Bekurangnya populasi orangutan

02 February 2013 19:14:51 Dibaca : 63

Orangutan merupakan hewan khas Indonesia yang dilindungi, sehingga kita harus melestarikannya bukan membunuh atau membantainya.

Orang utan (atau orangutan, nama lainnya adalah mawas) adalah sejenis kera besar dengan lengan panjang dan berbulu kemerahan atau cokelat, yang hidup di hutan tropika Indonesia dan Malaysia, khususnya di Pulau Kalimantan dan Sumatera.

Istilah "orang utan" diambil dari kata dalam bahasa melayu, yaitu 'orang' yang berarti manusia dan 'utan' yang berarti hutan. Orang utan mencakup dua sub-spesies, yaitu orang utan sumatera (Pongo abelii) dan orang utan kalimantan (borneo) (Pongo pygmaeus). Yang unik adalah orang utan memiliki kekerabatan dekat dengan manusia pada tingkat kingdom animalia, dimana orang utan memiliki tingkat kesamaan DNA sebesar 96.4%.(http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_utan).

Semakin hari jumlah populasi orangutan semakin berkurang, pembantaian dan pembunuhanlah yang mengakibatkan jumlah populasi orangutan semakin berkurang bahkan terancam punah.

Pembantaian yang terjadi di Kalimantan, membuat saya prihatin dengan kehidupan orangutan. Sekarang ini banyak orangutan yang di bunuh, dan dibantai. Mereka di bunuh untuk diambil dagingnya, dan mereka di bantai hanya karena mereka mengusik kehidupan dan merusak tanaman warga, serta merusak perkebunan kelapa sawit.

Saya heran, dimana perasaan warga ketika membatai hewan yang hanya ingin mencari makan, karena ditempat tinggal mereka sudah tidak ada lagi makanan??

Pengeksploitasian hutan secara besar-besaran dan alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawitlah, yang mengakibatkan orangutan kehilangan tempat tinggal dan sumber makanan mereka. Hal ini yang membuat orangutan keluar dari tempat tinggal mereka yang sebenarnya (hutan), menuju ke pemukiman warga, bahkan ke perkebunan kelapa sawit untuk mencari makan.

Banyak masyarakat yang tidak mengerti dengan keadaan orangutan yang sekarang, marah dengan hadirnya orangutan di pemukiman mereka, karena orangutan membuat mereka takut dan merusak tanaman mereka. Selain mencari makan ke pemukiman warga, orangutan juga mencari makan dan merusak perkebunan kelapa sawit, hal ini yang membuat warga menganggap orangutan sebagai hama bagi perkebunan mereka.

Sungguh mirisnya nasib orangutan, akibat ulah manusia mereka kehilangan tempat tinggal, sumber makanan, bahkan nyawa mereka. Orangutan hanyalah korban, janganlah kita menyakiti, membunuh, dan membantainya.

Kita dapat mengambil sebuah pelajaran dari maraknya pembantaian orangutan sekarang ini, Hewan tidak akan mengusik kehidupan manusia, jika manusia tidak mengusik kehidupan mereka.

Pesan terakhir dari saya, marilah kita bersama melestaikan hewan di Indonesia, terutama hewan di daerah kita, baik itu hewan endemik, maupun bukan hewan endemik. Sayangilah hewan dan jagan menyakitinya, jika tidak ingin di sakitinya. :)

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong