Paradigma Baru Layanan Bimbingan dan Konseling Di Sekolah Dasar Dalam Membentuk Karakter Pelajar

21 May 2023 19:05:37 Dibaca : 93

Nama : RIVALDI 

Kelas : 2 E PGSD

NIM : 151422126

 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Perkenalkan Saya Rivaldi, Mahasiswa Aktif dari Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar , Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Gorontalo Angkatan 2022, Akan berbagi sedikit cerita pengalaman Saya pada saat mengikuti Visiting Lecture, Dengan tema “Paradigma Baru Layanan Bimbingan dan Konseling Di Sekolah Dasar Dalam Membentuk Karakter Pelajar”. Yang dilaksanakan pada hari sabtu, tanggal 13 Mei 2023,bertempat di Gedung Jurusan Aula PGSD. Adapun tujuan dari kegiatan Visiting Lecture ini yaitu untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Dasar Oleh Ibu, Dra. Salma Halidu S.Pd, M.Pd, MCE dan Juga Ibu Dr. Asni Ilham S.Pd, M,Si Selaku Dosen Pengampuh Mata Kuliah Bimbingan dan Konseling Di Sekolah Dasar . 

Dalam Kegiatan Seminar ini dihadiri dan di hadiri oleh beberapa mahasiswa/mahasiswi Universitas Negeri Gorontalo, Mahasiswa/i Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, dihadiri oleh Bapak Ketua Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Bapak Dr. Candra Cuga S.Pd, M.Pd, MCE, dan dibuka secara resmi oleh Bapak Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Bapak Dr. Arwildayanto S.Pd, M.Pd.

Pada Kegiatan ini, kami mengundang 3 Pemateri/Narasumber yang sangat luar biasa, Narasumber Pertama ada Bapak Dr. Aam Imaduddin S.Pd, M.Pd (Dosen prodi Bimbingan dan konseling Universitas Muhammdiyah Tasikmalaya) selaku pemateri pertama, Narasumber kedua Bapak Dr. Ryan Hidayat Rafiola M.Pd, Kons (Dosen Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Gorontalo) akan tetapi tidak bisa membersamai kita dalam kegiatan Visiting Lecture karena ada hal yang tidak kalah pentingnya, dan Narasumber ketiga yaitu Ibu Dra. Salma Halidu S.Pd, M.Pd, MCE (Dosen Pengampu Mata Kuliah Bimbingan Dan Konseling Di SD).

Materi Pertama yang dibawakan oleh Bapak Dr. Aam Imaduddin, S.Pd, M.Pd .yang membahas tentang “Tujuan dari layanan Bimbingan dan Konseling Disekolah Dasar” Tujuan dari layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar adalah untuk membantu perkembangan dan kesejahteraan siswa secara holistic. Beberapa tujuan utama dari layanan tersebut adalah, Pengembangan pribadi pada siswa, jadi dalam layanan ini bimbingan dan konseling membantu siswa dalam memahami diri mereka sendiri. Perkembangan akademik dalam bimbingan dan konseling dapat membantu siswa dalam merencanakan tujuan pendidikan dan belajar yang realistis, mengembangkan keterampilan belajar, mengatasi kesulitan akademik, dan memanfaatkan potensi akademik mereka secara maksimal. Pengembangan sosial dan emosional, dalam layanan ini membantu siswa dalam memahami dan mengelola emosi mereka, mengembangkan keterampilan sosial, membangun hubungan yang sehat dengan teman sebaya dan orang dewasa. Pembimbingan karir, jadi layanan Bimbingan dan Konseling membantu siswa dalam memahami pilihan karir yang tersedia yang sesuai dengan kebutuhan serta keteramplian siswa. Jadi melalui bimbingan dan konseling di sekolah dasar, siswa diberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara menyeluruh, serta mendapatkan dukungan baik dari orang tua maupun guru dalam menghadapi tantangan hidup mereka.

Sebagai seorang guru, bimbingan dan konseling ini sangat penting bagi kita agar kedepannya dapat membantu peserta didik untuk bisa lebih mengembangkan dirinya dengan potensi-potensi yang dimilikinya. Bimbingan dan konseling bukan hanya pada penguasaan materi pelajaran, tapi juga permasalahan psikologis peserta didik seperti salah satunya kasus perundungan yang sering terjadi. Kesadaran dalam fungsi pendidikan disekolah dasar dalam konteks “membimbing”, guru yang berkompetensi harus lebih mengoptimalkan dan lebih memfokuskan pada konteks pembelajaran.

Materi Ketiga yang dibawakan oleh Ibu Dra. Salma Halidu , S.Pd , M.Pd. MCE. yang membahas tentang "Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SD Melalui Layanan Bimbingan Dan Konseling". Meningkatkan kepercayaan diri siswa SD melalui layanan bimbingan dan konseling dapat menjadi strategi yang efektif dalam membantu mereka mengatasi tantangan dan mengembangkan potensi mereka. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil dalam implementasi layanan bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa SD:

Penilaian awal: Lakukan penilaian awal terhadap kepercayaan diri siswa. Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri mereka, seperti pengalaman masa lalu, prestasi akademik, hubungan sosial, atau masalah pribadi. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang siswa, Anda dapat merancang program yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pembangunan hubungan: Ciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung di sekolah. Penting untuk membentuk hubungan yang positif antara konselor dan siswa. Jalin komunikasi terbuka dan mendengarkan siswa dengan empati. Dengan merasa didengar dan diterima, siswa akan merasa lebih nyaman untuk berbagi dan menerima bantuan.

Konseling individual: Adakan sesi konseling individual dengan siswa untuk membantu mereka mengatasi masalah dan mengembangkan keterampilan sosial, komunikasi, dan pengambilan keputusan. Fokus pada penghargaan diri, identifikasi kekuatan, dan tujuan yang realistis. Dorong siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka serta dorong mereka untuk mencoba hal-hal baru.

Konseling kelompok: Selain konseling individu, adakan juga konseling kelompok. Kelompok ini dapat menjadi wadah bagi siswa untuk berinteraksi dengan teman sebaya yang mengalami masalah serupa. Diskusikan topik-topik yang relevan, seperti menghadapi ketakutan, mengelola stres, atau meningkatkan rasa percaya diri. Dalam kelompok, siswa dapat belajar dari pengalaman orang lain dan mendapatkan dukungan sosial.

Pembinaan kompetensi sosial: Sertakan program pembinaan kompetensi sosial dalam kurikulum sekolah. Latih siswa dalam keterampilan sosial, seperti berkomunikasi dengan jelas, bekerja sama dalam tim, mengelola konflik, dan membangun hubungan yang positif. Dengan menguasai keterampilan ini, siswa akan merasa lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan orang lain.

Menghargai prestasi: Berikan penghargaan dan pengakuan kepada siswa atas prestasi mereka. Hal ini bisa dalam bentuk apresiasi verbal, penghargaan kelas, sertifikat, atau program penghargaan lainnya. Dengan memberikan pengakuan atas upaya dan prestasi mereka, siswa akan merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berkembang.

Kolaborasi dengan orang tua: Melibatkan orang tua dalam proses pengembangan kepercayaan diri siswa sangat penting. Berikan informasi dan saran kepada orang tua tentang bagaimana mereka dapat mendukung anak-anak mereka di rumah

Demikian pengalaman yang dapat saya ceritakan, mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam penulisan. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada pihak-pihak yang turut serta membantu menyukseskan kegiatan Visiting Lecture sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar . Semoga materi yang telah disampaikan narasumber dapat bermanfaat untuk kita sebagai Calon Guru di masa yang akan datang, Aamiin.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh 

                 

                      Mengetahui,

Dosen Pengampuh Mata Kuliah Bimbingan dan Konseling

Ibu Dra. Salma Halidu, S.Pd, M.Pd, MCE

 

Rivaldi.

Kategori

  • Masih Kosong

Arsip

Blogroll

  • Masih Kosong