pengaruh pupuk petrobio terhadap pertumbuhan kangkung

02 March 2014 11:18:27 Dibaca : 1820

Laporan kesuburan tanah

PENGARUH PUPUK PETROBIO TERHADAP PERTUMBUHAN KANGKUNG

Oleh

Kelompok 10

Ricin T.ahmad

(613412127)

Fitriyani maula

Nelvin ahmad

(613412130)

JURUSAN AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS ILMU- ILMU PERTANIAN

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

2013

Kata pengantar

Assalamualaikum Wr. Wb

Puja dan puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Karena hanya dengan berkat dan kuasa-Nya, laporan praktikum Kesuburan Tanah dengan judul “Pengaruh Pupuk Petrobio terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung” dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW karena oleh karakteristik, sikap dan akhlak yang mulia sehingga kita masih bisa menikmati kebesaran Allah dalam keadaan sehat walafiat tak kurang dari satu apapun serta terhindar dari segala bentuk ketertindasan dan kedzaliman.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini terdapat berbagai hambatan dan kesulitan yang dihadapi. Namun berkat pertolongan Allah SWT dan usaha, kerja keras, dan kesabaran serta bantuan dari semua pihak, maka alhamdulillah hambatan da kesulitan tersebut dapat teratasi. Oleh karenanya, jika ada serta tulisan yang tidak sesuai dalam penyusunan laporan ini, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun demi keutuhan serta kesempurnaan laporan ini dan pengembangan laporan selanjutnya.

Demikian dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada rekan-rekan yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan ini. Dan akhir kata semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amiiin

Gorontalo,,,,,,,,,oktober 2013

Penyusun

Kelompok 10

DAFTAR ISI

Kata Pengantar..................................................................................................

Daftar isi............................................................................................................

BAB1Pendahuluan

11.Latar Belakang..................................................................................

1.2. Tujuan..............................................................................................

1.3. Manfaat............................................................................................

BAB II Tinjauan Pustaka

2.1.pupuk petrobio..................................................................................

2.2.tanaman kangkung............................................................................

2.3.pengaruh pupuk petrobio .................................................................

BAB III Metodologi Praktikum

3.1.Tempat dan waktu pelaksanaan praktikum.......................................

3.2.Alat dan bahan..................................................................................

3.3.Prosedur Kerja..................................................................................

3.4.Analisis data......................................................................................

BAB IV Hasil dan pembahasan

4.1.Hasil Pengamatan..............................................................................

4.2Pembahasan........................................................................................

BAB V Kesimpulan dan Saran

5.1 Kesimpulan........................................................................................

5.2 Saran..................................................................................................

Lampiran...........................................................................................................

Daftar pustaka..................................................................................................

BAB I

Pendahuluan

1.1 .Latar belakang

Urbanisasi penduduk pedesaan ke daerah perkotaan tidak dapat dihindari karena pesatnya pertumbuhan ekonomi di daerah perkotaan. Meningkatnya jumlah penduduk di daerah perkotaan membawa dampak terhadap peningkatan kebutuhan pangan, khususnya sayuran.

Berbagai upaya sudah dilakukan untuk dapat meningkatkan produksi sayuran, namun demikian masih belum dapat mengimbangi permintaan pasar. Keadaan ini dimungkinkan antara lain sebagai akibat peningkatan jumlah penduduk, perbaikan pendapatan dan peningkatan kesadaran gizi masyarakat. Selain itu di kota-kota besar tumbuh permintaan pasar yang menghendaki komoditas sayuran dengan kualitas yang baik dan dengan berbagai jenis yang lebih beragam.

Berbagai jenis komoditas sayuran diusahakan oleh petani di daerah pinggiran perkotaan dalam luas garapan yang sempit (£ 25 are), seperti sawi (caisim), bayam, kangkung, terong, cabe, tomat, bawang merah, bawang putih, kacang panjang dan sebagainya (Soethama et al., 1998). Umumnya dalam satu penguasaan lahan, diusahakan beraneka ragam komoditas sayuran dalam petakan yang berbeda, misalnya disamping diusahakan komoditas sayuran sawi hijau (Caisim), ditanam juga bayam, kangkung, cabe, kacang panjang dan komoditas sayuran lainnya.

Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk.), juga dikenal sebagai Ipomoea reptans Poir1. merupakan sejenis tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran dan di tanam sebagai makanan. Kangkung banyak dijual di pasar-pasar. Kangkung banyak terdapat di kawasan Asia dan merupakan tumbuhan yang dapat dijumpai hampir di mana-mana terutama di kawasan berair.

Usaha untuk dapat meningkatkan produktivitas Kangkung diantaranya dapat dilakukan dengan pemberian pupuk, baik pupuk organik maupun pupuk anorganik. Pemberian pupuk organik dapat memperbaiki sifat-sifat tanah seperti sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Bahan organik merupakan perekat butiran lepas, sumber hara tanaman dan sumber energi dari sebagian besar organisme tanah (Soepardi, 1979; Nurhayati Hakim et al., 1986). Pemberian pupuk organik dapat meningkatkan daya larut unsur P, K, Ca dan Mg, meningkatkan C-organik, kapasitas tukar kation, kapasitas tanah memegang air, menurunkan kejenuhan Al dan bulk density (BD) tanah (Lund dan Doss, 1980; Aidi et al., 1996).

Beberapa macam pupuk organik dengan keunggulan dan kelemahannya masing-masing tersedia di lapangan misalnya kascing dan bokashi, disamping pupuk organik yang dimiliki oleh petani misalnya pupuk kandang sapi maupun pupuk kandang ayam. Masyarakat menuntut produk pertanian sayuran berkualitas tinggi, tersedia setiap saat dan tidak tercemar oleh residu bahan kimia beracun.

Usahatani sayuran di pinggiran perkotaan dihadapkan pada masalah sempitnya lahan serta tingginya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lingkungan, sehingga dengan demikian penerapan budidaya hemat lahan dengan menitik beratkan pada masukan/input organik perlu dilakukan. Mengingat peran pupuk organik dan pupuk petrobio sangat penting, maka disusunlah penelitian lapang untuk mempelajari pengaruh pupuk petrobio dan pupuk cair organik terhadap pertumbuhan tanaman kangkung.

1.2.Tujuan

Mengetahui pengaruh pupuk petrobio terhadap pertumbuhan tanaman kangkung.Hasil dari percobaan ini diharapkan menjadi bahan informasi untuk pengembangan tanaman kangkung dan sebagai bahan pembanding pada percobaan selanjutnya.

1.3.Manfaat

Dengan adanya penulisan laporan ini, dapat memberikan pengalaman serta pengetahuan bagi penulis tentang pengaruh pupuk petorbio terhadap pertumbuhan tanaman kangkung , dan manfaat untuk pembaca yaitu untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang pengaruh pupuk petrobio terhadap pertumbuhan tanaman kangkung.

BAB II

Tinjauan Pustaka

2.1 Tanaman kangkung

Klasifikasi tanaman kangkung

Dalam sistematika tumbuhan (taksonomi), tanaman kangkung darat diklasifikasikan sebagai berikut :

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotiledonae
Ordo : Solanales
Famili : Convolvulaceae
Genus : Ipomoea
Species : Ipomoea reptana Poir.

Menurut Sriharti dan Takiyah (2007), tanaman kangkung terdiri dari dua varietas yaitu kangkung darat atau disebut kangkung cina (Ipomoea reptans Poir) dan kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk) yang tumbuh secara alami di sawah, rawa, atau parit. Perbedaan antara kangkung darat dan kangkung air terletak pada warna bunga dan bentuk batang serta daun. Kangkung air berbunga putih kemerahan, batang dan daunnya lebih besar, warna batangnya hijau, sedangkan kangkung darat daunnya panjang dengan ujung runcing berwarna hijau keputihan, bunganya berwarna putih.

Kangkung (I. reptans Poir.) merupakan tanaman menetap yang dapat tumbuh lebih dari satu tahun. Batang tanaman berbentuk bulat panjang, berbuku-buku, banyak mengandung air (herbaceous), dan berlubang-lubang. Perakaran tanaman kangkung berpola perakaran tunggang dan cabang akarnya menyebar kesemua arah, dapat menembus tanah sampai kedalaman 60 – 100 cm, dan melebar secara mendatar pada radius 100 – 150 cm atau lebih, terutama pada jenis kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk.) (Rukmana, 1994).

Sebagian besar budidaya kangkung menggunakan kangkung darat. Dari berbagai varietas kangkung yang diuji di Balithor Lembang, baru satu varietas yang dinyatakan unggul, yaitu kangkung darat varietas Sutera. Varietas tersebut dirilis berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 436/Kpts/TP.240/7/1984. Deskripsi varietas Sutera adalah: produksi daunnya tinggi antara 12 – 44 ton/hektar, produksi biji 6 ton.hektar, umur panen mulai 39 hari setelah tanam, tipe pertumbuhan ”tegak” setinggi 45 cm atau bila dibiarkan memanjang dapat mencapai 2 meter, cita-rasanya enak dan tidak berlendir, tahan terhadap penyakit karat dan virus keriting, serta cocok dikembangkan di lahan kering (Rukmana, 1994).

Kelebihan tanaman kangkung adalah umur panennya yang pendek. Tanaman kangkung dapat dipanen pada umur 35 hari. Menurut Djuariah (2008), ciri tanaman kangkung siap dipanen adalah pertumbuhan tunasnya telah memanjang sekitar 20 – 25 cm dan ukuran daun-daunnya cukup besar (normal). Waktu panen yang paling baik adalah pagi atau sore hari agar tidak mengalami kelayuan yang drastis akibat pengaruh suhu udara yang panas ataupun teriknya sinar matahari.

2.2.Pupuk petrobio

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pupuk hayati Petrobio GR tidak dapat menggantikan peran pupuk kimia seperti N, P, dan K yang diperlukan oleh tanaman dalam jumlah besar. Pupuk petrobio GR lebih berfungsi untuk meningkatkan efektivitas penggunaan pupuk kimia seperti N, P, dan K ataupun aplikasi zat pengatur tumbuh pada benih. Penelitian oleh Moh. Cholil Mahfud, Sarwono, Gunawan, dan I.R. Dewi dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur terhadap produktivitas tanaman jagung di daerah endemis penyakit bulai menyatakan bahwa kombinasi antara 300 kg urea + 100 kg SP-36 + 100 kg KCl/ha + Mefenoksam + Petrobio GR lebih berpotensi memperbaiki pertumbuhan jagung, menurunkan intensitas penyakit bulai dan meningkatkan hasil panen jagung daripada perlakuan tanpa petrobio GR. Sedangkan pertumbuhan tanaman jagung, intensitas penyakit bulai dan hasil panen jagung secara nyata dipengaruhi oleh dosis NPK dan perlakuan benih menggunakan Mefenoksam.

2.3 .Pengaruh pupuk petrobio terhadap pertumbuhan tanamanan kangkung.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pupuk hayati Petrobio GR tidak dapat menggantikan peran pupuk kimia seperti N, P, dan K yang diperlukan oleh tanaman dalam jumlah besar. Pupuk petrobio GR lebih berfungsi untuk meningkatkan efektivitas penggunaan pupuk kimia seperti N, P, dan K ataupun aplikasi zat pengatur tumbuh pada benih. Penelitian oleh Moh.

BAB III

Metodelogi Praktikum

3.1.Tempat dan Waktu

Praktikum ini di laksanakan di Desa dulomo(di rumahnya rolis isa).

pada hari kamis,10 oktober 2013.pada pukul 07:00 wita.

3.2. Alat dan Bahan

1. Alat :

a) Polibag

b) Penggaris

c) Pulpen

d) Buku tulis

e) Kamera digital

2. Bahan :

a) Tanah

b) Biji tanaman kangkung darat

c) Air

d) Pupuk petrobio

3.3 .Prosedur kerja

PersiapanPenyediaan polibag,bibit,,pupuk.Penentuan lokasi pengambilan tanah.Pengisian tanah ke dalam polibagPenanaman

1. Memilih bibit tanaman yang ungul2. Menyiapkan alat dan bahan3. Menanam bibit ke dalam masing-masing polibag4. Pemberian pupuk pada tanaman 1-55. Menyiram tanaman setiap hari6. Melakukan pengukuran tinggi tanaman,jumlah daun dari minggu pertama sampe minggu ke 4.7. Panen,serta pengukuran berat basa.

3.4.Rancangan Penelitian

Penelitian ini melibatkan satu faktor, yakni variasi kadar pupuk yang terdiri dari 1-5 taraf, yaitu 15 kg, 30 kg,60 kg petrobio. Perlakuan terdiri dari 4 kali pemberian pupuk. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) sederhana.

BAB IV

Hasil dan Pembahasan

41.Hasil Data pengamatan

Tabel tinggi tanaman

Minggu 1

perlakuan

Ukuran

Tanaman(cm)

Rata –rata

1

2

3

4

5

Po

5.5cm

5.5cm

4cm

3.5cm

6cm

4.9

P1

15 kg

5cm

7.5cm

7.5cm

8cm

4.9cm

6.48

P2

30 kg

7.5cm

9cm

7.1cm

7.5cm

9.9cm

8.2

P3

60 kg

7.8cm

6.6cm

6.3cm

6cm

6.5cm

6.64

Minggu 2

Po

14.5cm

16cm

12cm

12.5cm

13.5cm

13,7

P1

15 kg

14.5cm

14.5cm

16.5cm

18.5cm

15cm

15.8

P2

30 kg

14.3cm

12.1cm

14.1cm

15cm

14cm

13.9

P3

60 kg

17cm

16cm

12cm

12cm

16cm

14.6

Minggu 3

Po

31cm

30.5cm

25.1cm

22cm

27cm

27.12

P1

15 kg

32cm

28cm

32cm

26.5cm

21cm

27.9

P2

30kg

19.5cm

21cm

32cm

30cm

29cm

26.3

P3

60 kg

19cm

25cm

25cm

27.5cm

19cm

23.1

Minggu 4

Po

44cm

35.5cm

29cm

30cm

32cm

34.1

P1

15 kg

32cm

39cm

32cm

36.5cm

31cm

34.1

P2

30 kg

23.5cm

26cm

36cm

36cm

35cm

31.3

P3

60 kg

36cm

41cm

39cm

30cm

35cm

36.2

Tabel jumlah daun

Minggu 1

Perlakuan

Ukuran

Tanaman(helai)

Rata –rata

1

2

3

4

5

Po

12

8

4

8

8

8

P1

15kg

8

12

8

6

8

8.4

P2

30kg

14

12

12

8

16

12.4

P3

60kg

10

12

12

12

4

10

Minggu 2

Po

24

15

14

16

14

16.6

P1

15kg

15

13

16

17

14

15

P2

30kg

26

28

28

16

27

25

P3

60kg

16

25

22

20

8

18.2

Minggu 3

Po

34

21

19

20

23

23.4

P1

15kg

21

29

22

16

34

24.4

P2

30kg

31

35

46

26

37

35

P3

60 kg

29

21

20

22

17

21.8

Minggu 4

Po

36

31

30

29

35

32.2

P1

15 kg

38

36

38

32

26

34

P2

30 kg

40

42

51

32

45

42

P3

60 kg

38

32

30

35

34

33.8

Tabel Berat Basa

Perlakuan

Ukuran

Tanaman

Rata –rata

1

2

3

4

5

Po

67g

55g

52g

62g

104g

68g

P1

15kg

84g

53g

30g

32g

32g

46.2g

P2

30kg

38g

41g

98g

66g

45g

57.6g

P3

60kg

37g

33g

53g

35g

34g

38.4g

B.Pembahasan

Dari data-data di atas diperoleh bahwa takaran pupuk petrobio tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kangkung,tetapi hanya tergantung pada kualitas tanah dan faktor lingkungan.Hal ini terlihat pada minggu 1 smpe minggu ke 4.

Pada minggu pertama tanaman yang lebih tinggi adalah tanaman yang menggunakan pupuk petrobio dengan takaran 30 kg.dan pada minggu ke dua tanaman yang lebih tinggi adalah tanaman yang menggunakan pupuk dengan takaran 60 kg.Pada minggu ke tiga tanaman yang lebih tinggi adalah tanaman yang tanpa menggunakan pupuk.Sedangkan pada minggu ke empat tanaman yang lebih tinggi adalah tanaman yang menggunakan pupuk dengan takaran 60 kg.

Jumlah daun yang paling banyak dari minggu pertaman sampe minggu keempat adalah pada tanaman yang menggunakan takaran pupuk 30 yaitu sebamyak 35 helai.Sedangkan yang memiliki daun paling sedikit yaitu pada tanaman yang tanpa pupuk.Hal in terlihat pada minggu pertama yang memiliki daun paling banyak pada tanaman yang menggunakan takaran pupuk 30 kg.Pada minggu ke dua tanaman yang memiliki jumlah daun paling banyak yaitu pada tanaman yang menggunakan takaran 30 kg.Pada minggu ke tiga yang memiliki daun paling banyak pada tanaman yang menggunakan takaran pupuk 30 kg.Pada minggu keempat yang memiliki daun paling banyak pada tanaman yang menggunakan takaran pupuk 15 kg.

Tanaman yang memiliki berat basanya paling besar yaitu tanaman yang tanpa menggunakan pupuk.Sedangkan tanaman yang paling sedikit berat basanya yaitu pada tanaman yang menggukan pupuk dengan takaran 60 kg.Oleh sebab itu takaran pupuk tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

BAB V

Kesimpulan dan Saran

5.1.Kesimpulan

Dari pembahasan di atas dapat di simpulkan bahwa takaran pupuk petrobio tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kangkung,tetapi harus ada faktor – faktor lain yang mendukung diantarnya keadaan tanah apakah tanah itu subur atau tidak dan lingkungan yang ada.hal ini dibuktikan bahwa tanaman yang tanpa menggunakan pupuk memiliki berat basa yang paling besar.

5.2 Saran

Para petani seharusnnya memperhatikan kondisi lingkungan dan keadaan tanah.Para petani seharusnya menerapkan menejemen yang baik dalam usaha budidaya tanaman kangkung.Para petani seharusnya mencari trobosan baru untuk meningkatkan kualitas hasil produksinya.

Lampiran

Lampiran

Pengunaan pupuk petrobio 15 kg

Tanaman

Minggu 1

T T

(cm)

JD (Helai)

Berat basa

(kg)

Ket

1

5

8

-

menggunakan pupuk.

2

7.5

12

-

mengunakan pupuk

3

7.5

8

-

mengunakan pupuk.

4

8

6

-

menggunakan pupuk.

5

4.9

8

-

mengunakan pupuk.

6

5.5

12

-

tanpa pupuk

7

5.5

8

-

tanpa pupuk

8

4

4

-

tanpa pupuk

9

3.5

8

-

tanpa pupuk

10

6

8

-

tanpa pupuk

Minggu 2

1

14.5

15

-

Muenggunakan pupuk

2

14.5

13

-

Menggunakan pupuk

3

16.5

16

-

Menggunakan pupuk

4

18.5

17

-

Menggunakan pupuk

5

15

14

-

Menggunakan pupuk

6

14.5

24

-

Tanpa pupuk

7

16

15

-

Tanpa pupuk

8

12

14

-

Tanpa pupuk

9

12.5

16

-

Tanpa pupuk

10

13.5

14

-

Tanpa pupuk

Minggu 3

1

32

21

-

Menggunakan pupuk

2

28

29

-

Menggunakan pupuk

3

32

21

-

Menggunakan pupuk

4

26.5

22

-

Menggunakan pupuk

5

21

16

-

Menggunakan pupuk

6

31

34

-

Tanpa pupuk

7

30.5

21

-

Tanpa pupuk

8

25.1

19

-

Tanpa pupuk

9

22

20

-

Tanpa pupuk

10

27

23

-

Tanpa pupuk

Minggu 4

1

32

38

84

Menggunakan pupuk

2

39

36

53

Menggunakan pupuk

3

32

38

30

Menggunakan pupuk

4

36.5

32

32

Menggunakan pupuk

5

31

26

32

Menggunakan pupuk

6

44

36

67

Tanpa pupuk

7

35.5

31

55

Tanpa pupuk

8

29

30

52

Tanpa pupuk

9

30

29

62

Tanpa pupuk

10

32

35

104

Tanpa pupuk

Pengunaan pupuk petrobio 30 kg

Tanaman

Tinggi tanaman(cm)

Jumlah daun

(Helai)

Berat basah

(kg)

Ket

1

7.5

14

-

menggunakan pupuk.

2

9

12

-

menggunakan pupuk

3

7.1

12

-

menggunakan pupuk.

4

7.5

8

-

mengggunakan pupuk

5

9.9

16

-

menggunakan pupuk.

6

3.5

8

-

tanpa pupuk

7

9.4

4

-

tanpa pupuk

8

6.5

8

-

tanpa pupuk

9

4.8

8

-

tanpa pupuk

10

6.1

4

-

tanpa pupuk

Minggu 2

1

14.3

26

-

menggunakan pupuk.

2

12.1

28

-

menggunakan pupuk

3

14.1

28

-

menggunakan pupuk.

4

15

16

-

mengggunakan pupuk

5

14

27

-

menggunakan pupuk.

6

8

12

-

tanpa pupuk

7

14.2

13

-

tanpa pupuk

8

13

15

-

tanpa pupuk

9

11

16

-

tanpa pupuk

10

11

15

-

tanpa pupuk

Minggu 3

1

19.5

31

-

menggunakan pupuk.

2

21

35

-

menggunakan pupuk

3

32

46

-

menggunakan pupuk.

4

30

26

-

mengggunakan pupuk

5

29

37

-

menggunakan pupuk.

6

20

17

-

tanpa pupuk

7

27

31

-

tanpa pupuk

8

26

15

-

tanpa pupuk

9

-

-

-

tanpa pupuk

10

22

22

-

tanpa pupuk

Minggu 4

1

23.5

40

38

menggunakan pupuk.

2

26

42

41

menggunakan pupuk

3

36

51

98

menggunakan pupuk.

4

36

32

66

mengggunakan pupuk

5

35

45

45

menggunakan pupuk.

6

26

25

14

tanpa pupuk

7

34

40

22

tanpa pupuk

8

32

30

40

tanpa pupuk

9

-

-

-

tanpa pupuk

10

27

32

39

tanpa pupuk

Pengunaan pupuk petrobio 60 kg

Tanaman

Minggu 1

TT (cm)

JD (Helai)

Berat basa

(kg)

Ket

1

7.8

10

-

menggunakan pupuk

2

6.6

12

-

menggunakan pupuk

3

6.3

12

-

menggunakan pupuk

4

6

12

-

menggunakan pupuk

5

6.5

4

-

menggunakan pupuk

6

3.5

8

-

tanpa pupuk

7

6.5

12

-

tanpa pupuk

8

7

8

-

tanpa pupuk

9

7.6

8

-

tanpa pupuk

10

8.9

12

-

tanpa pupuk

Minggu 2

1

17

16

-

menggunakan pupuk

2

16

25

-

menggunakan pupuk

3

12

22

-

menggunakan pupuk

4

12

20

-

menggunakan pupuk

5

16

8

-

menggunakan pupuk

6

7

14

-

tanpa pupuk

7

15

25

-

tanpa pupuk

8

14

16

-

tanpa pupuk

9

15

16

-

tanpa pupuk

10

13

24

-

tanpa pupuk

Minggu 3

1

19

29

-

menggunakan pupuk

2

25

21

-

menggunakan pupuk

3

25

20

-

menggunakan pupuk

4

27.2

22

-

menggunakan pupuk

5

19

17

-

menggunakan pupuk

6

32

12

-

tanpa pupuk

7

21

26

-

tanpa pupuk

8

23

28

-

tanpa pupuk

9

22.5

10

-

tanpa pupuk

10

27

28

-

tanpa pupuk

Minggu 4

1

36

38

37

menggunakan pupuk

2

41

32

33

menggunakan pupuk

3

39

30

53

menggunakan pupuk

4

30

35

35

menggunakan pupuk

5

35

34

34

menggunakan pupuk

6

39

32

30

tanpa pupuk

7

24

31

45

tanpa pupuk

8

44

37

50

tanpa pupuk

9

32

41

27

tanpa pupuk

10

39

39

50

tanpa pupuk

Daftar pustaka

https://www.google.com/#psj=1&q=tanaman+kangkung+darat

http://tipspetani.blogspot.com/2012/12/cara-bercocok-tanam-kangkung-darat.html

https://www.google.com/#psj=1&q=pupuk+petrobio

http://id.wikipedia.org/wiki/Pupuk_organik

 

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong