budidaya tanaman wortel

02 March 2014 11:21:42 Dibaca : 6127

Laporan Praktikum Kewirausahaan

Budidaya Tanaman Wortel

Oleh

Kelas C. Agroteknologi

Jurusan Agroteknologi

Fakultas Ilmu – Ilmu Pertanian

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

2013

DAFTAR NAMA – NAMA KELAS C AGROTEKNOLOGI

Husen Riski A. DatauAripin MobonggiKamarudin BilatulaDedi Setiawan MusaNosten AdamRamli AhmadFirman GagowaNovyan Dj. RahmanIrvan MujiantoAdhan Wiranto MakmurRolis S. IsaIkram PakayaDenny PramanaRasyid HiolaSerliyanti DahrunMelisa B. MelangiWarni AhaliElpinang S. AmaluRosna T. DemoRicin T. AhmadIndriyani A. LahabuRiyani UdjaniSanti PopoyMelisa Palupi DewiSri Yuliyanti YusufFitriyani MaulaFebriyanti BaluAmalia KatiliAmelia LaminullaSri Zuhriyati HasanKarmila DatauMartin HurusaniNelvin AhmadViskawati KarimNurhayati LolehNurhayati HarunZein DjibuYayun MuharamSri Wahyuni PolimengoCindrawati S. Harun

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan mengenai” Budidaya Tanaman Wortel ”

Dalam penyusunan laporan ini, penulis banyak mendapat bantuan, bimbingan, dan dukungan dari berbagai pihak, sehingga laporan ini dapat diselesaikan dengan baik. Dalam penyusunan laporan ini, penulis telah berupaya semaksimal mungkin. Namun penulis menyadari dengan ketebatasan pengetahuan dan kemampuan yang ada, laporan ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis hargai.

Harapan penulis laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya.

Gorontalo,,,,,,,,,November 2013

Penyusun

Kelas C Agroteknologi

DAFTAR ISI

Kata Pengantar..........................................................................................

Daftar Isi.....................................................................................................

Bab II Pendahuluan...................................................................................

1.1 Latar Belakang Pelaksanaan Praktikum..........................................

1.2 Tujuan Pelaksanaan Praktikum.......................................................

Bab II Tinjauan Pustaka..........................................................................

2.1 Tanaman Wortel.............................................................................

2.2 Taksonomi Tanaman Wortel...........................................................

2.3 Manfaat Tanaman Wortel...............................................................

Bab III Pembahasan.................................................................................

3.1 Cara Membudidayakan Tanaman Wortel.......................................

3.2 Organisme Pengganggu Tanaman Wortel.......................................

3.3 Usaha Lain......................................................................................

Bab IV Kesimpulan Dan Saran...............................................................

4.1 Kesimpulan.....................................................................................

4.2 Saran...............................................................................................

Daftar Pustaka...........................................................................................

Lampiran....................................................................................................

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pelaksanaan Praktikum

Di Indonesia budidaya wortel pada mulanya hanya terkonsentrasi di Jawa Barat yaitu daerah Lembang dan Cipanas. Namun dalam perkembangannya menyebar luas ke daerah-daerah sentra sayuran di Jawa dan Luar Jawa. Berdasarkan hasil survei pertanian produksi tanaman sayuran di Indonesia (BPS, 1991) luas areal panen wortel nasional mencapai 13.398 hektar yang tersebar di 16 propinsi yaitu; Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Bali, NTT, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku dan Irian Jaya.

Khususnya di daerah Bolaanmongondow tepatnya di Desa insil, Kec Pasih Timur merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi pertanian yang sangat besar,hal ini dapat kita lihat dalam pembudidayaan tanaman wortel di sana sangat besar.bahkan hasilnya dapat di impor di luar – luar daerah.

1.2 Tujuan Pelaksanaan Praktikum

Tujuan praktikum ini dilaksanakan agar mahasiswa dapat mempelajari bagaimana cara pembudidayaan tanaman wortel, dimulai dari pemilihan bibit, pemupukan, penanaman, pengendalian hama dan cara memanen wortel.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tanaman Wortel

Wortel/carrots (Daucus carota L.) bukan tanaman asli Indonesia, berasal dari negeri yang beriklim sedang (sub-tropis) yaitu berasal dari Asia Timur Dekat dan Asia Tengah. Ditemukan tumbuh liar sekitar 6.500 tahun yang lalu. Rintisan budidaya wortel pada mulanya terjadi di daerah sekitar Laut Tengah, menyebar luas ke kawasan Eropa, Afrika, Asia dan akhirnya ke seluruh bagian dunia yang telah terkenal daerah pertaniannya.

2.2 Taksonomi Tanaman Wortel

Dalam taksonomi tumbuhan, wortel diklasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan)
Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Sub-Divisi : Angiospermae
Klas : Dicotyledonae
Ordo : Umbelliferales
Famili : Umbelliferae (Apiaceae)
Genus : Daucus
Spesies : Daucus carrota L.

Tanaman wortel banyak ragamnya, tetapi bila dilihat bentuk umbinya dapat dipilih menjadi 3 golongan, yakni : :
a) Tipe Chantenay, berbentuk bulat panjang dengan ujung yang tumpul.
b) Tipe Imperator, berbentuk bulat panjang dengan ujung runcing.
c) Tipe Nantes, merupakan tipe gabungan antara imperator dan chantenay.

2.3 Manfaat Tanaman Wortel

Wortel merupakan bahan pangan (sayuran) yang digemari dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Bahkan mengkonsumsi wortel sangat dianjurkan, terutama untuk menghadapi masalah kekurangan vitamin A. Dalam setiap 100 gram bahan mengandung 12.000 S.I vitamin A. Merupakan bahan pangan bergizi tinggi, harga murah dan mudah mendapatkannya.

Selain sebagai "gudang vitamin A serta nutrisi", juga berkhasiat untuk penyakit dan memelihara kecantikan. Wortel ini mengandung enzim pencernaan dan berfungsi diuretik. Meminum segelas sari daun wortel segar ditambah garam dan sesendok teh sari jeruk nipis berkhasiat untuk mengantisipasi pembentukkan endapan dalam saluran kencing, memperkuat mata, paru-paru, jantung dan hati. Bahkan dengan hanya mengunyah daun wortel dapat menyembuhkan luka-luka dalam mulut/nafas bau, gusi berdarah dan sariawan.

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Cara membudidayakan tanaman Wortel

a) Cara memperoleh benih

Benih biasanya diperoleh dari toko, dan lokal.

Benih yang diperoleh dari toko biasanya di imfort dari luar daerah.Sedangkan Benih lokal biasanya diperoleh dari tanaman yang masih sementara di tanaman dan kemudian akan di keluarkan daun dari umbinya,dan umbinya akan tumbuh sampai berbunga,maka itulah yang akan dijadikan bibit.Untuk lebih jelasnya.lihat pada tahap – tahap berikut :

Pilih tanaman wortel yang umurnya cukup tua (± 3 bulan), tumbuhnya subur dan sehat. Bongkar (cabut) tanaman wortel pilihan tadi, kemudian amati umbinya Umbi wortel yang baik dan sehat jadikan pohon induk, bentuk normal (tidak cacat), warna kulit mengkilap kuning/jingga dan halus.Potong ujung umbi wortel maksimal sepertiga bagian, pangkas pula tangkai daun bersama daunnya, sisakan 10 cm yang lekat pada umbi.Siapkan lahan untuk kebun pembibitan wortel dapat bentuk bedengan-bedengan yang diolah secara sempurna (dipupuk kandang optimal).Buat lubang tanam dengan alat bantu cangkul/tunggal pada jarak tanam 40-60 cm x 40-60 cm.Tanam umbi wortel pada lubang tanam, padatkan tanahnya perlahan-lahan hingga menutup bagian leher batang.Buat alur-alur dangkal disepanjang barisan tanaman (umbi) wortel sejauh ± 5 cm dari batang (dalam bentuk lubang pupuk oleh tugal).Lakukakan pemberian pupuk buatan berupa campuran ZA+SP+KCL (1:2:2) sebanyak 10 gr/tanaman, kemudian pupuk tersebut segera ditutup dengan tanah tipis .Pelihara kebun bibit wortel selama ± 3 bulan hingga menghasilkan tangkai buah dan biji dalam jumlah banyak.Petik tangkai buah wortel yang sudah tua (kering), lalu jemur hingga kering untuk diambil biji-bijinya

b) Cara Penanaman

a. Cara pengolahan tanah

v Olah tanah sedalam 30 cm hingga strukturnya gembur dengan alat bantu cangkul, bajak/traktor.Biarkan tanah di kering anginkan selama minimal 15 hari, agar kelak keadaan tanah benar-benar matang.

v Pembentukan Bedengan
Olah tanah untuk kedua kalinya dengan cangkul hingga struktur tanah bertambah gembur.

b. Penanaman

v Jarak tanam sekitar 30 – 40 cm

v Cara penanaman

Tata cara penanaman (penaburan) benih wortel melalui tahap-tahap sebagai berikut:

1. Sebarkan (taburkan) benih wortel secara merata dalam alur alur/garitan-garitan yang tersedia.

2. Tutup benih wortel dengan tanah tipis sedalam 0,5-1 cm.

3. Tutup tiap garitan (alur) dengan dedaunan kering atau pelepah daun pisang selama 7-10 hari untuk mencegah hanyutnya benih wortel oleh percikan (guyuran) air sekaligus berfungsi menjaga kestabilan kelembaban tanah. Setelah benih wortel tumbuh di permukaan tanah, penutup tadi segera di buka kembali.

c) Pemeliharaan

Penjarangan dan Penyulaman
Penjarangan tanaman wortel dilakukan pada saat tanaman berumur 1 bulan setelah tanam. Tujuan penjarangan adalah untuk memperoleh tanaman wortel cepat tumbuh dan subur, sehingga hasil produksinya dapat tinggi.Penyiangan
Rumput-rumput liar (gulma) yang tumbuh disekitar kebun merupakan pesaing tanaman wortel dalam kebutuhan air, sinar matahari, unsur hara dan lain-lain, sehingga harus disiangi. Waktu penyiangan biasanya saat tanaman wortel berumur 1 bulan, bersamaan dengan penjarangan tanaman dan pemupukan susulan.Hama dan Penyakit.

d) Pemanenan

Ciri dan Umur Panen

Ciri-ciri tanaman wortel sudah saatnya dipanen adalah sebagai berikut:
Umur tanaman Wortel : Tanaman wortel yang telah berumur ± 3 bulan sejak sebar benih atau tergantung varietasnya

Kondisi fisik

Ukuran umbi telah maksimal dan tidak terlalu tua. Panen yang terlalu tua (terlambat) dapat menyebabkan umbi menjadi keras dan berkatu, sehingga kualitasnya rendah atau tidak laku dipasarkan. Demikian pula panen terlalu awal hanya akan menghasilkan umbi berukuran kecil-kecil, sehingga produksinya menurun (rendah).

e) Pasca panen

a. Pengumpulan

Kumpulkan seluruh rumpun (tanaman) wortel yang usai dipanen pada suatu tempat yang strategis, misalnya di pinggir kebun yang teduh, atau di gudang penyimpanan hasil.

b. Penyortiran dan Penggolongan

Pilih umbi yang baik sambil memisahkan umbi yang rusak, cacat, atau busuk secara tersendiri.
Klasifikasikan umbi wortel yang baik berdasarkan ukuran dan bentuknya yang seragam.

c. Pengemasan dan Pengangkutan

v Ikat umbi wortel menjadi ikatan-ikatan tertentu sehingga praktis dalam pengangkutan dan penyimpanannya / di isi dalam karung.

v Potong sebagian tangkai daun untuk disisakan sekitar 15-20 cm.

v Angkut hasil wortel ke pasar dengan menggunakan alat angkut yang tersedia di daerah setempat ( motor, mobil,tenaga kuli dll).

Cara pengemasan wortel disajikan dalam bentuk utuh dan segar, dikemas dengan keranjang atau bahan lainnya yang berat bersih maksimum 65 Kg, di tutup dengan anyaman bambu atau bahan lain kemudian diikat dengan tali rotan. Isi tidak melebihi permukaan kemasan.
Untuk pemberian merek di bagian luar keranjang diberi label yang dituliskan antara lain:
a) Nama barang.
b) Jenis mutu.
c) Nama/kode perusahaan eksportir.
d) Berat bersih.
e) Produksi Indonesia.
f) Negara/tempat tujuan.

f) Marketing / Pemasaran

Pemasaran biasanya konsumen datang langsung ke lahan dan ada pula di impotr.Tujuan pasar yaitu di Gorontalo, Kalimantan , Manado , Palu ,Irian dan lain – lain.Proses petenerimaan harga wortel / sistem pembayaranya yaitu cash,transfer.

g) Rincian Anggaran

Modal seluruhnya : 5.000.000 / Ha

Rincian

Bibit : Rp.800.000

Biaya pembajakan : Rp.1.000.000 / Ha

Pembedengan : Rp.1000.000 / Ha

Penanaman : Rp.1.500.000/ Ha

Penyiangan : Rp.700.000

Hasil produksi yang di peroleh:

Perpanen 1300 karung.

1 karung 20.000

Dapat dihitung

1300 X 20.000 = 26.000.000

26.000.000 – 5.000.000 = 21.000.000

Jadi penghasilan yang bersih yaitu Rp 21.000.000

3.2 Organisme Pengganggu Tanaman Wortel

a. Hama1. Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn.)
Hama ini sering disebut uler lutung (Jawa) atau hileud taneuh (Sunda) dan "Cutworms" (Inggris). Serangga dewasa berupa kupu-kupu berwarna coklat tua, bagian sayap depannya bergaris-garis dan terdapat titik putih. Stadium hama yang merugikan tanaman adalah ulat atau larva. Ciri: ulat tanah adalah berwarna coklat sampai hitam, panjangnya antara 4-5 cm dan bersembunyi di dalam tanah. Gejala: ulat tanah menyerang bagian pucuk atau titik tumbuh tanaman wortel yang masih muda. Akibat serangan, tanaman layu atau terkulai, terutama pada bagian tanaman yang dirusak hama.

Pengendalian non kimiawi: dilakukan dengan mengumpulkan ulat pada pagi atau siang hari, dari tempat yang dicurigai bekas serangannya untuk segera dibunuh, menjaga kebersihan kebun dan pergiliran tanaman. Pengendalian kimiawi: dengan menggunakan insektisida Furadan 3G atau Indofuran 3G pada saat tanam atau disemprot Hostathion 40 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan.

2. Kutu daun (Aphid, Aphis spp.)

Ciri: kutu daun dewasa berwarna hijau sampai hitam, hidup berkelompok di bawah daun atau pada pucuk tanaman. Gejala: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan selnya, sehingga menyebabkan daun keriting atau abnormal. Pengendalian: mengatur waktu tanam secara serempak dalam satu hamparan lahan untuk memutus siklus hidupnya

3. Lalat atau magot (Psila rosae)

Gejala: stadium hama yang sering merusak tanaman wortel adalah larvanya. Larva masuk ke dalam umbi dengan cara menggerek atau melubanginya. Pengendalian: pergiliran tanaman dengan jenis yang tidak sefamili atau disemprot insektisida Decis 2,5 EC dan lain-lain dengan dosis yang dianjurkan

b. Penyakit1. Bercak daun Cercospora

Penyebab: cendawan (jamur) Cercospora carotae (Pass.) Solheim. Gejala: pada daun-daun yang sudah tua timbul bercak-bercak berwarna coklat muda atau putih dengan pinggiran berwarna coklat tua sampai hitam. Pengendalian: (1) disinfeksi benih dengan larutan fungisida yang mengandung tembaga klorida satu permil selama 5 menit; (2) pergiliran tanaman dengan jenis lain yang tidak sefamili; (3) pembersihan sisa-sisa tanaman dari sekitar kebun; (4) penyemprotan fungisida yang mangkus dan sangkil seperti Dithane M-45 0,2%.

2. Nematoda bintil akar

Penyebab: mikro organisme nematoda Sista (Heterodera carotae). Gejala: umbi dan akar tanaman wortel menjadi salah bentuk, berbenjol-benjol abnormal. Pengendalian: melakukan pergiliran tanaman dengan jenis lain yang tidak sefamili, pemberaan lahan dan penggunaan nematisida seperti Rugby 10 Gatau Rhocap 10 G.

3. Busuk alternaria
Penyebab: cendawan Alternaria dauci Kuhn. Gejala: Pada daun terjadi bercak-bercak kecil, berwarna coklat tua sampi hitam yang dikelilingi oleh jaringan berwarna hijau-kuning (klorotik). Pada umbi ada gejala bercak-bercak tidak beraturan bentuknya, kemudian membusuk berwarna hitam sampai hitam kelam. Pengendalian: sama dengan cara yang dilakukan pada Cercospora.

3.3 Usaha Lain

Usaha lain para petani yaitu pegawai, guru, dan ada pula yang hanya sebagai petani

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Dari observasi dan hasil wawancara yang kami dapatkan bahwa desa insil merupakan daerah pertanian yang sangat berpotensi.Hal ini dapat kita lihat pada pembudidayaan tanaman sayur- sayuran,khususnya tanaman wortel.Wortel merupakan bahan pangan (sayuran) yang digemari dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.Dan cara pembudidaanya juga sangat mudah dan tak perlu modal yang banyak melainkan keuntunganya dua kali lipat dari modal yang ada.

4.2 Saran

Kita harus membudidayakan tanaman wortel dengan baik dan benar agar hasil produksinya sesuai yang kt inginkan,dan kita pun tidak kecewa dengan apa yang kita peroleh.

LAMPIRAN

 

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong