FILOSOFI KEMUNAFIKAN

21 September 2022 12:38:03 Dibaca : 7

Dunia memang dipenuhi dengan kemunafikan dan kepura-puraan. Secara tidak sadar kita dipaksa untuk mengikuti norma sosial yang dibuat agar bisa diterima dalam masyarakat sehingga kita terhindar dari kemungkinan terburuk yaitu dibuang, dipinggirkan, dan tidak dipedulikan oleh orang lain. Di dunia yang sesak ini kita tidak bisa menjadi diri sendiri dan berrterus terang terhadap perasaan yang kita miliki. 

Seakan kita memiliki garis yang tak terlihat yang memaksa kita untuk terus tidak melewati garis tersebut. Jika kita terlalu jujur maka kita dianggap kasar, tidak memiliki sopan santun, tidak memiliki perasaan, dan-lain-lain. Jika kita ramah kepada semua orang kita sering menjadi korban keegoisan manusia lainnya. 

Masa SMA/SMK/MA adalah masa di mana kita melakukan banyak kesalahan, berambisi mengapai sesuatu hal yang dinginkan, bersenang-senang dengan teman, bersantai untuk mencari jati diri atau membentuk identitas diri sehingga bisa dikenal dan diterima masyarakat. 

Di masa ini kita cenderung terlalu memikirkan apa yang dipikirkan orang lain. Kita terjebak dalam ekspetasi semua orang dan terkadang saat kita mencoba menjadi dir sendiri kita mengalami penolakan dari orang lain. 

Pahit manisnya kehidupan membuat kita lebih berhati-hati dalam memandang dunia dan orang lain. Bahkan tak jarang kita bersikap skeptis agar terhindar dari orang-orang yang ingin menyakiti kita.

Subuah dunia Tampa ada kemunafikan hanya sebatas ilusi yang tidak akan pernah jadi kenyataan.Kebanyakan dari manusia pasti punya semacam filter yang menyebuyikan sifat asli mereka dan cenderung menunjukkan muka dengan topeng penuh dusta, mereka atau bahkan kita melakukan hal tersebut karena paksaan Norma sosial yang ngeharusin seseorang berbohong didepan orang lain,karena kalau kita tidak menuruti paksaan itu bakal ada konsekuensi yang menipa pelakunya yaitu dibuang dari lingkungan masyarakat,dibenci dan di jauhi akibat dari perbuatan kita buat jadi diri sendiri dan jujur sama orang lain.

Disaat kita benci kita bilang benci disaat kita suka kita bilang suka tapi apa yang kita dapat,Kita malah di anggap orang yang kasar karna berbicara kenyataan dan menyampaikan pendapat kita sendiri.Ingat kejujuran itu kadang menyakitkan di banding kebohongan,tapi disisi lain rasa sakit tersebut bisah menghasilkan sesuatu yang di sebut ketulusan.

 

 

 

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong