Tugas mata kuliah Pengendalian dan Penjaminan Mutu

07 February 2024 21:04:18 Dibaca : 105

Nama: I Putu Sugiantara

Nim: 561422036

Kelas: B 

Prodi: S1-Teknik Industri

 

Perkembangan Manajemen Yang Berpengaruh Pada Organisasi 

     Umum diketahui bahwa suatu organisasi berdiri dan bergerak menuju tujuan organisasi tersebut. Masing-masing individu didalamnya pun memiliki target-target kuantitatif maupun kualitatif tertentu yang akan menunjang tujuan atau target organisasi secara keseluruhan. Untuk itu, dibutuhkan variabel lain yang kita kenal dengan manajemen. Manajemen yang tepat akan membawa suatu organisasi ke arah tujuan secara efektif dan juga efisien. Lalu bagaimana suatu manajemen melakukan seluruh proses kerja tersebut? Bagaimana keterkaitan antar variabel manajemen dalam mendukung tujuan organisasi? Manajemen pun mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu, berikut beberapa perkembangan manajemen dari generasi 1 sampai 5 dengan karya dan pencetus serta juga tokoh-tokoh yang terlibat:

 1. Generasi Ke-1 (Perkembangan Manajemen Ilmiah)

Pencetus : Frederick Winslow. Taylor

Tokoh-tokoh yang terlibat : Henri Fayol, Frank Gilbreth, Lillian Gilbreth

Karya yang dihasilkan : "Prinsip-prinsip Manajemen Ilmiah" oleh F.W. Taylor, "Administrasi Industri dan Umum" oleh Henri Fayol

Frederick W. Taylor dikenal dengan manajemen ilmiahnya dalam upaya meningkatkan produktivitas. Gerakannya yang terkenal adalah gerakan efisiensi kerja. Taylor membuat prinsip-prinsip yang menjadi intinya manajemen ilmiah yang terkenal dengan rencana pengupahan yang menghasilkan turunnya biaya dan meningkatkan produktivitas, mutu, pendapatan pekerjaan dan semangat kerja karyawan.

Prinsip-prinsip dasar menurut Taylor mendekati ilmiah adalah :

-Adanya kerjasama sesama pekerja, dan bukan bekerja secara individual.

-Bekerja untuk hasil yang maksimal.

-Mengembangkan seluruh karyawan hingga taraf yang setinggi-tingginya, untuk tingkat kesejahteraan maksimum para karyawan itu sendiri dan perusahaan.

Adapun buku-buku Taylor yang terkenal adalah "Shop management (1930)", Principles Of Scientific Management (1911)", dan "Testimory Before Special House Comittee (1912)". Dan pada tahun 1947, ketiga buku tersebut digabungkan dalam 1 buku dengan judul "Scientific Management" 

 2. Generasi Ke-2 (Perkembangan Manajemen Administrasi)

Pencetus : Henri Fayol

Tokoh-tokoh yang terlibat : Max Weber, Mary Parker Follett, Chester Barnard

Karya yang dihasilkan : "Administrasi Industri dan Umum" oleh Henri Fayol, "Ekonomi dan Masyarakat" oleh Max Weber, dan "The New State" oleh Mary Parker Follett

Henry Fayol mengarang buku "General and Industrial management". Pada tahun 1916, dengan sebutan teori manajemen klasik yang sangat memperhatikan produktivitas pabrik dan pekerja, disamping memperhatikan manajemen bagi satu organisasi yang kompleks, sehingga beliau menampilkan satu metode ajaran manajemen yang lebih utuh dalam bentuk cetak biru. Fayol berkeyakinan keberhasilan para manajer tidak hanya ditentukan oleh mutu pribadinya, tetapi karena adanya penggunaan metode manajemen yang tepat. Sumbangan terbesar dari Fayol berupa pandangannya tentang manajemen yang bukanlah semata kecerdasan pribadi, tetapi lebih merupakan satu keterampilan yang dapat diajarkan dari dipahami prinsip-prinsip pokok dan teori umumnya yang telah dirumuskan. 

 3. Generasi Ke-3 (Manajemen Kualitas Total/ Total Quality Management)

Pencetus : W. Edwards Deming, Joseph M. Juran

Tokoh-tokoh yang terlibat : Philip B. Crosby, Armand V. Feigenbaum

Karya yang dihasilkan : "Out of the Crisis" oleh W. Edwards Deming, "Juran's Quality Control Handbook" oleh Joseph M. Juran, "Quality Is Free" oleh Philip B. Crosby, "Total Quality Control" oleh Armand V. Feigenbaum

Perkembangan ini memfokuskan pada pengelolaan kualitas dan peningkatan terus-menerus dalam organisasi. W. Edwards Deming mengembangkan konsep-konsep seperti siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) dan 14 poin manajemen. Joseph Juran mengusulkan pendekatan manajemen kualitas berbasis perencanaan, kontrol, dan perbaikan. Philip Crosby menyuarakan pentingnya mencegah kesalahan, sedangkan Armand Feigenbaum memperkenalkan konsep kontrol kualitas menyeluruh.

 4. Generasi Ke-4 (Manajemen Sumber Daya Manusia/ Human Resource Management)

Pencetus : Elton Mayo, Abraham Maslow, Douglas McGregor

Tokoh-tokoh yang terlibat : Frederick Herzberg, Peter Drucker

Karya yang dihasilkan : "Hawthorne Studies" oleh Elton Mayo, "Hierarchy of Needs" oleh Abraham Maslow, "The Human Side of Enterprise" oleh Douglas McGregor, "One More Time: How Do You Motivate Employees?" oleh Frederick Herzberg, "The Practice of Management" oleh Peter Drucker

Perkembangan ini menekankan pentingnya manusia sebagai aset organisasi. Elton Mayo melakukan Studi Hawthorne yang menyoroti faktor-faktor sosial dan psikologis yang mempengaruhi produktivitas. Abraham Maslow mengembangkan teori hierarki kebutuhan manusia, sedangkan Douglas McGregor memperkenalkan teori X dan Y tentang motivasi. Frederick Herzberg menyoroti faktor-faktor motivasi dan kepuasan kerja, sementara Peter Drucker menyumbang pemikiran tentang manajemen yang berpusat pada manusia.

 5. Generasi Ke-5 (Manajemen Strategis)

Pencetus : Alfred Chandler, Igor Ansoff, Michael Porter

Tokoh-tokoh yang terlibat : Gary Hamel, C.K. Prahalad

Karya yang dihasilkan : "Strategy and Structure" oleh Alfred Chandler, "Corporate Strategy" oleh Igor Ansoff, "Competitive Strategy" oleh Michael Porter, "Competing for the Future" oleh Gary Hamel dan C.K. Prahalad

Perkembangan ini memfokuskan pada perencanaan dan implementasi strategi untuk mencapai keunggulan kompetitif. Alfred Chandler mempelajari hubungan antara strategi dan struktur organisasi. Igor Ansoff memperkenalkan konsep pengembangan produk dan pasar dalam strategi korporat. Michael Porter mengembangkan konsep keunggulan kompetitif dan analisis lima kekuatan industri. Gary Hamel dan C.K. Prahalad menyoroti pentingnya inovasi dan kemampuan beradaptasi dalam persaingan bisnis.