Sebuah realita sosial bahwa manusia adalah makhluk yang saling mendukung merupakan kepalsuan

21 September 2022 12:19:44 Dibaca : 10

"Manusia adalah makhluk yang saling mendukung", secara teori itu sangat benar, iya kan? Pertanyaannya, apa yang salah dari kalimat itu? Jawabannya tidak ada yang salah, hanya saja realita sosial kebanyakan menunjukkan bukti yang berkebalikan dari makna asli "Manusia adalah makhluk yang saling mendukung".

Contohnya adalah: ketika kamu di kampus atau sekolah, kamu di beri tugas kelompok yang beranggotakan 7 orang. Sewajarnya yang mengerjakan tugas itu 7 orang kan, karena telah di bentuk satu kelompok yang beranggotakan 7 orang, namun realitanya, yang mengerjakan hanya 3 atau 4 orang. Iya nggak? Jujur saja, iya kan?! Masalahnya adalah ke 4 orang yang mengerjakan soal itu mau saja dimanfaatkan, yang seharusnya tidak demikian, bahwa seharusnya tugas itu di kerjakan dengan bekerja sama antara ke 7 orang dalam satu kelompok.

Secara logika hal semacam itu bukanlah mendukung, melainkan pemberian beban tambahan pada orang lain yang dengan sukarela menerima beban tambahan itu. Bukankah mendukung dapat diartikan saling bekerja pada porsi setara namun kesetaraan ini tidak menghilangkan eksistensi kedudukan/posisi/pangkat. Dalam realita sosial, ini yang hilang. Iya kan?!

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong