Artikel Public Relations
Artikel Kelompok 10 oleh : Rahmat H Djunaid dan Reindha Mahmud
Taukah anda bagaimana tahapan-tahapan dalam menulis buku? Tahapan dalam penulisan buku disini adalah suatu prosedur atau langkah-langkah dalam menulis sebuah buku yang baik dan benar. Dalam artikel ini akan membahas 3 hal penting yaitu, pertama penetuan tema utama, kedua menetapkan sasaran publik pembaca dan terakhir cara menyusun kerangka tulisan.
Dalam menentukan tema utama, tema harus relevan dengan lingkup perhatian dan kegiatan PR, serta tujuan yang harus dicapai. Lingkup perhatian dan tujuan kegiatan PR dalam organisasi bisnis sinergis dengan bidang lain seperti marketing. Banyak perusahaan yang mengintegrasikan fungsi PR dan marketing dalam satu departemen sehingga kita mengenal apa yang disebut sebagai marketing public relations.
Penetapan sasaran publik pembaca akan sangat berguna dalam menentukan bahasa yang digunakan, terutama dalam pemilihan kata atau perlu tidaknya menggunakan istilah-istilah tertentu sesuai dengan kemampuan pemahaman sasaran publik pembaca. Penentuan sasaran pembaca sejak awal juga bertujuan dalam menyertakan keberadaan, peran, atau keterkaitan publik-publik tersebut sesuai tema yang akan dibahas.
Kerangka tulisan (out-line) merupakan pemetaan dalam sistematika penulisan berdasarkan urutan-urutan yang perlu dibahas. Urutannya bisa dibuat berdasarkan judul-judul utama tulisan, dan pada setiap judul-judul utama tulisan dilengkapi atau diperinci dengan sub judul[1]. Agar setiap tulisan lebih terinci dan spesifik, setiap sub judul biasanya dapat ditambahkan dengan adanya sub-sub judul di bawahnya.
Itulah ketiga informasi yang dapat kami informasikan tentang bagaimana tahapan dalam menulis buku yang baik dan benar, tentang penetuan tema utama, menetapkan sasaran pembaca, dan menyusun kerangka tulisan. Dengan informasi yang singkat padat dan jelas ini, kalian akan bisa lebih memahami bagaimana tahapan penulisan dalam penulisan sebuah buku.
[1] Sopian, Public Relations Writing, (Jakarta : PT Gradindo, 2016), hlm 156
Artikel Komunikasi Antar Pribadi
Artikel kelompok 10 oleh : Rahmat H Djunaid dan Reindha Mahmud
Taukah anda apa sih itu proses pengembangan eskalasi hubungan antarpribadi? Bila terjadi eskalasi hubungan antarpribadi, kita maksudkan bahwa hubungan itu tidak berkembang atau mengalami kemajuan pada tingkat yang mantap secara berkesinambungan, tetapi pada waktu-waktu tertentu hubungan itu melompat atau melangkah ke atas atau kedepan. Dalam artikel ini akan membahas 3 hal, yaitu eskalasi hubungan : bila saatnya tepat, bila anda memutuskan hal ini terjadi, dan apabila gambaran untuk mendapat untung telah terbayang.
Pada waktu-waktu tertentu dalam kehidupan kita dimana kita terutama mudah sekali terpengaruh kepada pengembangan hubungan komunikasi antar pribadi. Misalnya, kita kadang-kadang dalam kaeadaan haus atau kekurangan kontak antar pribadi. Selama masa-masa seperti inihubungan yang penuh arti dengan orang lain menjadi jarang atau langka[1]. Kehilangan hal-hal yang bersifat antar pribadi terjadi apabila kita pindah ke kota yang baru atau apabila sahabat lama pindah ke daerah yang jauh.
Terdapat beberapa strategi komunikasi tidaklangsung yang efektif bagi eskalasi hubungan. Salah satunya ialah dengan menghujani individu tersebut dengan perhatian, mencari atau mendatanginya, tunjukkan perhatian mengenai aktivitasnya, dan minta pendapat dan nasihatnya[2]. Tentu saja, jika orang itu tidak tertarik pada anda, maka strategi ini mungkin sudah ketahuan sebelumnya, maka anda hanya menambah penilaian negatifnya terhadap anda dan anda hanya jadi pengganggu.
Keuntungan eskalasi hubungan dapat ditafsirkan sebagai perolehan keuntungan yang besar secara cepat. Bilamana orang secara tiba-tiba menambah keuntungan mereka secara timbal balik, mereka harus kembali menginvestasikan sesuatu kedalam hubungan mereka dengan harapan untuk mendapatkan suatu lebih lanjut. Eskalasi juga bisa berasal dari penemuan mengenai potensi yang belum diketahui bagi imbalan-imbalan timbal balik[3]. Maka, orang mau mengeskalasikan hubungan mereka untuk mendapatkan potensi ini.
Begitulah ketiga penjelasan tentang eskalasi hubungan antarpribadi yang dapat kami informasikan, yang membahas tentang eskalasi hubungan : bila saatnya tepat, bila anda memutuskan hal ini terjadi, dan apabila gambaran untuk mendapat untung telah terbayang. Dari informasi diatas yang kami sampaikan, semoga bisa menambah wawasan anda mengenai apa proses eskalasi hubungan antarpribadi.
[1] Muhamad Budyatna, Leila Mona Ganiem, Teori Komunikasi Antarpribadi, (Jakarta : Kencana, 2011), hal 64
[2] Muhamad Budyatna, Leila Mona Ganiem, Teori Komunikasi Antarpribadi, (Jakarta : Kencana, 2011), hal 65
[3] Muhamad Budyatna, Leila Mona Ganiem, Teori Komunikasi Antarpribadi, (Jakarta : Kencana, 2011), hal 66
Manchester United fansclub
Artikel Kelompok 11
Artikel Kelompok 11
Oleh : Rahmat Hidayatullah Djunaid Dan Rein Mahmud
Taukah anda tentang Retorika dan Publik Speaking?? Tentunya dalam retorika dan public speaking adalah teknik berbicara didepan orang banyak, contohnya seperti berpidato, presentasi, dan orasi. Dalam artikel ini, akan membahas tentang, sistematika penulisan Naskah, Sistematika penulisan Presentasi, penyusunan Pidato, dan Aplikasi Retorika.
Sistematika Penulisan Naskah adalah unsur-unsur keteraturan dalam sebuah penulisan naskah. Unsur-unsur penulisan naskah terbagi menjadi lima bagian, yang pertama membuat judul teks ulasan atau resensi. Yang kedua menyusun data, yang ketiga membuat pembukuan, yang keempat tubuh dan isi teks ulasan atau resensi dan yang terakhir penyusun teks.
Sistematika penulisan Presentasi adalah suatu keteraturan dalam penulisan presentasi. Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin atau salah satu bentuk komunikasi. Presentasi merupakan kegiatan pengajuan suatu topik, pendapat atau informasi kepada orang lain. Untuk membuat alur isi presentasi yang mudah dimengerti dan diingat kita bisa memakai beberapa teknik, yaitu yang pertama teknik 5W+1H, kedua teknik problem solution dan yang ketiga yaitu teknik segitiga.
Dalam penyusunan sebuah pidato terdapat beberapa tahap yaitu, yang pertama menentukan topik pidato, yang kedua menentukan tujuan pidato, yang ketiga menganalisis pendengar dan situasi, yang keempat memilih dan menyempitkan topik, dan yang terakhir mengumpulkan bahan membuat kerangka Pidato
Aplikasi retorika atau dapat di sebut juga Bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Beberapa keuntungan yang di dapat apabila pandai berbicara seperti lebih personal dan lebih akrab. Dalam pengaplikasian dari retorika juga sangat diperlukan kemampuan berfikir secara cepat dan tepat dalam menganalisa perkataan lawan bicara serta apa yang diperlukan perkataan lawan bicara serta apa yang kita bicarakan.
Kesimpulanya sederhana dari kami berasumsi bahwa sistematis adalah segala macam usaha untuk menguraikan dan merumuskan sesuatu dalam hubungan yang teratur dan logis. Sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu, dan mampu menjelaskan rangkaian Kausolitas menyangkut objeknya. Begitupula dengan pengaplikasian retorika, ada syarat yang telah sistematis yang sudah menjadi kewajiban pada saat pengaplikasiannya.
Referensi :
http://hasan2u.blogspot.co.id/2011/03/aplikasi-retorika.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Presentasi
http://belajarpsikologi.com/contoh-pidato-singkat-langkah-menyusun-teks-pidato/
https://inirumahpintar.blogspot.com/2016/10/unsur-unsur-langkah-langkah-sistematika-penulisan-teks-ulasan-resensi.html
Feature
Destinasi Pesona alam Boalemo
Pesona alam yang indah dengan pantai pasir putihnya yang menyelimuti bibir pantai, pohon-pohon pinus yang berbaris rapi, gulungan ombak yang saling berkejaran, hembusan angin sepoi-sepoi yang sejuk serta air yang berwarna biru, inilah ke salah satu destinasi keindahan wisata alam Kabupaten Boalemo yaitu Pantai Bolihutu’o.
Terik mentari yang menyinari bumi menusuk kalbu di pagi itu. Perjalanan menuju pantai Bolihutu’o adalah perjalanan yang mengasikkan disaat kenderaan roda empat kami berjalan melewati jalan trans Sulawesi menuju ke pantai tersebut. Jarak yang di tempuh dari tempat kami tinggal, membutuhkan waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit. Pantai yang akan kami kunjungi berada di desa Bolihutu’o, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo.
Perjalanan kami dimulai dari pukul 10.00 Wita pagi, dengan menggunakan kenderaan pribadi. Selama dalam perjalanan, kami di suguhi pemandangan yang indah yang kami jumpai di sepanjang perjalanan menuju pantai tersebut. Pepohonan yang hijau yang asri tampak bergembira menyambut kedatangan kami, serta gunung-gunung dan perbukitan yang terbentang luas pun mengiringi perjalanan kami seolah tak mau ketinggalan. Jalan yang berbelok-belok dan naik turun, membuat jantung bekerja ekstra, serta fokus dan kehati-hatian pun sangat di tuntut.
Setelah perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya kami pun sampai di tempat tujuan yaitu pantai Bolihutu’o pada pukul 11.30 Wita. Dalam memasuki kawasan pantai tersebut, kita di kenai hanya di kenai biaya parkir, yaitu 15ribu untuk sepeda motor dan 20ribu untuk kenderaan mobil. Setelah selesai semua, kita bisa masuk ke area pantai tersebut. Saat memasuki pantai tersebut, terdengar suara ombak yang saling berkejaran, hembusan angin sepoi-sepoi yang sejuk serta terlihat dari kejauhan birunya air laut membuat kelelahan saat perjalanan tadi hilang, menjadi sebuah semangat untuk cepat-cepat menikmati pantai tersebut.
Sebelum menikmati dan bermain di pantai tersebut, kami menikmati sejenak pemandangan yang di sugukan, serta taklupa pula di abadikan dalam kamera foto. Setelah itu kami menikmati pantai tersebut dengan menyusuri sisi pantai tersebut dan tidak lama kemudian kami mulai masuk ke dalam air sembari menikmati dinginnya air laut sambil berenang.
Pantai dengan pasir putih dan pohon-pohon pinusnya itu, menjadi salah satu tempat rekreasi yang terkenal di Provinsi Gorontalo. Di pantai itu terdapat wahana air yang dapat di sewa seperti speed boat dan banana boat serta di depan pantai tersebut terdapat wahana bermain Waterpark. Di pantai itu terdapat beberapa cottage yang bisa di sewa untuk menginap atau sekedar untuk beristirahat. Di pantai itu juga terdapat taman laut Bitilia dengan pemandangan laut yang begitu indah yang dapat di tempuh dari pantai Bolihutu’o sekitar 15 menit, yang di jadikan sebagai Dive Spot untuk orang-orang yang ingin melakukan snorkling.
Sayang, kami tidak bisa berlama-lama di patai tersebut, karena kami harus bergegas pergi kembali ke rumah. Akhirnya kami bergegas pulang sekitar pukul 16.00 sore, matahari yang mulai tenggelam, desau angin yang berhembus kencang, gulungan ombak yang semakin tinggi, dan pasir putihnya yang setia menemani kami bermain pun turut mengantarkan kepulangan kami. Perjalanan dan petualangan menyambangi pantai Bolihutu’o tidak bisa kami lupakan. Dan kami bertekad akan kembali mengunjungi pantai itu lagi. Pantai itu punya banyak kenangan bagi kami.
Kategori
- Masih Kosong
Blogroll
- Masih Kosong