Kita Adalah Satu

02 February 2013 18:06:31 Dibaca : 3

Setelah kebijaksanaan kita diperbaharui kembali, setiap hari kita menjadi lebih bijaksana dan lebih mengasihi, dan kita mungkin saja secara otomatis ingin membantu siapapun yang datang kepada kita. Kita akan merasakan penderitaan lainnya sebagaimana penderitaan kita sendiri dan kita akan berkeinginan membawakan kebahagiaan kepada setiap orang yang kita hubungi.

Dalam semangat yang sama, kita telah datang di sini untuk melayani Anda dan berbagi dengan Anda akan berita baik dan semuanya ini tanpa adanya suatu kondisi apapun. Kita tidak mengharapkan, menanyakan atau memikirkanapapun sebagai gantinya. Yang kalian semua akan lakukan hanyalah mengenali diri kalian dan menikmati kebersamaan diri kalian dengan Tuhan dalam kesendirianmu. Semakin banyak orang yang mengenal Tuhan, semakin banyak yang akan dapat menghubungi Tuhan secara langsung dan menjadi lebih bahagia sehingga semakin penuh kedamaian dunia ini jadinya, perang berkurang, dan semakin banyak kita dapat membawa surga ke Bumi. Tiada terdapat suatu alasan untuk melakukan ini kecuali bahwa saya memiliki suatu pengetahuan bahwa kalian adalah juga diriku; kalian adalah bagian dariku dan aku adalah bagian dari seluruh umat manusia. Jika seluruh umat manusia berbahagia, maka tentu saja saya juga berbahagia. Dan jika ada bagian manapun, bagian manapun dari seluruh umat manusia, sakit atau tidak berbahagia, maka hal tersebut akan mempengaruhi siapapun dari kita, termasuk diriku.

Kita akan melihat ketergantungan antar semua makhluk, termasuk binatang dan tumbuh-tumbuhan, setelah kita menjadi tercerahkan, setelah kita mengenal Tuhan secara lebih akrab.Pada akhirnya, kita akan melihat tiada apapun tetapi diri kita sendiri yang berada di mana-mana, dalam masing-masing dan setiap makhluk, dalam masing-masing dan setiap partikel di alam semesta. Itulah bagaimana kita dapat mengasihi tetangga kita sebagaimana diri kita sendiri, karena kita mengetahui bahwa ini adalah kita. Kalau tidak, tiada pembicaraan dan keyakinan apapun yang dapat membawa kita kepada tingkat kasih secara suka-rela seperti ini, kepada jalan kemuliaan yang otomatis ini.

Hal tersebut sama saja seperti seseorang yang kehilangan penglihatan tidak dapat melihat kakinya atau bagian lain dari tubuhnya. Karena ia tidak dapat melihat secara jelas, ia dapat merasakan bagian tubuh itu saja. Dan karena ketidak-mampuannya untuk melihat bagian dari dirinya, ia kemungkinan adakalanya dapat mencederai dirinya sendiri secara tanpa sadar. Ia kemungkinan menabrak tembok; ia kemungkinan menghentakkan betisnya atau kakinya di atas benda yang keras dan mencederai beberapa bagian dari tubuhnya. Tetapi jika penglihatannya dipulihkan kembali, ia akan mengetahui di mana harus berjalan secara benar; ia akan mengetahui bagaimana melindungi setiap bagian dari tubuhnya. Setelah menjadi tercerahkan, kita akan mengetahui setiap makhluk di atas planet ini, termasuk para saudara yang lebih muda, binatang atau tumbuh-tumbuhan, sehingga tidaklah mungkin buat kita untuk menyakiti bagian manapun dari diri kita. Kita tidak akan harus membicarakan tentang perdamaian, perdamaian akan secara otomatis ditempatkan kembali. Kita tidak harus mengatakan, "Kita harus mengasihi saudara-saudara kita, tetangga-tetangga kita;" kita akan secara otomatis mengasihi tetangga-tetangga kita. Hanya apabila kita mengetahui secara utuh seberapa agungnya diri kita sendiri, barulah kita dapat mengenali keagungan yang terdapat dalam makhluk lainnya.

"Semakin kita berlatih rohani, semakin baik kita dapat memahami orang lain dan memperlakukan mereka secara murah hati. Kita mestinya lebih mampu menerima pendapat orang lain dan tingkat pemahaman mereka, demikian pula dapat menghargai kebebasan berpendapat mereka. Ini merupakan alam semesta yang bebas!"

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong