TUGAS Sistem Operasi
kernel adalah suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman.
penjelasan jenis-jenis kernel
Kernel monolitik.
Kernel monolitik mengintegrasikan banyak fungsi di dalam kernel dan menyediakan lapisan abstraksi perangkat keras secara penuh terhadap perangkat keras yang berada di bawah sistem operasi.
Mikrokernel.
Mikrokernel menyediakan sedikit saja dari abstraksi perangkat keras dan menggunakan aplikasi yang berjalan di atasnya—yang disebut dengan server—untuk melakukan beberapa fungsionalitas lainnya.
Kernel hibrida.
Kernel hibrida adalah pendekatan desain microkernel yang dimodifikasi. Pada hybrid kernel, terdapat beberapa tambahan kode di dalam ruangan kernel untuk meningkatkan performanya.
Exokernel.
Exokernel menyediakan hardware abstraction secara minimal, sehingga program dapat mengakses hardware secara langsung. Dalam pendekatan desain exokernel, library yang dimiliki oleh sistem operasi dapat melakukan abstraksi yang mirip dengan abstraksi yang dilakukan dalam desain monolithic kernel.
perbedaan dan cara kerja jenis jenis kernel
1. Kernel Monolitik.
sistem kernel monolitik, semua layanan sistem operasi dijalankan bersamaan melalui kernel utama. Hal ini membuat sistem operasi dengan kernel monolitik memiliki akses hardware secara penuh dan beragam. Namun kelemahan kernel monolitik adalah ketegantungannya pada suatu kernel utama menyebabkan rentan mangalami crash pada seluruh sistem operasi meski hanya terjadi gangguan pada satu driver sistem operasi. Saat ini kernel monolitik dikembangkan lagi dikembangkan lagi menjadi beberapa jenis, beberapa diantaranya adalah Linux dan FreeBSD.
2. Mikrokernel.
Mikrokernel menggunakan sebuah server yang akan menjembatani akses kernel dengan hardware. Server ini bertugas memilah dan menerjemahkan perintah yang dikirim oleh software, sehingga kernel dapat melakukan akses ke hardware secara tepat dan efektif. Dengan sistem kerja seperti ini, mikrokernel dapat lebih mudah dikelola dan memiliki tingkat stabilitas serta keamanan yang tinggi. Namun, kelemahannya, kerja mikrokernel dapat melambat ketika menghadapi akses program yang banyak. Karena sistem yang stabil dan aman, mikrokernel kerap digunakan sistem operasi perangkat komputer server, namun pernah juga digunakan sebagian bahan dari sistem operasi ponsel, yaitu Symbian.
3. Kernel Hibrida.
Kernel ini sebenarnya merupakan pengembangan dari mikrokernel. Jika di mikrokernel berada diluar kernel, di kernel hibrida server terintegrasi dalam kernel. Hal ini membuat kerja kernel dapat bekerja secepat kernel monolitik dan memiliki tingkat keamanan seperti kernel mikrokernel. Namun disisi lain kernel ini memungkinkan terjadinya banyak lubang dalam sistem keamanan OS, karena akses komunikasi program ke hardware mesti melalui banyak lapisan yang tidak memiliki tingkat keamanan serupa. Sistem kernel hibrida banyak digunakan oleh sistem operasi komersial modern, seperti Microsoft Windows.
4. Exokernel.
exokernel adalah untuk memaksa abstraksi yang dilakukan oleh developer sesedikit mungkin, sehingga membuat mereka dapat memiliki banyak keputusan tentang abstraksi hardware. Exokernel biasanya berbentuk sangat kecil, karena fungsionalitas yang dimilikinya hanya terbatas pada proteksi dan penggandaan sumber daya.
Kernel-kernel klasik yang populer seperti halnya monolithic dan microkernel melakukan abstraksi terhadap hardware dengan menyembunyikan semua sumber daya yang berada di bawah hardware abstraction layer atau di balik driver untuk hardware. Sebagai contoh, jika sistem operasi klasik yang berbasis kedua kernel telah mengalokasikan sebuah lokasi memori untuk sebuah hardware tertentu, maka hardware lainnya tidak akan dapat menggunakan lokasi memori tersebut kembali.