

ü Ideal → ideal54

ü Mutualisme → mutualism55

ü Model → model56

ü Konsep → concept57

ü Faktor → factor57

ü Aktifitas → activity58

ü Intervensi → intervention58

ü Poisitif → positive59

ü Negatif → negative59

ü Responsif → responsive60

ü Prioritas → priority60

ü Aksi → action60

ü Implementasi → implementation60

ü Integritas → integrity60

ü Manajer → manager61

ü Sektor → sector62

ü Promosi → promotion63

ü Atraksi → attraction63

ü Partisipasi → participation64

ü Aktif → active64

ü Kontribusi → contribution65

Those words above are loan words which are derived from English words. “mutualisme” is derived from word “mutualism”. It is similar with “makanisme” and “mechanism”. “Promosi” is also derived from word “promotion” that similar with “partisipasi” from “participation”. Borrowing process happens in all of those words above.

 

4.2 Data

In this part of my research, I write the sentences in the newspapers which contain the loan words that I explained.

1. Gorontalo Post,”….itu terkait dengan posisinya sebagai pembawa acara informasi lalu lintas di salah satu televisi swasta…”

2. Gorontalo Post,”….empat kontraktor bandara didakwa korupsi Rp 6,5 M….”

3. Gorontalo Post,”….akhirnya duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Gorontalo…”

4. Gorontalo Post,”….10 besar calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bone Bolango menuai sorotan…”

5. Gorontalo Post,”….Delapan partai politik peserta pemilu 2014 di Bone Bolango menyatakan protes atas penetapan sepuluh besar calon anggota KPU…”

6. Gorontalo Post,”….pemerintahan Negeri Gajah Putih itu menyampaikan pidato di deppan 1.500 peserta kongres…”

7. Gorontalo Post,”….Meski tampil dihadapan pendukungnya sendiri, skuad Persigo cukup kesulitan…”

8. Gorontalo Post,”….Pertandingan lanjutan kompetisi Divisi Utama putaran kedua grup IV tersebut akhirnya berakhir dengan skor ttipis 1-0 untuk taun rumah…”

9. Gorontalo Post,”….Bermain tanpa para suporter fanatiknya,…”

10. Gorontalo Post,”….Laskar Lahilote (julukanPersigo) cukup agresif sejak peluit pertanda…”

11. Gorontalo Post,”….para punggawa muda Persigo langsung menyusun strategi dan membangun serangan…”

12. Gorontalo Post,”….PKS Gorontalo meminta Fraksi PKS di DPR RI untuk menolak kenaikan harga…”

13. Gorontalo Post,”….karena membengkaknya beban subsidi di Anggaran Pendapata dan Belanja Negara (APBN)…”

14. Gorontalo Post,”….alasan tersebut berbeda dengan kondisi …”

15. Gorontalo Post,”….itu berbeda dengan hasil perhitungan DPR dan asosiasi perminyakan…”

16. Gorontalo Post,”….KPUakan segera membuka proses tender pengadaan…”

17. Gorontalo Post,”…. Biro logistik merencanakan Juli mendatang pengadaan di provinsi Gorontalo sudah mulai dilakukan…”

18. Gorontalo Post,”….soal penggantian spesifikasi kotak dan bilik dengan bahan karton dan plastik…”

19. Gorontalo Post,”….untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul, salah satunya dengan melakukan negosiasi…”

20. Gorontalo Post,”….untuk memberikan pengetahunan/pemahaman pada peserta tentang teknik negosiasi…”

21. Gorontalo Post,”….serta dapat diimplementasikan di lingkungan kerja masing-masing…”

22. Gorontalo Post,”…perkembangan industri dewasa ini meningkat dengan sangat cepat...”

23. Gorontalo Post,”….Tantangan yang paling dominan bagi industry pangan…”

24. Gorontalo Post,”….kemampuan untuk memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk pangan yang akan mereka konsumsi bermutu dan aman…”

25. Gorontalo Post,”….hal itu terkait dengan keamanan pangan, kualitas dan persyaratan hukum…”

26. Gorontalo Post,”….salahsatu indikator kinerja pembangunan pertanian adalah menggunakan data statistic pertanian dari data luas tanam…”

27. Gorontalo Post,”….Dalam rangka meningkatkan akurasi dan validasi data statistik pertanian ini, maka harus menggunakan metode pengumpulan data yang sama dan tepat…”

28. Gorontalo Post,”….tujuan dari kegiatan ini adalah sinkronisasi data luas tanam dan luas panen komoditi padi palawija…”

29. Gorontalo Post, ”Komunikasi Bisnis” (a title)

30. Gorontalo Post,”….Kakan Kemenag Bonbol Fardin Ali serta beberapa pejabat eselon III di lingkungan Kanwil Kemenag Pronvinsi Gorontalo…”

31. Gorontalo Post,”….setiap pengelola anggaran kegiatan baik Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) harus senanriasa berpegang pada prinsip pelaksanaan anggaran yang efektif, efisien dan tidak mewah…”

32. Gorontalo Post,”….Sebab kedepan indicator pemeriksaan anggaran tidak hanya terfokus pada evaluasi administrasi capaian umum…”

33. Gorontalo Post,”….Inspektorat Jemdral atau tim pemeriksa lainnya akan melihat dan memeriksa apakah anggaran tersebut sudah tepat penggunaannya…”

34. Gorontalo Post,”….Saya terobsesi, waktu 14 hari pemeriksaan Itjen, cukup dipersingkat 10 hari saja…”

35. Gorontalo Post,”….dari tanggal 3 s/d 5 Juni itu diikuti 80 peserta yang terdiri dari KPA, KPP dan staf pelaksana di setiap Satker jajaran Kanwil Kemenag Gorontalo…”

36. Gorontalo Post,”….Q Corn Pub & Lounge akan disuguhi penampilan-penampilan special dari DJ-DJ papan atas Indonesia.., maestro Hiphop/RnB Indonesia DJ Goeslan pada tanggal 11 Juni…”

37. Gorontalo Post,”….Ujar Deddy S. Thalib selaku General Manager Quality Hotel …”

38. Gorontalo Post,”…. Informasi atau reservasi silahkan menghubungi 0435-822222…”

39. Gorontalo Post, ”Publik Interaktif ” (a title)

40. Gorontalo Post, ”Program Pendidikan Harus Tepat Sasaran” (a title)

41. Gorontalo Post,”….Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikrobakterium tuberkulosa…”

42. Gorontalo Post,”….TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, dan lain-lain...”

43. Gorontalo Post,”….maka sebaiknya konsultasi dengan dokter untuk dilakukan pemeriksaan fisik, kemungkinan dokter akan menyarankan pemeriksaan foto thorax…”

44. Gorontalo Post,”….Untuk pemeriksaan laboratorium dapat dilakukan dari sampel darah dan sputum (dahak)…”

45. Gorontalo Post,”…Persoalan itu akan diteruskan kepada pihak yang berkompeten …”

46. Gorontalo Post,”….ekowisata bahari adalah ekosistem terumbu karang dan mangrove yang terdapat di Utara maupun Selatan pesisir Gorontalo…”

47. Gorontalo Post,”….Kondisi ekosistem terumbu karang yangamsih baik in tidak lepas dari upaya masyarakat lokal dan Pemerintah Daerah baik Kabupaten maupun Provinsi untuk senantiasa memberikan dukunagan terhadap upaya-upaya konservasi…”

48. Gorontalo Post,”….Upaya formal untuk membentuk DPL di wilayah perairan Provinsi Gorntalo sudah mulai sejak sekitar tahun 2005 …”

49. Gorontalo Post,”….Tujuan sosial ekonomi yaitu untuk menjaga fungsi sosial ekonomi masyarakat sebagai pendorong berkembangnya kegiatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan...”

50. Gorontalo Post,”….sehingga dapat dijadikan mata pencaharian alternatif dan meningkatkan kesejahtraan masyarakat setempat…”

51. Gorontalo Post,”….Walaupun DPL diidentifikasi dan diadopsi secara luas sebagai salah satu mekanisme yang paling efektif untuk melestarikan dan menyelamatkan ekosistem…”

52. Gorontalo Post,”….belum ditentukan adanya model untuk mengintegritaskan pengembangan ekowisata secara berkelanjutan…”

53. Gorontalo Post,”….potensi keindahan terumbu karang dan mangrovenya hanya menawarkan objek ‘apa adanya’ dalam arti hampir tampa kemasan dan juga tampa target pasar yang jelas. …”

54. Gorontalo Post,”…. Idealnyaterdapat juga aliran mekanisme yang dinamis antara pengembangan ekowisata di kawasan DPL dan peningkatan pengelolaan DPL itu sendiri …”

55. Gorontalo Post,”….Sehingga terjadi hubungann simbiosis mutualisme atau yang saling mnguntungkan…”

56. Gorontalo Post,”….Pendekatan Model Pengelolaan …” (a title)

57. Gorontalo Post,”….Konsep ini tidak hanya mengedepankan faktor pertumbuhan ekonomi saja, namun kelestarian SDA juga…”

58. Gorontalo Post,”….Apakah terdapat aktivitas tertentu, intervensi dan kegiatan ekowisata yang sudah dilaksanakan di kawasan DPL yang mampu mencapai tujaun yang telah ditetapkan?…”

59. Gorontalo Post,”….Apakah kegiatan ekowisata yang telah dilaksanakan mempunyai dampak positif atau justru negatif terhadap tujuan pembentukan DPL?…”

60. Gorontalo Post,”….Sebagai sebuah model, akan memberikan dasar bagi kebijakan dan strategi yang responsive dan prioritas dalam Rencana Aksi (Action Plan) pengembangan ekowisata yang berkelanjutan dan terimplementasi serta terintegrasi ke dalam Rencana Pengelolaan…”

61. Gorontalo Post,”….Bagi para manajer danpengelola DPL di daerah yang ingin menggunakan dan mengimplementasikan model ini untuk meningkatkan kinerja…”

62. Gorontalo Post,”….Bagii para pengusaha swasta di sektor pariwisata dapat menggunakan model ini sebagai informasi awal untuk menetapkan strategi…”

63. Gorontalo Post,”….Wakil direktur RSAS Kota Gorontalo Dr. Medi Sarita mengatakan, sesuai dengan informasi yang diterimanya dari mempromosikan atraksi wisata di kawasan DPL secara efektif dan berkelanjutan…”

64. Gorontalo Post,”….Bagi masyarakat local yang berada di sekitar DPL yang dijadikan kawasan pengembangan ekowisata dapat menggunakan model ini sebagai salah satu pertimbangan dalam meningkatkan partisipasi aktif pengembangan ekowisata…”

65. Gorontalo Post,”….di sisi lain kegiatan ekowisata belum dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengelolaan DPL secara keseluruhan…”

From all sentences above, we can see how the loan or borrowing words are used in newspaper. Those sentences are quoted from articles on Gorontalo Post, June 5th, 2013 edition, which have loan or borrowing word in every single sentence.

 

CHAPTER V

CONCLUSION

Borrowing is a process of taking a word from one language and integrating it into another or the process of taking over the words either in their original or moderated from other languages and incorporating them in another language. Almost every country or every language has borrowing or loan word; especially in my case research, Indonesian language. There are some words which are derived from English words by using borrowing process. These words are called “loan words”. In newspaper, we can find many loan words in almost every page. Moreover, those loan words are even used in daily life conversation. Therefore, we as the second learners of English language should know and understand the original of loan words for avoiding the misunderstanding in communication.

 

BIBLIOGRAPHY

Salvationpress.net, 2012. Borrowing and Word Formation in A Language, access on June 7th

           2013, 04.36. p.m. Retrieved from: (http://salvationpress.net/essays/english/Borrowing-

            and-Word-Formation-in-a-Language.htm)

Indonesia.com. Kata Serapan Bahasa Inggris, access on June 8th 2013, 05.14. p.m. Retrieved

            from: (http://indonesiaindonesia.com/f/112848-kata-serapan-bahasa-inggris-indonesia/)

Ruf.rice.edu. Major Period of Borrowing, access on June 7th 2012, 10 a.m. Retrieved from:

            (http://www.ruf.rice.edu/~kemmer/Words04/structure/borrowed.html)

Gorontalo Post, June 5th, 2013 edition.

Sabtu, 20 April 2013 menjadi hari yang paling ditunggu-tunggu oleh saya dan teman-teman mahasiswa kelas kewirausahaan. Di dampingi oleh seorang wanita energic yang selalu akrab dipangil ma’am Rosma, dosen mata kuliah Kewirausahaan, pasar Liluo menjadi saksi kegiatan “Turun Pasar” kami.

07.15 pagi, meski langit berselimut mendung dan sedikit membuncahi bumi dengan rintikan hujannya, tapi hal itu sama sekali tidak menyurutkan semangat kami untuk berwirausaha tidak hanya untuk memenuhi salah satu persyaratan mata kuliah tapi bagiku adalah lebih dari pada itu. Kita dituntut agar bisa berwirausaha dan mendapatkan penghasilan “uang” dengan cara apapun. Ya, yang pastinya tidak dengan cara-cara yang curang atau menyalahi aturan. No wallet, no handphone, no motor cycle and absolutely no money. Moreover, we must back to university, GSG before 11 o’clock. These are the rules.

Saya sekelompok dengan Ismail Tahir yang lebih senang saya panggil Kak Il. Mulanya kami memutuskan untuk menjajakan “kacang panjang” yang dihargai Rp. 1000,-/ikat. Harga yang cukup bersaing dengan kelompok sayuran yang lain. Butuh waktu kurang lebih 30 menit bagi saya untuk menghabiskan 4 ikat “kacang panjang”. Kekhawatiran pun muncul, “seberapa besarkah gaji yang akan saya dapatkan? Apa mungkin teman-teman yang lain sudah mendapatkan gaji yang lebih dari saya yang belum mendapatkan apa-apa? Mungkin pekerjaan lain akan mendatangkan keuntungan yang besar” itu adalah pertanyaan-pertanyaan dan ide yang datang ke pikiran saya saat itu.

“Move on?” exactly. Dengan sedikit bersilat lidah bahwa saya harus segera kembali ke Kampus, maka “Embah-nya kacang panjang” mengijinkan saya untuk tidak lagi menjadi agen-nya. Bapak itu cukup baik sehingga saya di bekali dengan Rp. 4000,-. 4 ribu? Oh, I don’t think so. “Mift, kamu pasti bisa!” keyakinan yang berbuah hasil Mengejutkan. “Angkat Barang” itulah istilah profesi itu. Saya melihat teman-teman saya tidak melihat potensi perputaran uang yang menurut saya Awesome pada profesi itu. Point pertama adalah profesi ini tidak mengenal “taken contract” seperti profesi saya yang pertama ataupun beberapa rana jasa yang teman-teman saya tawarkan pada beberapa orang penjual seperti rana “cabo, ikan, perlalatan dapur, mainan taupun bahan sembako”. Mereka membantu penjuanya menjual barang dagangan mereka dengan dalih mendapatkan gaji atau upah. Point kedua adalah upah yang saya dapatkan dari profesi ini adalah langsung saya terima dan sah menjadi milik saya. Cara kerjanya pun cukup mudah, hanya berbekal fisik yang kuat dan kesabaran, saya mengangkat barang dagangan atau belanjaan pembeli atau siapa saja yang memakai jasa saya dan menjajaki beberapa destination atau tempat persinggahan dimana consumers melengkapi daftar belanjaannya. Kadang-kadang saya mengelilingi pasar Liluo dengan posisi setia berada di belakang consumers. Dan pasti the final destination-nya adalah Bentor, pangkalan Bentor. Peluh? Pasti, tapi setelah semua barang belanjaan tertata rapi di Bentor, upah pun saya terima. Dan gajinya cukup meyakinkan atas kepopuleran profesi ini yang biasanya digeluti oleh anak-anak usia sekolah dasar. Singkatnya, consumer pertama mengupah saya Rp. 5000,-, kedua Rp. 7000,-, ketiga Rp. 8000,-, dan ke 5000,-. Sehingga penghasilan dari profesi ini sebesar Rp. 25.000,-. Sangat berbeda dengan profesi pertama saya. Meski tak dapat saya pungkiri bahwa profesi itu cukup banyak memakan waktu dalam mencari pengguna jasa atau consumers. Dan total penghasilan saya pada hari Sabtu itu adalah Rp. 29.000,-. Alhamdulillahirobbil’aalamiin. I thank you Allah.

Akhirnya, dari kegiatan kewirausahaan “Turun Pasar”, saya dapat merasakan bahwa betapa susahnya orang tua mencari penghasilan untuk membiayai kehidupan keluarga yang sebagian besar persentasenya adalah untuk saya, Pendidikan saya, bagaimana agar saya tetap mengenyam pendidikan setinggi mungkin dan keperluan keluarga yang tidak dapat disebutkan satu per satu. I thank you ma’am Rosma for all of the entrepreneurship learning process and activities. You are great.

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong