PARADIGMA BARU LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MEMBENTUK KARAKTER PELAJAR

22 May 2023 20:53:09 Dibaca : 96

Nama : Feby Anggriani Husain

NIM : 151422145

Kelas : 2F

 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Saya Feby Anggriani Husain mahasiswi Angkatan 2022 dari Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Gorontalo. Melalui artikel ini, saya akan berbagi sedikit pengalaman saya sebagai panitia sekaligus peserta dalam kegiatan Visiting Lecture, dengan tema “Paradigma Baru Layanan Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Dasar Dalam Membentuk Karakter Pelajar”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Mei 2023 yang bertempat di Aula Jurusan PGSD. Visiting Lecture ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar dengan Dosen Pengampu sekaligus penanggung jawab kegiatan Visiting Lecture Ibu Dra. Salma Halidu, S.Pd., M.Pd., MCE dan juga Ibu Dr. Asni Ilham S.Pd., M.Si.

 

Kegiatan Visiting Lecture ini dihadiri oleh sebagian mahasiswa/mahasiswi Universitas Negeri Gorontalo dan mahasiswa/mahasiswi Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Bapak Dr. Arwildayanto, S.Pd., M.Pd dan juga dihadiri oleh Ketua Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Bapak Dr. Candra Cuga, S.Pd., M.Pd., MCE. Pada kegiatan ini kami mengundang 3 Narasumber yang luar biasa, narasumber yang pertama ialah Bapak Dr. Aam Imaduddin, S.Pd., M.Pd (Dosen Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya), narasumber yang kedua ialah Bapak Dr. Ryan Hidayat Rafiola, M.Pd.,Kons (Dosen Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Gorontalo) akan tetapi beliau tidak sempat hadir dalam kegiatan Visiting Lecture karena ada suatu hal yang tidak kalah pentingnya, dan narasumber yang ketiga yaitu Ibu Dra. Salma Halidu, S.Pd., M.Pd., MCE (Dosen Jurusan PGSD Universitas Negeri Gorontalo).

Materi pertama yang disampaikan oleh Bapak Dr. Aam Imaduddin, S.Pd., M.Pd membahas tentang “Tujuan dari Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar”. Bimbingan dan konseling bertujuan membantu peserta didik mencapai tugas-tugas perkembangan secara optimal sebagai makhluk Tuhan, sosial, dan pribadi. Lebih lanjut tujuan bimbingan dan konseling adalah membantu individu dalam mencapai: (a) kebahagiaan hidup pribadi sebagai makhluk Tuhan, (b) kehidupan yang produktif dan efektif dalam masyarakat, (c) hidup bersama dengan individu-individu lain, (d) harmoni antara cita-cita mereka dengan kemampuan yang dimilikinya. Dengan demikian peserta didik dapat menikmati kebahagiaan hidupnya dan dapat memberi sumbangan yang berarti kepada kehidupan masyarakat umumnya.

Bimbingan dan konseling bertujuan membantu peserta didik agar memiliki kompetensi mengembangkan potensi dirinya seoptimal mungkin atau mewujudkan nilai-nilai yang terkandung dalam tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasainya sebaik mungkin. Pengembangan potensi meliputi tiga tahapan, yaitu: pemahaman dan kesadaran (awareness), sikap dan penerimaan (accommodation), dan keterampilan atau tindakan (action) melaksanakan tugas-tugas perkembangan.

Materi kedua yang disampaikan oleh Ibu Dra. Salma Halidu, S.Pd., M.Pd., MCE membahas tentang “Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SD Melalui Bimbingan dan Konseling”. Percaya diri merupakan pokok dalam membentuk individu yang memiliki potensi diri yang optimal, karena dengan percaya diri yang positif mampu menjadikan individu memiliki keyakinan akan kemampuan dirinya tanpa merasa minder atas kekurangannya. Keberadaan layanan Bimbingan Konseling di sekolah berperan membantu peserta didik untuk mengetahui berbagai informasi, mengajak peserta didik untuk tidak ragu-ragu dalam mencapai aktualisasi diri yang positif. Di dalam bimbingan kelompok membawa pengaruh positif terhadap peserta didik yang memiliki percaya diri rendah. Dengan mengikuti layanan bimbingan kelompok peserta didik yang cenderung pasif dan pendiam dituntut untuk berani mengungkapkan pendapat di depan anggota kelompoknya. Sehingga mampu merubah pola pikir, kebiasaan dan tingkah laku dalam sehari-hari menjadi lebih bermakna dan positif dalam melakukan segala hal yang berhubungan dengan pola sosialisasi dengan orang lain.

Siswa yang mengalami krisis percaya diri biasanya juga akan diikuti oleh menurunnya prestasi belajar. Rasa minder atau kurang percaya diri bisa saja disebabkan karena seseorang merasa dirinya tidak seperti temannya yang lain. Padahal setiap manusia diciptakan dengan keunikan masing-masing. Kunci supaya siswa menjadi lebih percaya diri adalah membuatnya memahami kelebihan yang dimiliki. Teman yang lain mungkin memang mempunyai kelebihan yang tidak dimilikinya. Namun sebaliknya bisa kamu ternyata memiliki kelebihan yang tidak dipunyai teman yang lainnya. 

Demikianlah pengalaman yang dapat saya bagikan. Terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah membantu dalam kegiatan Visiting Lecture sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapat dari para narasumber bisa bermanfaat bagi kita semua untuk kedepannya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh... 

 

Mengetahui:

Dosen Pengampu Mata Kuliah Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Dasar

 

 

Dra. Salma Halidu, S.Pd., M.Pd., MCE

 

Feby Anggriani Husain 

 

Kategori

  • Masih Kosong

Arsip

Blogroll

  • Masih Kosong