Monthly Archives: September 2018


LITERASI INFORMASI TEKNOLOGI DAN KOMUNIKASI

           Banyak cara untuk membentuk budaya literasi diantaranya:

  1. Pendekatan akses fasilitas baca (buku dan non buku)
  2. Kemudahan akses mendapatkan bahan bacaan
  3. Murah/tanpa biaya (gratis)
  4. Menyenangkan dengan segala keramahan
  5. Keberlanjutan/continue/istiqomah

         Literasi TIK pada dasarnya penggunaan teknologi informasi sebagai alat untuk komunikasi dan temu kembali informasi. Lima aspek terkait yang merupakan integrasi dan aplikasi kemampuan kognitif dan teknis (Wijaya: 31) yaitu:

  1. Access (akses): mengetahui tentang dan mengetahui bagaimana untuk mengumpulkan dan atau mendapatkan informasi.
  2. Manage (mengelola): menerapkan skema klasifikasi atau organisasi.
  3. Integrate (meng-integrasikan): meng-interpretasikan dan menggambarkan ulang informasi. Hal ini termasuk di dalamnya membuat ringkasan, membandingkan, dan menggarisbawahi.
  4. Evaluate (meng-evaluasi): memutuskan tentang kualitas, keterkaitan, kegunaan, atau efisiensi dari informasi.
  5. Create (menciptakan): menciptakan informasi baru dengan cara mengadopsi, menerapkan, mendesain, membuat atau menulis informasi.

1. Tingkat kematangan literasi TIK          Level e-literacy seseorang dapat digambarkan seperti demikian: (Sumber: Menteri Komunikasi dan Informatika RI, 2006: 42)

  1. Level 0 – jika seorang individu sama sekali tidak tahu dan tidak peduli akan pentingnya informasi dan teknologi untuk kehidupan sehari-hari;
  2. Level 1 – jika seorang individu pernah memiliki pengalaman satu dua kali di mana informasi merupakan sebuah komponen penting untuk pencapaian keinginan dan pemecahan masalah, dan telah melibatkan teknologi informasi maupun komunikasi untuk mencarinya;
  3. Level 2 – jika seorang individu telah berkali-kali menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu aktivitasnya sehari-hari dan telah memiliki pola keberulangan dalam penggunaannya;
  4. Level 3 – jika seseorang individu telah memiliki standar penguasaan dan pemahaman terhadap informasi maupun teknologi yang diperlukannya, dan secara konsisten mempergunakan standar tersebut sebagai acuan penyelenggaraan aktivitasnya sehari-hari;
  5. Level 4 – jika seseorang individu telah sanggup meningkatkan secara signifikan (dapat dinyatakan secara kuantitatif) kinerja aktivitas kehidupannya sehari-hari melalui pemanfaatan informasi dan teknologi; dan
  6. Level 5 – jika seseorang individu telah menganggap informasi dan teknologi sebagian bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari, dan secara langsung telah mewarnai prilaku dan budaya hidupnya (bagian dari information society atau manusia berbudaya informasi).

                 Element pembentuk literasi, tahapan awal adalah people literacy, yakni kemampuan dasar baca dan menulis masyarakat, diikuti literasi informasi dan literasi komputer. Literasi informasi diikuti oleh literasi digital, dan literasi komputer akan membawa dampak pada literasi internet. Literasi digital dan literasi internet merupakan dasar bagi literasi TIK.

2. Literasi Informasia. Elemen-elemen Literasi Informasi

  1. Visual literacy yang merupakan kemampuan untuk memahami dan menggunakan gambar serta kemampuan untuk berpikir, belajar dan mengekspresikan gambar tersebut. Terdiri dari 3 kontruksi yaitu pembelajaran visual, pemikiran visual dan komunikasi visual
  2. Media literacy adalah kemampuan warga Negara untuk mengakses, menganalisa dan memproduksi informasi untuk hasil yang spesifik
  3. Computer literacy merupakan alat yang dapat memfasilitasi dan memperluas kemampuan manusia dalam mempelajari dan memproses informasi
  4. Digital literacy merupakan keahlian yang berkaitan dengan penguasaan sumber dan perangkat digital
  5. Network literacy merupakan satu istilah yang masih berkembang untuk menempatkan, mengakses dan menggunakan informasi dalam dunia berjejaring misalnya internet.

b. Karakteristik Orang yang Melek Jaringan

  1. Memiliki kesadaran akan luasnya penggunaan jasa dan sumber informasi berjejaring
  2. Memiliki pemahaman bagaimana sistem informasi berjejaring diciptakan dan dikelola
  3. Dapat melakukan temu balik informasi tertentu dari jaringan dengan menggunakan serangkaian alat temu balik informasi
  4. Dapat memanipulasi informasi berjejaring dengan memadukan dengan sumber lain dan meningkatkan nilai informasinya untuk kepentingan tertentu
  5. Dapat menggunakan informasi berjejaring unutk menganalisa dan memecahkan masalah yang terkait dengan pengambilan keputusan, baik untuk kepentingan tugas dan maupun pribadi, serta menghasilkan layanan yang mampu meningkatkan kualitas hidup.
  6. Memiliki pemahaman akan peran dan penggunaan informasi berjejaring untuk memecahkan masalah dan memperingan kegiatan dasar hidup.

c. Model Pencarian Informasi

  1. Starting (mulai)
  2. Chaining (menghubungkan)
  3. Browsing (menjelajah)
  4. Differentiating (Pembedaan)
  5. Monitoring (memantau)
  6. Extracting (mengambil sari)

3. Literasi Komputer adalah pengetahuan dan kemampuan untuk menggunakan komputer dan teknologi efisien.

4. Literasi Digital

           Literasi digital adalah kemampuan untuk memahami, menganalisis, menilai, mengatur, dan pemanfaatan teknologi untuk menemukan dan menggunakan berbagai informasi dari berbagai sumber serta menyebarluaskan informasi dalam dunia digital, dan dapat menilai kredibilitasnya maupun memahami bagaimana membuat, meneliti dan mengkomunikasikan alat yang tepat.           Berikut ini manfaat literasi digital:

  1. Menghemat waktu
  2. Belajar lebih cepat
  3. Menghemat uang
  4. Membuat lebih aman
  5. Selalu memperoleh informasi terkini
  6. Selalu terhubung
  7. Membuat keputusan yang lebih baik
  8. Dapat membuat anda bekerja
  9. Membuat lebih bahagia
  10. Mempengaruhi dunia

           Elemen-elemen penting literasi digital:

  1. Social networking (jejaring sosial)
  2. Transliteracy, kemampuan memanfaatkan segala platform
  3. Maintaining privacy, menjaga privasi secara online
  4. Managing digital identity, menggunakan identitas di berbagai jaringan sosial
  5. Creating content, keterampilan membuat konten di berbagai aplikasi online
  6. Organisisng and sharing content, mengatur bebagai konten agar mudah tersebarkan
  7. Reusing/repurposing content, membuat konten dari berbagai jenis informasi hingga menghasilkan konten baru yang dapat dipergunakan kembali untuk berbagai kebutuhan
  8. Filtering and selecting content, kemampuan mencari, menyaring dan memilih informasi dengan tepat
  9. Self broadcasting, bertujuan untuk membagikan ide-ide manarik atau gagasan pribadi dan konten multimedia

5. Literasi internet menyangkut kemampuan untuk menggunakan pengetahuan teoritis dan praktis tentang internet sebagai media komunikasi dan pengambilan informasi.

Posted in Uncategorize | Leave a comment