ARSIP BULANAN : September 2017

Rangkuman Forum Diskusi 28 September 2017
“Microsoft Excel”
Microsoft Excel merupakan fitur yang memungkinkannya diintegrasikan dengan aplikasi Microsift Office lainya. Seperti misalnya kita akan membuat data perhitungan atau apaun itu yang berhubungan dengan pengolahan angka/data. Kitapun bisa mengintegrasikan excel dg ms ward dan power point.
Kelebihan lain adalah excel adalah :
1. Menampung data yang cukup besar.
2. Bisa dihubungkan dengan aplikasi statistic lainya.
3. Pengunaan rumus yang lengkap. Seperti untuk menjumlahkan maupun memasukan data berupa (if dan lain sebagainya)
Hanya saja masih banyak teman-tema yang belum tau mengoperasika Excel dikarenakan belum pernah mengoperasikan excel menggunakan rumus hanya digunakan dalam pembuatan tabel.
Penggunaan excel juga harus butuh ketelitian untuk mengoperasikannya karena jika tidak teliti maka rumus yang kita masukan bisa eror atau #value. Kita juga bisa mengintegrasikan sheet yang ada pada excel yakni dengan memasukan rumus =IF(Klik sheet yang mempunyai datakemudia) dan enter. Seperti yang pak diki kirim waktu itu tentang aplikasi excel dalam pembuatan kurikulum KTSP.
Penerapan excel dikalangan mahasiswa sepertinya belum efektif , tetapi penggunaan excel di mahasiswa statistika dan matematika excel merupakan alat bantu mereka untuk mengolah data.
Wiwi Pratiwi juga berkomentar yang sama : Mc. Excel sangat berguna dalam memudahkan menghitung data tanpa perlu repot-repot menghitungnya secara manual.
Hanya saja rumitnya serta banyaknya rumus-rumus yang digunakan dalam mengolah data.
Dewi A.G ina mengatakan bahwa dia pernah menggunakan Mc. Excel tapi ada beberapa kesulitan yang sdia rasakan.
Sekali merut saya penggunaan Aplikasi Ms Excel sangat membantu dalam pengolahan angka/data. Ketelitian dalam penggunaan aplikasi ini dibutuhkan. Mulailah belajar dengan mencari fungsi rumus-rumus yang ada di excel dan itu di sediakan di google.

 

Rangkuman Hasil Diskusi
Aplikasi mendeley sangat membantu dalam pembuatan sitasi atau catatan kaki. Dengan menggunakan mendeley kita bisa terhindar dari aktivitas plagiat, atau menciplak hasil karya orang lain tanpa mencantumkan siapa penulisnya.
Dalam aplikasi mendeley ada fitur Sync yang artinya sinkronisasi, sinkronisasi ini bertujuan untuk menghubungkan mendeley dengan internet agar data base yang kita download bias tersimpan langsung kedalam aplikasi mendeley dengan memilih simpan di mendeley pada perintah saat akan mendownload, tetapi hal yang harus kita perhatikan pertama adalah, aktifkan install web importer pada aplikasi mendeley di menu bar TOOLS. walaupun pdf kita otomatis di dalam mendeley tetapi data basenya berada di dalam computer atau laptop (perangkat keras.
Namun, hal ini yang membingunggkan saat kita mensinkronkan. Mendeley juga terdapat kekurangan mungkin karena, pada saat diskusi kemarin ada yang mengatakan bahwa saat dia mengklik reference insert citation dan bibliography ternyata judul dari pdf yang diambil tercopy 2 kali dalam 1 daftar pustaka, hal inilah yang masih dibicarakn saat diskusi.
Ada juga yang mengatakan bahwa kekurangan dari mendeley yakni, pada daftar pustakanya tertuliskan halaman, tetapi anehnya bukan halaman yang kita kutip melainkan seluruh halamanya yang tertera.
Namun, kita sebagai pengguna mendeley seharusnya lebih memperhatikan dan lebih teliti saat penulisan citation, periksalah kembali apakah citasi yang tertulis sudah benar dan sesuai dengan kaidah penulisan. Karena jika detail pdf/jurnal yang kita ambil tidak sesuai dengan apa yang tertera di dalam pdf makan penulisan citasi/ daftar pustaka juga akan keliru.
Penggunaan mendeley sudah disosialisasikan terutama di perguruan tinggi negeri termasuk gorontalo, tepatnya fakultas MIPA, mahasiswa biologi di laboratorium zoology.
Sekali lagi penggunaan mendeley bagi saya sebagi mahasiswa yang tidak bisa jauh dari karya ilmiah, makalah, laporan, proposal bahkan skripsi sangat membantu dan membuat saya tdk repot lagi dalam penulisan sitasi/ daftar pustaka.

Literasi dan Digiital

22 September 2017 21:21:20 Dibaca : 25

RINGKASAN
“Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)”
Bunz (dikutip indrajit, 2005; 38) menjelaskan “literacy” kemudia berkembang menjadi “Technology” sehingga dikenal dengan “technology literacy”yang didefinisikan sebagai kemampuan untuk menggunakan teknologi sebgai alat untuk mempermudah mencapai tujuan.
Ada 5 aspek yang merupakan integrasi dan aplikasi kemampuan Kognitif dan teknis (Wijaya, 31) yaitu :
a. Access (akses) : mengetahui, mengumpulkan atau mendapatkan informasi.
b. Manage (Mengelola) : Menerapkan skema klasifikasi atau organisasi
c. Integrate (Meng-integresikan) : mengambarkan ulang informasi, termasuk membuat ringkasan, membandingkan, dan menggaris bawahi.
d. Evaluate (meng-evaluasi) : memutuskan tentang kualitas, keterkaitan, kegunaan atau efiseisi dari informasi.
e. Reate (Menciptakan) menciptakan informasi baru dengan cara mengadopsi menerapkan mendesign membuat atau menulis informasi.
A. Tingkat Kematangan literasi TIK
1. Level 0 – jika seorang individu sama sekali tidak tahu
2. Level 1 – jika seorang individu pernah memiliki pengalaman satu dua kali melibatkan Teknologi
3. Level 2 – jika seorang individu telah berkali-kali menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam aktivitasnya.
4. Level 3 – jika seseorang individu telah memiliki standar penguasaan dan pemahaman terhadap informasi
5. Level 4 – jika seseorang individu telah sanggup meningkatkan secara signifikan (dapat dinyatakan secara kuantitatif).
6. Level 5 – jika seseorang individu telah menganggap informasi dan teknologi sebagian bagian yang tidak terpisahkan.
B. Literasi Informasi
a. Elemen-Elemen Literasi Informasi
1) Visual Literacy (kemampuan untuk memahami dan menggunakan gambar
Visual literacy terbagi menjadi 3 konstruksi, yaitu: (1) Pembelajaran visual (visual learning), (2) Pemikiran visual (visual thinking), (3) Komunikasi visual (visual communication).
2) Media Literacy (Kemampuan mengakses, menganalisa, dan memproduksi informasi untuk hasil yang spesifik)
3) Computer Literacy (Komputer merupakan alat yang dapat memfasilitasi dan memperluas kemampuan manusia).
4) Digital Literacy (Digital Literacy merupakan keahlian yang berkaitan dengan penguasaan sumber dan perangkat digital
5) Network Literacy Network literacy merupakan satu istilah yang masih terus berkembang (envolving).
C. Model Pencarian Informasi
1. Starting (Mulai), pencarian informasi
2. Chaining (Menghubungkan), mengikuti mata rantai atau mengkaitkan dengan daftar pustaka yang ada.
3. Browsing (Menjelajah), penelusuran semi langsung atau terstruktur
4. Differentiating (Pembedaan), kegiatan membedakan sumber informasi untuk menyaring informasi
5. Monitoring (Memantau),
6. Extracting (Mengambil Sari), pencarian informasi lebih bersifat sistematis.

D. Literasi Komputer
Literasi Komputer adalah pengetahuan dan kemampuan untuk menggunakan komputer dan teknologi efisien.
E. Literasi Digital
Literasi digital adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam banyak format dari berbagai sumber.
F. Manfaat Literasi Digital
a. Menghemat waktu
b. Belajar lebih cepat
c. Menghemat uang
d. Membuat lebih aman
e. Selalu memperoleh informasi terkini
f. Selalu terhubung , Membuat keputusan yang lebih baik
g. Dapat membuat anda bekerja
h. Membuat lebih bahagia dan Mempengaruhi dunia.
G. Literasi Internet
Literasi internet menyangkut kemampuan untuk menggunakan pengetahuan teoritis dan praktis.