review jurnal II

16 November 2020 08:47:23 Dibaca : 5

1.)

Pelabuhan perikanan merupakan sentral kegiatan yang memiliki hubungan yang kuat terhadap keberhasilan kegiatan penangkapan ikan.

judul Jurnal Ilmiah Manajemen Muhammadiyah Aceh (JIMMA)
jurnal Analisis evaluasi kinerja pelabuhan perikanan lampulo dalam peningkatan kesejahteraan hidup dan pengurangan angka pengangguran
volume dan halaman Vol. 8 No. 1
tahun  Jan-Jun 2018
penulis Agus Ariyanto
review Tri Trersya Hiola
tahun

2020

latar belakang                 Pelabuhan perikanan merupakan sentral kegiatan yang memiliki hubungan yang kuat terhadap keberhasilan kegiatan penangkapan ikan.
tujuan penelitan

tujuan dari penelitian ini adalah:

a. Untuk mengetahui profil

Pelabuhan Perikanan Lampulo (PP

Lampulo) di Provinsi Aceh.

b. Untuk mengetahui pengelolaan

Pelabuhan Perikanan Lampulo (PP

kesimpulan PP Lampulo dapat menciptakan berbagai lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat untuk menunjang pertumbuhan ekonomi dan pemasukan bagi pemerintah dalam upaya peningkatan kesejateraan hidup dan pengurangan angka pengangguran melalui evaluasi kinerja PP Lampulo. Penilai evaluasi kinerja dari sisi evaluasi tujuan dan sasaran bahwa tujuan dan sasaran PP Lampulo sudah sesuai dengan pembangunan pelabuhan, begitu juga dengan rencana PP Lampulo sudah sesuai dilihat dari dampaknya kepada masyarakat

2.)

 

judul  Evaluasi terhadap implementasi program pengembangan kawasan minapolitan perikanan tangkap di pelabuhan perikanan nusantara (PPN)brondong kabupaten lamongan jawa timur
jurnal Jurnal ECSOFiM
volume dan halaman Vol. 1, No. 1, 2013
tahun 2013
penulis Yulidhin Khoirul Aswanah1 , Anthon Efani2 , Agus Tjahjono2
review  Tri Trersya Hiola
tahun 2020
latar belakang Program minapolitan yaitu Konsep pembangunana ekonomi local berbasis manajemen wilayah dengan motor penggerak sector kelutan dan perikanan, untuk menunjang pertumbuhan ekonomi nasional.
tujuan penelitian Tujuna utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kecocokan antara perencanaan dan implementasi dari program pengembangan kawasan minapolitan perikanan tangkap di Kabupaten Lamongan..
kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan beberapa hal antara lain : 1. Profil minapolitan perikanan tangkap di wilayah Kabupaten Lamongan yaitu kawasan minapolitan terletak di Kecamatan Brondong sebagai minapolis, dengan PPM di PPN Brondong, dan Kecamatan Paciran sebagai kawasan hinterland. Komoditas unggulannya yaitu ikan tongkol, kembung, layang dan kuniran. Tim POKJA minapolitan dibentuk berdasarkan SK Bupati yang sudah ditetapkan. Tujuan minapolitan ini adalah untuk meningkatkan pendapatan nelayan di Kabupaten Lamongan dengan tetap memperhatikan kelestarian sumberdaya ikan dan keberlangsungan stok di laut

3.) 

judul Analisis sosial ekonomi dan keramahan lingkungan alat tangkap sero (SET NET) di perairan pulau bangkuludis kabupaten tana tidung kalimantan utara
jurnal Buletin Ilmiah “MARINA” Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
volume dan halaman Vol. 5 No. 2 Tahun 2019: 85-94
tahun 2019
penulis Gazali Salim1, Muhammad Firdaus1, Muhammad Fajar Alvian1, Agus Indarjo2,  Permana Ari Soejarwo3, Achmad Daengs GS4 dan Lukman Yudho Prakoso5
review Tri Trersya Hiola
tahun 2020
latar belakang Perairan Pulau Bangkudulis merupakan daerah estuaria dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Kondisi ini berpotensi memiliki nilai ekonomi dalam kegiatan perikanan tangkap yang dilakukan secara berkelanjutan dan lestari. Potensi pemanfaatan perikanan salah satunya yaitu dengan menggunakan alat tangkap sero (set net) yang dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.
tujuan penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sosial ekonomi dan tingkat keramahan lingkungan alat tangkap sero (set net) yang dilakukan di perairan Pulau Bangkudulis Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif
kesipulan

KesimpulanBerdasarkan luas wilayahnya, Kabupaten Tana Tidung memiliki luas wilayah sebesar

 6.444 m2 yang dikelilingi oleh perairan estuaria yang berasal dari pertemuan air tawar sungai hulu dengan air laut tiga bagian yang berasal dari Samudera Pasifik, Laut Cina Selatan dan Laut Selat Makasar. Daerah estuaria di Pulau Bangkudulis memiliki potensi sumber daya

 hayati laut yang cukup tinggi, hal ini dikarenakan adanya pengaruh dari sungai hulu dan sirkulasi pasang surut yang mempunyai sumber                

 unsur hara dan bahan organik sehingga dijadikan tempat

mencari makan dan pembesaran ikan peruaya.  

4.)

judul Pengelolaan sumber daya perikanan berbasis masyarakat (PSPBMmelalui  MODEL  CO-MANAGEMENT PERIKANAN
jurnal Jurnal Ekonomi Pembangunan
volume dan halaman Vol. 10, No.2, Desember 2009, hlm. 172 - 198
tahun 2009
penulis A. Muluk Alains 1 Seprianti Eka Putri 1 Prilia Haliawan 1
review Tri Trersya Hiola
tahun 2020
latar belakang Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Berbasis Masyarakat (PSPBM) yang merupakan proses pemberian wewenang, tanggungjawab dan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola sumberdaya perikanannya sendiri telah menjadi populer pada saat ini. Namun rezim
tujuan penulisan Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengelolaan sumberdaya pesisir terpadu berbasis masyarakat (PPSBM) melalui model Co-Management perikanan ditinjau dari dinamika sosial ekonomi dan manajemen konflik nelayan sesuai dengan kondisi lapangan yang terjadi di kota Bengkulu. 
kesimpulan pengembangan keterampilan yang tidak hanya terpaku pada bidang kelautan saja seperti melaut, mengasinkan ikan. Namun dapat memungkinkan untuk lebih luas lagi seperti sektor jasa atau sektor lainnya yang masih berkaitan dengan dunia kelautan. Seperti nelayan Bugis yang berada di daerah Kampung Melayu yang terkenal dengan keterampilan yang dimiliki untuk membuat perahu dan kapal yang lebih baik mutunya atau membuat lembaga yang secara khusus mengajarkan

5.)

judul Evaluasi status berkelanjutan pembangunan perikanan aplikasi pendekatan RAPFISH (Studi Kasus Perairan Pesisir DKI Jakarta)
jurnal Pesisir & Lautan
volume dan halaman Volume 4, No.3, 2002
tahun 2002
penulis AKHMAD FAUZI, SUZY ANNA
review Tri Trersya Hiola
tahun 2020
latar belakang keberlanjutan (sustainability) merupakan kata kunci bagi pembangunan perikanan di seluruh dunia. Namun demikian keberlanjutan agak sulit untuk dianalisis, khususnya ketika dihadapkan pada kondisi mengintegrasikan seluruh informasi data baik ekologi, sosial dan ekonomi.
tujuan penelitian Didalam penelitian ini prosedur analisis Rapfish dilakukan melalui beberapa tahapan yakni; n Analisis terhadap data perikanan DKI Jakarta melalui data statistik dan studi literature dan pengamatan di lapangan. n Melakukan skoring dengan mengacu pada literatur (aspek ekologi dari rapfish mengacu pada publikasi FAO dan Longhurst et.al.,1995) dengan menggunakan
kesimpulan Analisis keberlanjutan perikanan dengan menggunakan teknik Rapfish memang relatif masih baru dan non-tradisional. Namun demikian analisis yang relatif lebih mudah ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk mengevaluasi kondisi perikanan suatu wilayah secara cepat

6.)

judul CREATING A LEGAL FRAMEWORK FOR INTEGRATED COASTAL MANAGEMENT IN INDONESIA
jurnal Pesisir & Lautan
volume dan halaman Volume 4, No.3, 2002
tahun 2002
penulis JASON PATLIS, MAURICE KNIGHT, WILSON SIAHAAN
review Tri Trersya Hiola
tahun 2020
latar belakang Belakang ini ada suatu usaha bersama diantara sejumlah organisasi pemerintah dan non pemerintah di Indonesia untuk mengembangkan program pengelolaan pesisir terpadu, melalui inisiatif-inisiatif penelitian dan kegiatan-kegiatan yang berbasis masyarakat.
tujuan penelitian Meningkatkan kepedulian masyarakat luas terhadap manfaat dari pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan secara terpadu. Merangsang dialog di antara para praktisidan pakar pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan. r Membagi pengalaman dan pengetahuan di antara seluruh pemerhati masalah-masalah pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan
kesimpulan

Kesimpulan. Artikel ini mendiskusikan aturan bagaimana hukum dapat bermain, bagaimana hukum dapat dikembangkan dan mengapa ia berhasil. Secara spesifik, artikel ini mendiskusikan baik prinsip-prinsip dan mekanisme pengembangan sebuah kerangka legal (legal framework). Disini juga dikaji dua studi kasus: pengembangan sebuah peraturan tentang daerah pengelolaan pesisir berbasis masyarakat di Minahasa, Sulawesi Utara, dan pengembangan hukum nasional mengenai pengelolaan pesisir oleh Departemen Kelautan dan Perikanan Indonesia 

 

 

 

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong