"KONSEP DASAR MANAJEMEN"

04 March 2013 13:04:56 Dibaca : 89

A.

Organisasi dapat di devinisikan sebagai sekelompok orang yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk merealisasikan tujuan bersama. Berdasarkan devinisi tadi jelaslah bahwa dalam suatu organisasi minimum mengandung tiga elemen yang saling berhubungan. Ketiga elemen organisasi tersebut adalah

Sekelompok orangInteraksi dan kerja samaTujuan bersama

Salah satu ciri utama dari suatu organisasi adalah adanya sekelompok orang yang menggabungkan diri dengan suatu ikatan norma,peraturan,ketentuan, dan kebijakan yang telah dirumuskan dan masing-masing pihak siap untuk menjalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ciri yang kedua adlah bahwa dalam suatu organisasi yang terdiri atas sekelompok orang tersebut saling mengadakan hubungan timbal balik, saling memberi dan menerima, dan juga saling bekerja sama untuk melahirkan dan merealisasikan maksud (purpose), sasaran (objective), dan tujuan (goal).

Ciri yang ketiga adalah bahwa dalam suatu organisasi yang terdiri atas sekelompok orang yang saling berinteraksi dan bekerja sama tersebut diarahkan pada suatu titik tertentu, yaitu tujuan bersama dan ingin di realisasikan.tujuan bersama yang hendak direalisasikan tersebut dapat merupakan tujuan jangka panjang maupun tujuan jangka pendek. Mungkin juga tujuan yang pencapainnya secara rutin maupun tujuan yang pencapainnya secara berkala saja.

Organisasi dalam arti statis adalah suatu bagan atau struktur yang berwujud dan bergerak demi tercapainya tujuan bersama, dalam istilah lain sering di sebut sebagai struktur atau tataragam organisasi. Jadi, struktur organisasi adalah suatu manifestasi perwujudan organisasi yang menunjukan hubungan antara fungsi otoritas dan tanggung jawab atas setiap aktivitas. Sturktur organisasi dapat dipandang sebagai desain yang terpadu dan utuh yang menunjukan hubungan fungsi dari masing-masing orang yang terikat didalamnya. Jadi, organisasi dalam arti dinamis lebih cenderung disebut organisasi sebagai suatu wadah.

Gareth Morgan (1986) dan Stephen P. Robin (1990:12-13) mengemukakan bahwa organisasi seringkali dikonsepkan dengan cra yang berbeda. Cara tersebut antara lain sebagai berikut.

Kesatuan rasional dalam mengejar tujuanKoalisi dari para pendukung (constituency) yang kuatSistem terbukaSistem yang memproduksi artiSistem yang digabungkan secara longgarSistem politikAlat dominaasiUnit pemprosesan informasiPenjara psikisKontrak sosial

ILMU PENGETAHUAN ZAMAN PURBA

01 March 2013 14:37:27 Dibaca : 98

Secara garis besar, Amsal Bakhtiar membagi periodeisasi sejarah perkembangan ilmu pengetahuan menjadi empat periode: pada zaman Yunani kuno, pada zaman Islam, pada zaman renaisans dan modern, dan pada zaman kontemporer. Periodeisasi ini mengandung tiga kemungkinan. Pertama, menafikan adanya pengetahuan yang tersistem sebelum zaman Yunani kuno. Kedua, tidak adanya data historis tentang adanya ilmu sebelum zaman Yunani kuno yang sampai pada kita. Ketiga, Bakhtiar sengaja tidak mengungkapnya dalam bukunya. Jika kemungkinan pertama yang terjadi, maka informasi dari teks-teks agama tentang nama-nama yang Adam ketahui, misalnya, tidak termasuk ilmu tetapi hanya pengetahuan belaka. Jika kemungkinan kedua yang benar, maka bukan berarti pengetahuan yang tersistem hanya ditemukan dan dimulai pada zaman Yunani kuno, tetapi ia sudah ada sebelumnya hanya saja informasinya tidak sampai pada kita. Jika kemungkinan ketiga yang berlaku, maka penulis perlu mengungkapnya meski hanya sekilas karena keterbatasan referensi yang ada pada penulis.

Menurut George J. Mouly, permulaan ilmu dapat disusur sampai pada permulaan manusia. Tak diragukan lagi bahwa manusia purba telah menemukan beberapa hubungan yang bersifat empiris yang memungkinkan mereka untuk mengerti keadaan dunia. Masa manusia purba dikenal juga dengan masa pra-sejarah. Menurut Soetriono dan SDRm Rita Hanafie, masa sejarah dimulai kurang lebih 15.000 sampai 600 tahun Sebelum Masehi. Pada masa ini pengetahuan manusia berkembang lebih maju. Mereka telah mengenal membaca, menulis, dan berhitung. Kebudayaan mereka pun mulai berkembang di berbagai tempat tertentu, yaitu Mesir di Afrika, Sumeria, Babilonia, Niniveh, dan Tiongkok di Asia, Maya dan Inca di Amerika Tengah. Mereka sudah bisa menghitung dan mengenal angka. Meski agak berbeda dengan pendapat tersebut, Muhammad Husain Haekal (1888-1956) berpendapat lebih spesifik bahwa sumber peradaban sejak lebih dari enam ribu tahun yang lalu (berarti sekitar 4000 SM) adalah Mesir. Zaman sebelum itu dimasukkan orang ke dalam kategori pra-sejarah. Oleh karena itu, sukar sekali akan sampai kepada suatu penemuan yang ilmiah.

Terlepas dari perbedaan pendapat mengenai permulaan zaman pra-sejarah dan zaman sejarah, dapat ditarik kesimpulan bahwa ilmu lahir seiring dengan adanya manusia di muka bumi hanya saja penamaan ilmu-ilmu itu biasanya muncul belakangan. Penekanan terhadap kegunaan dan aplikasi cenderung lebih diutamakan daripada penamaannya. Teori ini berlaku secara umum terhadap beberapa – untuk tidak dikatakan semua– disiplin ilmu dari generasi ke generasi. Berbekal otak, pengalaman, dan pengamatan terhadap gejala-gejala alam, manusia purba sudah barang tentu memiliki seperangkat pengetahuan yang dapat membantu mereka mengarungi kehidupan. Seperangkat pengetahuan tersebut semakin lama akan semakin tersusun rapi karena inilah karakteristik dasar ilmu. Jika kita menafikan adanya ilmu tertentu yang mereka miliki, maka kita akan sulit menjawab pertanyaan: mungkinkah mereka bisa bertahan hidup bertahun-tahun tanpa bekal apapun?
Selanjutnya Mouly menyebutkan bukti-bukti secara berurutan terhadap pernyataannya sebagai berikut: Usaha mula-mula di bidang keilmuan yang tercatat dalam lembaran sejarah dilakukan oleh bangsa Mesir, di mana banjir sungai Nil yang terjadi tiap tahun ikut menyebabkan berkembangnya sistem almanak, geometri, dan kegiatan survei. Keberhasilan ini kemudian diikuti oleh bangsa Babilonia dan Hindu yang memberikan sumbangan-sumbangan yang berharga meskipun tidak seinsentif kegiatan bangsa Mesir. Setelah itu muncul bangsa Yunani yang menitikberatkan pada pengorganisasian ilmu di mana mereka bukan saja menyumbang perkembangan ilmu dengan astronomi, kedokteran, dan sistem klasifikasi Aristoteles, namun juga silogisme yang menjadi dasar bagi penjabaran secara deduktif pengalaman-pengalaman manusia.

sumber:http://yulirohmawati.student.umm.ac.id/2012/08/02/ilmu-pengetahuan-zaman-purba/

 

manusia dalam menjalankan kehidupannya pasti membutuhkan pekerjaan demi memenuhi kebutuhan hidup, adapun langkah yg bisa di tempuh yaitu dengan berwirausaha.

untuk menjadi seorang wirausaha kita harus berfikaran atau menanamkan dalam diri kita yaitu:

YANG MEMBATASI DIRI KITA "yaitu dengan berkata itu bukan bidang saya" kata-kata yang demikianlah yang membatasi kita untuk menjadi seorang wirausaha.

dari devinisi di atas maka untuk menjadi seorang wirausaha harus memperhatikan,

1. jangan membatasi diri

2. harus memunculkan daya kreatifitas diri sendiri

patut di ketahui orang-orang yang sukses adalah orang yang keluar dari kemapanan dan orang yang mampu menunda kesenangannya.

"SENI"

27 February 2013 15:02:57 Dibaca : 77

Seni merupakan segala sesuatu yang di dalamnya ada ungkapan expresi atau ide yang di salurkan melalui suatu media dan di publijasikan kepada lkhalayak ramai dengan tujuan mempersatukan, menghibur dan lain sebagainya.

Adapun yang termasuk dalam senia yaitu:

Seni tariSeni MusikSeni dramaSeni kriaSeni teaterSeni lukisSeni kriaSeni puisi

Dan masih banyak lagi seni yang tidak bisa terdevinisikan satu persatu.

Seni tari adalah ungkapan gagasan perasaan yang bermanfaat dan bermakna yang di salurkan melalui media gerakan.

Seni musik adalah ungkapan perasaan dan gagasan yang di salurkan melalui media alat musik atau suara.

Seni drama adalah ungkapan perasaan dan gagasan yang bermakna yang di salurkan melalui dialog.

Tujuan seni adalah untuk mempertunjukan atau segala sesuatu karya cipta manusia.

Manfaat seni yaitu:

Untuk menyembuhkan orang sakitUntuk menghilangkan stresUntuk menghibur orang banyakSebagai media ritual

PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI

23 February 2013 12:10:24 Dibaca : 414

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang masalah

Manusia adalah salah satu dimensi penting dalam organisasi.Kinerja organisasi sangat tergantung pada kinerja individu yang ada di dalamnya.Seluruh pekerjaan dalam perusahaan itu, para karyawanlah yang menentukan keberhasilannya.Sehingga berbagai upaya meningkatkan produktivitas perusahaan harus dimulai dari perbaikan produktivitas karyawan.Oleh karena itu, pemahaman tentang perilaku organisasi menjadi sangat penting dalam rangka meningkatkan kinerjanya.

Karyawan sebagai individu ketika memasuki perusahaan akan membawa kemampuan, kepercayaan pribadi, pengharapan-pengharapan, kebutuhan dan pengalaman masa lalunya sebagai karakteristik individualnya. Oleh karena itu, maaf-maaf kalau kita mengamati karyawan baru di kantor. Ada yang terlampau aktif, maupun yang terlampau pasif.Hal ini dapat dimengerti karena karyawan baru biasanya masih membawa sifat-sifat karakteristik individualnya.

Selanjutnya karakteristik ini menurut Thoha (1983), akan berinteraksi dengan tatanan organisasi seperti: peraturan dan hirarki, tugas-tugas, wewenang dan tanggung jawab, sistem kompensasi dan sistem pengendalian. Hasil interaksi tersebut akan membentuk perilaku-perilaku tertentu individu dalam organisasi. Oleh karena itu penting bagi manajer untuk mengenalkan aturan-aturan perusahaan kepada karyawan baru.Misalnya dengan memberikan masa orientasi.

1.2 Rumusan masalah

- Bagaimana Individu Dalam Organisasi ?

- Mengetahui Ciri - ciri biografis ?

- Seperti apa Kepribadian itu ?

1.3Tujuan

- 1.3.1 Untuk mengetahui pengertian dari sikap manusia

- 1.3.2 Untuk mengetahui komponen – komponen dari sikap manusia

- 1.3.3 Untuk mengetahui faktor – faktor pembentukan sikap manusia

BAB 11

PEMBAHASAN

2.1. PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI

A. Individu Dalam Organisasi

Masuknya individu dalam organisasi :

Perilaku individu dalam organisasi adalah bentuk interaksi antara karakteristik individu dengan karakteristik organisasi. Setiap individu dalam organisasi, semuanya akan berperilaku berbeda satu sama lain, dan perilakunya adalah ditentukan oleh masing-masing lingkungannya yang memang berbeda. Individu membawa ke dalam tatanan organisasi kemampuan, kepercayaan pribadi, pengharapan kebutuhan dan pengalaman masa lalunya. Karakteristik yang dipunyai individu ini akan dibawanya manakala memasuki lingkungan baru yaitu oraganisasi atau yg lainnya. Organisasi juga merupakan suatu lingkungan yang mempunyai karakteristik seperti keteraturan yang diwujudkan dalam susunan hirarki, pekerjaan, tugas, wewenang, tanggung jawab, sistem penggajian, sistem pengendalian, dan sebagainya.

Perilaku individu juga dapat dipahami dengan mempelajari karakteristik individu.Nimran dalam Sopiah (2008) menjelaskan karakteristik yang melekat pada individu terdiri dari ciri-ciri biografis, kepribadian, persepsi dan sikap.Berikut adalah penjelasan dari masing-masing karakteristik tersebut.

2.2 Ciri - ciri biografis,

Ciri -ciri yang melekat pada individu. Antara lain :

Umur.

Dijelaskan secara empiris bahwa umur berpengaruh terhadap bagaimana perilaku seorang individu, termasuk bagaimana kemampuannya untuk bekerja, merespon stimulus yang dilancarkan oleh individu lainnya.Setidaknya ada tiga alasan yang menjadikan umur penting untuk dikaji.Pertama, adanya persepsi bahwa semakin tua seseorang maka prestasi kerjanya akan semaki merosot karena faktor biologis alamiah. Kedua, adanya realitas bahwa semua pekerja akan menua. Di Amerika Serikat tahun 1995-2005 sektor pekerja usia 50 tahun ke atas ternyata berkembang jauh lebih cepat dari generasi penggantinya. Ketiga, adanya ketentuan peraturan (di amerika serikat) pensiunan yang sifatnya perintah adalah melanggar hukum karena batasan pensiun bukanlah umur, melainkan ketika yang bersangkutan menyatakan tidak mampu lagi bekerja. Jika terlaksana demikian maka banyak pekerja usia 70 tahun belum akan pensiun.

Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa absensi pegawai usia tua ternyata lebih baik, karena persoalan yang dihadapi orang tua yang menyebabkan mangkir relatif lebih sedikit dari orang muda. Namun karena alasan kesehatan akhirnya orang tua lebih banyak absen pada usia lanjut.

Orang tua cenderung semakin menyenangi pekerjaannya, sehingga semakin tua, orang lebih enggan untuk berganti-ganti pekerjaan dibandingkan orang muda ya

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong