Siklus Kehidupan dunia

02 February 2013 17:53:08 Dibaca : 6

Kehidupan dunia adalah siklus permasalahan. Perputaran dari suatu persoalan kepada persoalan berikutnya. Namun, berbeda orang berbeda pula mereka menghadapi persoalan hidup. Meskipun persoalan hidup yang mereka adalah sama.

Ada orang yang menyikapi persoalan dengan diri yang tenang dan pikiran yang jernih. Namun, ada juga orang yang menyikapi persoalan dengan diri yang panik dan piiran yang kalu. Tentu saja cara penyikapannya berbeda akan melahirkan dampak yang berbeda pula.

Sejatinya, persoalan hadir i dalam sarana untuk pelatihan dir manusia menjadi insa yang tangguh dan berkualitas. Sayangnya, tidak setiap orang mengetahui bagaimankah cara yang baik dalam menyikapi persoalan.

Sahabatku, dunia dan seisinya diciptakan sebagai karunia bagi seluruh mahluk, khusunya manusia. Untuk itulah kemudian manusia berperan sebagai khalifah atau pengelola. Namun, rupanya banyak sekali manusia yang menjadi tersiksa oleh dunia. Seoalah-olah kehidupan ini menjadi beban berat yang tiada hentinya. Seolah-olah segala yang terjadi adalah permasalahan yang tiada unjungnya.

Ada sebuah cerita ringan yang menggabarkan tentang bagaimana manusia menghadapi permasalahan hidup. Cerita tentang kakak-beradik penjual tape. Suatu ketika sehabis sholat shubuh, mereka berdua berangkat untuk berjualan tape. Ketika melintasi pematang sawah, sang kakak terpeleset dan terjatuh. Kayu pikulan keranjang tapenya patah sehingga tape yang akan dijualnya itu tumpah berserakan diatas sawah yang basah.

Sang kakak menggerutu atas peristiwa tersebut karema belum sempat berjualan , tape yang diharapkan bisa mendatangkan keuntunan itu sudah berhamburan tak karuan. Ia pun memutuskan untuk kembali pulang. Sedangkan sang adik melanjutkan perjalanannya.

Tak lama kemudian, sang kakak memperoleh kabar bahwasannya kendaraan satu-satunya yang biasa dipakai untuk modal transportasi para penjual tape dari kampung tersebut kepasar, mengalami kecelakaan. Seluruh penumpangnya mengalami cedera.

Mendengar kabar itu, betapa terkejutn ya sang kakak. Ia merasa begitu beruntungnya tidak turut serta di dalam kendaraan tersebut karena batal berangkat gara-gara ia terjatuh dan patah kayu pikulnya disawah tadi. Demikianlah, beberapa saat sebelumnya, ia menganggap bahwa terjatuhnya ia dan patahnya pikulan itu sebagai kesialan, beberapa saat kemudian, ia menganggap kejadian tersebut sebagai keberuntungan.

Cerita diatas menunjukan bahwa yang menjadi masalah bukanlah kejadian ia terjatuh dan patahnya kayuh pikulan. Akan tetapi yang jadi masalah adalah cara atau sikapnya ketika menghadapi kejadian terebut.

Salah satu cara yang mujarab agar kita senantiasa siap menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi adalah dengan berprasangka baik kepada Allah Swt jika tidak terbiasa, berprasangka baik kepada Allah Swt itu sulit. Namun, tidak jika kita membiasakan diri dengan cara melatih diri.

Mengapa berprasangka baik kepada Allah Swt sangat penting ? Sebuah hadits Qudsi berbunyi, “Sesungguhnya Allah berfirman, “Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-ku. Aku akan bersamanaya jiak ia berdoa kepada-ku” (HR. Turmudzi)

Didalam hadits yang lain Rasulullah Saw bersabda, “Allah Swt berfirman, “Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka aku kan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepadanya satu hasta, ika ian mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendataginya dengan berlari.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Seseorang yang senantiasa membiasakan diri berprasangka baik terhadap Allah Swt, akn melalui hari-harinya dengan mantap dan penuh optimisme. Semangat akan senantiasa hadir dalam setiap derap langkah dan pekerjaan yang dilakukan. Karena, ia selalu didalam keadaan siap pada apapun yang akan Allah Swt berikan kepadanya.

Pernah mendengar teori tukang parkir ? ini adalah gambaran sederhana bagaimana seseorang yang memiliki kesiapan diri dalam menghadapi kenyataan yang akan terjadi. Seorang tukang parkir senantiasa siap dengan datangnya kenderaan yang kan diparkir ditempatnya.

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong