Pola hidup sehat

22 December 2015 13:03:16 Dibaca : 129

Cara Menjalani Pola Hidup Sehat yang Benar
Disini saya akan berbagi pengalaman bagaimana cara menjalani pola hidup sehat yang baik dan benar menurut berbagai sumber kesehatan yang ada sekarang. Langsung saja :

1. Tidur yang teratur dan cukup, pola tidur yang sehat sebenarnya dari jam 9 malam sampai dengan jam 6 pagi. Karena jam tidur yang normal dan sehat adalah 8-9 jam. Jika anda tidur kurang atau lebih dari 8-9 jam, akan ada kemungkinan anda akan mengalami sesuatu yang membuat anda menjadi tidak sehat. Jadi ingat!!! tidur yang yang cukup itu sangat penting.

2. Makan makanan 4 sehat 5 sempurna juga merupakan pola makan yang sehat, dan minimal 3 kali sehari. Adapun makanan 4 sehat 5 sempurna tidak perlu saya jelaskan disini, akan dapat mengetahui dengan
melihat artikel saya yang lain disini : Apa Saja Menu Makanan 4 Sehat 5 Sempurna yang Baik Kesehatan

3. Jika anda seorang pekerja, jam kerja anda maksimal 10 jam saja, jika lebih dari itu ditakutkan tubuh anda akan rentan terhadap penyakit karena terlalu berlebihan dalam penggunaannya dalam bekerja.
Karena tubuh memerlukan istirahat juga untuk mengembalikannya ke keadaan yang normal kembali. Jika tubuh anda dalam keadaan tidak normal, makanya ada kemungkinan anda akan mudah terserang penyakit.

4. Jauhi rokok, makanan cepat saji, minuman beralkohol dan lainnya yang dapat merusak organ tubuh anda.

5. Dan yang terakhir teratur dalam berolahraga, minimal 3 kali seminggu. Karena olahraga sangatlah penting dalam menjaga keseimbangan tubuh anda dan dapat menjaga tubuh anda tetap bugar. Baca juga : Tips Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Tetap Bugar

Sebenarnya masih banyak lagi pola hidup sehat yang lainnya, akan tetapi yang saya jelaskan disini merupakan garis besar dari menjalani pola hidup sehat yang benar, tinggal anda tambahkan lagi didalam keseharian anda.

Demikianlah pengalaman yang dapat saya berikan dalam cara menjalani pola hidup sehat yang benar, semoga bermanfaat bagi anda. Dan salam sehat..

Tips Olahraga Buat para pemanjat tebing

22 December 2015 12:59:09 Dibaca : 167

Pada prinsipnya olah raga memanjat tebing (rock climbing), olah raga yang menuntut kekuatan dan ketahanan otot tubuh. Selain itu, faktor lain ialah keberanian, ketenangan, kelenturan tubuh, dan teknik yang benar. Memanjat tebing melibatkan hampir seluruh otot tubuh. Mulai dari otot jari, otot lengan, otot punggung, otot perut, sampai otot kaki.
Untuk melatih seluruh otot tubuh dan mempertinggi daya tahan, diperlukan program latihan yang teratur dan berkesinambungan. Dengan program ini diharapkan kekuatan (strength) dan daya tahan(endurance) atlet pemanjat (climber) bertambah baik secara bertahap.
Salah satu cara terbaik untuk menambah kekuatan dan daya tahan yang biasa dilakukan oleh atlet pemanjat tebing ialah berlatih lari teratur dengan menerapkan program latihan yang telah disusun. Penulis mempunyai suatu program latihan yang hasilnya cukup memadai dan pernah diterapkan ketika mempersiapkan pendakian pegunungan Alpen yang pertama, 1985, dan yang kedua, 1986. Secara teratur penulis latihan lari pada siang hari dengan jarak yang bervariasi.
Mengapa siang hari? Pada siang hari lapisan udara dipermukaan tanah ataupun jalan aspal menjadi lebih renggang dibandingkan dengan lapisan udara diatasnya akibat sinar matahari. Ini berarti kadar oksigen juga menipis. Keadaan ini sama dengan keadaan di gunung yang tinggi. Pada gunung yang tinggi sering kali diperlukan tabung oksigen untuk membantu pernapasan.
Dengan berlatih siang hari maka paru-paru akan dipaksa bekerja lebih keras menghisap udara berkadar oksigen rendah. Pemaksaan ini menyebabkan kemampuan paru-paru dalam menghisap udara semakin besar. Peningkatan kemampuan paru-paru berpengaruh terhadap daya tahan organ tubuh manusia. Semakin banyak kadar oksigen dapat dihisap dan diedarkan ke seluruh jaringan tubuh melalui proses pembakaran, semakin baik daya tahan tubuh seseorang.
Tabel Program Latihan Lari
Jarak (meter) Waktu (menit) Frekuensi/Minggu
1600 8.30 – 9.30 1x
2400 12.00 – 13.00 1x
3200 17.00 – 18.00 1x
Mengingat olah raga ini menuntut kekuatan otot tubuh, terutama tangan, maka selain berlatih lari juga diperlukan latihan memperkuat otot. Caranya ialah dengan latihan beban (weight training). Latihan beban dapat dilakukan dengan dua cara :
1. memanfaatkan berat tubuh sendiri seperti pull-up, push-up,dan bergelantungan dengan kedua tangan
2. dengan bantuan peralatan seperti barbel dan dambel.
Untuk lebih mudahnya, ikuti petunjuk latihan beban dibawah ini yang disusun dalam satu seri latihan dengan selang istirahat 2 menit untuk setiap jenis latihan yang dilakukan. Diharapkan, setelah menjalankan program ini selama beberapa waktu, jarak istirahat semakin diperpendek. Dan latihan dapat dilakukan lebih dari dua seri, sampai akhjirnya kemampuan tangan dalam menahan beban semakin besar.Program latihan bagi para pemula
jenis latihan banyaknya selang istirahat
pull-up 5x 2 menit
push-up 10x 2 menit
sit-up 10x 2 menit
Setelah merasa mampu, tingkatkan latihan beban dengan cara mempersingkat selang istirahat dan memperbanyak tiap jenis latihan. Kemudian buatlah beban untuk latihanpull-up. Beban ini bisa diuat dari pasir yang dimasukkan ke kantong atau besi pemberat yang diketahui beratnya.
Gantungkan dengan tali ke tubuh setiap kali latihan pull-up. Guna latihan ini untuk melatih kemampuan otot tangan dalam mengangkat beban berat. Latihan dilakukan bertahap dengan berat beban yang semakin bertambah.

Selain lari dan latihan beban, ada sebuah metode latihan yang efektif yaitu dengan membuat tebing tiruan dari batu yang ditempelkan pada dinding ataupun dengan melubangi dinding. Inilah yang disebut dengan Climbing Wall, memanjat tembok.
Climbing Wall merupakan sarana latihan yang mudah dibuat dan bermanfaat untuk melatih keseimbangan, menambah kekuatan otot, daya tahan, dan meningkatkan ketrampilan pemanjat tebing. DenganClimbing Wall
seseorang dapat meningkatkan frekuensi berlatihnya mengingatClimbing Wall dapat dibuat di sembarang dinding. Baik dinding kamar ataupun dinding pagar.
Yang perlu diperhatikan dalam membuat Climbing Wall, yaitu penempatan batu dan lubang pada dinding. Hendaknya diusahakan agar Climbing Wall yang dibuat tidak hanya melatih satu gerak memanjat yang monoton. Variasi penempatan batu dan lubang akan lebih terasa manfaatnya.
Meskipun frekuensi berlatih diClimbing Wall tinggi namun jangan lupa bahwa cara terbaik untuk memanjat tebing ialah memanjat tebing yang sesungguhnya.Climbing Wall ganya berperan sebagai penunjang. Kesulitan yang didapat diClimbing Wall dapat diatur menurut selera pembuat tentu berlainan dengan kesulitan di tebing yang sesungguhnya.

5 Tips Kesehatan Untuk Pria Dalam Menjaga Kebugaran Tubuh

22 December 2015 12:57:45 Dibaca : 141

5 Tips Kesehatan Untuk Pria Dalam Menjaga Kebugaran Tubuh.
Kesehatan dan kebugaran merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Hanya saja, perbedaannya adalah dimana wanita akan sibuk membuat tubuhnya lebih kecil dan langsing dengan menghindari makanan-makanan yang kaya akan nutrisi dan karbohidrat. Sementara untuk pria dia akan sibuk mencari cara agar bisa membesarkan otot, bagaimana mengonsumsi makanan yang tinggi protein dan nutrisi sebagai asupan energi dan lain sebagainnya.

Berikut ini kami akan memaparkan beberapa tips kesehatan dalam menjaga kebugaran dan kesehatan khususnya bagi pria. Berikut ulasannya.

1. Latihan Otot Kaki

Pria pada saat melakukan olahraga atau gym akan terfokus bagaimana cara membentuk otot pada bagian lengan, mereka terkadang lebih mengenyampingkan akan pentingnya latihan dan pembentukan otot pada kaki. Keberadaan kaki justru merupakan hal yang paling penting untuk menopang segala aktivitas Anda, latihan-latihan otot kaki dapat dilakukan dengan melakukan olahraga leg curls, leg presses atau leg extension.

2. Hindari Protein Berlebih

Pria membutuhkan banyak asupan lebih banyak dibandingkan wanita, sebab secara fisik pria membutuhkan banyak energi dalam menjalankan aktivitasnya.
Untuk itu konsumsi nutrisi dan protein sangat penting sebagai penunjang, namun tidak lantas mengonsumsi protein berlebihan. Meskipun Anda seorang olahragawan sekalipun, tetap harus dengan porsi dan aturan yang benar. Sebab tubuh yang kelebihan protein akan bekerja keras untuk melenyapkan sisa-sisa dari protein berlebih tadi, terutama bagian gijal. Untuk itu sebaiknya konsumsi protein secara wajar dengan diimbangi tetap mengonsumsi karbohidrat yang cukup.

3. Relaksasi

Sebagian orang mungkin akan memandang sebelah mata saat pria melakukan olahraga Yoga, dimana olahraga jenis ini selalu di identikkan dengan wanita. Padahal jika perempuan atau wanita melakukan olahraga berat (olahraga pria) tidak membuat dia berubah menjadi maskulin, sama halnya dengan pria yang melakukan olahraga Yoga tidak juga dapat membuat Pria tersebut menjadi feminim. Untuk itu jangan meremehkan olahraga yang bertujuan untuk merelaksasikan otot dan fikiran Anda, sebab pria yang lebih banyak melakukan aktifitas beban berat sangat perlu melakukan peregangan otot dan otak

4. Atur Jadwal Makan

Kebanyakan pria hobi menonton bola hingga larut malam, terkadang saking serunya menonton bola mereka hingga melupakan makan malamnya. Nah disaat lapar datang ditengah pertandingan bola yang sedang ditonton, biasanya mereka akan memesan makanan-makanan siap saja yang menerima jasa delivery order. Hal ini dapat membahayakan kesehatan dan kebugaran Anda, untuk itu pastikan Anda tetap teratur makan sesuai jadwal yang sudah ditentukan agar tidak makan sembarangan.

5. Konsumsi Camilan Sore Hari

Untuk anda yang sibuk dengan segudang aktifitas, dan tidak sempat makan siang usahakan untuk tetap mengonsumsi camilan dan makanan kecil untuk dapat menyuplai energi Anda. Misalnya anda dapat memilih buah sebagai camilan, sebab makanan yang segar dapat memberikan energi yang lebih baik. Namun, hal yang paling penting adalah untuk tetap makan siang pada pukul 12.00 atau 13.00, kalaupun tidak sempat usahakan untuk tetap makan di jam 4 sore.

Kiranya itulah tips kecil dan sederhana yang bisa kamu praktikan secara mudah dalam menjaga kesehatan dan kebugaran, terutama bagi anda seorang pria yang super sibuk. Semoga bermanfaat, Be Healthy !

 

MANFAAT LARI SELAMA 12 MENIT

22 December 2015 12:39:44 Dibaca : 849

1. Latihan lari selama 12 menit

Latihan pertama yaitu lari selama 12 menit. Sebaiknya untuk mempermudah memperkirakan jarak dan waktu tempuh sebaiknya lakukan latihan ini dengan mengelilingi lapangan sepak bola yang berukuran standar 400 meter. Untuk calon peserta pria setidaknya dapat mencapai 6 kali (2400 meter) selama 12 menit tersebut. Untuk calon wanita setidaknya mencapai 5 kali (2000 meter). Lakukan latihan lari ini secara rutin agar kemampuan dapat meningkat dari waktu ke waktu.
2. Pull Up (pria) dan Chinning (wanita)
a. pull up (pria) adalah gerakan dengan cara seperti bergantung pada tiang horizontal seperti gambar kemudian menarik badan keatas sampai dagu melewati tiang itu dan kembali turun sampai tangan lurus. Setidaknya lakukan latihan ini sebanyak 10 kali, dengan gerakan yang sempurna. Lebih baik sedikit demi sedikit tetapi sempurna dari pada banyak tapi gerakannya tidak sempurna.
b. chinning (wanita) adalah gerakan dengan cara berdiri di depan tiang mendatar, dengan kaki tetap menginjak tanah, kemudian tarik badan ke depan dan kembali ke belakang, setidaknya lakukan sebanyak 40 kali dengan gerakan yang sempurna. Lebih baik sedikit demi sedikit tetapi sempurna dari pada banyak tapi gerakannya tidak sempurna.
3. Sit Up
Sit Up adalah gerakan duduk-bangun. Lakukan latihan untuk memperkuat otot perut. Posisi tangan dianyam di belakang kepala. Ketika bangun upayakan sampai mencium lutut. Lakukan gerakan ini minimal 35 kali untuk pria dan 30 kali untuk wanita. Seluruh gerakan dilakukan tidak lebih dari 1 menit.
4. Push Up
Push Up adalah gerakan naik turun dengan bertumpu pada kedua tangan dan kaki. Untuk laki-laki bertumpu pada ujung kaki, dan wanita bertumpu pada lutut. Saat turun badan tidak menyentuh tanah, dan pada saat naik tangan kembali lurus. Lakukan gerakan secara sempurna untuk laki-laki setidaknya 35 kali dan 30 kali untuk wanita. Seluruh gerakan dilakukan tidak lebih dari 1 menit.
5. Shuttle Run
Shuttle run adalah lari membentuk angka 8 . Maksudnya adalah Anda lari dengan kecepatan penuh (sprint) melewati 2 patok besi yang berjarak kurang lebih 10 meter dengan titik awal sebelah kanan patok belakang. Setelah ada aba2 start/peluit, Anda lari dari titik awal itu menuju sebelah kiri patok depan kemudian memutari patok itu sampai agan berada di sebelah kanan patok depan, setelah itu agan lari kembali ke patok belakang sebelah kiri, memutari patok itu sampai agan berada di sebelah kanan patok belakang kembali. lari membentuk angka 8 itu dilakukan sebanyak 3 kali putaran dan dicatat waktu tercepatnya dan ingat, harus dilakukan dengan kecepatan penuh agar nilainya bagus.Tes ini untuk mengukur akselerasi dan kelincahan tiap peserta. Upayakan waktu yang diperlukan tidak lebih dari 20 detik.
6. Renang
Lakukan latihan renang dengan gaya bebas (gaya apa saja yang dikuasai). Berlatihlah berenang setidaknya mencapai jarak 25 meter.
Berlatihlah dengan rutin dan sungguh-sungguh untuk mencapai hasil yang maksimal. Semua item diatas akan lebih baik bila Anda dapat melebihi batas jumlah yang saya sebutkan. Selamat berlatih dan semoga sukses bersama Anda !!!

 

MATERI SURVIVAL

22 December 2015 12:38:15 Dibaca : 264

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Aktivitas Alam Terbuka ( Outdoor Activity ) seperti kegiatan Gunung Hutan atau mendaki gunung dan penjelajahan hutan, adalah suatu kegiatan petualangan yang penuh tantangan dan beresiko tinggi. Kegiatan ini membutuhkan keterampilan, kecerdasan, kekuatan serta daya juang yang tinggi, dan untuk menghadapi kegiatan petualangan yang mempunyai resiko tinggi, seseorang harus betul-betul mempersiapkan dirinya seoptimal mungkin. Bahaya dan tantangan yang seakan hendak mengungguli merupakan daya tarik dari kegiatan petualangan ini. Pada hakekatnya bahaya dan tantangan tersebut adalah untuk menguji kemampuan diri dan untuk dapat menyatu dengan alam. Didalam kegiatan petualangan Gunung Hutan ada dua factor bahaya yang mengancam keselamatan jiwa, yaitu; bahaya yang datang dari diri sendiri atau (Objetive Danger) dan bahaya yang tidak dapat diramalkan yang datang dari alam itu sendiri (Subjective Danger).
Di Indonesia sebagian besar daratannya merupakan hamparan dari gunung-gunung dan hutan ( walaupun telah banyak terjadi kerusakan ). Ketika kita mulai berfikir untuk melakukan kegiatan petualangan, penjelajahan hutan dan pendakian gunung serta mungkin kegiatan petualangan lainnya, yang perlu dipersiapkan dari diri kita adalah kesiapan fisik, mental dan pengetahuan/skill.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat di simpulkan bahwa yang menjadi inti permasalahan adalah “Bagaimana cara mengaplikasikan ilmu tentang gunung hutan?

1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah maka yang menjadi dari tujuan penulisan adalah Memahami segala ilmu tentang gunung hutan khususnya “cara bertahan hidup(survive) di hutan apabila terjadi musibah atau kondisi yang mengancam keselamatan” sebelum melakukan petualang.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Gunung Hutan
Pendakian gunung sebenarnya telah dilakukan oleh para nenek moyang kita yang dimulai dari jaman nabi yaitu Nabi Adam AS yang menjelajahi bukit tursina untuk mencari cintanya Siti Hawa.
Siti Hajar yang telah lintas dari bukit marwah ke bukit Safa ditemani dengan sherpa Jibril untuk mencari air bagi ismail yang lagi kehausan. Dan pendakian demi pendakian hingga saat ini masih terus berlangsung.
Di Indonesia sebagian besar daratannya merupakan hamparan dari gunung-gunung dan hutan (walaupun telah banyak terjadi kerusakan). Ketika kita mulai berfikir untuk melakukan kegiatan petualangan, penjelajahan hutan dan pendakian gunung serta mungkin kegiatan petualangan lainnya, yang perlu dipersiapkan dari diri kita adalah kesiapan fisik, mental dan pengetahuan / skill.
• Kemampuan fisik, kegiatan petualangan pendakian gunung dan penjelajahan hutan ini merupakan aktivitas fisik, maka sepatutnya kesiapan fisik harus benar-benar dipersiapkan dengan baik, karena berhasil dan tidaknya suatu kegiatan pendakian maupun penjelajahan hutan bergantung pada kekuatan fisik.
• Kesiapan mental, Menjadi penting karena secara sadar akan menghadapi hal-hal yang mungkin tidak kita perhitungkan sebelumnya, hal tersebut akan berpengaruh pada sikap mental kita dalam menghadapi dan menyelesaikannya.
Kesiapan penguasaan pengetahuan dan keterampilan (skill), merupakan kesiapan yang memerlukan waktu untuk menguasainya. Bagi para pelaku kegiatan di alam terbuka, pengetahuan teknik hidup di alam terbuka dan penguasaan keterampilan atau skill sangat mutlak di butuhkan. Hanya dengan penguasaan pengetahuan dan keterampilan inilah kita dapat menentukan berhasil atau tidaknya suatu kegiatan dan juga menentukan suatu tujuan perjalanan. Dengan berpatokan pada kesiapan fisik, mental dan penguasaan keterampilan, sedikitnya kita akan bisa memperkecil resiko kecelakaan.
Gunung hutan Mountaineering berasal dari kata “mountain” yang berarti gunung. Sedangkan mountaineering adalah kegiatan mendaki gunung yang terdiri dari tiga tahap kegiatan, yaitu :
- Hill Walking: Merupakan perjalan pendakian bukit-bukit yang landai tidak mempergunakan peralatan dan teknis khusus pendakian.
- Scrambling: Merupakan pendakian pada tebing batu yang tidak terlalu terjal. Tangan hanya digunakan sebagai keseimbanan.
-Climbing: Merupakan pendakian yang membutuhkan penguasaan teknik pendakian, bentuk pendakian.
-Rock Climbing: yaitu pendakian pada tebing batu Snow Ice Climbing, yaitu pendakian pada es dan batu.
Di sini kita diajarkan materi-materi tentang kegununghutanan, meliputi ; Navigasi, Survival, SAR dan PPGD dan etika sebagai seorang mapala. kita harus mempunyai prinsip dasar yaitu : Take nothing but picture, Leave nothing but footprint, Kill nothing but time Dan materi-materi ini harus di kuasai oleh sesorang yang ingin menjadi anggota Aldakawanaseta. Yang tentunya ada syarat utama yaitu Pendidikan Dasar. Tak hanya itu Gunung hutan juga menjadi Prasyarat kita menjadi anggota penuh. Yaitu kita harus melakoni Pengembaraan 3 Divisi salah satunya Gunung Hutan.

2.2 Survival
Banyak versi tentang pengertian survival. Survival berasal dari bahasa inggris survive atau to survive yang artinya bertahan hidup. Yang dimaksud disini adalah kemampuan untuk dapat bertahan hidup dari keadaan yang kurang menguntungkan sampai terjalin komunikasi dengan pihak luar. Survival dapat juga diartikan sebagai upaya untuk mempertahankan hidup dan keluar dari keadaan yang sulit atau kritis. Dalam arti yang sempit, survival digunakan dalam kaitan dengan keadaan-keadaan darurat yang terjadi karena terisolasinya seseorang atau sekelompok orang (disebut sebagai SURVIVOR) akibat suatu musibah atau kecelakaan. Keadaan tersebut antara lain tersesat di hutan, terdampar di pulau atau pesawat yang terjatuh disuatu tempat asing. Banyak orang menganggap, membawa benda-benda untuk alat bertahan hidup di alam bebas (Survival Kit) sewaktu bepergian, rasanya ribet atau bikin repot. Tapi bagi kita yang mempunyai hobi di alam bebas sebagai penggiat pecinta alam, harus dapat mengantisipasi suatu keadaan darurat sampai hal yang kecil sekalipun sangat diperlukan. Telah banyak kejadian yang membuktikan pada peristiwa kecelakaan di laut dan udara,korban yang kebetulan selamat kebanyakan tidak siap bertahan hidup. Padahal upaya penyelamatan oleh tim SAR atau polisi belum tentu datang segera. Tak ada pilihan, korban harus bertahan hidup di alam yang sama sekali asing. Jika tanpa persiapan, ditambah kelelahan mental dan fisik, nyawa bisa jadi taruhannya.Hal ini secara tidak langsung dan juga tidak dapat kita duga dapat terjadi pada siapa saja dan di mana saja. Bagaiman jika mimpi buruk tersebut terjadi pada kita ? Apa yang dapat kita lakukan dan kita perbuat jika kita berada dalam keadaan tersebut.
Persiapan menghadapi situasi buruk sebenarnya sederhana. Sebelum perjalanan, paling tidak semua perlengkapan penyelamatan diri yang standar bisa disiapkan. Misalnya, jika akan berperahu melintasi sungai atau laut, siapkan pelampung yang memadai. ” jangan menyepelekan alat-alat standar! Karena inilah gantungan hidup kita kalau terjadi sesuatu”. Dalam melakukan perjalanan kita harus mempersiapkan bekal pribadi, terutama peralatan bertahan hidup (Survival Kit), juga harus memadai. Barang-barang kecil yang amat vital harus tersedia seperti lampu senter, korek api, pisau lipat kecil, peralatan jahit, pluit, tisu basah, perlengkapan P3K, obat-obatan, dan lain sebagainya. Meski perjalanan dirasa tidak terlalu jauh, biasakan juga selalu membawa makanan dan minuman cadangan. Setelah semuanya siap, tempatkan peralatan dan perlengkapan tadi kedalam sebuah wadah atau tas yang memenuhi syarat, seperti cukup ringan, kuat dan tahan air. Buat perbedaan antara wadah tadi dengan tas atau barang-barang lain, agar mudah dikenali. Tempatkan juga di runag yang mudah terjangkau, jangan sampai kita bingung harus memprioritaskan barang mana yang harus diselamatkan saat kecelakaan.

2.2.1 Langkah-langkah Survival
Seseorang yang tidak di ketahui namanya telah menyusun kalimat-kalimat dalam bahasa inggris yang merangkai kata SURVIVAL. Kalimat-kalimat ini menggambarkan prinsip-prinsip ataupun langkah-langkah yang harus di lakukan oleh seorang survivor, yaitu:
1. S : (Size Up the Situation), pandailah dalam menilai situasi, setiap kondisi lingkungan dan perubahan-perubahannya harus betul-betul diperhatikan agar selamat.
2. U : (Undue Haste Make Taste), jangan tergesa-gesa, biar lambat asal selamat.
3. R : (Remember Where You Are), Ingat dimana kamu berada. Baik posisi harfiah yang berarti lokasi dimana berada maupun posisi yang berarti kondisi dan kedudukan diri pada saat itu.
4. V : (Vanquish fear and panic), Kuasai diri dari rasa takut dan panik yang dapat menumpulkan nalar dan pikiran yang jernih.
5. I : (Improvise), Perbaiki diri dari kesulitan. Gunakan segenap kemampuan dan pengetahuan untuk keluar dari kesulitan yang sedang dihadapi.
6. V : (Value living), Hargailah kehidupan. Jangan siasakan hidup dengan mengambil keputusan yang ceroboh.
7. A : (Act like the native), Sesuaikan diri dengan penduduk setempat, sesuaikan dirimu dengan lingkungan disekitarmu.
8. L: (Learn basic skill), Pelajari dasar-dasar pengetahuan dan latihlah kemampuan di alam bebas.
Kemampuannya dan kemudian memutuskan isolasi yang menghambat komunikasi survivor dengan masyarakat umum. Dilihat dari kondisi alam Indonesia maka pengetahuan survival ini harus disesuaikan, juga dengan iklim tropis yang ada di negara kita. Di Indonesia daerah yang akan ditemui adalah : hutan belantara, rawa, sungai, padang ilalang, gunung berapai dan lain sebagainya.Ada beberapa permasalahan yang akan kita hadapi, yaitu masalah / bahaya yang ada di alam (bahaya obyektif), masalah yang menyangkut diri kita sendiri (bahaya subyektif). Ada beberapa aspek yang akan muncul dalam menghadapi survival:
1. Psikologis : panik, takut, cemas, kesepian, bingung, tertekan,bosan, putus asa dll. Pengaruh psikologis yang disebabkan karena perasaan terasing
2. Fisiologis : sakit, lapar, haus, luka, lelah, dll.Pengaruh Fisikologis yang disebabkan karena kelelahan, dan kurang tidur
3. Lingkungan : panas, dingin, kering, hujan, angin, vegetasi, fauna, dll.
Pada proses survival terdapat dua macam pengelompokannya yaitu, survival individu dan survival kelompok.
1. Dalam survival individu atau sendiri, akan mengundang rasa kesepian dan bosan selain rasa takut dan panik. Kesepian dan bosan adalah masalah besar yang harus segera diatasi dan dihindarkan. Untuk mengatasinya selalu bekerjalah untuk hal yang perlu dikerjakan akan bisa menghindari rasa sepi dan bosan.
2. Survival kelompok lebih baik dari pada survival sendiri, tersedianya banyak tenaga untuk melakukan pekerjaan dan adanya teman untuk berkomunikasi yang dapat menghilangkan rasa sepi dan bosan. Namun, setiap orang tidak akan sama dalam menghadapi sesuatu yang dihadapinya. Dalam keadaan ini kecenderungan orang akan bertindak untuk kepentingan dirinya sendiri dengan mengabaikan kepentingan bersama. Untuk menjaga hal tersebut, dan kebersamaan tetap terkontrol maka sebaiknya dipilih seorang pemimpin untuk mengkoordinasikan setiap anggota kelompok. Tugas dari pemimpin dalam survival ini adalah;
1. Menyusun rencana yang melibatkan seluruh anggota dan keselamatan menjadi milik bersama.
2. Lakukan pembagian tugas pekerjaan kepada setiap anggota. Sesuaikan tugas dengan kondisi tiap anggota. Dengan pembagian tugas pekerjaan akan cepat diselesaikan dan membina rasa kebersamaan.
3. Kembangkan rasa kebersamaan dan kepercayaan di dalam kelompok. Sekali lagi, keputusan yang salah dalam menentukan suatu keputusan akan berakibat kematian. Untuk itu kita harus benar-benar pasti dalam setiap mengambil keputusan.

2.2.2 komponen pokok survival
Sikap mental berupa hati yang kuat bertahan hidup, mengutamakan akal sehat, berpikir jernih, optimis dan berikut adalah komponen pokok survival
• kondisi fisik yang fit dan kuat
• tingkat pengetahuan dan keterampilan
• pengalaman dan latihan
• perlengkapan berupa survival kit

2.2.3 kebutuhan dasar Survival
adapun yang menjadi kebutuhan dasar dalam survival adalah sebagai berikut :
a. Air
Dalam keadaan survival maka air merupakan faktor terpenting dan lebih penting dari faktor lainnya. Manusia dapat hidup dengan air saja hingga ± 3 minggu. Tapi manusia hanya bisa bertahan hidup tanpa air 3-5 hari. Air dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
1. Air yang tidak perlu dimurnikan Ciri-cirinya : tidak berwarna, berasa, dan tidak berbau. Contoh air : air minum, dari tanaman rotan, dari tanaman bunga, lumut dan daun-daun yang lebar.
2. Air yang perlu dimurnikan Ciri-cirinya : berbau, berwarna, dan berasa Contoh air : air sungai besar, air di daerah yang berbatu, air di daerah sungai yang kering, air dari batang pohon pisang.
b. Makanan
Saat sumber makanan yang dibawa semakin berkurang, kita dapat memanfaatkan sumber makanan dari alam berupa flora ( tumbuhan ) dan fauna ( hewan ). Bagian tumbuhan yang dapat dimakan adalah buah, batang, daun, dan akar ( umbi ). Hal yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsi tumbuhan:
• hindari tumbuhan berwarna mencolok
• hindari tumbuhan bergetah putih, kecuali yang sudah dikenal aman dimakan
• mencoba mencicipi sedikit atau mengoleskan ke kulit.. biasanya tumbuhan yang berbahaya akan menimbulkan efek gatal, merah dan panas pada tubuh
• -variasikan makanan yang dimakan untuk menghindari akumulasi zat yang mungkin buruk bagi kesehatan
• jangan memakan tumbuhan yang meragukan untuk dimakan. Hampir semua unggas dan ikan dapat dijadikan sumber makanan, begitu juga dengan beberapa serangga, reptil, dan mamalia. Kendala utama untuk mendapatkan hewan - hewan liar tersebut adalah cara menangkapnya. Oleh karena itu perlu membuat perangkap ( trap ) untuk mempermudah menangkap hewan liar tersebut.

c. Shelter / Bivak
Shelter adalah tempat perlindungan sementara yang dapat memberikan kenyamanan dan melindungi dari panas, dingin, hujan dan angin. Shelter dapat menggunakan alam seperti gua, lubang pohon dan celah di batu besar. Selain itu dapat dibuat dari tenda, plastik dan ponco atau menggunakan bahan dari alam seperti daun - daunan atau ranting. hal yang perlu di perhatikan dalam pembuatan shelter / bivak :
• Usahakan dirikan bivak di daerah yang datar
• Perhatikan arah mata angin
• Bagian yang berlubang pada bivak letakan dalam posisi bersilang dengan arah mata angin
• Jangan mendirikan bivak di daerah yang cekungJangan mendirikan bivak di dekat aliran sungai, tapi harus dekat dengan sumber air.
• Jangan dirikan bivak di dekat pohon yang sudah mati walaupun ia masih berdiri tegak
• Bivak jangan sampai bocor
• Jangan telalu merusak alam sekitar
• Terlindung langsung dari angin
• Bukan berada dilintasan binatang buas ada beberapa macam bahan pembuatan bivak. Secara garis besar di bagi menjadi 2 yaitu,
1. bivak alam : pohon (pucuk), daun-daun, gua (lubang)

2. bivak moderen (ponco)

Jenis-jenis bivak yang dapat dibuat :
1. Bivak standart adalah bivak yang dengan tali diikat dan di rentangkan antara dua pohon pada sisisnya kemudian di atasnya ditaruh parasut.
2. Bivak sisi terbuka yaitu dengan cara meronpakkan batang-batang kayu dan daun-daun pada sisinya yang masih terbuka di atasnya. Daun-daun, ranting-ranting kecil di gunakan agar bivak hangat.

d. Api
“Kecil jadi sahabat besar jadi musuh” itulah api. Perapian merupakan hal penting yang harus kita pelajari dalam survival. Fungsi api dalam survival diantaranya sebagai penghangat tubuh, penerangan, menjauhkan hewan berbahaya, memasak, memberi tanda-tanda atau kode dll. Bila mempunyai bahan membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar. Tapi buatlah api yang kecil beberapa buah hal ini lebih baik dan memberi panas yang lebih merata. Teknik membuat api tampa korek api.

Api tidak hanya berfungsi untuk memasak bahan makanan saja, tetapi juga berfungsi untuk menjaga suhu tubuh kita. Selain itu dengan perapian kita dapat terhindar dari berbagai binatang. Binatang buas yang takut terhadap api antara lain : serigala, harimau, dan sebagainya. Bila mempunyai bahan membuat api yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat api terlalu besar. Tapi buatlah api yang kecil beberapa buah hal ini lebih baik dan memberi panas yang lebih merata. Membuat perapian merupakan salah satu teknik hidup di alam bebas yang sangat penting terutama dalam kondisi survival. Selain itu perapian juga memberikan suatu efek psikologi yang besar. Kita akan merasa tenang dan nyaman jika berada di dekatnya. Namun semakin besar perapian, pengawasannya juga harus lebih ketat karena kemungkinan terjadi kebakaran menjadi semakin besar juga. Selain itu kita dituntut untuk sebijaksana mungkin memilih bahan-bahan kayu yang diperlukan. Namun, terlebih dulu kita harus kembali mengingat tiga unsur penting dalam membuat suatu perapian, yaitu panas, bahan bakar dan udara. Setelah ketiga hal ini terpenuhi maka unsur penyusunan bahan bakar perapian menjadi hal yang sangat penting. Selalu persiapkan terlebih dahulu bahan bakar yang cukup. Pisahkanlah bahan ini berdasarkan ukurannya. Pisahkan ranting-ranting kecil dengan ranting yang agak besar dan batang kayu yang besar. Jika kayunya agak lembab ataupun basah, sisiklah terlebih dahulu bagian yang basah atau bisa juga dengan membuat cacahan-cacahan pada batangnya sehingga menyerupai bunga-bunga kayu.
• teknik membuat api, yaitu:
1. Dengan lensa / Kaca pembesarFokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar.
2. Gesekan kayu dengan kayu. Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga terbakar.
3. Busur dan gurdi. Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar.Bahan penyala yang baik adalah kawul terdapat pada dasar kelapa, atau daun aren.
Dalam menyalakan api khususnya didaerah yang lembab, persiapkan tipe bahan sebagai berikut;
1. Tinder (penyala), material kering yang akan menyala dengan panas atau suatu percikan api.
2. Kindling (pemancing), material yang sudah disiapkan dan gampang menyala yang akan ditambahkan setelah bahan tinder menyala.
3. Fuel (bahan bakar), material ini diperlukan saat api sudah menyala besar dan baru dibutuhkan bahan pembakar yang agak besar dan terbakar secara pelahan-lahan.
Untuk daerah yang lembab (hutan hujan tropis) seperti kebanyakan hutan di Indonesia cara efisien dan efiktif adalah menggunakan korek api dan lilin agar tidak cepat mati. Akan tetapi apabila tidak korek api, ada beberapa cara yang dapat dicoba. Tetapi ingat cara ini memerlukan ketekunan dan kesabaran. Oleh karena itu bawalah selalu SURVIVAL KIT dalam setiap perjalanan. Setelah dapat membuat api maka pengetahuan memasak dalam survival juga perlu untuk dipelajari. Memasak dalam survival adalah memberikan perlakuan terhadap bahan yang tersedia di alam untuk dimanfaatkan (dimakan). Tujuan dari memasak diantaranya; mengadakan sterilisasi, membuat bahan makanan agar mudah dicerna, menambah kenikmatan, dan lain-lain.Apabila kita membawa peralatan memasak lengkap tentu tidak akan menjadi masalah. Akan tetapi apabila peralatan kita minim atau bahkan tidak membawa peralatan masak kita bisa menggunakan fasilitas dari alam sebagai sarana. Cara memasak tersebut diantaranya:
1. Memasak dengan menggunakan kaleng bekas, pastikan kaleng yang akan kita gunakan bersih.
2. Dengan menggunakan bambu, ambillah batang bambu yang masih muda / masih hidup. Potong sesuai ukuran yang diperlukan. Masukkan beras atau bahan makanan dalam lubang bambu kalau perlu tambah air. Masukkan bambu tersebut ke dalam bara api.
3. Memasak dengan menggali lubang di tanah, buatlah lubang di tanah secukupnya lalu daun tersebut dialasi dengan daun yang lebar yang bisa menahan air. Masukkan beras yang telah di cuci dan direndam beberapa saat ke lubang tersebut. Tutup dengan daun yang telah kita sediakan, selanjutnya tutup kembali dengan tanah. Buat api unggun diatasnya yang tidak terlalu besar tetapi menyala dengan konstan. Tunggu beberapa saat, lalu kita buka lubang tadi dan selanjutnya nasi siap untuk dimakan.
4. Memasak dengan menggunakan kelapa muda, ambil buah kelapa yang masih muda. Lalu kupas ujung bagian atasnya yang berfungsi sebagai lubang. Masukkan beras yang kita cuci kedalam buah kelapa tadi. Masukkan buah kelapa yang telah diisi beras tersebut kedalam bara api, tunggu dan beberapa saat sampai nasi matang. Banyak fasilitas dari alam yang dapat kita gunakan sebagai sarana memasak. Hal ini tergantung pada kreatifitas dari survivor
“Membakar hutan lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan menanam pohon”.

e. Jebakan ( Trap )
Salah satu keterampilan yang mendukung dalam melakukan kegiatan survival adalah keahlian membuat trap. Trap ini digunakan survivor untuk menangkap binatang untuk diambil dagingnya untuk dimakan. Membuat trap kadangkala memerlukan bahan lainya, seperti : karet, kawat, tali, dan sebagainya. Maka dari itu barang-barang tersebut tersedia di dalam survival kit. Dalam pembuatan trap, hendaknya diketahui hewan apa saja yang biasa lewat atau tinggal di daerah itu. Dengan mengetahui hewan apa yang akan ditangkap, kita dapat menyesuaikan jenis trap apa yang akan dibuat. Perlu diingat bahwa trap akan sia-sia jika binatang yang telah terperangkap dapat meloloskan diri. Maka dari itu pembuatan trap biasanya dalam bentuk yang sederhana tetapi mempunyai kekuatan yang baik. Untuk mempermudah mendapatkan satwa ini maka kita memerlukan peralatan atau membuat peralatan sebagai berikut ;
• Tali,
adakalanya dalam keadaan survival diperlukan tali untuk mengikat sesuatu atau sebagai alat bantu dalam pejalanan, sedangkan tali buatan tidak tersedia dalam perlengkapan yang dibawa, untuk itu tali dapat dibuat dari sobekan kain, rotan, akar, bambu atau pilinan/anyaman serat tumbuhan.

• Pisau,
dapat dibuat dengan menggunakan kulit luar bambu ( sembilu ), pecahan kaca, tulang binatang atau batuan yang diruncingkan.

• Memancing,
untuk tali dapat dibuat dari benang kain / pakaian atau serat tumbuhan, sedangkan mata kail dibuat dari peniti, kawat, duri, kayu atau tulang.

• Racun
. Selain dengan peralatan mancing, mencari ikan dapat dilakukan dengan menuba, di daerah pedalaman dilakukan dengan menggunakan akar tuba sedangkan untuk daerah pantai dapat dilakukan dengan menggunakan buah Baringtonia yang ditumbuk dan ditebarkan ke perairan yang banyak mengandung ikan.•
Senjata, dalam keadaan survival terkadang kita memerlukan senjata untuk mempertahankan diri atau berburu binatang guna keperluan makan, ada beberapa cara diantaranya dengan memakai tongkat kayu, bambu runcing, tombak, boomerang, kapak atau panah yang kesemuanya dapat dibuat sendiri dari bahan yang tersedia.
namun ada hal yang harus diperhatikan dalam membuat jebakan dan berikut adalah aturan-aturan dalam membuat jebakan/perankap:
1. hindari terlalu mencemari lingkungan, jangan pernah meninggalkan tanda-tanda pernah berada di sana.
2. hilangkan segala bau-bauan, peganglah perangkap sesdikit mungkin, jika bisa gunakan sarung tangan. Hilangkan bau manusia pada perangkap dengan cara mengasapi bahan-bahan perangkap dengan asap api.
3. kamuflase, samarkan bekas potongan yang baru pada kayu yang digunakan sebagai perangkap dengan lumpur. Tutupi tali atau kawat perangkap yang di tanah agar terlihat lebih alami.
4. buatlah dengan kuat, binatang yang terperangkap akan berjuang untuk hidupnya. Setiap bagian yang lemah dari perangkap akan segera rusak.
Trap sangat banyak jenis dan macamnya, karena dalam pembuatan trap tergantung kepada kreasi survivor.

2.2.4 Survival Kit
Survival Kit adalah satu set peralatan atau suatu kotak/tas peralatan survival yang umumnya dapat digunakan untuk semua jenis daerah seperti gunung, hutan, padang pasir dan pantai serta laut. Perlengkapan yang harus ada dan di siapkan dalam Survival Kit adalah :
• Korek Api
• Lilin
• Batu api
• Kaca pembesar
• Jarum dan benang
• Kail dan senar
• Kompas
• Senter kecil
• Kawat jerat
• Kawat gergaji
• Pisau set
• Tali.
• Obat – obatananti biotik

Peralatan Survival Kit Obat-obatan yang harus di persiapkan dalam survival kit diantaranya yaitu:
• Analgetik ; Ponstan, Antalgin, Metancuron, Naspro, Aspirin dll.
• Anti Mencret ; motilex, Lodya, Entrostop, dll.
• Anti Gatal ; CTM, benadryl tab/inj, Insidal, dll.
• Anti Malaria
• Anti Biotik ; Ampicilin Dll.
• Plester ; Plester Kupu-kupu, handiplas, dll. Gambar Obat-ObatanII.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kegiatan mendaki merupakan kegiatan yang tergolong extrem karena membutuhkan daya terampil tinggi serta kesiapan fisik yang memadai. Dan setelah semua kita sudah rasa cukup, maka kita dapat menyiapkan perlengkapan dan perbekalan yang sesuai dan selengkap mungkin dan juga buatkan daftar barang yang harus dibawa lakukan pengecekan sebelum dan sesudah perjalanan. selain itu peralatan dan perlengkapan yang layak dan lengkap adalah pendukung keberhasilan dan sekaligus sebagai tolok ukur seorang Mountaineer yang profesional. Tak kalah pentingnya keberhasilan suatu kegiatan di alam terbuka juga ditentukan oleh ilmu pengetahuan/skill. Pada dasarnya banyak ilmu pengetahuan tentang gunung hutan yang menjadi pokok utama diantara : manajemen perjalanan, survival, konservasi, climbing, serta navigasi darat.

3.2 Saran
Saran penulis semoga karya tulis sederhana ini bisa menjadi pegangan ketika kita berpetualangan di alam bebas karena segala sesuatunya itu bergantung pada kesiapan serta kemampuan baik itu fisik dan mental maupun ilmu pengetahuan/skill yang dimiliki.

DAFTAR PUSTAKA
https://www.google.co.id/search?q=survival+kit&es_sm=93&biw=1366&bih=633&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAYQ_AUoAWoVChMI3oD8x-bVyAIVVwqOCh3Hywjt
https://www.google.co.id/search?q=survival+kit&es_sm=93&biw=1366&bih=633&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAYQ_AUoAWoVChMI3oD8x-bVyAIVVwqOCh3Hywjt#tbm=isch&q=bivak+survival
https://www.google.co.id/search?q=survival+kit&es_sm=93&biw=1366&bih=633&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAYQ_AUoAWoVChMI3oD8x-bVyAIVVwqOCh3Hywjt#tbm=isch&q=survival+perapian
http://smasapalablitar.blogspot.co.id/2010/08/tanaman-survival-makanan.html
http://mahasiswa-pecinta.blogspot.co.id/2011/12/gunung-hutan.html
http://vetpagama.fkh.ugm.ac.id/96-2
https://www.google.co.id/search?q=gunung+hutan&es_sm=93&biw=1366&bih=633&source=lnms&sa=X&ved=0CAUQ_AUoAGoVChMIgqCInuzVyAIV0MSOCh3e9g7A&dpr=1#q=gunung+hutan+adalah
https://id.wikipedia.org/wiki/Konservasi
https://www.google.co.id/search?q=gunung+hutan&es_sm=93&biw=1366&bih=633&source=lnms&sa=X&ved=0CAUQ_AUoAGoVChMIgqCInuzVyAIV0MSOCh3e9g7A&dpr=1#q=gambar+tanaman