Rangkuman Terkait materi pada video pembelajaran

24 September 2019 22:46:07 Dibaca : 40

E.      Materi Pembelajaran

1.      Teknologi Reproduksi Hewan

Teknologi reproduksi adalah cara perkembangbiakan yang dilakukan dengan menggunakan peralatan tertentu untuk mendapatkan individu baru yang punya sifat dan karakter lebih baik dari pada induk secara cepat. Teknologi reproduksi pada hewan bertujuan untuk menghindari kepunahan suatu spesies. 

 Beberapa teknologi reproduksi pada hewan antara lain sebagai berikut.

a. Inseminasi Buatan

Kawin suntik atau dikenal dengan istilah inseminasi buatan (IB) adalah proses memasukkan cairan sperma (semen) dari sapi jantan yang unggul ke dalam saluran reproduksi sapi betina dengan bantuan manusia. Inseminasi buatan ini dilakukan dengan cara me masukkan sp*rma (semen) yang telah dibekukan dengan menggunakan alat seperti suntikan. Inseminasi buatan memiliki beberapa manfaat, antara lain efisiensi waktu dan biaya serta memperbaiki kualitas anakan sapi.

Perbaikan kualitas misalnya sebagai penghasil daging yang berkualitas (sapi potong). Sebagai contoh, untuk menghasilkan anakan sapi dengan kualitas daging yang baik dan berjumlah banyak, diambil sel-sel sperma dari sapi brahman dari India untuk diinseminasikan pada sapi betina lokal.

 

 b. Perkawinan Silang

    Perkawinan silang adalah perkawinan dua hewan yang berlainan varietas dalam satu spesies. Tehnik ini dilakukan dengan memperhatikan sifat-sifat yang baik dari individu-individu yang disilangkan. Pembastaran merupakan cara sederhana dan paling mudah untuk mendapatkan bibit unggul. Kelemahan dari sistem pembastaran adalah hanya dapat dilakukan antar varietas dalam satu spesies. Salah satu contoh perkawinan silang adalah Kambing PE (Peranakan Etawa). Kambing ini merupakan hasil persilangan antara kambing Etawa dengan kambing lokal/Kacang.

c. Kloning

            Kloning adalah teknik reproduksi untuk menghasilkan organisme baru yang secara genetis memiliki kesamaan dengan induknya. Konsep kloning didasarkan pada sifat totipotensi yang dimiliki setiap makhluk hidup, dimana setiap sel penyusun tubuh makhluk hidup memiliki kemampuan untuk membentuk spesies baru.

Spesies baru hasil kloning dinamakan klon, sehingga klon dapat diartikan sebagai organisme yang mempunyai rangkaian kromosom sama dan sifat identik dengan induknya. Klon diciptakan dari proses yang disebut dengan transfer inti somatik. Sel somatik terdapat pada semua sel tubuh.

Mekanisme kloning dimulai dari  inti sel somatik yang dimasukkan ke dalam sel telur yang tidak dibuahi dan sudah dihapus inti selnya. Telur dengan inti somatik tersebut akan dijaga sampai terbentuk embrio. Embrio selanjutnya akan ditempatkan ke dalam induk pengganti dan berkembang  di dalam induk tersebut.

  

2.      Adaptasi Pada Makhluk Hidup

Dalam biologi Adaptasi adalah proses dimana suatu makhluk hidup menjadi lebih cocok dengan lingkungannya. Istilah ini juga diterapkan pada hasil proses tersebut. Dalam banyak organisme terdapat adaptasi struktural, fungsional, dan adaptasi warna, dan pada hewan ada juga adaptasi dalam naluriah perilaku. Terdapat tiga macam adaptasi yang di lakukan mahluk hidup, yaitu adaptasi morfologi , pisiologi, dan tingkah laku.

Macam-Macam Adaptasi Dan Contohnya. Dapat kita ambil dari pengertian adaptasi di atas, yang berdasarkan jenisnya adaptasi dibedakan menjadi tiga yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi dan adaptasi tingkah laku..

a.      Adaptasi Morfologi

Adaptasi morfologi merupakan suatu adaptasi yang dilakukan makhluk hidup melalui penyesuaian bentuk atau alat-alat tubuhnya dengan lingkungan habitatnya. Untuk penyesuaian bentuk dan alat tubuh dari makhluk hidup umumnya berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama.

Contoh Adaptasi Morfologi :

Adaptasi Morfologi Pada Hewan

Untuk contoh adaptasi morfologi dapat kita temukan dengan mudah disekitar kita, misalnya adaptasi bentuk paruh burung atau tipe mulut serangga dengan cara makan dan jenis makanan mereka, adaptasi bentuk kaki burung sesuai tempat hidupnya, adaptasi bentuk gigi pada hewan karnivora, herbivora dan omnivora, adaptasi ketebalan bulu sesuai suhu di tempat hidupnya dan masih banyak lagi.

 

 Adaptasi Morfologi pada TumbuhanBerdasarkan tempat hidupnya, tumbuhan dibedakan menjadi sebagai berikut :

1.      Xerofit, yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan yang kering, contohnya kaktus. Cara adaptasi xerofit. antara lain mempunyai daun berukuran kecil atau bahkan tidak berdaun (mengalami modifikasi menjadi duri), batang dilapisi lapisan lilin yang tebal, dan berakar panjang sehingga berjangkauan sangat luas.

2.      Hidrofit, yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan berair, contohnya teratai. Cara adaptasi hidrofit, antara lain berdaun lebar dan tipis, serta mempunyai banyak stomata. Batangnya  berongga  berisi udara sehingga bias mengapung.

3.      Higrofit, yaitu tumbuhan yang menyesuaikan diri dengan lingkungan lembap, contohnya tumbuhan paku dan lumut.

b.      Adaptasi Fisiologi

Adaptasi fisiologi merupakan suatu adaptasi yang dilakukan makhluk hidup yang melalui penyesuaian fungsi kerja alat-alat tubuhnya dengan lingkungan habitatnya. Adaptasi fisiologi cukup sulit untuk diamati karena butuh penelitian terhadap jaringan dalam makhluk hidup itu sendiri.

Contoh Adaptasi Fisiologi

Adaptasi Fisiologi pada Manusia1.      Jumlah sel darah merah orang yang tinggal di pegunungan lebih banyak jika dibandingkan dengan orang yang tinggal di pantai/dataran rendah.

2.      Ukuran jantung para atlet rata-rata lebih besar dari pada ukuran jantung orang kebanyakan.

3.      Pada saat udara dingin, orang cenderung lebih banyak mengeluarkan urine (air seni).

 

 

Adaptasi Fisiologi pada HewanSistem Pencernaan Khusus pada hewan Ruminansia 

Hewan Ruminansia (pemakan rumput), memiliki tipe pencernaan khusus untuk mencerna rumput-rumputan yang memiliki dinding sel. Hewan ini bisa mencerna makanan di lambung.

Sistem Kerja Tubuh pada Ikan Air Laut

Ikan air laut menghasilkan urine yang lebih pekat dibandingkan dengan ikan sungai. Hal ini disebabkan kadar garam air laut lebih tinggi daripada kadara garam air tawar, sehingga menyebabkan ikan air laut kek Akibatnya, kadar garam dalam darahnya menjadi tinggi sehingga mengurangi kepekatan cairan dalam tubuhnya, ikan mengeluarkan urine yang pekat. Kecepatan Metabolisme. Ketika  berada di daerah dingin , kecepatan metabolisme hewan berdarah panas  akan meningkat.

c.       Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi tingkah laku merupakan suatu adaptasi yang dilakukan makhluk hidup yang melalui penyesuaian tingkah lakunya dengan lingkungan habitatnya. Untuk penyebab adaptasi tingkah laku bisa disebabkan oleh pengaruh ketersediaan air atau ada tidaknya ancaman pada diri makhluk hidup itu sendiri.

 Contoh Adaptasi Tingkah Laku Adapun beberapa contoh adaptasi tingkah laku misalnya seperti yaitu: -Mimikri pada hewan -Pohon jati yang menggugurkan daunnya saat kemarau -Keladi yang meneteskan air untuk mengurangi kelebihan air -Rayap yang memakan kulitnya sendiri -Paus yang secara periodik muncul ke permukaan air untuk bernapas

 3.      Proses Seleksi Alam Makhluk Hidup

Seleksi alam adalah kemampuan alam untuk menyaring terhadap semua organisme yang hidup di dalamnya, dimana hanya organisme yang mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungannya yang akan selamat, sedangkan yang tidak mampu menyesuaikan diri akan mati atau punah.

Faktor-faktor seleksi alam1. Punahnya Spesies TertentuKarena adanya seleksi alam maka individu yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan akan mati dan akhirnya punah. Berikut beberapa contoh organisme yang hampir punah atau punah karena terseleksi oleh alam, yaitu:

a. Burung puyuh liar semakin punah

Hal ini disebabkan lingkungan hidup burung puyuh di daerah bebatuan dan bidang tanah yangbergumpal-gumpal semakin langka. Pada lingkungan seperti itulah burung puyuh liar akan lebih sesuai, sehingga sulit ditangkap pemangsanya. Karena lingkungan yang demikian sudah kian langka maka jumlah burung puyuh pun menjadi langka juga.

b. Punahnya Dinosaurus kurang lebih 65 juta tahun yang lalu secara bersamaan

Menurut pendapat para ahli, kepunahan Dinosaurus disebabkan karena jatuhnya meteorit raksasa ke bumi, yang menghamburkan awan debu sehingga menghalangi masuknya sinar matahari.Tanpa adanya sinar matahari maka tumbuhan akan mati, demikian pula Dinosaurus pemakan tumbuhan yang kemudian diikuti Dinosaurus pemakan daging.

 

2. Terbentuknya Spesies BaruSetiap spesies selalu berusaha beradaptasi dengan lingkungan hidupnya. Adaptasi ini berlangsung sedikit demi sedikit menuju ke arah yang semakin sesuai dengan lingkungan hidupnya dan perubahan yang sedikit demi sedikit ini berlangsung dalam waktu yang sangat lama dan diturunkan dari generasi ke generasi, sehingga tidak mustahil kalau akhirnya dijumpai spesies yang menyimpang dari spesies nenek moyangnya. Dengan demikian adanya seleksi alam dan adaptasi menyebabkan terjadinya perubahan jenis makhluk hidup dari generasi ke generasi. Jika proses tersebut berlangsung dalam waktu yang lama, maka perubahan tersebut dapat mengarah kepada terbentuknya spesies baru. Peristiwa ini disebut evolusi.