Makalah Dasar-Dasar Fotografi

“ TEKNIK PEMOTRETAN BERDASARKAN JENIS-JENIS FOTO DAN CONTOHNYA “

Nama : Merti Hajiru

Nim : 291413013

 

 

Jurusan Ilmu Komunikasi

Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Gorontalo

BAB 1

PENDAHULUAN

Makalah ini membahas tentang teknik pemotretran yang berdasarkan jenis-jenis foto, jenis-jenis foto telah di uraikan menjadi beberapa bagian yaitu yang pertama, foto manusia, Foto manusia adalah semua foto yang obyek utamanya manusia, baik Unsur utama dalam foto ini adalah manusia, yang dapat menawarkan nilai dan daya tarik untuk divisualisasikan. Foto ini dibagi lagi menjadi beberapa kategori yaitu : portrait, human interest, fotografi panggung, dan sport. Dan yang kedua foto alam, merupakan jenis foto nature obyek utamanya adalah benda dan makhluk hidup alami (natural) seperti hewan, tumbuhan, gunung, hutan dan lain-lain. Foto ini juga telah di kategorikan beberapa bagian flora, fauna, lansekap, foto arsitektur, dan foto jurnalistik.

Dari jenis-jenis foto tersebut terdapat berbagai macam perbedaan dalam cara memotret atau dalam pengambilan sebuah gambar yang bagus di lihat.dan memiliki sebuah teknik yang sangat berbeda dalam setiap jenis-jenis foto tersebut.

BAB II

PEMBAHASAN

1 . Foto Manusia

Foto manusia adalah semua foto yang obyek utamanya manusia, baik Unsur utama dalam foto ini adalah manusia, yang dapat menawarkan nilai dan daya tarik untuk divisualisasikan. Foto ini dibagi lagi menjadi beberapa kategori yaitu :

a . Portrait

Portrait adalah foto yang menampilkan ekspresi dan karakter manusia dalam kesehariannya. Karakter manusia yang berbeda-beda akan menawarkan image tersendiri dalam membuat foto portrait.

Teknik pemotretan jenis foto portrait

Teknik foto portrait berbagai banyak cara yaitu bisa mengandalkan beberapa lensa non-zoom jarak pendek seperti 50 mm atau lensa zoom dengan jarak rentang zoom menengah seperti 18-55 mm. Besaran diafragma lensa juga mempengaruhi foto portrait. Jika lensa yang digunakan memiliki diafragma hingga f/2.0 atau lebih besar, gunakan lensa tersebut pada bukaan diafragma terbesar.

Contoh jenis foto portrait

b. Human Interest

Human Interest dalam karya fotografi adalah menggambarkan kehidupan manusia atau interaksi manusia dalam kehidupan sehari-hari serta ekspresi emosional.

Teknik pemotretan jenis foto Human Interest

Dalam teknik pemotretan jenis foto human interest yaitu pendekatan pribadi dengan menggunakan lensa normal 50 mm atau sudut lebar 24-28 mm karena dapat menciptakan foto-foto yang lebih akrab yang seolah membawa kita ke tengah mereka.

Contoh jenis foto Human Interest

c. Fotografi Panggung

Fotografi panggung adalah amenampilkan aktivitas/ gaya hidup manusia bagian dari budaya dan dunia entertainment.

Teknik pemotretan jenis foto fotografi panggung

Secara umum, fotografi panggung membutuhkan ISO minimal 400, dan lensa yang cepat fokus. Sebaiknya bukaan terbesar (f, diafragma) minimal f2,8. Diafragma 2,8 bukan berarti harus memakai 2,8. Namun bukaan yang besar memudahkan kita membidik dalam suasana remang. Just for your info, saat kita melihat di jendela bidik (view finder), itu kita melihat dengan lensa yang terbuka pada bukaan terbesarnya.

Contoh jenis foto fotografi panggung

d. Sport

Foto olahraga adalah jenis foto yang menangkap aksi menarik dan spektakuler dalam event dan pertandingan olah raga. Jenis foto ini membutuhkan kecermatan dan kecepatan seorang fotografer dalam menangkap momen terbaik.

Teknik pemotretan jenis foto sport

Atur settingan aperture selebar mungkin untuk mendapatkan shutter speed yang cepat jika punya lensa berdiafragma f/2.8 atau f/4 maka kamu bisa dengan mudah mengatur kecepatan rana tinggi.dan gunakan continuos shoot agar bisa mengambil gambar secara banyak dan terus menerus dan juga menggunakan mode auto focus continuous AF-C atau Al Servo, membuat kamu bisa mendapatkan moment yang sangat bagus.

Contoh jenis foto sport

2. Foto Alam

Dalam jenis foto nature obyek utamanya adalah benda dan makhluk hidup alami (natural) seperti hewan, tumbuhan, gunung, hutan dan lain-lain.

a . Flora

Jenis foto dengan obyek utama tanaman dan tumbuhan dikenal dengan jenis foto flora. Berbagai jenis tumbuhan dengan segala keanekaragamannya menawarkan nilai keindahan dan daya tarik untuk direkam dengan kamera.

Teknik pemotretan jenis foto flora

Aturlah agar background nyambung dan seirama ganti sudut pemotretan, singkirkan background yang mengganggu, pilih aperture besar supaya background jadi blur, atau lakukan pemrosesan menggunakan photoshop untuk membuat background terasa lebih pas.Potretlah secara close-up Untuk memotret bunga secara close-up anda bisa melakukannya dengan cara: zoom lensa anda sampai maksimum, atau gunakanlah filter close-up, atau kalau anda punya kamera SLR maka anda bisa menggunakan lensa makro.dan Gunakan manual fokus dan gunakan aperture sekecil-kecilnya (f/x; dimana x diset di angka yang terbesar misal f/22 atau f/16) – baca lebih jauh tentang aperture, serta gunakan tripod untuk membantu mengkomposisi foto.

Contoh jenis foto flora

b. Fauna

Foto fauna adalah jenis foto dengan berbagai jenis binatang sebagai obyek utama. Foto ini menampilkan daya tarik dunia binatang dalam aktifitas dan interaksinya.

Teknik pemotretan jenis foto fauna

Gunakan pencahayaan alami untuk keuntungan, Isi frame dengan subyek, Fokus pada mata, Shoot dari berbagai sudut, Tangkap kepribadian.dan Menyederhanakan Komposisi Jika latar belakang adalah mengganggu, gunakan aperture yang lebar atau Mode Portrait Isi Frame: Gunakan zoom (optik untuk kualitas terbaik). Gunakan Olahraga Mode: Gunakan mode olahraga atau prioritas mengatur kecepatan rana untuk sekitar 1 / 250 untuk membekukan gerakan.

Contoh jenis foto fauna

c. Lansekap

Foto lanskap merupakan foto bentangan alam yang terdiri dari unsur langit, daratan dan air, sedangkan manusia, hewan, dan tumbuhan hanya sebagai unsur pendukung dalam foto ini. Ekspresi alam serta cuaca menjadi moment utama dalam menilai keberhasilan membuat foto lanskap.

Teknik dasar pemotretan jenis foto lansekap

Gunakan slow speed kita dapat mencapai depth of pield atau ruang focus yang lebih besar,dan gunakan air sebagai refleksi jika anda mengambil pada gambar lokasi yang mengandung elemen air seperti sungai ataupun laut maka carilah angel/sudut di mana anda bisa menggunakannya sebai cermin.

Contoh jenis foto lansekap

d. Foto Arsitektur

Foto arsitektur merupakan bangunan-bangunan dalam berbagai ukuran, bentuk, warna dan desain. Dalam jenis foto ini menampilkan keindahan suatu bangunan baik dari segi sejarah, budaya, desain dan konstruksinya.

Teknik pemotretan jenis foto arsitektur Pada camera compact gunakan mode lansekap jangan mode auto/PPada kamera SLR gunakan bukaan kecil, seperti f/8-36Pemilihan objek yang mudah dikenali jangan terlalu abstrakPerhatikan distorsi perspektif, pemotretan dari depan bangunan dengan mendongakkan kamera akan dihadapi garis-garis pararel gedung tidak lagi sejajar, ini adalah hal normal.Lakukan teknik bracketting, yaitu pemotretan dengan nilai exposure berbeda, yang kemudian digabungkan dengan proses editing HDR.Perhatikan komposisi, secara umum komposisi yang baik adalah “Rule of Third”Gunakan filter CPL untuk membirukan langit dan mengurangi refleksiBermainlah dengan angel, selain eyel-level lakukan juga dengan low angel dan hi-angel Contoh jenis foto arsitektur

e. Foto still life

Foto still life adalah menciptakan sebuah gambar dari benda atau obyek mati. Membuat gambar dari benda mati menjadi hal yang menarik dan tampak hidup.

Teknik pemotretan jenis foto still life

Teknik pemotretan jenis foto still life yaitu menggunakan Penerapan teknik pencahayan dan komposisi yang menarik menambah nilai aristik dalam foto still life. Properti yang digunakan bertujuan menghidupkan point-of-interests.

Contoh jenis foto still life

f. Foto Jurnalistik

Foto jurnalistik adalah foto yang digunakan untuk kepentingan pers atau kepentingan informasi. Dalam penyampaian pesannya, harus terdapat caption (tulisan yang menerangkan isi foto) sebagai bagian dari penyajian jenis foto ini. Jenis foto ini sering kita jumpai dalam media massa Koran, majalah, bulletin, dll).

Teknik pemotretan foto jurnalistik

Perencanaan

Perencanaan pada foto jurnalistik diperlukan untuk menghasilkan gambar dan berita yang menarik perhatian pembaca dan tentu mempunya nilai berita yang tinggi.

Menguasai Kamera dan Cahaya

Menentukan kecapatan, diafragma, penggunaan blitz dan lensa disesuaikan dengan keadaan cahaya dan objek,

Detil Gambar

Membuat foto jurnalistik memerlukan ketelitian agar mendapat hasil yang maksimal.

Melakukan Pemotretan

Pemotretan foto jurnalistik dilakukan beberapa kali sampai mendapat action (gerakan) yang baik dari sebuah objek.

Contoh jenis foto jurnalistik

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Dari makalah ini saya bisa menyimpulkan bahwa dalam melakukan sebuah pemotretan atau pengambilan foto/gambar terdapat beberapa teknik dan cara pengambilannya, dan berbagai banyak pengertian tentang jenis-jenis foto yang telah di uraikan menjadi beberapa bagian.

DAFTAR PUSTAKA

http://fotografiyuda.wordpress.com/seputar-fotografi/pengenalan-jenis-jenis-foto-dan-teknis-dasar-pemotretan/

http://yangcanggih.com/2012/05/30/tips-memotret-foto-potrait/

http://fairuzelsaid.wordpress.com/2012/04/23/human-interest/

http://blog.poetrafoto.com/tips-fotografi-teknik-memotret-foto-panggung/

http://www.idseducation.com/2014/03/15/teknik-fotografi-untuk-mengabadikan-moment-olahraga/

http://www.aziscs1.com/2012/06/tips-memotret-bunga-dan-tanaman.html

http://kerockan.blogspot.com/2011/02/cara-jitu-mengembil-foto-hewan-yang.html

http://herryfaizal.blogspot.com/2013/04/tips-memotret-landscape-agar-lebih-baik.html

http://aan-oonphotography.blogspot.com/2012/03/teknik-foto-arsitektur.html

http://fotografi-digital.blogspot.com/2011/04/still-life-photography.html

http://sinaukomunikasi.wordpress.com/2011/08/16/teknik-foto-jurnalistik/

Makalah Etika dan filsafat Komunikasi

KARYA DAN HASIL PEMIKIRAN

“ IBNU SINA, AL RAZI, IBNU MISKAWAIH, IBNU RUSYD, MUHAMAD IQBAL, MUHAMAD ARKOUN”

Nama : Merti Hajiru

Nim : 291413013

Jurusan Ilmu Komunikasi

Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Gorontalo

ABSTRAK

Makalah ini berjudul tentang kajian filsafat islam yang di bahas menurut oleh beberapa tokoh yang mempunyai karya dan dasar pemikiran terhadap filsafat islam yang di antaranya adalah ibnu sina, al razi, ibnu miskawaih, ibnu rusyd, muhamad iqbal, muhamad arkoun. Dan dalam pemikiran diantara tokoh-tokoh tersebut terdapat banyak perbedaan karya dan pemikiran.

Berdasarkan karya dan pemikiran para tokoh-tokoh yaitu bahwa mempelajari filsafat tak ubahnya mempelajari hal-hal yang wujud dan orang berusaha mempelajari dan mengambil hikmah sebagai pembuktian akan adanya tuhan sang pencipta dan mempelajari akan suatu ilmu yang sama-sama di pelajari dalam filsafat dan mempelajari filsafat itu sampai mengkaji sesuatu sedalam-dalamnya dan berfikir secara kritis dan mempelajari sebuah akal karena suatu perbuatan dilandasi dengan akal atau sebuah pikiran, dalam kajian filsafat ini juga terdapat banyak perbedaan pikiran tuhan, manusia, dan kenabian.dan perbedaan kajian tuhan manusia dan kenabian telah di jelaskan dalam makalah ini dan terdapat banyak suatu pengertian yang berbeda.

BAB 1

PENDAHULUAN

Filsafat Islam merupakan filsafat yang seluruh pemikirnya adalah muslim. Ada sejumlah perbedaan besar antara filsafat Islam dengan filsafat lain. Pertama, meski semula filsuf-filsuf muslim klasik menggali kembali karya filsafat Yunani terutama Aristoteles dan Plotinus, namun kemudian menyesuaikannya dengan ajaran Islam.

Islam adalah agama tauhid. Maka, bila dalam filsafat lain masih 'mencari Tuhan', dalam filsafat Islam justru Tuhan 'sudah ditemukan, dalam arti bukan berarti sudah usang dan tidak dibahas lagi, namun filsuf islam lebih memusatkan perhatiannya kepada manusia dan alam, karena sebagaimana kita ketahui, pembahasan Tuhan hanya menjadi sebuah pembahasan yang tak pernah ada yang artinya wujudnya.

Dan Dalam kajian filsafat bahwa filsafat yaitu adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan percobaan-percobaan tetapi dengan mengutarakan masalah dan mencari sebuah solusi untuk memberikan argumentasi dan alasan yang tepat.dan filsafat itu menerima kebenaran dari sumber yang sama dan perbedaaanya hanya terletak pada cara memperolehnya.

BAB II

PEMBAHASAN

1.Ibnu Sina Abu Ali Husain Ibnu Abdillah Ibn Sina

A.Hasil Karya

Al-syifa, berisikan uraian tentang filsafat yang terdiri atas empat bagian: ketuhanan, fisika, matematika, dan logika.Al-Najat, berisikan keringkasan dari kitab al-syifa. Karya tulis ini di tunjukannya khusus untuk kelompok terpelajar yang ingin mengetahui dasar-dasar ilmu hikmah secara lengkap.Al-Qanun fi al-Thibb, berisikan ilmu kedokteran yang terbagi atas lima kitab dalam bebagai ilmu dan berjenis penyakit dan lain-lainnya.Al-Isyarat wa al-Tanbihat, isinya mengandung uraian tentang logika dan hikmah.

B. Dasar Pemikiran

Dalam sejarah pemikiran filsafat abad pertengahan, sosok Ibnu Sina dalam banyak hal unik, sedang di antara para filosof muslim ia tidak hanya unik, tapi juga memperoleh penghargaan yang semakin tinggi hingga masa modern. Di antara filsafat Ibnu Sina, antara lain sebagai berikut:

Filsafat Wujud

Mengenai Wujud Tuhan, Ibnu Sina memiliki pendapat yang berbeda dari Ibnu Farabi. Ibnu Sina bahwa Akal Pertama mempunyai dua sifat; sifat wajib wujudnya, sebagai pancaran dari Allah, dan sifat mungkin wujudnya jika ditinjau dari hakekat dirinya (wajibul Wujudul Lighairi dan Mumkinul Wujudul Lidzatihi) dalam bahasa Inggris (Necessary by virtue of the Necessary Being dan Possible in essence). Dengan demikian ia mempunyai tiga obyek pemikiran: Tuhan, dirinya sebagai wajib wujudnya dan dirinya sebagai mungkin wujudnya.

Filsafat Jiwa

Menurut pendapat Ibnu Sina, jiwa manusia merupakan satu unit yang tersendiri dan mempunyai wujud terlepas dari badan. Jiwa manusia timbul dan tercipta tiap kali ada badan yang sesuai dan dapat menerima jiwa lahir di dunia ini.

Filsafat Tentang Ke-Nabian

Mengenai pemikiran Ibnu Sina tentang kenabian, ia berpendapat bahwa Nabi adalah manusia yang paling unggul, lebih unggul dari filosof karena Nabi memiliki akal aktual yang sempurna tanpa latihan atau studi keras.

2. Al-Razi Abu Bakar Muhammad Ibnu Zakaria Ibnu Yahya Al-Razi

A.Hasil Karya

Karya-karya Al Razi termasuk orang yang aktif dalam berkarya, karya- karya yang dimaksud adalah:

Kitab al-asrar ( bidang kimia, diterjemahkan kedalam bahasa latin oleh Gerad Of Crenon ).Al-hawi adalah ensiklopodia kedokeran sampai abad ke 16 di eropa, setelah diterjemahkan kedalam bahasa latin tahun 1279 dengan judul Continens.Al-mansuri liber al-mansaris ( bidang kedokteran, 10 jilid).Kitab al-judar wa al-hasbah (tentang analisa penyakit cacar dan campak serta pencegahnya, sedangkan dalam bidang filsafat.Al-Thibb Al-Ruhani.Al-Sirah Al-FalsafiahAmarah Al- Iqbal Al-DawlahKitab Al-Lazd DzahKitab Al-Alim Al-IllahiMaqalah Fima Ba’ad Al-Thabi’iyyahAl-Shukuk ‘Ala Proclus

B.Dasar Pemikiran

Metafisikanya

filsafat Al-Razi dikenal dengan ajaranya “ Lima Kekal” yakni : Allah Ta’ala, Jiwa Universal, Materi Pertama, Ruang Absolute, Masa Absolute. Menurut Al-Razi, dua dari lima yang kekal iti hidup aktif yaitu tuhan dan jiwa/ roh universal, satu diantaranya tidak hidup dan fasif, yaitu materi dan dua lainya tidak hidup, tidak aktif dan tidak pula fasif, yakni ruang dan masa.

Moral

pemikiran Al-Razi tentang moral tertuang dalam ukunya Al-Thibb Al-Ruhanni dan Al-Sirah Al-Falsafiyah, bahwa tingkah laku haruslah bedasarkan bentuk rasio, hawa nafsu harus berada dibawah kendali akal dan agama.

Kenabian

Al-Razi menyanggah anggapan bahwa untuk keteraturan kehidupan manusia memerlukan nabi, pendapat yang Controversial ini harus di fahami bahwa ia adalah seorang Rasionalis murni. Akal menurutnya adalah karunia Allah yang sangat terbesar untuk manusia, karena itu manusia tidak boleh menyia-nyiakan dan mengekang ruang gerak akal, akan tetapi memberi kebebasan sepenuhnya dalam segala hal.

3. Miskawaih Abu Ali Ahmad ibnu Muhammad ibnu yacub ibnu miskawaih

A.Hasil Karya

Ibnu Miskawaih tidak hanya dikenal sebagai seorang Pemikir,tetapi ia juga seorang penulis yang Produktif.Dalam buku The Histiry of the Muslim Philosophy,di sebutkan beberapa karya tulisnya.yaitu:

Al-Fauz Al-Akbar Wal AsgharTajarib AlumamTahzib Al-AkhlaqThaharah An-Nafs

B.Dasar Pemikiran

KETUHANAN

Tuhan ,menurut miskawaih adalah zat yang tidak berjism,Azali,dan pencipta.Tuhan Esa dalam berbagai aspek, ia tidak terbagi dan tidak mengandung kejamakan dan ia ada tanpa diadakan dan adaNya tidak bergantung pada yang lain,sementara yang lain membutuhkanNya.

EMANASI

Sebagaimana Al-Farabi,Ibnu MIskawaih juga menganut paham emanasi,yakni Allah menciptakan alam secara pancaran.Namun Emanasinya berbeda dengan Al-Farabi.menurut entitas pertama yang memancarkan dari Allah ialah akal aktif.akal aktif ini tanpa perantara apapun.

KENABIAN

Menurut Ibnu Miskawaih,nabi adalah seorang muslim yang memperoleh hakikat hakikat kebenaran seperti ini juga diperoleh oleh para pilosof. Perbedaannya hanya terletak pada tehnik memperolehnya

4.Abu Walid Muhammad Ibnu Muhammad Ibnu Rusyd

A.Hasil Karya

karya-karyanya adalah sebagai berikut :

Tahafut at-Tahafut.

Kitab ini berupaya menjabarkan dengan menyanggah butir demi butir keberatan terhadap al-Ghazali. Tahafut at-Tahafut lebih luwes daripada fashl dalam menegaskan keunggulan agama yang didasarkan pada wahyu atas akal yang dikaitkan dengan agama yang murni rasional.

Fash al-Maqal fi ma bain al-Hikmat wa al-Syari’ah min al-Ittishal

(Kitab ini berisikan tentang hubungan antara filsafat dengan agama)

Al-Kasyf’an Manahij al-Adillat fi ’Aqa’id al-Millat,

(berisikan kritik terhadap metode para ahli ilmu kalam dan sufi)
.

Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtashid, (berisikan uraian-uraian di bidang fiqih).

B.Dasar Pemikiran

Pemikiran Epistemologi Ibn Rusyd

Dalam kitabnya Fash al Maqal ini, ibn Rusyd berpandangan bahwa mempelajari filsafat bisa dihukumi wajib. Dengan dasar argumentasi bahwa filsafat tak ubahnya mempelajari hal-hal yang wujud yang lantas orang berusaha menarik pelajaran / hikmah / ’ibrah darinya, sebagai sarana pembuktian akan adanya Tuhan Sang Maha Pencipta.

Metafisika

Dalam masalah ketuhanan, Ibn Rusyd berpendapat bahwa Allah adalah Penggerak Pertama (muharrik al-awwal). Sifat posistif yang dapat diberikan kepada Allah ialah ”Akal”, dan ”Maqqul”. Wujud Allah ia;ah Esa-Nya. Wujud dan ke-Esa-an tidak berbeda dari zat-Nya.

5.Muhammad Iqbal

A.Hasil Karya

Iqbal mewariskan banyak karya tuis, berbentuk prosa, puisi, jawaban atas tanggapan orang atau kata pengantar bagi karya orang lain. Karya-karyanya, antara lain:

The Development of Metaphysic in Persia (desertasi, terbit di London, 1908)Asra-I Khudi (Lahore, 1916, tentang proses mencapai insan kamil)Rumuz-I Bukhudi (Lahore, 1918)Javid Nama (Lahore, 1932)The Reconstruction or Religious Thought in Islam (London, 1934)Musafir (Lahore, 1936)Zarb-I Kalim (Lahore, 1937)Bal-I Jibril (Lahore, 1938)Letters and Writings of Iqbal (Karachi, 1967, kumpulan surat dan artikel Iqbal.)

B.Dasar Pemikiran

secara khusus Iqbal menulis kajian filsafat dalam bukunya dengan tema “The Philosophical Test of the Revelations of Religious Experience”. Dalam topic ini, tampak teori Iqbal tentang filsafat dalam bentuk teori dinamika. Pemikiran Iqbal ini didasari dari berbagai teori ilmu alam yang telah disampaikan oleh para tokoh dunia sebelumnya, seperti Einstein, Newton, dan sebagainya. Sehingga Iqbal berkesimpulan bahwa dunia (pemikiran) ini adalah dinamis.

Metafisika

Dalam pemikiran filsafat, Iqbal mengumandangkan misi kekuatan dan kekuasaan Tuhan, selain itu beliau juga menyatakan bahwasanya pusat dan landasan organisasi kehidupan manusia adalah ego yang dimaknai sebagai seluruh cakupan pemikiran dan kesadaran tentang kehidupan

Estetika

Berdasarkan konsep kepribadian yang memandang kehidupan manusia yang berpusat pada ego inilah, Iqbal memandang kemauan adalah sumber utama dalam seni, sehingga seluruh isi seni –sensasi, perasaan, sentimen, ide-ide dan ideal- ideal- harus muncul dari sumber ini.

Etika

Dalam filsafat tentang etika Iqbal menghimbau masyarakat timur (umat Islam), untuk kembali kepada ajaran Islam yang agung serta menjauhi peradaban Barat (Eropa) yang merusak.

6.Mohammad Arkoun

A.Hasil Karya

Karya-karya Arkoun meliputi sebagai berikut :

La pensee arabe (Dunia Perkembangan Arab),Paris 1973.Ouvertures Sura I ‘Islam (Catatan-catatan Pengantar untuk Memahami Islam).Contribution atitude de Islam humannisme arabae au IV/X siecle : Miskawayh Philosiphe historien (sumbangan pada Pembahasan Humanisme Arab pada Abad IV/X; Miskawaih sebagai Filsuf dan Sejarawan), Paris, Grancher,1989.Essais sur la pensce Islamique (Esai-esai tentang Pemikiran Islam),Paris Virin,1973Lectures de Coran (Tokoh tentang Alquran) Paris, 1982.Pour une Critique de la Raison Islamique (Demi Kritik Nalar Islami)Paris,1984

B.Dasar Pemikiran

dalam pemikiran Arkoun adalah tentang perlunya kesadaran dan daya kritis tinggi untuk mencermati khasanah pengetahuan Barat yang dipakai dalam mengkaji nilai Islam. Ia sebenarnya punya filterisasi atas barat untuk memadukannya dengan Islam. Pisau analisisnya adalah perangakat teoritis barat yang digunakannya untuk mengislamisasikan nilai yang terbaratkan. Arkoun juga ingin menyatukan semua perbedaan identitas sesama umat Islam, bahkan dengan nonmuslim.

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

.Ibnu Sina Abu Ali Husain Ibnu Abdillah Ibn SinaHasil Karya : ibnu sina yaitu Al-syifa, Al-Najat, Al-Qanun fi al-Thibb, Al-Isyarat wa al-Tanbihat.Dasar pemikiranya : terbagi atas filsafat wujud, filsafat jiwa dan filsafat tentang kenabian.Al-Razi Abu Bakar Muhammad Ibnu Zakaria Ibnu Yahya Al-RaziHasil Karya : Kitab al-asrar, Al-hawi, Al-mansuri liber al-mansaris, Al-Thibb Al-Ruhani, Al-Sirah Al-Falsafiah, Amarah Al- Iqbal Al-Dawlah Kitab Al-Lazd Dzah Kitab Al-Alim Al-Illahi Maqalah Fima Ba’ad Al-Thabi’iyyah Al-Shukuk ‘Ala Proclus.Dasar pemikiranya : metafisikanya,moral,kenabian.Miskawaih Abu Ali Ahmad ibnu Muhammad ibnu yacub ibnu miskawaihHasil karya : Al-Fauz Al-Akbar Wal Asghar Tajarib Alumam Tahzib Al-Akhlaq Thaharah An-Nafs.Dasar pemikiranya : ketuhanan,emanasi,kenabian.Abu Walid Muhammad Ibnu Muhammad Ibnu RusydHasil karya : Tahafut at-Tahafut. Fash al-Maqal fi ma bain al-Hikmat wa al-Syari’ah min al-Ittishal, Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtashid.Dasar Pemikiranya : Pemikiran Epistemologi Ibn Rusyd, metafisika.Muhammad IqbalHasil Karya : The Development of Metaphysic in Persia, Asra-I Khudi Rumuz-I Bukhudi Javid Nama The Reconstruction or Religious Thought, in Islam, Musafir Zarb-I Kalim, Bal-I Jibril ,Letters and Writings of Iqbal.Dasar pemikiranya : terbagi atas metafisika.estetika,etika.Mohammad ArkounHasil karya : La pensee arabe, Ouvertures Sura I ‘Islam, Essais sur la pensce Islamique, Lectures de Coran, Pour une Critique de la Raison Islamique.Dasar pemikiranya : dalam pemikiran Arkoun adalah tentang perlunya kesadaran dan daya kritis tinggi untuk mencermati khasanah pengetahuan Barat yang dipakai dalam mengkaji nilai Islam.

DAFTAR PUSTAKA

Drs. H. Hamdani Ihsan dan Drs. H. A. Fuad Ihsan. 2007. Filsafat. Pendidikan Islam. CV Pustaka Setia, Bandung

Zar Sirajudin. 2012. Filsafat islam. Filosof dan Filsafatnya. PT RajaGrafindo Persada, Jakarta

Muhammad Taqi Misbah Yazdi. 2003. Buku Daras Filsafat Islam. Mizan Anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Bandung

http:// syafieh. blogspot.com/2013/04/ filsafat islam-ibnu sina- dan- pemikiran.html

http:// hendrifirmansyah.com.blogspot.com/2010/01/filsafat-al-razi.html

http://thkhusus.wordpress.com/2010/01/03/ibnu-maskawaih-dan-filsafatnya/

http://syafieh.blogspot.com/2013/05/pemikiran-filsafat-islam-ibnu-rusyd.html

http://suefmat.blogspot.com/2012/12/pemikiran-filosofis-muhammad-iqbal.html

http://supraptiwulaningsih.blogspot.com/2012/12/v-behaviorurldefaultvmlo.html

 

Makalah Bahasa Indonesia Paragraf Yang Baik

30 January 2014 14:51:09 Dibaca : 979

KATA PENGANTAR

Assalamu alaikum wr.wb.

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah Swt karena berkat limpahan nikmat dari-Nya sehingga makalah saya yang berjudul “PARAGRAF YANG BAIK” dapat diselesaikan, shalawat serta taslim tak lupa saya kirimkan atas junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam yang telah membawa ummat ini dari alam gelap gulita menuju alam yang terang benderang.

Dalam rangka penyelesaian makalah ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak yang ikhlas meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya dalam memberikan arahan dan bimbingan pada penulis sehingga dapat menyelesaikan penulisan makalah ini.

Walaupun dengan usaha maksimal telah saya lakukan, tapi sebagai manusia biasa tentunya tidak luput dari kesalahan, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati saya dari penulis mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakan makalah ini, dan kiranya makalah ini dapat memberikan masukan dan informasi kepada semua pihak yang berkaitan dengan hal ini.

Akhirnya dengan segala kerendahan hati, penulis mohon maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan. Kiranya segala bantuan pengorbanan yang telah diberikan oleh semua pihak, mendapat ridho dari Allah Subhanahu Wataala. Amin….

Wassalam

Penulis

Merti Hajiru

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................ i

DAFTAR ISI............................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................... 1

1.1 Latar belakang........................................................................................ 1

1.2 Rumusan masalah................................................................................... 1

1.3 Tujuan penulisan..................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN............................................................................ 2

2.1 Pengertian Paragraf................................................................................. 2

2.2 Fungsi Paragraf...................................................................................... 2

2.3 Syarat-Syarat Paragraf............................................................................ 3

2.4 Jenis-Jenis Paragraf................................................................................. 4

BAB III PENUTUP.................................................................................... 9

3.1 Kesimpulan............................................................................................ 9

3.2 Saran...................................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Selama ini dalam membuat suatu paragraf sudah dilaksanakan dengan cukup baik. Dalam membuat suatu paragraf kita harus mengetahui syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam sebuah paragraf. Paragraf yang akan dibuat harus dapat mempunyai kepaduan antara paragraf yang lain. Kepaduan paragraf dapat terlihat melalui penyusunan kalimat secara logis dan melalui ungkapan-ungkapan pengait antar kalimat. Disini kita di tuntut agar mampu membuat suatu paragrap dengan baik dan benar sesuai dengan kaedah-kaedahnya.

1.2 Rumusan Masalah

1. mengetahui pengertian paragraf ?

2.fungsi-fungsi paragraf ?

3. Syarat-syarat dalam membuat suatu paragraf ?

4.pembagian paragraf menurut jenisnya ?

1.3 Tujuan Penulisan

Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah agar kita dapat mengetahui syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam membuat suatu paragraf. Dapat mengetahui macam-macam paragraf dan dapat mengembangkan suatu paragraph dengan baik dan benar.Jadi dengan penulisan makalah ini kita dapat melatih kita dalam membuat suatu paragraf yang baik sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam suatu paragraf.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Paragraf

Paragraf adalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik.kalimat dalam paragraf memperlihatkan kesatuan pikiran atau mempunyai keterkaitan dalam membentuk gagasan atau topik tersebut.dan di dalam sebuah paragraf terdapat kalimat topik/kalimat pokok,dan kalimat penjelas/pendukung.

Contoh sebuah paragraf :

Sampah selamanya selalu memusingkan berkali-kali masalahnya diseminarkan dan berkali-kali pula jalan pemecahannya dirancang. Namun, keterbatasan-keterbatasan yang kita miliki tetap menjadikan sampah sebagai masalah yang pelik. Pada waktu seminar-seminar itu berlangsung, penimbunan sampah terus terjadi. Hal ini mengundang keprihatinan kita karena masalah sampah banyak sedikitnya mempunyai kaitan dengan masalah pencemaran air dan banjir. Selama

Pngumpulan pengangkutan, pembuangan akhir, dan pengolahan sampah itu belum dapat dilaksanakan dengan baik, selama itu pula sampah menjadi masalah.

Paragraf ini terdiri atas enam kalimat. Semua kalimat itu membicarakan soal sampah. Oleh sebab itu, paragraf itu mempunyai topik ”masalah sampah” karena pokok permasalahan dalam paragraf itu adalah masalah sampah.

2.2 Fungsi paragraf

Penulisan paragraf mempunyai beberapa fungsi. Menurut Wiyanto (2011:16-18), fungsi paragraf dapat dilihat dari sudut penulis dan pembaca.

a) Dari sudut penulis

Paragraf menjadi wadah untuk mengungkapkan sebuah pikiran penulis. Pikiran penulis disampaikan secara bertahap, yaitu setiap pokok pikiran ditukis dalam sebuah paragraf. Bila berpindah ke pokok pikiran lain, penulis menyampaikan melalui paragraf baru.Penulis dapat menyampaikan buah pikirannya secara teratur dan runtut.dengan ‘Wadah’ berupa paragraf-paragraf itu, penulis dapat memisahkan tiap-tiap unit pikirannya dan tidak akan campur aduk dengan unik pikirannya yang lain.Penulis dapat berhenti sejenak pada akhir paragraf, lalu dapat melanjutka menulis pokok pikiran selanjutnya.Dalam keseluruhan tulisan/karangan, paragraf dapat dimanfaatkan sebagai pengantar, transisi, atau kesimpulan.

b) Dari sudut pembaca

Pembaca dapat menangkap pokok pikiran penulis dengan mudah.Memudahkan pembaca ‘menikmati’ tulisan. Lambat laun pembaca dapat menghabiskan tulisan dalam satu buku.Pembaca dapat mengikuti alur pikiran penulis.

2.3 Syarat-Syarat Paragraf

a. Kesatuan (Unity)

Setiap paragraf hanya mengandung satu pokok pikiran yang diwujudkan dalam kalimat utama. Kalimat utama yang diletakkan di awal paragraf biasa disebut paragraf deduktif, sedangkan kalimat utama yang diletakkan di akhir paragraf, di sebut paragraf induktif.

b.Kepaduan (coherence)

Kepaduan paragraf dapat terlihat melalui penyusunan kalimat secara logis dan melalui kata-kata penghubung antar kalimat. Urutan yang logis akan terlihat dalam susunan kalimat-kalimat dalam paragraf itu. Kata-kata penghubung antar kalimat maupun antar paragraf yaitu :

1.Ungkapan penghubung antar kalimat maupun antar paragraf.

2.Kata ganti.

3.Kata kunci (pengulangan kata yang dipentingkan).

c.Kelengkapan (completeness)

Paragraf dikatakan lengkap apabila dibangun atas beberapa kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang kejelasan kalimat topik. Paragraf dikatakan tidak lengkap apabila hanya dikembangkan dan diperluas dengan pengulangan-pengulangan, atau kurang memiliki kalimat penjelas yang memadai. Dengan demikian, paragraf yang mengandung unsur kelengkapan selalu dibangun atas beberapa kalimat, bukan satu atau dua kalimat. Paragraf yang hanya memiliki satu atau dua kalimat dapat membuat pembaca merasa kesulitan memahami makna detil dalam paragraf.

d.Urutan (orderly)

Urutan ini berhubungan dengan kalimatp-kalimat yang membangun paragraf hendaknya memiliki urutan-urutan ide secara logis. Syarat ini mirip dengan kepaduan. Hanya saja, untuk untuk urutan , kalimat yang membangun paragraf hendaknya memiliki keruntunan.

2.4 Jenis-jenis Paragraf

a.Jenis Paragraf menurut posisi topiknya

Kalimat yang berisi gagasan utama paragraf adalah kalimat topik.karena berisi gagasan utama itulah keberadaan kalimat topik dan letak posisinya dalam paragraf menjadi penting.Berdasarkan posisi kalimat topik, paragraf dapat dibedakan atas empat macam, yaitu paragraf deduktif, paragraf induktif, paragraf deduktif-induktif dan paragraf penuh kalimat topik.

Paragraf Deduktif

Bila kalimat pokok di tempat pada bagian awal paragraf akan terbentuk paragraf deduktif, yaitu paragraf yang menyajikan pokok permasalahan terlebih dahulu, lalu menyusul uraian yang terinci mengenai permasalahan atau gagasan paragraf (urutan umum-khusus).

Contoh :

Ada bebrapa penyebab kemacetan di Jakarta. Pertama, jumlah armada yang banyak tidak seimbang dengan luas jalan. Kedua, kedisiplinan pengendara kendaraan sangat minim. Ketiga, banyak tempat yang memunculkan gangguan lalu lintas, misalnya pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, banjir, dan sebagainya. Keempat, kurang tegasnya petugas yang berwewenang dalam mengatur lalu lintas serta menindak para pelanggar lalu lintas.

Paragraf Induktif

Bila kalimat pokok ditempatkan pada akhir paragraf akan terbentuk paragraf induktif, yaitu paragraf yang menyajikan penjelasan terlebih dahulu, barulah diakhir dengan pokok pembicaraan (urutan khusus-umum)

Contoh :

Pada era persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif seperti saat ini. Seseorang yang menguasai bahasa inggris otomatis akan memiliki peluang yang lebih besar di dunia kerja. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki dunia kerja, khusunya untuk dapat diterima sebagai karyawan. Oleh karena itu , penguasaan bahasa inggris sangat diperlukan untuk menambah kompetensi di dunia kerja.

Paragraf Induktif-Deduktif

Bila kalimat pokok ditempatkan pada bagian awal dan akhir paragraf, terbentuklah paragraf campuran deduktif-induktif. Kalimat pada akhir paragraf umumnya menegaskan kembali gagsan utama yang terdapat pada awal paragraf.

Contoh :

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tingginya kolestrol merupakan faktor resiko yang paling besar seseorang untuk menderota penyakit jantung koroner. Sebenarnya, banyak faktor yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya kolestrol, tetapi yang dianggap paling besar perannya dalam masalah tersebut adalah tingginya konsumsi lemak serta kandungan konsumsi asam lemaknya. Dalam hal ini, minyak goreng merupakan sumber utama lemak yang tidak baik. Dengan demikian, Kolestrol merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner.

Paragraf penuh kalimat topik

Seluruh kalimat yang membangun paragraf sama pentingnya sehingga tidak satupun kalimat yang khusus menjadi kalimat topik.

Contoh :

Matahari akan menampakkan cahayanya. Embu masih tampak berkilau. Warna bunga menjadi sangat indah diterpa matahari. Tampak kupu-kupu dengan berbagai warna terbang dari bunga satu ke bunga yang lain. Angin pun semilih terasa menyejukan hati.

b.Jenis paragraf menurut sifat isinya

Isi sebuah paragraf dapat bermacam-macam bergantung pada maksud penulisnya dan tuntutan konteks serta sifat informasi yang akan disampaikan.

Berdasarkan sifat isinya, paragraf dapat digolongkan atas lima macam, yaitu :

Paragraf persuasif, jika isi paragraf mempromosikan sesuatu dengan cara mempengaruhi atau mengajak pembaca.

Contoh :

Penggunaan pestisida dan pupuk kimia untuk tanaman dalam jangka waktu lama tidak lagi menyuburkan tanaman dan memberantas hama. Pestisida justru dapat mencemari lingkungan dan menjadikan tanah lebih keras sehingga perlu pengolahan dengan biaya yang tinggi. Oleh sebab itu, hindarilah penggunaan pestisida secara berlebihan.

Paragraf argumentatif

Jika isi paragraf membahas satu masalah dengan bukti-bukti atau alasan yang mendukung.

Contoh :

Pencemaran lingkungan hampir terjadi di seluruh Indonesia, terutama di kota-kota besar. Pencemaran itu, antara lain, polusi udara dari kenderaan bermotor yang jumlahnya semakin banyak. Pembuangan limbah industri dan pabrik-pabrik yang tidak sesuai dengan prosedur, dan ulah masyarakat sendiri yang sering membuang sampah sembarangan. Pencemaran tersebut dapat mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Misalnya udara menjadi kotor dan tidak sehat, menyebarnya bebagi virus dan bakteri atau menjangkitnya wabah penyakit, serta bencana banjir karena saluran-saluran air tersumbat oleh sampah.

Paragraf naratif

Jika isi paragraf menunturkan peristiwa atau keadaan dalam bentuk cerita.

Contoh :

Hari-hariku sebagai pekerja perempuan di perusahaan industry makanan olahan sangat padat dan melelahkan. Bayangkan pagi-pagi sekali aku harus bangun dan menyiapkan sarapan anak-anakku masih kecil. Sebelumnya, aku tentu harus memandikan mereka karena anak-anakku masih kecil. Sambil aku ganti baju urusan rumah, segera aku berlari untik mengejar angkutan yang mengangkutku ke jalan raya yang di lalui bus

Paragraf deskriptif

Jika isi paragraf melukiskan atau menggambarkan sesuatu dengan bahasa.

Contoh :

Pantai Olele Gorontalo memiliki tata keindahan alam yang menarik, khusunya bagi wisatawan yang mendambakan suasana nyaman, tenang, jauh dari kebisingan kota. Pohon-pohonnya rindang, bentangan lautnya luas. Bagi penyelam, pantai Olele juga menawarkan keindahan ikan laut yang sedang berenang. Pemerintah Gorontalo harus menata dan mengelola pantai Olele sebagai tujuan wisata.

Paragraf ekspositoris

Jika isi paragraf memaparkan sesuatu fakta atau kejadian tertentu.

Contoh :

Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen murni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit.

c.Jenis Paragraf Menurut Fungsinya dalam Karangan

Berdasarkan fungsinya dalam karangan, paragraf dapat di bedakan atas tiga macam, yaitu : paragraf pembuka, paragraf pengembang, dan paragraf penutup.

Paragraf Pembuka

Isi paragraf pembuka bertujuan mengutarakan suatu aspek pokok pembicaraan dalam karangan. Sebagai bagian yang mengawali sebuah karangan, paragraf pembuka harus dapat di fungsikan untuk :

a) Menghantar pokok pembicaraan

b) Menarik minat dan perhatian pembaca

c) Menyiapkan atau menata pikiran penbaca untuk mengetahui isi seluruh karangan.

Paragraf pengembang

Paragraf ini bertujuan mengembangkan pokok pembicaraan suatu karangan yang sebelumnya telah di rumuskan di dalam paragraf pembuka. Contoh-contoh dan ilustrasi, inti permasalahan dan uraian pembahasan adalah isi sebuah paragraf pengembangan. Paragraf pengembang di dalam karangan dapat di fungsikan untuk :

a) Menguraikan inti persoalan

b) Memberi ilustrasi atau contoh

c) Menjelaskan hal yang akan diuraikan pada paragraf berikutnya

d) Meringkas paragraf berikutnya

e) Mempersiapkan dasar atau landasan bagi simpulan

Paragraf Penutup

Paragraf penutup berisi simpulan bagian karangan (subbab, bab) atau simpulan seluruh karangan.Penyajianya harus memperhatikan hal berikut ini. a) Sebagai bagian penutup, paragraf ini tidak boleh terlalu panjang.

b) Isi paragraf harus berisi simpulan sementara atau simpulan akhir sebagai cerminan inti seluruh uraian.

c). Sebagai bagian yang paling akhir dibaca, hendaknya paragraf ini dapat menimbulkan kesan yang mendalam bagi pembaca.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

ü Paragrafadalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik.kalimat dalam paragraf memperlihatkan kesatuan pikiran atau mempunyai keterkaitan dalam membentuk gagasan atau topik tersebut.dan di dalam sebuah paragraf terdapat kalimat topik/kalimat pokok,dan kalimat penjelas/pendukung

ü Fungsi paragraf yaitu : dari sudut penulis dan dari sudut pembaca.

ü Syarat-.syarat paragraf yaitu : kesatuan, kepaduan, kelengkapan, urutan.

ü Jenis-jenis paragraf :

Menurut posisi kalimat topik yaitu : paragraf deduktif, paragraf induktif, paragraf deduktif-induktif, paragraf penuh kalimat topik.Menurut sifat isinya yaitu : paragraf persuasif, paragraf argumentatif,paragraf naratif, paragraf naratif, paragraf deskriptif, paragraf eksopitoris.

ü Jenis paragraf menurut fungsinya dalam karangan

Paragraf PembukaParagraf Penutup

3.2 Saran

Dalam makalah ini kami sebagai penyusun menyarankan agar materi penulisan paragraf yang baik dalam bahasa Indonesia agar dapat dipahami dan dapat di praktekan dalam kegiatan belajar sehari-hari.

Daftar Pustaka

Ntelu Asna, M.Hum, dkk. 2013. Bahasa Indonesia di perguruan tinggi.

Analisis Video Mata Kulia PKN

30 January 2014 14:46:54 Dibaca : 127

Nama : Merti Hajiru

Nim : 291413013

Jurusan : Ilmu Komunikasi

Tugas : Analisis Video Mata Kulia PKN

 

Topik : penegakan hukum kaca mata kuda(video 1)

Kecaman demi kecaman kepada penegak hukum yang tidak sensitife dalam menangani perkara berdimensi sosial ternyata tidak membuat mereka belajar. Kasus demi kasus yang menumbuhkan keprihatinan publik terus saja terjadi. Kasus terakhir yang menimpa Nining setiawati (45thn) warga purwokerto, jawa tengah. Nining mengalami kecelakaan lalu lintas saat mengendarai sepeda motor di jalan supriadi purwokero, pada 6 agustus 2012. Pada kecelakaan itu sepeda motor nining terserempet oleh truk gandeng yang bermuatan tepung terigu akibatnya kaki kiri nini luka parah dan terancam diamputasi. Lebih dari itu anaknya yang ia boncengkan Kumaratih Sekar Khanifah(11thn) meninggal karena terlindas oleh truk. Ironisnya saat masih dalam masa pemulihan setelah kejadian itu pada 11 januari 2013 petugas satuan lalu lintas polres Banyumas mendatangi Nini dan menjadiakannya tersangka dengan tuduhan telah melakukan kelalaian yang mengakibatkan korban jiwa. Kasus nini menambah fakta empiris betapa parah penegak hukum terus saja menggunakan kaca mata kuda dalam menegakkan prinsip-prinsip keadilan. Mereka melihat hukum sebagai teks formal belaka tidak memperkayanya dengan melihat konteks. Konteks itu ialah rasa keadilan masyarakat. Bayangkan betapa pedih hati nini kehilangan anaknya dan harus dijadikan tersangka pula. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Padahal sejauh ini truk pengangkur tepung terigu yang menyerempetnya. Sebelum kasus nini banyak kasus hukum yang sebenarnya tidak patut diperkarakan. Pada agustus 2009 misalnya Mina nenek yang berusia 55thn harus menjadi tersangka hanya karena dia memetik 3 buah kakao diperkebunan milik PT Rumpun Sari Antan tanpa niat jahat. Akibat perbuatan itu nenek Mina diganjar 1bulan dan 15 hari penjara dengan masa percobaan 3 bulan. Ketidak pantasan juga diperlihatka oleh penegak hukum pada kasus sandal jepit ketika AAL (15thn) siswa SMK harus menjadi terdakwa di pengadilan negeri palu. AAL di ancam 5 tahun penjara setelah mencuri sandal milik Briptu Ahmad Rusdi Harahap dan Briptu Simson sipayun anggota Brimod polda sulteng pada mei 2011. Kasus itu mendapat sorotan yang internasional karena dimuat kantor-kantor berita asing dan harian terkemuka dunia. Kasus lain yang juga tidak kalah kontroversial adalah kasus penebangan 2 batang bambu yang roboh dan menimpa rumah Siti Fatima (47thn) warga Magelang pada November tahun Lalu. Kasus itu membuat penebangnya Budi Hermawan dan Moh. Misbahul Munir menjadi kesakitan dan ditahan kejaksaan negeri Mungkin Magelang. Kita sungguh prihatin karena para penegak hukum bukan hanya tidak sensitif melainkan juga terus saja gemar memperkarakan kasus yang sesungguhnya tidak layak diperkarakan. Celakanya saat berhadapan dengan kasus-kasus orang-orang yang berkuasa atau orang-orang berpunya pedang keadilan mereka macal. Karena itu kita mendesak para penegak hukum bercermin, ketidak adilan dan ketidak patutan dalam penegakkan hukum harus diakhiri.

ü Analisis :

Indonesia dikenal oleh masyarakat secara umum sebagai Negara hukum, namun hal itu tidak sesuai lagi dengan konteks yang ada. Hukum telah menjadi media memperkaya diri hal ini terlihat dengan adanya keadilan di Negeri ini yang mulai dihancurkan oleh kepentingan individual. Masyaraakat tidak lagi memiliki rasa kepercayaan kepada penegak hukum, karena mereka banyak menyaksikan penyimpangan hukum terjadi dimana-mana. Yang lebih ironis seperti yang terjadi pada kasus diatas tentang Nini yang seharusnya menjadi korban malah menjadi tersangka. Apa yang sebenarnya terjadi di negeri kita? Hukum keadilan menjadi hukum penyimpangan yang merugikan pihak-pihak tertentu. Sesungguhnya sebagian penegak hukum telah tergila-gila dengan uang. Uang yang telah membuat mata mereka tertutup dari prinsip-prinsip keadilan.”penegak hukum hanya melihat rule and procedure –nya saja.mereka tidak konprehensif.yaitu banyak penegak hukum diindonesia masih memakai kacamata kuda dan membabi buta dalam menelaah sebuah kasus.penegak hukum pun tidak bisa membedakan kesalahan procedural dan subtansial dalam menyelidik kasus yang hubunganya dengan anggaran pemerintah.Dan jika di analisa perilaku yang mereka lakukan itu adalah kebutuhan yang mendesak, biasanya sering dilaksankan tanpa pemikiran.

Dalam pasal 1 ayat 1 KUHP menyatakan bahwa hukum pidana hanya berlaku terhadap perbuatan setelah adanya peraturan .artinya, hukum pidana itu tidak dapat berlaku surut.kalau suatu perbuatan yang tidak diatur dalam undang-undang dan kemudian setelah perbuatan itu terjadi baru dibuat undang-undang yang melarangnya tetap perbuatan itu belum masuk diundang-undang. Dapat dikatakatan bahwa kasus yang terdapat divideo ini belum termasuk kasus-kasus yang terdapat dalam undang-undang. jadi, pelaku-pelaku itu belum dapat dikenakan pidana.

ü Solusi :

Solusi dalam kasus ini, semestinya para aparat hukum itu lebih bisa bersikap adil dalam menelaah kasus jangan hanya kasus-kasus orang yang berduit lebih diperlambat dan ditutupi dan banyak kasus yang patut di perkarakan.tapi pada kenyataan saat ini, fenomena yang ada adalah masyarakat hanya melihat bahwa hukum di indonesia belum atau tidak berpihak pada rakyat kecil.jadi setiap ada suatu peristiwa terjadi hukum melibatkan rakyat kecil sebagai pelaku/tersangka. sebenarnya bila dilihat dari sisi hukum orang yang mencuri itu bersalah tetapi bila dilihat dari sisi sosial mereka itu harus diberi perhatian lebih.karena mungkin yang mereka lakukan itu untuk menghidupi kehidupan mereka sehari-hari.

Daftar pustaka

- http://www.pikiran-rakyat.com/node/215604

- pengantar hukum Indonesia : edisi revisi oleh R. Abdoel Djamali S.H.

- sumber : http://www.rimanews.com/read/20130924/118619/ironi-penegakan-hukum-di-indonesia

Penjara bagi yang berduit(video 2)

Terkurung dipenjara ternyata tidak selalu sengsara, bagi terpidana yang berduit penjara tidak seperti yang dibayangkan orang kebanyakan jauh dari kesan sumpek,sempit atau bahkan membosankan.

Benarkah dipenjara menyeramkan? Setidaknya ungkapan itu tidak berlaku bagi sejumlah nara pidana yang berduit. Contohnya Fikar Malik ia adalah cucu mantan presiden Adan Malik yang terlibat kasus pembunuhan. Desember 2011 lalu Fikar ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan adik kelasnya di Universitas AL-Azhar, srjak itu Fikar pun mendekam di LP Cipinang. Ia 1 rutan dengan Andika Gumilang suami sirih Marlin Dari mengemplan uang basa basi yang di vonis 4 tahu penjara juga 1 rutan dengan Gayus Tambunan terpidana korupsi, suap serta pencucian uang senilai milyaran rupiah. Banyak foto yang di dapatkan di media social tentang aktifitas mereka didalam rutan, kemungkina Fikar foto-fotonya diunggah melalui hp atau computer tablet. Padahal barang-barang ini jelas-jelas dilarang dilingkungan lembaga kemasyarakatan. Didalam kamar tahanan Fikar tak hanya kasur springbed bahkan televisi lengkap dengan sterilnya ada disini. Didalam juga Fikar bebas menggunakan computer tablet yang pastinya juga haram dilingkungan LP. Dalam pasal 28 ayat 3 peraturan pemerintah no 32 tahun 1999 disebutkan ‘penghuni rumah tahanan atu lembaga pemasyarakatan tidak diperkenankan membawa pesawat televise dan radio serta elektronik untuk kepentingan pribadi. Mungkin benar kabar ini, peraturan ada untuk dilanggar. Apalagi jika uang yang sudah bicara siapapun bisa dibuat tak terpedaya. Tidak berkecuali sipil penjara.

Beredarnya foto-foto Fikar Malik dipenjara bersama Andika Gumelan dan Gayus Tambunan di lembaga kemasyarakatan cipinang Jakarta ternyata tidak terlalu mengejutkan wakil mentri hukum dan HAM Deni Dayana. Deni menuding kelebihan kapasitas narapidanalah yang membuat para tahanann berduit gampang menyuap petugas LP untunk mendapat kenyamanan. Saat ditunjukan foto-foto Fikar Malik dipenjara yang diunggah melalui akun facebook wakil mentri hukum dan HAM ternyata tidak terlalu kaget. Inilah komentarnya setelah melihat foto-foto itu “fasilitas-fasilitas seperti itu pasti ada dilapangan dan itu memang harus di tertibkan”. Bukannya tidak ada bahkan wakil mentri pernah melakukan penertiban, ini hayalah masalah-masalah yang biasa di lapas dan rutan, kita terus melakukan perubahan. Deni mengaku masih banyak petugas LP yang nakal dan bersekongkol dengan nara pidana. Jika diketahui memiliki barang-barang seperti itu akan diproses. Katanya “kalau masalah ini tidak terlalu menghawatirkan saya, yang sangat menghawatirkan yaitu pengedaran narkoba”. Lalu apa tindakan kementrian hukum dan HAM? “yang paling sering menyalah gunakan hp adalah Bandar narkoba, kita sudah mengambil langkah. Saya sendiri sudah turun beberapa kali ke lapas,rutan, medan, cipinang, tangerang, kerja sama dengan BNN ada peraturan bersamanya yang kita tangani” kata Deni. Deni berpesan: “jadi sekarang pesannya adalah kalau anda masih main-main dengan hp kami tangkap”. Yang menjadi perhatian public tokohnya juga punya jaringan, kenalan-kenalan yang ia manfaatkan secara negatif kejahatan-kejahatan tanda kutip yang pada dasarnya punya potensi untuk terjadi pelanggaran-pelanggaran semacam itu. Namun demikian jika narapidan berduit tetap nyaman dalam penjara masihkah penjara diperlukan?

Nyamar sidak SPBU

Menyusuri beberapa ruas jalan di Karang Anyer Rina Iriani melakukan sidak. Dengan membawa jergen 2 buah yang masing-masing isi 20 liter ia menyambangi beberapa POM bensin. Disalah satu POM bensin sang bupati merasa senang, karena petugas menolak Rina yang akan membeli 40 liter bensin dengan jergen, meski awalnya tidak mengetahui Bupati Karang Anyer. Dari SPBU satu ke SPBU lain sang bupati kembali melakukan sidak. Di SPBU kedangan ini Rina Iriani kembali menyodorkan 2 jergen, tidak mengetahui siapa pembelinya petugas mengisi penuh kedua jergen yang dibawa bupati. Rina pun akhirnya membuka penyamarannya dan menegur petugas SPBU. Rina Iriani kembali menegaskan kepada petugas untuk tegas menolak pembeli di jergen melebihi aturan dan batas surat pengantar dari Dinas Peridustrian dan Koprasi. Mendekati kenaikan BBM upaya penimbunan makin parah.

ü Analisis

Ternyata hukum di Indonesia benara-benar sudah hancur. Kasus diatas membuktikan orang yang di dalam Lapas saja bebas menggunakan alat elektornik secara bebas. Padahal tujuan hukum itu bertujuan untuk menjera’ para tersangka. Namun penjara sepertinya menjadi lembaga pariwisata karena terbukti yang di dalamnya menikmati pasilitas mewah. Belum habis kasus yang terjadi di negeri kita, banyak lagi persoalan-persoalan yang bermunculan, bahkan yang di dalam lapas pun menjadi sebuah perbincangan public. Masyarakat umum semakin tidak percaya pada penegak hukum.para penegak hukum itu sudah bukan lagi pemberantas dengan kasus-kasus ini mala sudah menjadi bagian dari kasus-kasus yang meraka tangani. itu terlihat dari lapas yang mereka terima sehingga tersebut dinamakan korupsi.

Petugas SPBU tidak tegas dalam pendistribusian bensin secara bebas, padahal sudah ada aturan tentang kapasitas yang bisa dilayani oleh petugas. Kasus ini berdampak negatif pada pihak masyarakat lain, karena seharusnya seluruh masyarakat mendapat hak yanbg sama dan tidak melebihi kapasitas yang telah di tentukan.

ü Solusi

Seharusnya penegak hukum harus tegas dalam menghadapi masalah seperti ini. Karena Bagi aparat penegak hukum, hukum merupakan amanah yang harus dilaksanakan secara jujur dan adil sesuai sistem peradilan hukum Indonesia maupun internasional. dimana tiap warga negara punya hak dan kewajiban yang sama di depan hukum, keadilan juga merupakan martabat atau citra yang harus dijunjung tinggi semua insan tanpa memandang status sosial maupun strata pendidikan .

Solusi perindustrian bensin seharusnya gerakan proaktif dari lembaga Dinas Peridustrian dan Koprasi, yang masih kurang dan sifatnya menunggu bola seharusnya lebih cekatan dan jeli dalam menghadapi masalah ini.karena disamping berhak mandapat perlindungan dari disperindag masyarakat sebagai konsumen juga berhak mendapat perlindungan dari lembaga konsumen.

Daftar pustaka

- Sumber: http://www.library.ohiou.edu/indopubs/2001/09/01/0046.html

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong