Aktivitas MINGGU PAGI bersama Ayah

03 February 2013 10:58:41 Dibaca : 57

Hari ini Saya terbangun lebih lambat,sebenarnya Saya sholat Shubuh,hanya saja setelah sholat shubuh,rasa mengantuk sudah tidak bisa Saya tahan,dari membaca Al-Qur’an saja mata Saya sudah sering menutup dengan sendirinya,sehingga Saya tertidur kembali setelah sholat Shubuh. Saya tahu ada 3 waktu tidur yang Allah benci,yang pertama

1. Tidur setelah sholat Shubuh.

2. Tidur diantara waktu Magrib dan Isya.

3. Tidur saat sementara mendengarkan ceramah.

Meskipun begitu,kali ini Saya mengalami rasa ngantuk yang Saya sendiri sulit untuk melawanya. Hingga Saya terbangun pukul 08.00,ketika Saya bangun,Ibu sudah selesai beraktivitas didapur,padahal Saya ingin membantu Ibu. Akhirnya Saya memutuskan untuk mecuci piring dan setelah itu,Saya membantu Ayah yang sedang membuat Septic tank Kami yang baru dibuat untuk tempat penampungan kotoran. Sejujurnya Saya sangat sedang membantu Ayah,karena Saya jarang membantu Ayah selama ini, entah mengapa setiap kali berbicara tentang Ayah sepertinya Saya tidak sanggup lagi untuk meneruskan cerita ini. Sosok seperti Ayah Saya hanya ada 1 di dunia ini,Ayah Saya adalah seorang pekerja keras yang rela banting tulang untuk keluarganya,sabar dan tabah bukan hal yang baru dirasakan Ayah,Ayah saya seorang pekerja wiraswasta yang tidak menetap,kadang ayah membawa bentor,jika ada yang minta bantuan untuk membuat alat-alat perabot rumah tangga,Ayah pasti bantu. Namun dibalik semua ketekunan Ayah,Ayah adalah orang menjunjung tinggi harga diri,Kata Ayah”meskipun kita orang miskin,meskipun kita tidak punya apa-apa,tapi kita harus tetap punya harga diri” Misalnya ada sesorang yang meminta Ayah bekerja untuknya,tapi ketika Ayah diperlakukan sewenag-wenang,Ayah pasti berhenti bekerja,prinsip Ayah,Uang bisa didapatkan ditempat lain,tapi harga diri,sekali sudah diinjak,seterusnya akan diinjak-injak jika kita diam saja. Dad you’re the best for me.

i love u Dad