PENTINGKAH PKKMB DI MASA PANDEMI?
Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) merupakan program kegiatan untuk memperkenalkan dan mempersiapkan para mahasiswa baru berproses menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri, serta dapat mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan kampus. Saat saya masih menempuh pendidikan di STMIK ICHSAN GORONTALO (jurusan sistem informasi), saya mengenal PKKMB sebagai OSPEK atau Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus. Tapi sebenarnya dilihat dari sudut pandang manapun tujuan dari PKKMB atau OSPEK ini sama, yaitu mengenalkan dunia baru untuk para pemuda-pemudi yang ingin merasakan ilmu yang berbeda setelah menempuh pendidikan selama 13 tahun di sekolah negeri.
Banyak suka-duka yang mungkin dialami oleh mereka yang pernah mengikuti program PKKMB ini. Mulai dari pengalaman yang menyenangkan seperti berkenalan dengan teman baru sampai pengalaman 'kedisiplinan terlalu tinggi' yang diberikan oleh para senior. Bahkan saya ingat cerita teman saya yang pernah ikut PKKMB diluar daerah dulu. Dia pernah dijemur selama 3 jam bersama kelompoknya karena satu orang diantara mereka lupa memakai pita dirambut. Yah, seperti itulah 'kedisiplinan terlalu tinggi' yang saya katakan sebelumnya. Menarik sekali bukan?
Tapi PKKMB secara 'real' mungkin tidak akan kita dapati di tahun 2020 ini. Hal tersebut saya katakan karena saat ini dunia sedang diselimuti oleh kecemasan terhadap Covid-19. Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasasan. Virus ini bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Mengingat bahayanya virus ini, kita diminta untuk tidak menggunakan kendaraan umum. Selalu menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain termasuk di sarana kesehatan dan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia. Selain itu, kita juga dihimbau untuk menggunakan cairan pembersih tangan (minimal alkohol 60%). Semua hal itu dilakukan karena penyakit Covid-19 bisa menyebar lewat udara tidak hanya melalui droplet atau percikan air liur. Pertanyaannya sekarang, bagaimana Maba (Mahasiswa Baru) tahun 2020 bisa melakukan PKKMB dalam masa pandemi seperti ini?
Banyak yang mengira bahwa tahun ini tidak akan ada kampus yang mengadakan PKKMB. Tapi dugaan tersebut meleset, karena dari Universitas Negeri Gorontalo sendirimengumumkan akan mengadakan PKKMB secara online. Kita tentu belum memiliki gambaran tentang proses PKKMB online ini, tapi saya sendiri cukup penasaran akan hal baru tersebut. Apakah mungkin kita akan mendapat 'kedisiplinan tinggi' online? atau kita hanya akan duduk manis dimuka laptop sambil menghayalkan materi apa yang akan dibagikan.
Terlepas dari seperti apa prosesnya, apakah menurut anda PKKMB ini penting untuk diadakan? Jika disodorkan pertanyaan ini, mungkin saya akan menjawab ya. PKKMB baik online atau pun offline itu penting. Maba tidak bisa mengenal kampus dan suasana belajar hanya dari sebuah brosur kertas. Lagi pula, menurut saya, dengan adanya 'sistem online' ini, bukankah semua maba dapat merasakan luasnya jaringan pertemanan antara maba yang satu dengan maba yang lain? Tentu pengalamannya mungkin akan sedikit berbeda dari tahun lalu, tapi bersama teknologi dan program baru yang dikembangkan oleh Universitas Negeri Gorontalo, kita dapat merasakan pengalaman PKKMB yang jauh lebih berbeda (dalam artian yang baik) dari tahun-tahun sebelumnya.