KATEGORI : Pergaulan

Salahkah aku merindukan bunga milik orang lain?

09 September 2015 23:41:11 Dibaca : 233


Saat lisan tak mampu terungkap secara langsung karena sadar ini bukanlah tangkai yang sesungguhnya untuk bunga yang kurindui namun dalam benak terkadang terlintas hal konyol yang tidak pernah di duga sebelumnya tenggelam dalam Tanya “ Adakah disana engkau sepertiku, merindu ?” Ya…Semuanya berawal dari pertemuan yang sangat singkat dan disitulah cinta mulai bersemai dipelupuk hati terlalu cepat tapi inilah kenyataanya.

HayalanQu terpenjara oleh wajah indah yang kerap kali hadir dalam kediaman malamQu. Wajah yang senantiasa memancarkan pesona kedamaian lewat tatapan lembut matanya. Hayalan itu seolah membuka harapan mengejar bayangMu yang masih semu.

Adakah cara agar aku bisa memetik Bunga itu dari tangkainya?
akan tetapi apakah bunga itu akan bersemi seperti halnya dia melekat pada tangkai sebelumnya?
Mustahil bagiku untuk memetik bunga itu, biarkanlah dia bersemi hingga tiba masanya gugur dari tangkainya.

Biarlah rindu ini bersemayam dalam lubuk hati saja, walaupun terkadang rindu seperti musim yang tak pernah tenrtram resah datang gelisah berulang mengusik nasib. Hanya Dzikir dan Do’a menjadi penawar mereda pedih dan sakit dan sesekali dalam syair ini menjadi nyanyian yang mengharukan.

Begitulah kisah cinta yang menari-nari dalam bayang-bayang senja.

gadis berkerudung hitam

18 August 2015 13:42:29 Dibaca : 197


Aku hanya manusia lemah yg teramat mudah untuk terlena..

Aku cuma seorang lelaki udik yg hanya menggenggam sedikit ilmu..


Semua itu terasa manis mendayu2 bagai bisik2 lembut ribuan bidadari,Berjatuhan bagai tetes2 embun pagi yg sejuk merayap memenuhi relung2 pikiranku,

Namun tak kuasa ku menolak meski kutau gejolak rasa ini salah,Kutangkap keindahan itu saat engkau berjalan anggun di sana,Ayunan kaki yg lembut nan santai cerminan jiwa yg tenang,Parasmu yg begitu teduh dihiasi hijab hitam nan berenda,Kian bertambah ayu saat selalu kau tundukkan pandangan disetiap langkah,Busanamu begitu islami n tampak begitu apik senada dengan hijabmu,


Namun sayang.. Tiada senyum yg ku tangkap kecuali bila seseorang lewat n menyapa,Bukankah senyum itu ibadah? Lantas mengapa tak kau tebarkan?Hmm.. Entahlah, aku hanya bisa terhanyut mengikuti arus Pesonamu di sana..Untukmu duhai gadis berkerudung hitam,Ku akui aku terlena, terbuai oleh keindahan yg seharusnya hanya untuk pemilikmu seorang,


Maaf.. Maafkan aku duhai gadis berkerudung hitam karena telah berani mencicipi indahnya pesona dirimu,Menghayati n kian merindu ketika engkau lalui tempatku mematung menungguimu tuk rasai ini lagi,Sekali lagi kulayangkan beribu kata maap teriring penyesalan serta kekesalanku yg terdalam,


Sebab telah menghalalkan yg belum halal bagiku ato bahkan tak akan pernah halal, hmm..Sedalam2nya terimakasih turut kulampirkan padamu karena telah sejenak membasahi kerontang jiwa ini,Tuhan..


Ampuni hamba yg tak dapat menjaga pandangan ini n tak dapat mengendalikan perasaan ini,Betapa cantiknya ciptaanmu itu, namun kuyakini janjimu pasti untuk mereka yg bersabar..Maka dari itu, tuntunlah aku untuk mengkaramkan gejolak batin ini untuk sekarang n seterusnya..

 

Dear Calon IstriQu

27 July 2015 08:20:31 Dibaca : 398


Dear calon istriku    

Apakah kabarnya imanmu hari ini?
Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur
Karena dapat menatap kembali fananya hidup ini        
Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?

Wahai calon istriku…
Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya?

Disini aku di tempa untuk menjadi dewasa,
agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak.
Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.

Kadang aku bertanya-tanya,kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku.
Bagian terapuh diriku, namun kini aku tahu jawabannya.

Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya.
Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah “memiliki” aku di hatimu..

Calon istriku..

Entah dimana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi seorang yang tangguh, hingga akupun bangga “memilikimu” kelak

Apa yang kuharapkan darimu adalah keshalihan
Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena apabila ketampanan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang akan kau dapati

Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi suami yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, calon istriku.

Wahai calon istriku..
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang sholehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat

Namun nanti, setelah menjadi suamimu, aku berharap menjadi pendamping yang sholeh agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi pangeranmu, mendampingi dirimu yang sholehah.

Aku ini pencemburu berat.
Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela.
Aku harap begitu pula dirimu.

Aku yakin kaulah yang kubutuhkan,
meski nanti kau bukanlah orang yang kuharapkan..

Calon istriiku yang di rahmati Allah…
Apabila hanya sebuah gubung menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubug derita. Karena itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih..

Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah Ta’ala..

Bunga ini akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.

Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.

Calon istriku…
Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Itulah yang kini kuhadapi.
Kelak saat kita tengah besama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.

Bersabarlah Calon istriku..
Do’aku Selalu…
Agar Allah memudahkan jalanku Tuk menjemputmu sebagai pangeranmu…

Semoga Allah Selalu Menjagamu,Agar tak tersentuh yang bukan mahrammu, Meski hanya seujung kuku..
Agar Kau bisa Mempersembahkan dirimu “seutuhnya” untukku..

Seperti hal nya aku, Yang ingin mempersembahkan diriku seutuhnya, “hanya” untukmu..

Sudah dulu ya calon istriku..

Salam Cintaku Untukmu..

Wassalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh