VISI DAN MISI UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
Visi 2035"Menjadi fakultas rujukan dalam bidang teknologi berwawasan budaya di kawasan Asia Tenggara".MisiMeningkatkan mutu penyelenggaran pendidikan dan pengajaran yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berwawasan budaya.Meningkatkan kualitas penelitian melalui riset unggulan pengembangan teknologi berbasis potensi regionalMeningkatkan kualitas pengabdian masyarakat melalui sinergitas pemberdayaan masyarakat.Mengembangkan kerjasama dengan stakeholder di kawasan Asia Tenggara.Menyelenggarakan sistem tatakelola kelembagaan dan lingkungan yang berkualitasTujuanMenghasilkan lulusan yang berkualitas, terampil, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki kemampuan dalam pengembangan dunia kerja.Menghasilkan produk-produk riset yang berdaya saing untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berwawasan budaya.Menghasilkan produk pengabdian masyarakat yang mampu menjawab tuntutan dan kebutuhan masyarakat.Mewujudkan peran institusi melalui sharing sumber daya dalam meningkatkan mutu manajemen kelembagaan dan produk Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).Mewujudkan sistem tata kelola kelembagaan yang efisien, transparan dan akuntabel serta lingkungan yang kondusif.
HARAPAN KHUSUS NELSO UNTUK UNG
60DTK-Gorontalo: Mantan Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Nelson Pomalingo menilai, kelima bakal calon Rektor UNG periode 2019-2023 tentu memiliki kelompok pendukungnya masing – masing.
BACA: UNG Gelar Pemelihan Rektor 2019-2023, Begini Mekanismenya
Olehnya Ia berharap, setelah proses pilrek tersebut selesai, setiap calon harus bisa menjalin kembali silaturahmi dan bersatu untuk memajukan kampus peradaban itu.
Menurut Bupati Gorontalo itu, kelima bakal calon tersebut memiliki kualitas yang sama. Akan tetapi yang membedakannya adalah terobosan yang akan dibuat nanti jika terpilih sebagai Rektor UNG.
BACA: Ridwan Tohopi Resmi Jadi Rektor UNU Gorontalo
“Semua calon baik. Ada lima kandidat yang secara kualitatif, kualitas semuanya sama. Yang membedakannya mungkin trobosan dari masing – masing kandidat, dan saya melihat ada beberapa orang yang memiliki trobosan baik”, ungkap Nelson usai pemaparan visi dan misi calon Rektor UNG yang berlansung di Gedung Auditorium UNG, Senin (02/09).
Nelson juga mengungkapkan, ada kurang lebih 400-an universitas negeri dan swasta di Indonesia, dan UNG termasuk dalam kategori terbaik dari jumlah universitas itu.
BACA: Rektor UMGo Memasyarakatkan Olahraga Pada Generasi Muda
“Kurang lebih ada sekitar empat ratusan l universitas, baik negeri ataupun swasta yang ada di Indonesia. Dan UNG masuk dalam kategori terbaik. Sehingganya kita harus melihat, mana calon yang memiliki kontribusi di daerah dan diluar daerah yang baik”, tandas mantan akademisi itu.
SEJARAH UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
Tentang Universitas Negeri Gorontalo (UNG) merupakan universitas yang dikembangkan atas dasar perluasan mandat (wider mandate) dari IKIP Negeri Gorontalo. Keberadaan Universitas Negeri Gorontalo dimulai dari Junior College FKIP Universitas Sulawesi Utara-Tengah (UNSULUTTENG) Manado di Gorontalo berdasarkan surat keputusan pejabat Rektor UNSULUTTENG Nomor 1313/II/E/63 tanggal 22 Juni 1963, Cabang FKIP UNSULUTTENG di Gorontalo berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP nomor 67 tahun 1963 tanggal 11 Juli 1963, IKIP Manado Cabang Gorontalo berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 114 tahun 1965 tanggal 18 Juni 1965, FKIP UNSRAT Manado di Gorontalo berdasarkan Keppres nomor 70 tahun 1982 tanggal 7 September 1982, STKIP Gorontalo berdasarkan Kepres RI nomor 9 tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993, IKIP Negeri Gorontalo berdasarkan Kepres RI nomor 19 tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001.
Perubahan IKIP Negeri Gorontalo menjadi Universitas Negeri Gorontalo ditetapkan dengan surat Keputusan Presiden RI nomor 54 tahun 2004 tanggal 23 Juni 2004. Hari lahir UNG ditetapkan sama dengan lahirnya cabang FKIP UNSULUTTENG di Gorontalo yaitu, tanggal 1 September 1963 sebagaimana dinyatakan dalam surat keputusan menteri PTIP nomor 67 tahun 1963 tanggal 11 Juli 1963. Dalam perjalanannya selama 50 tahun telah mengalami tujuh kali pergantian pimpinan dan enam kali perubahan nama lembaga.
Secara rinci nama pejabat pimpinan sejak tahun 1963 – sampai sekarang sbb :
Drs. Idris Djalali - Dekan Koordinator IKIP Yogyakarta Cab. Manado di Gorontalo - 1963-1966Drs. Ek. M. J. Neno - Dekan Koordinator IKIP Manado Cab. Gorontalo - 1967-1969Prof. Drs. H. Thahir A. Musa - Dekan Koordinator IKIP Manado Cab. Gorontalo - 1969-1981Prof. Drs. H. Kadir Abdussamad - Dekan FKIP Unsrat Manado di Gorontalo - 1982-1988Drs. H. Husain Jusuf, M.Pd - Dekan FKIP Unsrat Manado di Gorontalo - 1989-1992Prof. Dr. H. Nani TuloliDekan FKIP Unsrat Manado di Gorontalo - 1992-1993Ketua STKIP Negeri Gorontalo - 1993 - 2001Pj. Rektor IKIIP Negeri Gorontalo - 2001 - 2002Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd Rektor IKIP Negeri Gorontalo - 2002-2004Rektor Universitas Negeri Gorontalo - 2004-2010Dr. H. Syamsu Qamar Badu, M.Pd - Rektor Universitas Negeri Gorontalo - 2010 - 2019Dr. H. Eduart Wolok, ST, MT - Rektor Universitas Negeri Gorontalo - 2019