“4 ribu? Oh, I don’t think so”

10 June 2013 20:57:42 Dibaca : 446

Sabtu, 20 April 2013 menjadi hari yang paling ditunggu-tunggu oleh saya dan teman-teman mahasiswa kelas kewirausahaan. Di dampingi oleh seorang wanita energic yang selalu akrab dipangil ma’am Rosma, dosen mata kuliah Kewirausahaan, pasar Liluo menjadi saksi kegiatan “Turun Pasar” kami.

07.15 pagi, meski langit berselimut mendung dan sedikit membuncahi bumi dengan rintikan hujannya, tapi hal itu sama sekali tidak menyurutkan semangat kami untuk berwirausaha tidak hanya untuk memenuhi salah satu persyaratan mata kuliah tapi bagiku adalah lebih dari pada itu. Kita dituntut agar bisa berwirausaha dan mendapatkan penghasilan “uang” dengan cara apapun. Ya, yang pastinya tidak dengan cara-cara yang curang atau menyalahi aturan. No wallet, no handphone, no motor cycle and absolutely no money. Moreover, we must back to university, GSG before 11 o’clock. These are the rules.

Saya sekelompok dengan Ismail Tahir yang lebih senang saya panggil Kak Il. Mulanya kami memutuskan untuk menjajakan “kacang panjang” yang dihargai Rp. 1000,-/ikat. Harga yang cukup bersaing dengan kelompok sayuran yang lain. Butuh waktu kurang lebih 30 menit bagi saya untuk menghabiskan 4 ikat “kacang panjang”. Kekhawatiran pun muncul, “seberapa besarkah gaji yang akan saya dapatkan? Apa mungkin teman-teman yang lain sudah mendapatkan gaji yang lebih dari saya yang belum mendapatkan apa-apa? Mungkin pekerjaan lain akan mendatangkan keuntungan yang besar” itu adalah pertanyaan-pertanyaan dan ide yang datang ke pikiran saya saat itu.

“Move on?” exactly. Dengan sedikit bersilat lidah bahwa saya harus segera kembali ke Kampus, maka “Embah-nya kacang panjang” mengijinkan saya untuk tidak lagi menjadi agen-nya. Bapak itu cukup baik sehingga saya di bekali dengan Rp. 4000,-. 4 ribu? Oh, I don’t think so. “Mift, kamu pasti bisa!” keyakinan yang berbuah hasil Mengejutkan. “Angkat Barang” itulah istilah profesi itu. Saya melihat teman-teman saya tidak melihat potensi perputaran uang yang menurut saya Awesome pada profesi itu. Point pertama adalah profesi ini tidak mengenal “taken contract” seperti profesi saya yang pertama ataupun beberapa rana jasa yang teman-teman saya tawarkan pada beberapa orang penjual seperti rana “cabo, ikan, perlalatan dapur, mainan taupun bahan sembako”. Mereka membantu penjuanya menjual barang dagangan mereka dengan dalih mendapatkan gaji atau upah. Point kedua adalah upah yang saya dapatkan dari profesi ini adalah langsung saya terima dan sah menjadi milik saya. Cara kerjanya pun cukup mudah, hanya berbekal fisik yang kuat dan kesabaran, saya mengangkat barang dagangan atau belanjaan pembeli atau siapa saja yang memakai jasa saya dan menjajaki beberapa destination atau tempat persinggahan dimana consumers melengkapi daftar belanjaannya. Kadang-kadang saya mengelilingi pasar Liluo dengan posisi setia berada di belakang consumers. Dan pasti the final destination-nya adalah Bentor, pangkalan Bentor. Peluh? Pasti, tapi setelah semua barang belanjaan tertata rapi di Bentor, upah pun saya terima. Dan gajinya cukup meyakinkan atas kepopuleran profesi ini yang biasanya digeluti oleh anak-anak usia sekolah dasar. Singkatnya, consumer pertama mengupah saya Rp. 5000,-, kedua Rp. 7000,-, ketiga Rp. 8000,-, dan ke 5000,-. Sehingga penghasilan dari profesi ini sebesar Rp. 25.000,-. Sangat berbeda dengan profesi pertama saya. Meski tak dapat saya pungkiri bahwa profesi itu cukup banyak memakan waktu dalam mencari pengguna jasa atau consumers. Dan total penghasilan saya pada hari Sabtu itu adalah Rp. 29.000,-. Alhamdulillahirobbil’aalamiin. I thank you Allah.

Akhirnya, dari kegiatan kewirausahaan “Turun Pasar”, saya dapat merasakan bahwa betapa susahnya orang tua mencari penghasilan untuk membiayai kehidupan keluarga yang sebagian besar persentasenya adalah untuk saya, Pendidikan saya, bagaimana agar saya tetap mengenyam pendidikan setinggi mungkin dan keperluan keluarga yang tidak dapat disebutkan satu per satu. I thank you ma’am Rosma for all of the entrepreneurship learning process and activities. You are great.

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong