penelitian bahasa

25 June 2013 23:18:06 Dibaca : 659 Kategori : materi

BAB 1

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Bahasa merupakan ciri identitas suatu bangsa. sekaligus menjadi alat pemersatu bangsa. Melalui bahasa kita dapat mengetahui hakikat manusia. Dengan kata lain bahasa adalah cermin diri kita. Bahasa adalah suatu alat untuk mengungkapapkan ide , gagasan, pikiran dan persaaan kita.

Berbicara langsung akan menyangkut semua bahasa yang digunakan sehari-hari termaksud bahasa yang tumbuh dan berkembang di negara kita. Sejak perkembangan rasa kebangsaan atau nasionalisme indonesia bahasa indonesia baru lahir pada awal abad ke 20. Dalam sumpah pemuda 1928 bahasa indonesia di akui sebagai hasil bahasa persatuan. Dan setelah indonesia memproklamasikan kemerdekaan, bahasa indonesia di resmikan sebagai bahasa negara, (ajip rosidi : 9). . Pada tanggal 18 agustus 1945 bahasa tersebut diundangkan menjadi bahasa yang dijumpai pemakain nya pada anggota keluarga dan masyarakat daerah. Sesuai dangan keberadaanya, maka bahasa daerah perlu memperoleh penggembangan karena bahasa ini turut memberikan andil yang besar dalam hal ini kosa kata. Penelitian, pembinaan, dan penggembangan bahasa daearh perlu mendapat perhatian yang serius.

Dalam perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia telah terjadi berbagai perubahan, terutama yang berkaitan dengan tatanan baru kehidupan dunia dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi, khususnya tehnologi teknologi informasi, yang semakin sarat tuntutan dan tantangan globalisasi. (Ririen Ekoyanantiasih, (2006:2)

Keraf (1980:19) menyatakan bahwa dari sudut ilmu bahsa di Indonesia terdapat macam bahasa, setiap uku bangsa memiliki suatu bangsa sebagai alat bentuk komukasi antara anggota masyrakat. Sehubungan dengan hal ini pateda (1991 :74) mengatakan bahwa “Lembaga Bahsa Nasional mencatatat di indonesia terdapa kurang lebih 412 bahasa daerah sedangkan Pateda 92003:159) mengatakan bahwa bahasa daerah indonoseia terdapat 751 bahasa daerah.

Etnik gorontalo merupakan salah satu suku di Indonesia memang sejak dahulu telah memiliki satu bangsa bahasa pengantar dalam masyarakat dan kebudayaan yang disebut bahasa daerah Gorontalo. Dalam klasifikasi bahasa daearah Gorontalo termaksud bahasa daerah yang perlu dilestarikan oleh pemerintaha dan masyarakat agar bahasa ini senantiasa hidup dan dapat digunakan secara terus menerus oleh generasi muda.

Pungganaan bahasa Gorontalo adalah sebagai alat komunikasi antar sesama, berlangsung dalam kehidupan sehari dan dalam upacara adat. Disamping itu bahasa Gorontalo jugamenjadi alat penyampaian sastra, baik secara lisan maupun tulisan. (Hj. Farha Daulima, 2007:9-10)

Generasi muda sebagai penutur bahasa Gorontalo bertanggung jawab terhadap mati-hidupnya bahasa ini. Sebab sebagaimana bahasa –bahasa daerah lainya di Nusantara., bahsa memegang peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan suku gorontalo, baik sebagai alat pengantar dalam kebudayaan, maupun sebagai alat kominikasi antar masyarakat kita dapat meneruskan kebudayaan kepada generasi bila tidaka di lestarikan oleh penutur sendiri.

Mengingat betapa besarnya peranan bahasa Gorontalo dalam masyarakat dan demi terpeliharanya bahasa agar tidak punah dan tetap lestari., maka perlu diadakan penelusuran dan penelitian yang berkenaan dengan pengguna bahasa Gorontalo sekarang ini, baik sebagai pengantar dalam kebudayaaqn maupun dalam fungsinya sebagai alat komunikasi antar suku Gorontalo sendiri. Penelusuran ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran tentang penggunaan bahasa Gorontalo dalam kehidupan sehari-hari sebagai alat komunikasi di kalangan masyarakat. Dewasa ini penulis banyak menemukan kelompok-kelompok pengguna bahasa seperti peserta dididk, generasi muda, masyarakat bahkan lingkungan keluarga seakan-akan sudah meyepelekan bahasa gorontalo sebagai bahasa daearahnya sendiri, malah mereka enggan mengunakan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kenyataan diatas , maka timbul kekhwatiran akan punahnya bahasa daerah ini. Salah satu cara penulusuran adalah dengan mengamati, baik secara langsung para penutur dalam komunikasi. Hal ini masih terdapat sebagaian besar menggunakan tuturan mereka itu masih sesuai kaaidah dan bahkan sudah menyalahi kaidah bahasa itu sendiri. Selanjutnya kondsi yang lebih memprihatinkan lagi adanya penutur asal pakai saja artinya menggunakan bahasa saja bahasa Gorontalo dengan prinsip asal lawan bicaranya bisa dimengerti padahal bahasa yang digunakan menyimpang dari aturan yang sebenarnya. Adakah bahasa ini sudah bercampur baur dengan dialek Manado, bugis, atau Jawa. Tanpa disadari oleh penutur bahwa kesalahan ucap, kesalahan intonasi yang mereka lakukakan itu kan mengakibatkan kesalahan makna.

Dari pemaparan diatas peneliti mengangkat permasalahan tersebut menjadi tema penelitian dengan memfokuskan pada penelitian perkebunann tebu. Dengan formulasi judul “Perkembangan Bahasa Daerah Gorontalo akhir Abad XX”

B. RUMUSAN MASALAH

Maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

Bagaimana perkembangan bahasa daerah Gorontalo awal abad XX?Bagaimana kondisi pergaulan masyarakat dalam berbahasa daerah Gorontalo?C. KERANGKA TEORITIS DAN PENDEKATAN

Dalam penelitian ini, pendekatan teori konflik akan dapat kembuka jalan menuju pemahaman atas masalah yang di sampaikan. Untuk itu terlebih dahulu kita mengetahui sebab akibat terjadinya konflik. Dalam meneliti tentang suatu masalah, kita di tuntut untuk mengetahui permasalahan dan melaliu pendekatan apa yang kita lakukan.

Penelitian ini di dasarkan pada penelitian sosial, yang di dalamnya menyangkut pergaulan masyarakat yang menyangkut tentang cara berkomunakasi dalam masyarakat gorontalo pada abad ke xx, yang para remajanya sebagai pelopor sejarah, malah jarang menggunakan bahasa daerahnya sendiri.

Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan pada masyarakatnya sendiri, agar dapat memantau langsung dan mengetahui alasan – alasan pada konflik penelitian ini.

D. MANFAAT DAN TUJUAN PENELITIANMengetahui perkembagan bahasa daearah Gorontalo.Mengetahui kondisi pergaulan masyarakat dalam berbahasa daearah Gorontalo.E. TINJAUAN PUSTAKA DAN SUMBER

Dalam langkah penelitian sejarah, pengumpulan data dan sumber merupakan langkah yang penting untuk kelengkapan penyusunan historiografi nanti. Adanya sumber tentunya sangat berpengaruh terhadap proses historiografi karena tidaklah mungkin kita merekonstruksi sebuah sejarah apabila bahan – bahannya (sumber) tidak tersedia. Kalaupun bisa, mungkin rekonstruksi itu tidak akan utuh dan kokoh. Pentingnya sebuah sumber ini dibuktikan dengan metode sejarah yang menempatkannya pada tahap pertama penelitian sejarah atau lebih kita kenal dengan heuristik.

Pada penelitian sejarah ini, penulis mencoba menggali sumber yang terdiri dari :

Hj. Farhan Daulana dalam buku Megenal Sastra Lisan Daerah Gorontalo (2007) membahas tentang usaha pelestarian budaya Gorontalo. Utamanya sastra, yang diciptakan oleh para leluhur kita, maka diusahakan himpunan sasatra lisan daerah.

Dalam buku ini membahas sastra lisan Gorontalo berasal dari kegiatan masyarakat, karena perkembangan peradaban. Buku Mengenal Sastra Lisan daerah Gorontalo terdiri dari dua bab, yaitu bab I, membahas tentang latar belakang sastra lisan telah, Bab II , membahasa Sastra Lisan Gorontalo.

Riruen Ekoyanantiasih dalam buku Telaah Keantononiman dalam Bahasa melayu BetawiI (2006) buku ini membahas telaah keantoniman dalam bahasa melayu yang menghususkan pada kelas kata Verba dan adjektiva ini dikelompokan menjaadi tiga yaitu 1) antonim berketub, 2) antonim seimbang, dan antonim bertumpang tiding

Dalam buku ini juga membahas terbagi menjadi tiga bab, yaitu bab I, pendahuluan, Bab II kajian Terdahuluan dan kerangka teori, Bab III keantonim dalam bahasa melayu Betawi.

Ajip rosidi dalam buku Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia (1991), buku ini membahas perkembangan sastra indonesia sejak abad ke-19, dan hasil-hasil sastra berbahasa melayu yang tidak ditulis oleh orang-orang yang berasal dari kepulauan Riau atau sumatra.

Dalam buku ini membahas terbagi menjadi enam bab yaitu Bab I membahas periode 1900-1933, Bab II Periode 1933-1942, Bab III Periode (1942-1945), Bab IV Periode Perkembangan 1945-1953, Bab V periode 1953-1961, Bab VI periode 1961-samapai sekarang.

Di samping kajian referensi, penulis mengakses internet pada tanggal 1 November 2012, dimana Samsi Pomalingi ternyata telah mengungkap Gorontalo di Era Globalisasi Bahasa. Hal ini sangat memberi gambaran terang untuk mengambil tema Perkembangan Bahasa Daerah Gorontalo. Untuk selanjutnya diperkaya dengan fakta lapangan untuk melihat dan mengambil data ada.Arsip baik itu dari ANRI maupun dari arsip tingkatan Kabupaten, Provinsi, maupun Pusat. Sejarah lisan yang tentunya melibatkan para pelaku – pelaku sejarah. Sejarah lisan memberikan sarana untuk rekonstruksi masa lalu yang lebih realistik dan berimbang, memungkinkan munculnya sosok – sosok pahlawan tidak saja dari kalangan pemimpin tetapi juga dari rakyat yang tidak dikenal. Sejarah menjadi lebih demokratis, memanusiakan manusia[1].

Teknik wawancara pada penelitian ini dilakukan dengan metode variasi dan menyesuaikan dengan kepribadian mereka (informan). Pilihan metodenya adalah obrolan ramah dan informal atau obrolan formal dengan pertanyaan yang lebih teratur.

F. Metode penelitian

Suatu penulisan yang bersifat ilmiah mustahil dilakukan tanpa didukung dengan keberadaan fakta-fakta. Apalagi penelitian sejarah keberadaan fakta sangat diperlukan, dianalisis dan dikembangkan untuk merekonstruksi peristiwa masa lampau sedangkan fakta tidak mungkin ditemukan tanpa tersedianya data. Berasal dari data-data itulah fakta dapat ditemukan setelah melalui proses interpretasi sedangkan data baru dapat ditemukan setelah melakukan penelusuran tehadap sumber-sumber sejarah. Sesuai dengan permasalahan yang dibahas, maka metode yang digunakan adalah metode sejarah. Menurut Louis Gottschalk yang dimaksud metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dari pengalaman masa lampau. Metode sejarah ini terdiri dari 4 tahap yang saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya, yaitu: heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi.

1. Heuristik

Sehubungan dengan jenis penelitian ini adalah metodologi sejarah maka penulis mencari sumber-sumber yang relavan dengan penelitian ini. Dengan metode sejarah itulah akan dikaji keaslian sumber data sejarah, kebenaran informasi sejarah. Sumber-sumber yang berupa sumber primer maupun skunder yaitu buku-buku, majalah, artikel, koran-koran, dan internet yang terkait dengan Perkembangan Bahasa Daerah Gorontalo Abad XX Kegiatan mencari dan menemukan sumber yang diperlukan. Berhasil tidaknya pencarian sumber pada dasarnya tergantung dari wawasan peneliti terhadap sumber yang diperlukan dan keterampilan teknis pengumpulan sumber. Ada dua sumber yang penulis gunakan yaitu sumber primer dan sekunder. Sumber primer adalah sumber asli yang berupa data atau dokumen serta informasi yang berkaitan dengan peristiwa dalam penulisan ini, sedangkan sumber sekunder adalah sumber penunjang berupa buku, majalah, Koran, dan internet, yang berkaitan dengan penulis

2. Kritik Sumber

Setelah data atau sumber sudah dikumpulkan maka langkah selanjutnya adalah menelaah dan mengkritik sumber-sumber yang ada. Dalam mengkritik ini penulis memakai dua aspek yaitu aspek eksternal dan internal, aspek eksternal adalah yang mempersoalkan apakah sumber itu memberikan informasi yang kita perlukan. Sedangkan internal dimulai setelah kritik eksternal memastikan sumber itu atau dokumen yang kita pakai adalah sumber yang benar. Terdapat dua jenis kritik sumber, eksternal dan Internal kritik eksternal dimaksud untuk menguji orientasi (keaslian) suatu sumber. Kritik internal dimaksudkan untuk menguji kredibilitas dan reliabilitas suatu sumber.

Sumber yang di kritik dalam penulisan ini mencakup dua aspek yaitu sumber primer dan sekunder, kemudian untuk menguji keabsahannya dilakukan dua kritik sumber yaitu secara ekstern dan intern,

Ekternal : yaitu melihat keaslian dari dokumen yang penulis ambil baik dari segi pengarang, sampul buku, tulisan, dan gaya bahasanya.Internal : yaitu darimana sumber itu penulis dapatkan, perpustakaan, atau arsip daerah maupun nasional

3. Interpretasi

Usaha ini merupakan penafsiran terhadap fakta-fakta yang diperoleh dari datadata yang telah diseleksi dan telah dilakukan kritik sumber. Fakta yang ada diperoleh dari arsip dan sebagian besar koran maupun majalah kemudian diseleksi dan dianalisis sesuai dengan permasalahan yang ada.

4. Historiografi

Historiografi merupakan penulisan sejarah dengan merangkaikan fakta-fakta menjadi kisah sejarah berdasarkan data-data yang sudah dianalisa. Disinilah pemahaman dan interpretasi atas fakta sejarah itu ditulis dalam bentuk kisah sejarah yang menarik dan logis