Mengenal Berbagai Filter Lensa Kamera DSLR

14 September 2013 00:10:58 Dibaca : 371

Mengenal Berbagai Filter Lensa Kamera DSLR
Filter lensa merupakan perangkat tambahan pada bagian depan lensa yang berguna untuk melindung atau menyaring cahaya yang masuk untuk menghasilkan suatu karya photography yang berkkualitas. Penggunaan filter sangat di rekomendasikan bagi sobat yang menyukai lanscape photography, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan berkualitas. Langsung saja, berikut beberapa jenis filter lensa kamera DSLR :

1. Filter UV (Ultra Violet)

UV Filter
Filter UV adalah filgter yang berfungsi sebagai pelindung lensa dari sinar ultra violet, debu, dan kotoran. Filter UV berguna juga untuk mengurangi sinar ultra violet. Namun sebagian besar kamera digital memiliki kemampuan untuk mengurangi sinar UV dan inframerah. Hanya perlu diketahui ketika membeli filter UV kualitasnya yang bervariasi.

2. Filter Polarizing

Polarizing Filter

Filter Polarizing ini berfungsi untuk menaikkan saturation, maksudnya kalau langit biru, birunya akan lebih biru kalau menggunakan filter ini. Fungsi kedua ialah membuang pantulan atau reflection pada cermin lutsinar atau air. Jadi bila orang memotret ikan dalam kolam contohnya, pantulan cahaya pada air kolam takkan kelihatan, dan dapat menjadikan gambar ikan menjadi lebih jelas. Maka filter ini bagus untuk fotografi landscape atau dalam pemotretan outdoor.

3. Filter Neutral Density

Neutral Density Filter

Filter Neutral Density adalah filter yang dapat mengurangi cahaya yang masuk ke kamera. Anda dapat membelinya pada tingkat yang berbeda, yaitu 1 stop, 2 stop, 3 stop dan lain-lain. Filter ini berguna dalam pengaturan dimana anda ingin menggunakan aperture yang lebih besar dan kecepatan rana lambat tapi dalam kondisi yang terang. Dalam keadaan darurat anda bisa menggunakan filter polarisasi, dalam kondisi seperti itu juga mengurangi cahaya masuk ke lensa dengan cara yang sama.

4. Filter IR (Infra Merah)

IR Filter

IR Filter adalah singkatan dari Infra Red atau Infra merah, cahaya yang memiliki frekuensi lebih rendah daripada cahaya merah. Apabila filter UV bersifat menahan cahaya UV dan meneruskan cahaya lain, filter IR justru meneruskan hanya cahaya Infra Merah dan menahan spektrum cahaya yang lain. Pada dasarnya, sensor kamera dirancang untuk tidak sensitif terhadap cahaya IR, oleh karena itu penggunaan filter IR menyebabkan perlunya pencahayaan dalam waktu lama (shutter speed lambat).
Pada kamera digital, akan lebih mudah melakukan pemotretan IR jika menggunakan kamera yang dimodifikasi khusus untuk itu.

5. Filter Artistic (Warna)

Artistic (Warna) Filter

Filter warna memberikan nuansa warna yang biasanya dihubungkan dengan mood tertentu, misalnya warna biru memberikan kesan dingin, sedangkan warna orange akan memberi kesan hangat. Filter kuning akan meningkatkan kontras pada warna langit & awan. Namun saat ini, nuansa warna tersebut dapat ditambahkan melalui proses olah digital sehingga filter warna sudah jarang digunakan.

Demikian, semoga bermanfaat..

Teknik Foto Freezing Dalam Fotografi - Kali ini saya akan memberikan sedikit Teknik Freezing Dalam Fotografi yang saya ketahui dan sudah saya pelajari selama saya menggunakan Kamera DSLR.Banyak juga yang sudah mengenal mengenai Apa Itu Foto Freezing dan tidak sedikit yang sudah mengetahui mengenai Teknik Foto Freezing Dalam Fotografi.

Teknik Foto Freezing atau Teknik Freez adalah teknik memotret pada sebuah objek yang sedang bergerak dengan seolah-olah hasil foto kita bisa menghentikan objek yang bergerak tersebut. Teknik ini menggunakan kecepatan atau speed lensa yang tinggi sehingga objek seolah-olah membeku.

Kenapa kita harus menggunakan kecepatan rana yang tinggi karena jika kita menggunakan rana dengan speed rendah pada subjek yang bergerak akan menimbul kan blur yang memberi kesan gerak dan dipastikan efek foto yang dihasilkan menjadi tidak jelas dan kabur.

Penggunaan rana atau shutter dengan kecepatan rendah pada subjek yang bergerak akan menimbul¬kan blur yang memberi kesan gerak. Selain itu, penggunaan kecepatan tinggi juga dapat memberikan kesan gerak dengan membekukan gerakan yang sedang berlangsung, pemotretan ini lazim disebut freezing.

Hasilnya adalah foto yang mem¬perlihatkan subjek foto tepat di tengah gerakan yang sedang dilakukan. Karena menggunakan kecepatan rana tinggi, gambar subjek menjadi jelas atau dengan kata lain tidak blur.Pemotretan freezing yang baik membutuhkan perencana¬an.

Jika mengetahui atau dapat yang bergerak memperkirakan arah yang akan dilalui subjek, Anda dapat menentukan sudut kamera, pencahayaan, latar belakang, jarak fokus, dan eksposure.Sekian informasi saya mengenai Teknik Foto Freezing Dalam Fotografi.
Teknik Panning Dalam Dunia Fotografi - Kali ini saya akan memberikan sedikit informasi mengenai Teknik Panning Dalam Dunia Fotografi.Setelah beberapa waktu yang lalu saya memberikan informasi mengenai Teknik Foto Bulb kali ini saya akan sedikit memberikan informasi sederhana mengenai Teknik Panning Dalam Dunia Fotografi.

Teknik Panning adalah cara lain untuk memberikan kesan gerak pada foto. Ketika melakukan panning, Anda mengikuti subjek selama eksposure. Jika terlaksana dengan baik, hasilnya menjadikan subjek menjadi relatif lebih tajam dibandingkan dengan backgroundnya yang hampir sepenuhnya blur.

Jarang dihasilkan subjek yang sepenuhnya tajam. Namun, beberapa bagian subjek yang mengalami blur justru memperkuat kesan gerak dari foto.Teknik panning digunakan ketika Anda menginginkan kesan bergerak pada subjek tidak hilang .

Pemotretan panning harus terencana. Ambillah subjek yang terpisah cukup baik dari background. Cobalah temukan background yang memiliki warna cerah atau berciri jelas yang akan menghasilkan pola menarik dari warna-warna yang diblur. Pada saat pemotretan, waktu yang tepat dan halusnya gerakan kamera merupakan faktor yang sangat penting.

Awali mengikuti subjek sebelum melepas rana, lepaskan rana, lakukan terus hingga terdengar suara klik rana menutup kembali. Putar seluruh badan saat mengikuti gerakan subjek, jangan melakukan hanya dengan menggerakkan kepala dan bahu saja.

Teknik Panning membutuhkan kemampuan praktek, terkadang fotografer profesional pun tidak selalu berhasil dalam setiap jepretannya.Panning menggunakan rana berkecepatan rendah, biasanya 1/15 atau 1/30. Penggunaan kecepatan rana lebih rendah membutuhkan tripod untuk mencegah timbulnya gerakan vertikal kamera yang tidakdiinginkan.

Untuk mencegah overexposure dengan kecepatan rana rendah pada cuaca terang, gunakan film berkecepatan rendah.Berikut ini adalah beberapa tipsnya :
 Jangan gunakan tripod, untuk mengikuti arah gerakan obyek kamera harus bisa bergerak luwes
 Set kamera pada mode Shutter Priority (S atau Tv)
 Shutter speed yang digunakan untuk panning adalah antara 1/30 sampai dengan 1/8, jadi set kamera diantara angka tersebut
 Cari obyek bergerak yang akan dipanning (tips: pilihlah background yang berwarna-warni untuk panning sehingga hasil blur dari background makin menarik)
 Arahkan kamera mengikuti obyek yang bergerak dan pencet separuh tombol release untuk mengambil fokus.
 Usahakan tangan bergerak selembut mungkin, gerakan kejut yang mendadak bisa mengakibatkan hasil foto yang tidak menarik
 Saat tangan kita sudah ‘seirama’ dengan gerakan obyek, pencet tombol release untuk mengambil eksposur
 Makin banyak berlatih, tangan dan mata kita akan semakin terasah!
Benda-benda bergerak seperti orang berlari, delman, sepeda motor, atau mobil dapat diambil gambarnya dalam dua cara yakni efek freeze dan efek panning. Efekfreeze akan memberikan hasil foto dari benda bergerak nampak seolah-olah dihentikan, sesuai dengan arti istilah freeze yakni pembekuan.

Foto dengan efek freeze ini mudah dibuat, yakni dengan menempatkan shutter speed yang tinggi misalnya 1/125 untuk orang berlari, 1/250 atau 1/500 untuk sepeda motor/mobil yang sedang melaju.

Teknik memotretnya juga mudah yakni dengan menempatkan kamera dalam keadaan diam ketika tombol shutter dilepas.Silahkan baca mengenai Teknik Foto Freezing Dalam Fotografi untuk lebih jelas mengenai freezing.

Mungkin sekian dulu informasi sederhana saya mengenai Teknik Panning ini.Semoga dengan adanya artikel ini,teman - teman semuanya dapat memahami mengenai apa itu Teknik Panning Dalam Dunia Fotografi.
Teknik Levitasi Dalam Dunia Fotografi - Kali ini saya akan memberikan sedikit informasi mengenai Teknik Fotografiyaitu mengenai Teknik Levitasi Dalam Dunia Fotografi.Sebuah teknik yang baru - baru ini memang sangat terkenal dan sudah banyak yang bisa mengenai teknik ini.Oleh karena itu,saya akan memberikan sedikit mengenai Teknik Levitasi Dalam Dunia Fotografi.

Pasti banyak yang bertanya mengenai Apa itu Levitasi dan bagaimana tips membuat foto dengan teknik ini ?? Levitasi merupakan teknik fotografi yang membuat sesuatu/seseorang memiliki kesan seolah-olah melayang tanpa menggunakan alat bantu.

Berikut ini adalah beberapa Tips Membuat Foto Levitasi tanpa editing :
 Fotografi levitasi berbeda dengan Jump Shot. Levitasi harus memperlihatkan model yang seakan melayang alami tanpa terlalu banyak ekspresi wajah.
 Foto levitasi tanpa editing dapat dilakukan dengan kamera professional (DSLR) maupun kamera biasa (kamera ponsel, pocket cam)
 Foto levitasi dengan kamera DSLR, bisa memanfaatkan Burst Mode (Continuous Shooting). Dengan sekali menekan tombol shutter, langsung menghasilkan beberapa jepretan sekaligus. Foto-foto hasil jepretan dengan Burst Mode dari kamera DSLR dapat dipilih mana yang paling pas mendapatkan moment “melayang”
 Foto levitasi dapat dilakukan dengan kamera non-professional, namun lebih tricky karena mengandalkan ketepatan menekan tombol rana saat model melompat.
 Pastikan cahaya cukup, agar bayangan terbentuk sehingga efek model sedang melayang lebih terlihat.
 Gunakan shutter speed tinggi untuk menangkap model yg melayang dengan lebih fokus (freeze motion). Cahaya yang cukup sangat berperan untuk mendapatkan shutter speed tinggi.
 Gunakan low angle, agar model terlihat tinggi melayang.
Mungkin sekian dulu informasi sederhana saya mengenai Teknik Levitasi Dalam Dunia Fotografi ini.Semoga dengan adanya artikel sederhana ini,dapat bermanfaat untuk teman - teman dan menambah pengetahuan mengenai Teknik Levitasi Dalam Dunia Fotografi.

HDRsoft Photomatix Pro 4.2.2 Full Version memproses beberapa foto dari adegan kontras tinggi ke dalam satu gambar dengan rincian di kedua highlight dan bayangan. Photomatix menawarkan dua jenis proses untuk meningkatkan jangkauan dinamis. Satu proses yang disebut HDR Tone Mapping, yang Blending Paparan lainnya. Kedua proses ini dirancang untuk menghasilkan gambar dengan rentang dinamis meningkat jelas, namun hasil mereka berbeda. Anda harus mencoba keduanya dan kemudian pilih hasil yang terbaik dengan gambar Anda. Bagian pertama dari manual ini memberikan tips untuk mengambil foto ditujukan untuk High Dynamic Range (HDR) pengolahan di Photomatix Pro. Bagian kedua menjelaskan cara membuat gambar HDR dan proses mereka melalui Tone Mapping. Kesepakatan Bagian ketiga dengan fungsi Exposure Blending, dan bagian keempat dengan alat Batch Processing. Akhirnya, bagian kelima menyediakan beberapa tips dan teknik.

Fitur:
»Generasi HDR (High Dynamic Range) gambar berbeda dari gambar terkena
»Konversi file RAW tunggal ke dalam pseudo-gambar HDR
»Tone Mapping alat untuk mengungkapkannya highlights bayangan dan detil gambar di HDR
»HDR Viewer menunjukkan data gambar lokal HDR pada eksposur sesuai
»Tampilan dari HDR Histogram (logarithmic)
»Kemampuan untuk batch nada peta tunggal HDR foto
»Fungsi untuk nada peta besar file gambar HDR sekaligus memetik manfaat dari preview
»Membaca dan Menulis dukungan untuk RGBE Radiance (. Hdr), OpenEXR (. EXR) dan Floating Point TIFF
»Warna dikelola alur kerja HDR: palung lulus dari profil ICC warna dari sumber ke gambar nada dipetakan, dan warna layar dikelola
»Empat algoritma untuk Eksposur Blending
»Opsi alignment otomatis untuk genggam gambar dengan dua metode alignment tersedia
»Preview dan pembesar tersedia untuk semua metode Exposure Blending
»Kemampuan untuk memilih gambar untuk metode 'H & S - 2 gambar'
»Pengolahan Otomatis Batch
»Dukungan JPEG, TIFF, RGBE Radiance, OpenEXR, PNG, PSD, RAW file dari kamera beberapa model

Belajar foto air slow speed dengan filter ND

14 September 2013 00:09:56 Dibaca : 416

Belajar foto air slow speed dengan filter ND

by ENCHE on SEPTEMBER 19, 2012
Foto di pantai berkarang sangat baik untuk latihan foto slow speed. Untuk mendapatkan foto dengan aliran air yang mulus seperti kapas membutuhkan shutter speed yang lebih lambat dari 1/4 detik. Semakin lambat, semakin mulus aliran airnya.

Saya sedang mendemonstrasikan cara mengunakan filter ND untuk mendapatkan foto air yang mulus kepada Pak Suria, saat tur fotografi Sawarna15-16 September yang lalu.
Ada dua kendala saat memakai shutter speed lambat. Pertama kita harus mengunakan tripod, jika tidak, getaran tangan kita akan membuat foto blur. Kedua, jika kita motret di siang hari saat matahari sedang terang-terangnya, foto akan terlalu terang/over exposure.
Untuk mengatasi masalah kedua, kita membutuhkan filter yang dinamakan filter ND (Neutral Density). Filter ini akan membatasi cahaya yang masuk ke lensa. Filter ini macam-macam kepekatannya. Satuannya stop. Setiap 1 stop, berarti filter ini mengurangi cahaya 1/2 nya.
Penamaan filter ND ini agak bervariasi dan cukup memusingkan. Misalnya ND8 (0.9) itu berarti 3 stop, ND4(0.6) itu 2 stop, ND64 (1.8) itu 6 stop dan ND1024 (3.0) itu 10 stop. Daftar lengkapnya bisa dibaca di wikipedia. Ada juga ND filter yang bisa berubah-ubah tingkat kepekatannya. Namanya Variable ND filter.
Berikut ini beberapa langkah mudah:
1. Set kamera ke tripod
2. Set kamera ke mode A/Av lalu set ke f/11 atau f/16 (cukup lumayan ruang tajamnya), hindari f/20 atau lebih kalau bisa karena ketajaman foto akan menurun
3. Set ISO ke nilai yang terendah (biasanya 100 atau 200)
4. Lihat setting ISO, Aperture dan Shutter speed
5. Pindahkan ke mode manual, copy setting tersebut
6. aktifkan fokus ke subjek dengan menekan setengah tombol jepret / tombol AF-ON
7. Pindahkan mode auto fokus ke manual fokus
8. Pasang filter ND
9. Lambatkan shutter speed dengan menyesuaikan kepekatan filter ND yang digunakan
10. Tekan tombol jepret untuk membuat foto. Lebih baik lagi mengunakan cable release supaya kamera tidak goyang
Contoh, dalam kasus saya, shutter speed yang saya dapat tanpa filter adalah 1/320 detik, maka saya melambatkan shutter speed dengan mengowes dial ke kiri sebanyak 3 X 10 stop = 30 kali. Hasilnya saya mendapatkan shutter speed 3 detik. Kalau ND filternya 3 stop, maka 3 x 3 = 9 kali.
Di foto dibawah ini, saya memakai filter ND 10 stop. Akibatnya, saya dapat memakai lensa shutter speed 3 detik daripada 1/320 detik jika tidak memakai filter ND.

Dengan filter ND 10 stop – ISO 200, f/11, 3 detik

Foto ini dibuat tanpa filter ND – ISO 200, 120mm, f/11, 1/320 detik
Selamat dipraktikkan.

Tips foto: bagaimana cara memotret siluet

14 September 2013 00:06:29 Dibaca : 115

Tips foto: bagaimana cara memotret siluet
Siluet adalah foto dengan obyek utama gelap total dengan background yang terang, sehingga yang terlihat adalah bentuk dari obyek utama tadi. Memotret siluet tidaklah sesulit yang dibayangkan, asal anda tahu langkah-langkah dan tips-nya. Silahkan:


Matikan Flash
Yang pertama dan terpenting adalah flash di kamera harus dimatikan, kalau tidak anda akan mendapatkan foto biasa (karena obyek utama-nya tidak jadi gelap). Jadi matikan flash dikamera anda


Cari kondisi pencahayaan yang tepat (backlight)
Untuk menghasilkan siluet, background anda harus lebih terang dibandingkan dengan obyek utama. Itulah kenapa kebanyakan foto siluet dilakukan saat sunset atau sunrise, dimana matahari (sumber cahaya) ada di belakang obyek yang ingin anda foto (backlighting). Tapi jangan batasi diri, foto siluet bisa dihasilkan kapan saja, pada intinya anda hanya harus menemukan background yang lebih terang dibandingkan obyek utama.

Carilah obyek yang bentuknya menarik
Foto siluet akan sangat menonjolkan bentuk obyek utama, oleh karena itu carilah obyek dengan bentuk yang menarik dan memiliki karakter kuat. Perhatikan foto diatas, karena obyek utama (pencari ikan) kehilangan detail dan menjadi sangat gelap, bentuknya justru akan lebih terekspos. Kita bisa melihat dengan jelas batas-batas lekukan bentuk tubuh si nelayan, bentuk jaring dan bingkainya sampai tetesan air yang keluar dari jaring. Anda juga bisa mencoba dengan obyek lainnya.

Carilah background yang tepat
Untuk mendapat siluet anda harus menemukan background yang lebih terang. Usahakan juga untuk mendapatkan background yang menarik namun juga tidak ramai sehingga obyek utama terlihat sangat menonjol. Langit dan pantai adalah contoh favorit.

Ukur eksposur dengan tepat (manual/ auto)
Sebisa mungkin gunakanlah mode manual eskposur. Set metering di spot metering. Lakukan pengukuran di daerah background yang paling terang. Dalam contoh foto diatas saya mengukur cahaya langit diatas helm. Ubahlah kombinasi aperture dan shutter speedsesuai dengan hasil metering anda, terutama pada aperture pastikan anda set sesuai keinginan anda (aperture besar untuk background yang agak kabur dan aperture kecil untuk background yang tajam). Setelah anda menentukan aperture dan shutter speed yang dipilih, arahkan kamera ke obyek utama. Aturlah h3 yang terbaik dan tentukan fokus di obyek utama, baru kemudian jepret….
Jika anda tidak bisa menggunakan mode manual, gunakanlah mode auto. Arahkan kamera ke area paling terang, dalam contoh diatas adalah ke langit diatas si pencari ikan, pencetlah setengah shutter anda (jangan pencet penuh) lalu tahan shutter jangan dilepas. Lalu arahkan kamera ke obyek utama anda baru kemudian jepret….


Jangan takut mencoba
Cobalah kombinasi aperture dan shutter speed yang berbeda jika anda gagal di kesempatan pertama. Cobalah juga bereksperimen dengan obyek dan lingkungan anda, jangan hanya terpaku pada sunset dan sunrise, karena foto siluet bisa dihasilkan dimanapun (silahkan lihat juga 8 contoh foto siluet kreatif ini).

KURSUS KILAT FOTOGRAFI

14 September 2013 00:03:21 Dibaca : 112

KURSUS KILAT FOTOGRAFI
oleh jakfoto.net pada 18 Agustus 2011 jam 15:25
Ketika anda mengikuti kursus fotografi anda akan diajarkan beberapa teknik fotografi tentang pencahayaan yang merupakan kunci keberhasilan untuk mendapatkan hasil gambar yang diinginkan. Teknik fotografi tentang Pengaturan pencahayaan ini sangat berkaitan dengan pengaturan diafragma (aperture) dan kecepatan (shutter speed).

1. Over Exposure
Yang dimaksud over exposure adalah Teknik fotografi tentang pencahayaan yang berlebih. Penyebar kelebihan pencahayaan ini adalah pengaturan aperture dengan shutter speed yang tidak sesuai. Jika dilihat di garis matering, posisi jarum matering berada di areal plus (+). Akibat dari kelebihan pencahayaan, foto yang dihasilkan tampak didominasi warna putih/terang.

2. Under Exposure
Kebalikan dari over exposure, adalah kekurangan pencahayaan. Penyebabnya pun sama, tidak sesuainya pengaturan shutter speed dan aperture (-). Under exposure biasanya juga disebabkan oleh sambaran flash yang terlalu lemah. Hal ini bisa terjadi jika jarak antara objek dengan flash terlalu jauh atau si pemotret terlalu minim mengatur output flash.

3. Cahaya dari Depan Objek
Memotretlah dengan keadaan objek menghadap sinar, bukan pemotret yang menghadap sinar. Cahaya yang datang dari depan objek akan menyinari tubuh secara merata. Wajah objek tampak jelas. Jika pada sebagian wajah objek ada sedikit bayangan (shadow), hal ini tidak mengurangi hasil foto, justru menambah nuansa foto.

4. Cahaya dari Belakang Objek
Saat memotret objek di luar ruangan (outdoor) sebaiknya menghindari pengambilan gambar yang menantang matahari. Pemotretan dengan menantang matahari, tubuh objek akan tampak gelap. Apalagi jika kondisi matahari terlalu kuat maka seluruh objek akan tampak hitam. Hasil foto seperti ini bisa menghasilkan foto siluet.

5. Cahaya Pagi Hari
Teknik fotografi tentang Memotret objek dengan memanfaatkan pencahayaan di pagi hari sangat disarankan. Pasalnya, cahaya pagi hari akan menghasilkan tonal warna yang lembut. Hasil foto yang didapatkan relatif bagus, baik objek landscape (pemandangan) maupun objek manusia.

6. Cahaya Siang Hari
Memotret objek pada siang hari sangat tidak disarankan karena sifat pencahayaan yang terlalu kuat sehingga foto yang dihasilkan cenderung over exposure, meskipun pengaturan aperture dan shutter speed sudah sesuai.

7. Cahaya Malam Hari
Teknik fotografi tentang Pemanfaatan cahaya pada malam hari sebenarnya memanfaatkan cahaya yang dihasilkan oleh lampu sebagai cahaya luar. Jangan terlalu mengandalkan flash karena hasilnya nanti akan tidak alami. Untuk menyiasatinya, pemotret bisa menggunakan shutter speed rendah tanpa tambahan lampu flash. Sayangnya, shutter speed yang rendah akan membuat foto menjadi tidak maksimal, maka dari itu, untuk mengatasinya pemotret bisa dibantu dengan penggunaan tripod.

Disarankan untuk memotret pagi hari pada jam 06.00 – 09.00 dan sore hari pada pukul 16.00 – 18.00. Pasalnya, dalam waktu-waktu tersebut terdapat pencahayaan yang paling baik.

3 Cara Membuat Hasil Foto MAKRO Jadi Lebih Baik

14 September 2013 00:01:45 Dibaca : 135

3 Cara Membuat Hasil Foto MAKRO Jadi Lebih Baik
oleh jakfoto.net pada 16 Agustus 2011 jam 13:25

“teknik sangatlah penting dalam belajar fotografi makro, kali ini saya akan sharing soal cara foto close-up, tiga langkah penting kali yang harus diperhatikan adalah pencahayaan, fokus, dan ketajaman foto close-up seperti bunga, serangga, dsb. anda harus membutuhkan 3 hal yang sudah dipersiapkan. ”
fotografi makro mengajak kita untuk mengeksplorasi detail dari sebuah gambar, mungkin bagi kalian semua yang suka dengan hasil foto2 makro dapat mengetahui alat-alat yang dibutuhkan. karena dengan alat yang benar dan pemahaman cara penggunaannya, dan setelah itu kamu akan segera tergila-gila dengan dunia yang tidak kamu lirik sebelumnya.

buat kalian yang ingin memulai foto close-up seperti bunga, serangga, dsb. anda harus membutuhkan 3 hal yang sudah dipersiapkan yaitu:

1. Ketajaman
yang membuat indah sebuah foto makro adalah ketajaman. faktor yang membuat gambar tidak tajam bisa jadi disebabkan oleh kamera kamu goyang (mungkin karena cape), kadang menekan tombol shuter juga bisa buat shaking untuk pengambilan gambar yang sangat dekat, namun mensiati objek juga merupakan hal penting, karena tidak semua objek yang statis (diam) tidak dapat mempengaruhi. misal kamu mau mengambil foto bunga... oleh maka itu coba siapkan penjepit atau penyangga kecil agar kamu tidak menyianyiakan kesempatan yang mungkin terjadi.
mungkin tips yang paling tepat untuk hal ini ialah menggunakan tripot agar kamera dapat berdiri stabil dan kokoh.

2. Focus
nah ini yang harus diperhatikan, focus nya hasil gambar, karena foto yang istilahnya "tajem" cuma dihasilkan dari hasil focus yang tepat. untuk membuat foto makro diperlukan pemfocusan uang akuran mungkin karena DOF yang sempit. sekmakin dekat jarak kamu pada objek semakin rendah DOF, jadi gunakan tombol DOF preview intuk memeriksa fockus objek pada pengaturan diagfragma tersebut. biasanya diafragma yang digunakan berkisar di f/16 s-d f/22 , untuk itu hindari bukaan paling terkecil karena dapat membuat gambar tidak tajam.

3. Lighting
Pencahayaan juga menjadi masalah dalam foto makro, salah satu kendala utama yang dihadapii dalam fotografi makro adalah kurangnya cahaya karena harus menggunakan diaframa kecil. untuk memasukan sebanyak mungkin cahaya yang , gunakan speed shutter yang lambat. dan sepertinya jika sudah seperti ini kita memang membutuhkan tripot untuk fotomakro.

jarak focus lebih panjang bisa didapat dari lensa makro yang lebih mahal akan lebih nyaman digunakan untk mendapat lebih banyak cahanya pada obyek karena pembesaran 1:1 bisa dicapai dari jarak jauh. bila inin menggunakan lambpu tambahan atau relektor juga akan lebih mudah kera tersedia lebih banyak ruang.
untk aksesoris, reflektor merupakan pilihan bagus, dan harganya juga lumayan terjangkau dibanding dengan kamu beli speed light :p, Diffuser juga berguna untk melembutkan cahaya agar tidak terlalu kuat menembah objek , sert berguna untk mengabadikan objek berkilau di dalam ruangan, untuk pemotretan indoor, tak perlu menggunakan satu set peralatan pencahayaan profesional, saya rasa satu meja sederhana saja sudah cukup melengkapi.
siapa tau menghibur dan menginspirasi Anda

Kategori

Blogroll

  • Masih Kosong