Psikologi Remaja Dan Permasalahannya

25 August 2021 01:11:56 Dibaca : 25 Kategori : Education

  Seperti yang kita ketahui Fase remaja adalah fase peralihan dari fase anak-anak menuju masa dewasa. Karakteristik yang bisa dilihat adalah adanya banyak perubahan yang terjadi baik itu perubahan fisik maupun psikis. Perubahan fisik yang dapat dilihat adalah perubahan pada karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang untuk anak perempuan sedangkan anak laki-laki tumbuhnya kumis, jenggot serta perubahan suara yang semakin dalam. Perubahan mentalpun mengalami perkembangan. Pada fase ini pencapaian identitas diri sangat menonjol, pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis. Periode ini disebut fase pubertas (puberty) yaitu suatu periode dimana kematangan kerangka atau fisik tubuh seperti proporsi tubuh, berat dan tinggi badan mengalami perubahan serta kematanagan fungsi seksual yang terjadi secara pesat terutama pada awal masa remaja. Kebutuhan lain dari remaja adalah teman sebaya, dimana teman sebaya adalah sangat penting bagi remaja untuk mengenal dunia diluar keluarga. Namun dalam interaksinya, remaja sering mengalami tekanan untuk mengikuti teman sebaya atau yang disebut konformitas (conformity) yang sangat kuat. Konformitas ada yang positif dan negatif. Konformitas muncul ketika individu meniru sikap, atau tingkah laku orang lain dikarenakan ada tekanan nyata maupun yang tidak nyata. Perilaku remaja yang menyimpang seperti berbuat onar, mencuri dan lain lain perlu mendapat perhatian khusus bagi orangtua, guru dan pemerhati pendidikan. Pertentangan dan pemberontakan adalah bagian alamiah dari kebutuhan para remaja untuk menjadi dewasa yang mandiri dan peka secara emosional. 

  Berhadapan dengn remaja tentunya berbeda dengan nerhadapan dengan anak kecil. Anak-anak kecil haru diasuh dengan cara yang bersifat melindungi dan agak otoriter. Mengapa hal itu dilakukan? karena pengetahuan dan pengalaman mereka tentang dunia jauh lebh sedikit, demikian juga dengn ruang lingkup mereka. karena itu mereka harus dilindungi dan dibantu. Setiap fase usia memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari fase-fase pertumbuhan yang lain. Demikian pula dengan fase remaja, memiliki ciri-ciri yang berbeda dan karakteristik yang berbeda pula dari fase kanak-kanak, dewasa dan tua. Selain itu, setiap fase memiliki kondisi-kondisi dan tuntutan- tuntutan yang khas bagi masing-masing individu. Oleh karena itu, kemampuan individu untuk bersikap dan bertindak dalam menghadapi satu keadaan berbeda dari fase satu ke fase yang lain. Hal ini tampak jelas ketika seseorang mengekspresikan emosinya.

Persahabatan

  Sahabat bagi remaja sangatlah penting karena dengan sahabat remaja dapat bercerita kepadanya dan mengetahui segala rahasia-rahasia yang tidak mungkin diceritakan kepada teman yang lain. Mereka ingin berbagi persoalan, minat, informasi dan rahasia sesama mereka. Mereka juga saling menenggang perasaan dan tidak inigin saling menyakiti. Persahabatan memainkan peran penting dalam membentuk pemikiran dan sikap remaja, dan juga dapat mempengaruhi kesejahteraan moral dan spiritual. Persahabatan dapat membuat lebih berani (atau nekad, tergantung bagaimana melihatnya), atau lebih ramah, atau lebih egois dan agresif daripada sifat remaja biasanya. Dalam persahabatan memiliki enam fungsi: kawan, pendorong, dukungan fisik, dukungan ego, perbandingan sosial, dan keakrapan atau afeksi.260 A. Berkaitan dengan kawan, persahabatan memberi anak-anak seorang teman bermain yang akrab, seseorang yang mau meluangkan waktu bermain bersama mereka.B. Berkaitan denganpendorong, persahabatan memberi anak-anak informasi, kegembiraan, dan hiburan yang menarik. C. Berkaiatan dengan dukungan fisik, persahabatan memberi waktu, sumber-sumber dan bantuan. D. Berkaitan dengan dukungan ego, persahabatan memberi harapan dukungan, dorongan semangat, dan umpan balik yang menolong anak- anak mempertahankan suatu kesan yang tentang diri sendiri sebagai orang yang bekompeten, menarik dan berharga. E. Berkaitan dengan perbandingan sosial, persahabatan memberikan informasi tentang posisi seorang anak berhadapan dengan anak lain dan apakah anak melakukan sesuatu dengan baik.

Permasalaahan dengan Masalah Majemuk

  Setiap tahap usia remaja mempunyai tugas perkembangan yang harus dilalui. apabila seseorang gagal melaksanakan tugas perkembangan pada usia sebenarnya, perkembangan pada tahap berikutnya akan meengalami gangguan, lalu mencetuskan masalah pada diri remaja. Pada usia ini remaja mencoba mencari penyesuaian diri dengan kelompoksebayanga. Dia mulai memerhati pendapat orang lain, selain menginginkan kebebasan dan keyakinan diri. Secara psikologi, kenakalan remaja wujud daripada konflik yang tidak diselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak, sehingga fase remaja gagal dalam menjalani proses perkembangan jiwanya. Bisa juga terjadi masa kanak- kanak dan remaja berlangsung begitu singkat berbanding perkembangan fisikal, psikologi dan emosi yang begitu cepat.

  Pengalaman pada masa anak-anak ataü pada masa lampaunya yang menimbulkan traumatik seperti dikasari atau yang lainnya dapat menimbulkan gangguan pada fase pertumbuhannya. Begitu juga, mereka ada tekanan dengan lingkungan atau status sosial ekonomi lemah yang dapat menimbulkan perasaan minder. Hal itu dikarenakan remaja belum stabil dalam mengelola emosinya. Dalam masa peralihan remaja dihadapkan pada masalah-masalah penguasaan diri atau kontrol diri. Pertentangan dan pemberontakan adalah bagian alamiah dari kebutuhan para remaja untuk menjadi dewasa yang mandiri dan peka secara emosional.261 Remaja suka memberontak dan idealis kadang-kadang ketegangan-ketegangan sering terjadi dengan menantang orangtua, guru dan orang-orang yang ada di sekitar mereka, dengan gagasan-gagasannya yang kadang berbahaya dan kaku. Persoalan-persoalan lain remaja yang membuat kita prihatin yang terjadi dalam rutinitas sehari-hari adalah tidur larut malam, tidak betah tingal di rumah, mencuri, berbohong, merokok, bersumpah dengan bahasa yang tidak jelas.

Pencegahan dan Penanganan

  Selain memahami gejala-gejala yang berkurang, remaja yang terjerumus dalam kebiasaan bermasalah, seorang pendidik perlu mengembangkan program yang dapat mengurangi masalah masalah. Diantara program tersebut adalah."1. Memberikan Perhatian yang intensif secara individual. Pada program- program yang berhasil, remaja muda dipasangkan dengan seorang dewasa yang bertanggung jawab. 2. Pendekatan kolaboratif yang melibatkan banyak agensi di seluruh komunitas. Filosofis dari komunitas adalah penting menyediakan program dan layanan. 3. Identifikasi dan penanganan awal. Merangkul anak-anak dan keluarganya sebelum anak-anak mengembangkan berbagai masalah, atau masih berada di tahap awal dari masalahnya, adalah strategi yang berhasil. Dalam perkembangan remaja yang penuh gejolak, peranan keluarga, sekolah, masyarakat dan juga kebijakan pemerintah dalam dunia pendidikan ikut andil besar Peranan media massa seperti televisi, internet, tabloid, koran dan majalah juga memiliki kekuatan besar bagi kepentingan yang dominan dalam masyarakat.