Teknik dan Pendekatan Kontrol Robot

12 December 2013 13:11:01 Dibaca : 659

Terdapat dua teori utama berkaitan dengan teknik dan pendekatan yang diperlukan untuk mengendalikan robot :

- Deliberatif

Merupakan pendekatan Artificial Intelligent (AI) klasik yang menuntut robot mengetahui lingkungannya, mengembangkan model dunia internal, membuat peta dan membuat kepututsan berdasarkan informasi-informasi yang tersedia. Robot akan bergerak dan melakukan tugas dengan tenang.

- Reaktif

Pendekatan (behaviour based/new AI) yang menjadikan robot bereaksi terhadap lingkungannya dengan sensing yang kuat. Robot ini tidak memiliki rencana atau peta. Robot ini menjelajah dunianya dan bereaksi terhadap lingkungannya saat mereka berhadapan dengan lingkungannya, sehingga bersifat reaktif.

Deliberative Approach

Yang pertama kali mendominasi AI adalah pendekatan deliberatif, terkadang dikenal dengan AI klasik. Pendekatan ini menuntut robot memiliki model yang lengkap tentang dunianya. Robot menggunakan sensor untuk membangun model dunianya. Robot membangun representasi lengkap dari lingkungan tempat operasinya. Dari informasi-informasi ini, robot membuat keputusan. Robot menggunakan software planing dan arsitektur hierarki untuk melakukan ini. Arsitekturnya kompleks dan sering membutuhkan waktu proses yang lama untuk melaksanakan suatu tugas.

Namun, robot-robot ini efisien ketika terikat dengan lingkungan statis yang bersahabat. Robot-robot ini paling baik digunakan ketika robot diberikan perta lengkap tentang lingkungannya yang benda-benda dan objek lain berada pada posisi yang tetap. Robot tipe ini juga menunjukkan kinerja yang baik ketika ada tugas yang jelas yang harus dilakukan.

Sayangnya, robot-robot ini tidak bekerja dengan baik pada lingkungan yang penuh nois dan sangat dinamis, yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Mengapa demikian ? Untuk membuat sebuah keputusan kita memerlukan informasi yang tepat untuk membuat sebuah asumsi. Jika informasi tersebut berubah dalam hitungan detik saja, menyebabkan asumsi dan keputusan yang diambil bisa salah. Pada lingkungan yang dinamis dan tak terstruktur, adalah berbahaya untuk percaya sepenuhnya pada informasi awal yang kita punyai. Pada kondisi lingkungan yang demikian, robot harus beraksi dengan cepat.

Satu kekurangan yang mungkin pada robot deliberatif, kita tak dapat menguji bagian-bagian dari teori kita saat sistem berlangsung. Arsitektur tidak dapat dibangun dalam tahap-tahap kecil dan tiap tahap diuji. Kita memerlukan sistem lengkap untuk dapat menguji robot.

Reactive Approach (Behavior Based)

Reactive robot menjadi terkenal belakanga ini. Pendekatan ini menuntut algoritma pemrograman robot untuk beraksi dengan cepat terhadap lingkungannya. Robot harus bereaksi terhadap halangan dan objek yang ditemuinya. Robot tidak membangun model dunianya, dia bereaksi dengan merespon berbagai hal yang ditemuinya.

Perwujudan paradigma ini memerlukan pengembangan behavior bagi robot untuk melakukan eksekusi. Behavior-behavior dibangun sampai dapat bekerja pada lingkunganny misalnya “menghindari obyek”,”bergeraka maju”,”bergerak mundur”. Robot bentuk ini telah terbukti berhasil pada lingkungan yang tidak diketahui oleh robot, lingkungan yang sibuk atau ramai seperti tempat-tempat berkeliarannya manusia.

Bagian terpenting dari teori behavior based adalah “embodiment/(realisasi pada dunia nyata)”. Ini artinya robot harus diwujudkan, ia ada dan berwujud. Agar dapat bereaski, robot harus dikelilingi oleh lingkunga yang sebenarnya. Jika robot tidak diwujudkan, setiap simulasi robot yang dilakukan akan menjadi halusinasi saja, tidak pernah diketahui apa yang terjadi degan robot di dunia nyata.

Robot harus bekerja tidak hanya pada simbol atau model yang mewakili dunia nyata seperti AI klaisik, tapi harus benar-benar bekerja pada dunia nyata sebagaimana Alan Turing yang menemukan Turing test pada papernya tahun 1940 yang berjudul “Intellgent Machines”, dia menyarankan bagi mesin yang melakukan beberapa tingkat intelgensi, mesin tersebut harus benar-benar diwujudkan dalam dunia nyata.

Pengujian sistem behavior based berbeda dari sistem deliberatif. Kita dapat menguji bagian-bagian sistem secara terpisah, kita dapat merancang behavior-behavior dari robot dan kemudian menguji tiap behavior untuk memperoleh kesempurnaan. Hal ini memungkinkan untuk mengemangkan dan memeriksa behavior “gerak maju” sebelum mengembangkan behavior “gerak mundur”. Pendekan modular ini memberikan keuntungan lain. Jika satu behavior rusak, tidak berarti seluruh sistem rusak. Keuntungan tambahan ini menghasilkan kekokohan sistem yang diperlukan untuk beroperasi di lingkungan yang tidak menentu.

Beberapa tipe behavior yang mungkin pada behavior based adalah :

- gerak maju/mundur

- mengembara

- Menghindar halangan

- Mengikuti dinding

- Mencari cahaya

- Mengkuti garis

Behavior- Behavior ini membantu robot untuk melakukan navigasi pada lingkungan dunia nyata. Sekali mereka digabungkan, kita dapat memiliki robot yang dapat mengikuti jalur tetapi juga dapat menghindari obyek yang tidak terprediksi (menghindari halangan) yang ditemui di jalan.

Disadur dari http://www.tamie.org/bbr.html

Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi

12 December 2013 13:09:33 Dibaca : 603

Peran teknologi mempunyai kaitan yang erat dalam bidang informasi dan komunikasi. Dalam teknologi informasi yang banyak digunakan adalah komputer. Dalam makalah ini tidak dibahas tentang pengertian teknologi informasi dan komunikasi serta kemampuan komputer. Dan akan pula dibahas tentang teknologi internet yang banyak mempermudah manusia dalam mencari sumber informasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Melalui sarana – sarana yang ada dalam internet kita dapat memperoleh informasi dengan mudah, praktis dan cepat sehingga tidak membuang waktu.Peranan teknologi informasi dalam bidang komunikasi sangatlah besar, karena dalam adanya informasi yang mendukung, akan terciptalahkomunikasi yang efektif, dan dengan adanya kemajuan dari kedua bidang tersebut maka akan majulah suatu pembangunan.

Memperoleh berita dan menyampaikan pesan adalah hal yang tidak mudah, berita dan pesan seringkali tidak dapat disampaikan ataupun diterima dalam keadaan basi. Dahulu sulit sekali untuk mengumpulkan dan memperoleh atau mengetahui hasil penelitian, walaupun kita mempunyai uang dan mempunyai biaya untuk keperluan itu. Kini jurnal penelitian dalam berbagai ilmu sudah tersedia, jadi sekarang informasi yang diperlukan dapat tersedia dan dapat diperoleh dengan mudah, asal memiliki syarat – syarat yang diperlukan, orang akan dapat membacanya. Terlepas dari persoalan tentang syarat itu, sekarang informasi yang bersangkutan ada, tersedia dan dapat kita peroleh dengan mudah, ini dapat kita rasakan apabila kita masuk toko buku, misalnya Gunung Agung dan Gramedia. Apakah yang tidak dapat kita peroleh dari situ ? andaipun tidak tersedia, mereka akan bersedia mencarikannya walaupun harus dipesan dari luar negeri. Bahkan kini juga ada lembaga internasional yang menyajikan jasa informasi keilmuan dan pengetahuan, misalnya ERIC.

Kemudahan dan kecepatan memperoleh, serta menyebarkan informasi bukan hanya berlangsung dalam dunia ilmu melainkan juga dalam segi – segi lain dari kehidupan. Berita gempa yang terjadi di suatu tempat di dunia dapat tersebar ke seluruh dunia hanya beberapa menit setelah peristiwa yang bersangkutan itu terjadi. Demikian juga berita tentang peran, pembunuhan, perundingan, penolakkan visa, perbandingan nilai mata uang, dan sebagainya. Lembaga internasional yang menyajikan informasi yang bukan bersifat keilmuan juga ada, misalnya The World Trade Centre yang menyajikan data dalam bidang perdagangan.

Kini suatu revolusi yang mempengaruhi berbagai kegiatan manusia sedang berlangsung. Revolusi ini berkenaan dengan berita dan pesan yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi. Cirri revolusi ini adalah kemudahan, kecepatan dan ketepatan untuk memperoleh serta menyebarkan berita dan pesan serta menyusun, menciptakan dan menggunakan berita dan pesan untuk berbagai macam kepentingan termasuk untuk mempengaruhi keadaan.

Konsep Teknologi Informasi

Ada perubahan berkenaan dengan berita dan pesan sebagai revolusi informasi. Ada yang menyebutnya Revolusi Teknologi Informasi, ada pula yang menyebutnya Revolusi Teknologi Komunikasi, mereka yang lebih tertarik pada teknologi dari pada informasinya pada umumnya telah menyukai istilah Revolusi Teknologi Komunikasi, tetapi teknologi komunikasi dapat mengandung dua dua pengertian.

Pertama, pengertian yang menunjuk kepada hal – hal seperti telepon, telegram telex, faximile, dan sebagainya, dengan lain perkataan menunjuk kepada alat – alat pemindah berita. Kedua, pengertian yang menunjuk kepada hal–hal seperti mobil, pesawat terbang, kereta api, dan sebagainya, dengan lain perkataan menunjuk kepada alat–alat pemindah manusia atau barang, bukan pemindah berita.Karena teknologi komunikasi dapat mengandung dua pengertian semacam itu, maka mereka yang perhatiannya memusat kapada teknologi yang berkenaan dengan pemindahan berita, pada umumnya lebih menyukai istilah revolusi informasi, sedangkan mereka yang tertarik pada teknologi pemindahan pada umumnya, baik yang dipindahkan itu adalah manusia ataupun barang, atau berita akan lebih menyukai istilah teknologi komunikasi.

Kedua pengertian tersebut tidak terpisah sama sekali antara satu dengan lainnya. Antara keduanya terdapat tumpang tindih walaupun keduanya berbeda. Pesawat terbang misalnya, dapat berfungsi sebagai alat untuk memindahkan manusia dari satu tempat ke tempat lain dan dapat pula berfungsi sebagai alat untuk memindahkan berita dari satu tempat ke tempat lain (menggunakan pesawat terbang untuk mengirimkan surat kabar). Nampaklah letak perbedaan adalah sudut pandang.

Teknologi Informasi dan Komunikasi Menduduki Peran Strategis

Sebagian besar dari sejarah industri berisi catatan tentang perkembangan teknis, perubahan alat–alat atau mesin–mesin yang dipergunakan dan sebagainya yang lebih ganyak dari perkembangan teknologi informasi. Alat–alat atau mesin–mesin baru yang bersangkutan hanya menimbulkan dampak pada unsure fisik dari kegiatan perusahan. Penemuan dan pemakaian mesin–mesin baru dalam zaman revolusi–revolusi ini todak mempunyai pengaruh yang besar pada pengolahan manusia, pengolahan informasi masih informasi masih tetap hanya dilakukan oleh manusia.Sekarang perimbangan kecepatan kemajuan teknologi telah berubah. Kini teknologi untuk mengolah informasi lebih cepat perkembangannya dari perkembangan teknologi untuk kegiatan fisik dan biayanya semakin murah. Biaya untuk menyimpan data, mengolah data dan untuk menyebarkan hasil–hasilnya terus menurun dengan cepat.

Revolusi teknologi informasi menyebabkan orang dengan cepat mengetahui berita dan dengan cepat pula mengirimkan berita, jadi terciptalah komunikasi yang efektif. Orang berusaha menanggapinya, memperbaiki apa yang ada, meningkatkannya dan menciptakan hal yang baru. Dan terjadilah perkembangan yang berantai. Revolusi informasi tidak hanya merubah proses memperoleh berita, dan sulit menjadi mudah melainkan melahirkan alat, teknik – teknik dan mesin yang dibuat di tempat lain yang diketahui serta dimengertinya dengan jelas dari informasi (dari uraian dan lukisan di majalah, TV, selebaran dan sebagainya).Dalam revolusi industri, kereta api memperpendek waktu yang diperlukan untuk melalukan perjalanan, termasuk perjalanan berita dari beberapa hari menjadi beberapa jam. Kini revolusi teknologi informasi memperpendek waktu itu secara lebih drastis. Suatu berita dapat mencapai keseluruh dunia dalam waktu beberapa menit lewat berita yang cepat dari berbagai penemuan. Demikianlah revolusi teknologi informasi mempengaruhi berbagai segi kehidupan.

Dalam rangka ini, terciptalah misalnya mesin pencatat kehadiran pegawai di tempat kerja, karena itu dikatakan bahwa revolusi teknologi informasi mempunyai peran yang strategis. Apabila pemakaian teknologi baru yang lain (yang bukan teknologi informasi) hanya bersifat penggantian alat tanpa menimbulkan perubahan yang berarti pada berbagai segi penting dari perusahaan, termasuk prosedur, maka pemakaian teknologi informasi dan komunikasi menimbulkan perubahan yang banyak pada berbagai segi dari kegiatan perusahaan, termasuk prosedur.

Teknologi informasi dan komunikasi banyak mempengaruhi setiap unsur rantai nilai, mengubah cara melaksanakan kegiatan bernilai, serta mengubah hubungan antar kegiatan tersebut.Teknolgi informasi menyebabkan komunikasi jarak jauh dapat dilakukan dengan mudah. Dan juga menyebabkan informasi tentang keadaan konsumen, harga bahan mentah dan keadaan pasar di semua negara dapat diketahui dengan mudah dan cepat. Hal ini membantu pembukaan cabang perusahaan menjadi mudah, bukan hanya di dalam negeri tetapi juga luar negeri. Demikianlah teknologi informasi dan komunikasi menimbulkan perubahan bekerja, memperluas daerah kompetisi dan pada cara membuat suatu produk. Tehnologi informasi yang menunjang adanya komunikasi. Contohnya yaitu Telepon, Telegram, Telex, Faximile, Surat Kabar, Majalah, dan sebagainya. Suatu teknologi komunikasi yang banyak dipergunakan dan besar dukungannya terhadap revolusi teknologi informasi adalah komputer dapat digunakan sebagai mesin ketik yang istimewa yang dapat digunakan untuk mengolah kata, membentu berpikir, termasuk simulasi, selain itu komputer juga dapat digunakan untuk merancang informasi, termasuk desain dan lukisannya.

Fungsi Internet Dalam Dunia Informasi dan Komunikasi

Internet adalah satu teknologi yang mutakhir di zaman ini yang terdapat pada computer. Dengan adanya internet, sekarang kita dapat memperoleh informasi dan berkomunikasi dengan mudah dan cepat. Banyak sarana di dalam memperoleh informasi dan berkomunikasi dengan mudah dan cepat. Banyak sarana di dalam internet yang memudahkan kita dalam melakukan kegiatan komunikasi. Contohnya adalah E-Mail. E-Mail atau electronic mail adalah sara yang paling banyak digunakan, pengiriman pesan dapat melalui SMTP (Simple Mail Transfer Protocol). Semua pengguna jaringan dalam internet mempunyai E-Mail.

Etiket dalam berkomunikasi di internet disebut dengan Niquette Gordon Eubanks Rule (President of Symantec) mengatakan don’t write a message that contains informasi you don’t want to become public knowledge. POP adalah Post Office Protocol seperti kotak pos pribadi yang akan menyimpan semua mail kita dari internet selam kita online. Pemerintah lainnya WHOIS yang mengandung informasi pada seseorang berupa alamat IP, alamat, nomor telepon, dll. Data base WHOIS disimpan dalam interNIC.

Referensi:

Sudrajat, Sugito, “Sistem Informasi Manajemen”, Semarang. 1998. Tung, Khoe

Yao Tung Khoe, “Pemasaran dan Bisnis di Internet“, Jakarta. 1996. Gramedia

Membuat Koneksi Sharing Adhock Pada Windows 8

25 November 2013 19:11:30 Dibaca : 544

Assalamualaikum....

Apa kabar semuanya...? moga dalam keadaan sehat selalu yaa...aminn..

kali ini saya akan membagikan tutorial membuat koneksi sharing adhock pada windows 8.

Cari Command Prompt di windows 8 teman chayoy lalu buka dengan Run adimistrator (untuk memudahkan membukanya klik kanan aja sudut kiri bawah desktop teman nanti akan ada disana pilihan Command Prompt(Admin).

Setelah Itu COPAS command berikut ke dalamnya :
netsh wlan set hostednetwork mode=allow ssid=Danial@Gani key=1234567890
lalu tekan enter.

Tunggu proses di atas selesai, kalau sudah selanjutnya COPAS kembali command di bawah ini
netsh wlan start hostednetwork

Langkah terakhir adalah SELESAI, mudahkan. Untuk mengeceknya silakan cek di laptop lain atau HP...

Catt :

Ganti ssid=Danial@Gani dengan selera masing2 ya, itu untuk nama koneksinya sedangkan key=1234567890 bisa juga diganti.Untuk memberhentikannya silakan teman COPAS command di bawah ini ke Command Prompt(Admin).
netsh wlan stop hostednetwork

Okeee...sekian dulu untuk kali ini mungkin bermamfaat buat teman yang sedang ingin bermain games yang bisa di mainkan untuk berdua....see next time.

Arigato Wakrimasta...

Salam eksperiment..:D

 

Ancaman Polimer Sintetik Bagi Kesehatan Manusia

25 November 2013 14:39:56 Dibaca : 752

Perkembangan yang sangat pesat dari industri polimer sintetik membuat kehidupan kita selalu dimanjakan oleh kepraktisan dan kenyamanan dari produk yang mereka hasilkan. Bahkan plastik dianggap sebagai salah satu ciri kemunculan zaman modern yang ditandai dengan kehidupan yang serba praktis dan nyaman. Namun, beberapa laporan ini menguak sisi lain dari kemudahan yang diberikan oleh bahan-bahan yang terbuat dari polimer sintetis.

Kebanyakan plastik seperti PVC, agar tidak bersifat kaku dan rapuh ditambahkan dengan suatu bahan pelembut (plasticizers). Bahan pelembut ini kebanyakannya terdiri atas kumpulan ftalat (ester turunan dari asam ftalat). Beberapa contoh pelembut adalah epoxidized soybean oil (ESBO), di(2-ethylhexyl)adipate (DEHA), dan bifenil poliklorin (PCB) yang digunakan dalam industri pengepakan dan pemrosesan makanan, acetyl tributyl citrate (ATBC) dan di(-2ethylhexyl) phthalate (DEHP) yang digunakan dalam industri pengepakan film (Sheftel, 2000).

Namun, penggunaan bahan pelembut ini yang justru dapat menimbulkan masalah kesehatan. Sebagai contoh, penggunaan bahan pelembut seperti PCB sekarang sudah dilarang pemakaiannya karena dapat menimbulkan kematian jaringan dan kanker pada manusia (karsinogenik). Di Jepang, keracunan PCB menimbulkan penyakit yang dikenal sebagai yusho. Tanda dan gejala dari keracunan ini berupa pigmentasi pada kulit dan benjolan-benjolan, gangguan pada perut, serta tangan dan kaki lemas. Sedangkan pada wanita hamil, mengakibatkan kematian bayi dalam kandungan serta bayi lahir cacat.

Contoh lain bahan pelembut yang dapat menimbulkan masalah adalah DEHA. Berdasarkan penelitian di Amerika Serikat, plastik PVC yang menggunakan bahan pelembut DEHA dapat mengkontaminasi makanan dengan mengeluarkan bahan pelembut ini ke dalam makanan. Data di AS pada tahun 1998 menunjukkan bahwa DEHA dengan konsentrasi tinggi (300 kali lebih tinggi dari batas maksimal DEHA yang ditetapkan oleh FDA/ badan pengawas obat makanan AS) terdapat pada keju yang dibungkus dengan plastik PVC (Awang MR, 1999).

DEHA mempunyai aktivitas mirip dengan hormon estrogen (hormon kewanitaan pada manusia). Berdasarkan hasil uji pada hewan, DEHA dapat merusakkan sistem peranakan dan menghasilkan janin yang cacat, selain mengakibatkan kanker hati (Awang MR, 1999). Meskipun dampak DEHA pada manusia belum diketahui secara pasti, hasil penelitian yang dilakukan pada hewan sudah sepantasnya membuat kita berhati-hati.

Berkaitan dengan adanya kontaminasi DEHA pada makanan, Badan Pengawas Obat dan Makanan Eropa telah membatasi ambang batas DEHA yang masih aman bila terkonsumsi, yaitu 18 bpj (bagian per sejuta). Lebih dari itu dianggap berbahaya untuk dikonsumsi.

Untuk menghindari bahaya yang mungkin terjadi jika setiap hari kita terkontaminasi oleh DEHA, maka sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).

Bahaya lain yang dapat mengancam kesehatan kita adalah jika kita membakar bahan yang terbuat dari plastik. Seperti kita ketahui, plastik memiliki tekstur yang kuat dan tidak mudah terdegradasi oleh mikroorganisme tanah. Oleh karena itu seringkali kita membakarnya untuk menghindari pencemaran terhadap tanah dan air di lingkungan kita (Plastik dari sektor pertanian saja, di dunia setiap tahun mencapai 100 juta ton. Jika sampah plastik ini dibentangkan, maka dapat membungkus bumi sampai sepuluh kali lipat). Namun pembakaran plastik ini justru dapat mendatangkan masalah tersendiri bagi kita. Plastik yang dibakar akan mengeluarkan asap toksik yang apabila dihirup dapat menyebabkan sperma menjadi tidak subur dan terjadi gangguan kesuburan. Pembakaran PVC akan mengeluarkan DEHA yang dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen manusia. Selain itu juga dapat mengakibatkan kerusakan kromosom dan menyebabkan bayi-bayi lahir dalam kondisi cacat.

Pekerja-pekerja wanita dalam industri getah, plastik dan tekstil seringkali mengalami kejadian bayi mati dalam kandungan dan ukuran bayi yang kecil. Kajian terhadap 2,096 orang ibu dan 3,170 orang bapak di Malaysia pada tahun 2002 menunjukkan bahwa 80% wanita menghadapi bahaya kematian anak dalam kandungan jika bekerja di industri getah dan plastik dan 90% wanita yang suaminya bekerja di industri pewarna tekstil, plastik dan formaldehida.

Satu lagi yang perlu diwaspadai dari penggunaan plastik dalam industri makanan adalah kontaminasi zat warna plastik dalam makanan. Sebagai contoh adalah penggunaan kantong plastik hitam (kresek) untuk membungkus makanan seperti gorengan dan lain-lain. Menurut Made Arcana, ahli kimia dari Institut Teknologi Bandung yang dikutip Gatra edisi Juli 2003, zat pewarna hitam ini kalau terkena panas (misalnya berasal dari gorengan), bisa terurai, terdegradasi menjadi bentuk radikal. Zat racun itu bisa bereaksi dengan cepat, seperti oksigen dan makanan. Kalaupun tak beracun, senyawa tadi bisa berubah jadi racun bila terkena panas. Bentuk radikal ini karena memiliki satu elektron tak berpasangan menjadi sangat reaktif dan tidak stabil sehingga dapat berbahaya bagi kesehatan terutama dapat menyebabkan sel tubuh berkembang tidak terkontrol seperti pada penyakit kanker. Namun, apakah munculnya kanker ini disebabkan plastik itu atau karena mengkonsumsi makanan tercemar kantong plastik beracun, harus dibuktikan. Sebab, banyak faktor yang menentukan terjadinya kanker, misalnya kekerapan orang mengonsumsi makanan yang tercemar, sistem kekebalan, faktor genetik, kualitas plastik, dan makanan. Bila terakumulasi, bisa menimbulkan kanker.

Styrofoam yang sering digunakan orang untuk membungkus makanan atau untuk kebutuhan lain juga dapat menimbulkan masalah. Menurut Prof Dr Hj Aisjah Girindra, ahli biokimia Departemen Biokimia FMIPA-IPB, hasil survei di AS pada tahun 1986 menunjukkan bahwa 100% jaringan lemak orang Amerika mengandung styrene yang berasal dari styrofoam. Penelitian dua tahun kemudian menyebutkan kandungan styrene sudah mencapai ambang batas yang bisa memunculkan gejala gangguan saraf.

Lebih mengkhawatirkan lagi bahwa pada penelitian di New Jersey ditemukan 75% ASI (air susu ibu) terkontaminasi styrene. Hal ini terjadi akibat si ibu menggunakan wadah styrofoam saat mengonsumsi makanan. Penelitian yang sama juga menyebutkan bahwa styrene bisa bermigrasi ke janin melalui plasenta pada ibu-ibu yang sedang mengandung. Terpapar dalam jangka panjang, tentu akan menyebabkan penumpukan styrene dalam tubuh. Akibatnya bisa muncul gejala saraf, seperti kelelahan, gelisah, sulit tidur, dan anemia.

Selain menyebabkan kanker, sistem reproduksi seseorang bisa terganggu. Berdasarkan hasil penelitian, styrofoam bisa menyebabkan kemandulan atau menurunkan kesuburan. Anak yang terbiasa mengonsumsi styrene juga bisa kehilangan kreativitas dan pasif.

Mainan anak yang terbuat dari plastik yang diberi zat tambahan ftalat agar mainan menjadi lentur juga dapat menimbulkan masalah. Hasil penelitian ilmiah yang dilakukan para pakar kesehatan di Uni Eropa menyebutkan bahwa bahan kimia ftalat banyak menyebabkan infeksi hati dan ginjal. Oleh karena itu Komisi Eropa melarang penggunaan ftalat untuk bahan pembuatan mainan anak.

Ancaman kesehatan yang terakhir (sebenarnya masih cukup banyak contoh lainnya) datang dari kegiatan yang sering tidak sadar kita lakukan (atau mungkin karena ketidaktahuan kita). Seperti yang lazim kita lakukan apabila kita hendak memakan suatu makanan yang panas (misalnya gorengan) atau mencegah tangan terkotori oleh minyak dari gorengan tersebut, maka kita melapisi makanan tersebut dengan kertas tisu. Padahal hal tersebut sebenarnya dapat mengancam kesehatan kita. Kenapa bisa begitu?

Ternyata, zat kimia yang terkandung dalam kertas tisu yang kita gunakan dapat bermigrasi ke makanan yang kita lapisi. Zat ini biasanya sering disebut pemutih klor yang memang ditambahkan dalam pembuatan kertas tisu agar terlihat lebih putih bersih. Zat ini bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker). Oleh karena itu jangan menggunakan bahan ini untuk melapisi makanan yang panas atau berlemak.

Daftar Pustaka

Awang MR. 1999. Bahaya bahan kimia dalam pembungkus plastik. Terdapat dalam http://www.prn2.usm.my/mainsite/bulletin/kosmik/1999/kosmik12.html

Anies H. 2002. Bahaya sampah plastik bagi kesehatan. Terdapat pada http://www.suaramerdeka.com/harian/0201/28/ragam1.htm.

Hart. 1983. Organic Chemistry, a Short Course. 6th Ed. Michigan : Houghton Mifflin.

Pusat Racun Negara Malaysia. 2002. Ketidaksuburan dan kecacatan bayi: bahaya bahan plastik. Terdapat dalam situs http://www.prn2.usm.my/mainsite/bulletin/2002/penawar40.html

Sheftel VO. 2000. Harmful substances in plastics. Terdapat pada http://www.mindfully.org/Plastic/Harmful-Substances-Plastics-Sheftel.htm.

Turbo Pascal

13 November 2013 16:30:09 Dibaca : 616

Turbo Pascal is a software development system that includes a compiler and an integrated development environment (IDE) for the Pascal programming language running on CP/M, CP/M-86, and DOS, developed by Borland under Philippe Kahn's leadership. From version 6 both a lower-priced Turbo Pascal and more expensive Borland Pascal were produced; Borland Pascal had more libraries and standard library source code. The name Borland Pascal is also used more generically for Borland's dialect of Pascal.
Borland has released three old versions of Turbo Pascal free of charge because of their historical interest: the original Turbo Pascal (now known as 1.0), and versions 3.02 and 5.5 for DOS.

 

sumber refrensi : Wikipedia.com