ARSIP BULANAN : September 2022

Apakah kesetaraan itu ada..?

21 September 2022 13:04:28 Dibaca : 8

Di dunia ini Kesetaraan itu adalah konsep penuh dusta atau kebohongan.

Apakah semua orang akan bersikap adil dan setara...?

Setiap manusia pasti diciptakan setara tapi kesetaraan itu akan hilang ketika orang membicarakan latar belakang nya layaknya pangkat, prestasi,kemampuan dan lain². latar belakang inilah yang menyebabkan kasetaraan manusia itu menghilang.

Sehingga kesetaraan berhenti kepada mereka yang memiliki nilai lebih dari pada orang lain.sehingga kesetaraan secara tidak langsung akan memakan orang orang yang tdk memiliki kelebihan.

FILOSOFI KEMUNAFIKAN

21 September 2022 12:38:03 Dibaca : 7

Dunia memang dipenuhi dengan kemunafikan dan kepura-puraan. Secara tidak sadar kita dipaksa untuk mengikuti norma sosial yang dibuat agar bisa diterima dalam masyarakat sehingga kita terhindar dari kemungkinan terburuk yaitu dibuang, dipinggirkan, dan tidak dipedulikan oleh orang lain. Di dunia yang sesak ini kita tidak bisa menjadi diri sendiri dan berrterus terang terhadap perasaan yang kita miliki. 

Seakan kita memiliki garis yang tak terlihat yang memaksa kita untuk terus tidak melewati garis tersebut. Jika kita terlalu jujur maka kita dianggap kasar, tidak memiliki sopan santun, tidak memiliki perasaan, dan-lain-lain. Jika kita ramah kepada semua orang kita sering menjadi korban keegoisan manusia lainnya. 

Masa SMA/SMK/MA adalah masa di mana kita melakukan banyak kesalahan, berambisi mengapai sesuatu hal yang dinginkan, bersenang-senang dengan teman, bersantai untuk mencari jati diri atau membentuk identitas diri sehingga bisa dikenal dan diterima masyarakat. 

Di masa ini kita cenderung terlalu memikirkan apa yang dipikirkan orang lain. Kita terjebak dalam ekspetasi semua orang dan terkadang saat kita mencoba menjadi dir sendiri kita mengalami penolakan dari orang lain. 

Pahit manisnya kehidupan membuat kita lebih berhati-hati dalam memandang dunia dan orang lain. Bahkan tak jarang kita bersikap skeptis agar terhindar dari orang-orang yang ingin menyakiti kita.

Subuah dunia Tampa ada kemunafikan hanya sebatas ilusi yang tidak akan pernah jadi kenyataan.Kebanyakan dari manusia pasti punya semacam filter yang menyebuyikan sifat asli mereka dan cenderung menunjukkan muka dengan topeng penuh dusta, mereka atau bahkan kita melakukan hal tersebut karena paksaan Norma sosial yang ngeharusin seseorang berbohong didepan orang lain,karena kalau kita tidak menuruti paksaan itu bakal ada konsekuensi yang menipa pelakunya yaitu dibuang dari lingkungan masyarakat,dibenci dan di jauhi akibat dari perbuatan kita buat jadi diri sendiri dan jujur sama orang lain.

Disaat kita benci kita bilang benci disaat kita suka kita bilang suka tapi apa yang kita dapat,Kita malah di anggap orang yang kasar karna berbicara kenyataan dan menyampaikan pendapat kita sendiri.Ingat kejujuran itu kadang menyakitkan di banding kebohongan,tapi disisi lain rasa sakit tersebut bisah menghasilkan sesuatu yang di sebut ketulusan.

 

 

 

"Manusia adalah makhluk yang saling mendukung", secara teori itu sangat benar, iya kan? Pertanyaannya, apa yang salah dari kalimat itu? Jawabannya tidak ada yang salah, hanya saja realita sosial kebanyakan menunjukkan bukti yang berkebalikan dari makna asli "Manusia adalah makhluk yang saling mendukung".

Contohnya adalah: ketika kamu di kampus atau sekolah, kamu di beri tugas kelompok yang beranggotakan 7 orang. Sewajarnya yang mengerjakan tugas itu 7 orang kan, karena telah di bentuk satu kelompok yang beranggotakan 7 orang, namun realitanya, yang mengerjakan hanya 3 atau 4 orang. Iya nggak? Jujur saja, iya kan?! Masalahnya adalah ke 4 orang yang mengerjakan soal itu mau saja dimanfaatkan, yang seharusnya tidak demikian, bahwa seharusnya tugas itu di kerjakan dengan bekerja sama antara ke 7 orang dalam satu kelompok.

Secara logika hal semacam itu bukanlah mendukung, melainkan pemberian beban tambahan pada orang lain yang dengan sukarela menerima beban tambahan itu. Bukankah mendukung dapat diartikan saling bekerja pada porsi setara namun kesetaraan ini tidak menghilangkan eksistensi kedudukan/posisi/pangkat. Dalam realita sosial, ini yang hilang. Iya kan?!

APAKAH ANDA SUDAH IKHLAS

21 September 2022 12:17:32 Dibaca : 4

Yang membuat sebuah perbuatan atau apa pun itu menjadi nikmat adalah keikhlasan. Hanya saja saat ini, seluruh nilai-nilai kebaikan yang mengarah kepada keikhlasan sudah menipis dan di gantikan oleh adanya rasa ingin diakui oleh beberapa kalangan yang dianggapnya penting untuk mendapat pengakuan dari kalangan itu. Atau dengan kata lain, kebanyakan orang mengerjakan sebuah kebajikan demi mendapatkan pujian dari orang lain.

Contohnya, seseorang yang menyumbang atas diri pribadi seharusnya menyembunyikan identitas bukan malah menampakkannya di media. Meski pun tujuan awalnya ikhlas, namun ketika ditampakkan, seseorang akan rawan dan besar kemungkinan ingin mendapatkan pujian. Apalagi di tambah dengan ungkapan-ungkapan orang lain yang berucap tentang hal-hal baik tentang perbuatannya, itu akan memberikan rangsangan bagi jiwa untuk tidak lagi ikhlas.

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong