Kecamatan Bilato daerah yang paling terparah terkena banjir bandang di Gorontalo
(Ilustrasi Gambar banjir Di Kecamatan Bilato Kabupaten Gorontalo)
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Pertama-tama terima kasih telah mengunjungi blog saya ini. Dalam blog ini, saya ingin menuliskan tentang hal yang menjadi viral terjadi belakangan ini yaitu tentang bencana banjir yang telah terjadi di beberapa daerah di Indonesia salah satunya yang terjadi di Gorontalo, lebih tepatnya di kecamatan Bilato Kabupaten Gorontalo.
Kecamatan Bilato Kabupaten Gorontalo menjadi daerah yang paling parah terendam banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah tersebut pada hari selasa (25/10) dengan ketinggian air mencapai dua meter di beberapa lokasi. Hujan yang terjadi pada saat itu, cukup deras dan berlangsung cukup lama kira-kira sekitar 5-7 jam. Di tambah lagi dengan kiriman air dari sungai paguyaman yang mengakibatkan banjir bandang tersebut.
Dari data yang didapatkan dari pemerintah setempat, jumlah korban banjir di kecamatan Bilato tersebut yaitu mencapai 213 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 694 orang warga desa Juriah, Desa Totopo, Dusun Bina Karya 80 KK atau 400 jiwa. Dusun Potanga 10 kk, 61 jiwa dan dusun Mondolupito 20 KK, 500 jiwa, dengan total 343 KK, 1483 jiwa.
Semua warga yang terkena dampak banjir di kecamatan Bilato tersebut mengungsi ke tempat yang lebih tinggi yang tidak terkena banjir tersebut. Kepala BPBD Doni Lahitie sejak rabu malam (26/10) malam, pihaknya berusaha untuk menjangkau kecamatan Bilato untuk menyalurkan logistik bantuan. Karena pada saat itu arus banjir masih kencang dan air masih tinggi. Namun pihak dari BPBD terus berusaha menjangkau lokasi untuk menyalurkan bantuan dan mengevakuasi warga.
Banjir bandang yang terjadi Di Kabupaten Gorontalo disebabkan curah hujan yang tinggi dan meluapnya tiga sungai yaitu sungai marisa, Sungai Bionga dan Sungai Moloopu.
Kategori
- Masih Kosong
Blogroll
- Masih Kosong