TUGAS REVIEW FILM THE ACCOUNTANT

26 February 2024 23:58:08 Dibaca : 272

NAMA : NATASYA S. HADJU

NIM : 921422031

MATA KULIAH : AUDITING

DOSEN PENGAMPUH : Yustina Hiola, SE., Ak., M.S.A., CA.,CAP\

1. Narasi Film

The Accountant adalah sebuah film thriller aksi Amerika tahun 2016 yang disutradarai oleh Gavin O'Connot, ditulis oleh Bill Dubuque dan dibintangi oleh Ben Effleck, Anna Kendrick, J.K. Simmons, Jon Bernthal, Cynthia Addai-Robinson, Jeffry Tambor dan John Litgow. Alur ceritanya mengikuti Christian Wolff, seorang akuntan publik bersertifikat autisme yang mencari nafkah dengan membongkar buku-buku organisasi kriminal dan teoretis di seluruh dunia yang menderita penggelapan internal. Salah satu keahliannya adalah membuat buku memasak. Dalam menjalankan aksinya, ia selalu dibantu oleh seorang asisten misterius yang biasa dipanggil The Voice. Di luar semua konflik yang ada, film ini mengeksplorasi karakter Christian sebagai seorang autis, Christian kesulitan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Selain memiliki kemampuan menghitung angka, Christian juga memiliki kemampuan bela diri dan penembak jitu. Selanjutnya, Christian mengoperasikan kantor akuntan kecil di Plainfield, IIIniois, yang berfungsi sebagai kedok bagi perusahaan pencucian uangnya. Klien kriminalnya menghubunginya melalui seorang wanita yang tidak disebutkan namanya, yang juga mendirikan bisnisnya. Chriss dipekerjakan untuk mengaudit perusahaan Living Robotics setelah CEO perusahaan Lamar Clackburn dan saudara perempuannya. Rita mengetahui adanya penyimpangan akuntansi. Mereka menugaskan dana akuntan internal untuk membantu Wolff ketika dia menemukan masalahnya. Seorang pria dengan nama samaran Christian Wolff termasuk dalam spektrum autisme. Ibunya ingin mengirimnya ke Harbour Neuroscience, sebuah pesawat perawatan, namun ayahnya tidak menyetujui kepergian Chrtistian Wolff. Tidak mampu menafkahi Christian, ibunya meninggalkan keluarga mereka. Dan ayahnya mulai melatih dia dan saudaranya Braxton dalam berbagai seni bela diri sambil juga mendorong Christian untuk menyesuaikan diri dengan rangsangan yang memicunya daripada menghindarinya.

2. Nama-nama perusahaan yang merupakan client dari Christian Wolff :

  • Living Robotics: Sebuah perusahaan robotika yang dipimpin oleh Bill Cummins. Christian membantu mereka mengaudit keuangan mereka
  • Purity First: Sebuah perusahaan sabun yang dipimpin oleh John Smith. Christian membantu mereka menyelidiki penipuan internal

  • Lamar Industries: sebuah perusahaan yang dipimpin oleh Lamar Black. Cristian membantu mereka menyembunyikan keuntungan ilegal mereka
  • Valdez Security: Sebuah perusahaan keamanan swasta yang dipimpin oleh Francisco (Frankie) Morales. Christian membantu mereka mencuci uang
  • Dana Cummings: Seorang akuntan di Living Robotics yang menjadi teman Cristian
  • Ray King: Agen Keuangan yang menyelidiki Christian
  • Braxton Wolff: Adik laki-laki Christian yang bekerja untuk Frankie Morale

3. Masalah pada perusahaan Living Robotics

Masalah utama pada perusahaan Living Robotics adalah penipuan keuangan senilai $61 juta. Dana tersebut disembunyikan melalui berbagai skema akuntansi yang rumit dan ada beberapa masalah lainnya yakni :

  • Penyelewengan Dana: Dana perusahaan dicuri dan digunakan untuk kepentingan pribadi oleh beberapa oknum di perusahaan.
  • Skema Akuntansi: Skema akuntansi yang rumit digunakan untuk menyembunyikan penipuan, seperti pencatatan pendapatan fiktif dan pengeluaran yang tidak sah.
  • Keterlibatan Pihak Internal: Diduga ada beberapa karyawan senior yang terlibat dalam penipuan ini.

Selain masalah penipuan keuangan, Living Robotics juga dihadapkan dengan beberapa masalah lain:

  • Persaingan Ketat: Industri robotik sangat kompetitif, dan Living Robotics harus terus berinovasi untuk tetap unggul.
  • Teknologi yang Berubah Cepat: Teknologi robotik terus berkembang pesat, dan Living Robotics harus beradaptasi dengan perubahan ini.
  • Ketidakpastian Ekonomi: Ketidakpastian ekonomi global dapat memengaruhi permintaan produk dan layanan Living Robotics

4. Dampak atas masalah yang ditemukan bagi perusahaan dan bagi manajemen

Film The Accountant memiliki beberapa dampak bagi perusahaan dan manajemen, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dampak bagi Perusahaan:

  • Pengungkapan Penipuan: Film ini membantu mengungkap penipuan keuangan di Living Robotics, yang dapat membantu perusahaan untuk membersihkan namanya dan memulihkan kepercayaan investor.
  • Peningkatan Keamanan: Film ini menunjukkan pentingnya memiliki sistem kontrol internal yang kuat untuk mencegah penipuan di masa depan.
  • Perubahan Budaya: Film ini dapat mendorong perusahaan untuk menciptakan budaya yang lebih terbuka dan transparan, di mana karyawan merasa nyaman untuk melaporkan pelanggaran.

Dampak bagi Manajemen:

  • Peningkatan Kesadaran: Film ini meningkatkan kesadaran para pemimpin perusahaan tentang risiko penipuan dan pentingnya memiliki sistem kontrol internal yang kuat.
  • Peningkatan Akuntabilitas: Film ini dapat mendorong para pemimpin perusahaan untuk lebih bertanggung jawab atas tindakan mereka dan memastikan bahwa perusahaan dijalankan dengan cara yang etis.
  • Perubahan Perilaku: Film ini dapat mendorong para pemimpin perusahaan untuk mengubah perilaku mereka dan menjadi lebih transparan dan terbuka dengan karyawan dan investor.

5. Refleksikan tindakan-tindakan yang tidak beretika yang terjadi dalam film ini dan hubungkan dengan Kode Etik Akuntan Indonesia kemudian jelaskan dari sudut pandang masing-masing terkait pelanggaran

Film The Accountant menggambarkan beberapa tindakan tidak beretika yang dilakukan oleh beberapa karakter, termasuk:

1. Penipuan Keuangan:

Living Robotics: Penyelewengan dana senilai $61 juta melalui skema akuntansi yang rumit.Christian Wolff: Membantu organisasi kriminal dengan aktivitas ilegal mereka.

2. Pelanggaran Privasi:

Christian Wolff: Mengakses informasi keuangan tanpa izin.

3. Kebohongan dan Penipuan:

Beberapa karakter: Berbohong dan menipu untuk keuntungan pribadi.

4. Kekerasan:

Christian Wolff: Menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah.

Kode Etik Akuntan Indonesia (KEAI) mengatur standar perilaku profesional bagi akuntan di Indonesia. Berikut adalah beberapa pasal KEAI yang relevan dengan tindakan tidak beretika dalam film The Accountant:

Integritas: Akuntan harus bertindak dengan integritas dan objektivitas dalam menjalankan profesinya.Akuntan tidak boleh terlibat dalam aktivitas yang dapat merusak reputasi profesi akuntan.

Kejujuran dan Keterbukaan: Akuntan harus bertindak jujur dan terbuka dalam semua hubungan profesionalnya.Akuntan tidak boleh membuat pernyataan palsu atau menyesatkan.

Kerahasiaan : Akuntan harus menjaga kerahasiaan informasi yang diperolehnya dalam hubungan profesionalnya.Akuntan tidak boleh mengungkapkan informasi rahasia tanpa persetujuan klien.

Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional : Akuntan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menjalankan profesinya dengan kompeten.Akuntan harus bertindak dengan hati-hati dan cermat dalam menjalankan tugas profesionalnya.

 

 

 

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong