TUGAS REVIEW FILM THE ACCOUNTANT

27 February 2024 05:14:14 Dibaca : 144

NAMA                            : SALSA NELISA

MATA KULIAH               : AUDITING

DOSEN PENGAMPUH : YUSTINA HIOLA SE, Ak.,M.SA.,CA., CAP

 

1.      Narasi Singkat Film The Accountant:

          Film The Accountant yang disutradarai oleh Gavin O’Connor mengisahkan tentang Christian Wolff, seorang akuntan forensik dengan autisme tingkat tinggi yang memiliki bakat matematika luar biasa. Christian bekerja untuk mengungkap penipuan keuangan untuk klien kriminal dan teroris. Saat dia dipekerjakan untuk mengaudit Living Robotics, sebuah perusahaan teknologi, dia menemukan penggelapan uang sebesar $61 juta. Insiden ini memicu serangkaian peristiwa yang membahayakan nyawanya, termasuk dikejar oleh direktur FinCEN, Ray King. Dalam perjalanan menyelidiki kasus ini, Christian juga menjadi mentor bagi Dana Cummings, seorang karyawan perusahaan kecil yang terlibat dalam mengungkap kebenaran di balik kasus tersebut. Christian Wolf juga bekerja sebagai akuntan lepas untuk beberapa organisasi kriminal dunia yang sangat berbahaya. Salah satu keahliannya adalah membuat cooking the books alias pembukuan palsu. Dalam melancarkan aksinya ,ia selalu dibantu oleh asisten misterius yang biasa ia panggil dengan nama The Voice. Dengan aksi yang menegangkan dan intrik kejahatan keuangan, film ini menampilkan karakter-karakter kompleks dan plot yang penuh dengan misteri.

          Dengan karakter utama yang unik dan plot yang kompleks, "The Accountant" berhasil menyajikan cerita yang menggabungkan aksi, teka-teki, dan pertarungan fisik dengan latar belakang seorang akuntan forensik yang memiliki keunikan dalam kemampuan matematika dan bela diri.

2.      Dalam film The Accountant, nama-nama perusahaan klien Christian Wolff tidak dispesifikasikan secara detail. Christian bekerja untuk berbagai klien kriminal  yang disalurkan kepadanya melalui telepon oleh suara wanita dari nomor terbatas. Jadi, dalam konteks film ini, nama-nama perusahaan klien yang dapat saya ketahui yaitu Perusahaan Living Robotics dan Lamar Blackburn Robotics.

3.    Dalam film The Accountant, perusahaan yang mengalami masalah adalah Living Robotics. Perusahaan ini merupakan perusahaan teknologi robot yang mengembangkan dan mengadopsi teknologi robot untuk alasan industri dan komersial. .Di Living Robotics, terdeteksi masalah yang berupa penggelapan uang sebesar $61 juta, dimana ini yang menyebabkan insiden bunuh diri CFO perusahaan setelah kasus penggelapan terungkap. Dimana selanjutnya karena ditemukannya penimbunan kebocoran keuangan oleh CEO perusahaan, Lamar Blackburn menghentikan kerjasama dengan Christian Wolff karena khawatir jika temuan Wolff akan memicu korban bunuh diri. Identifikasi bahwa kebocoran keuangan dilakukan oleh perusahaan sendiri, yang mengubah situasi menjadi kasus fraud, sehingga menimbulkan masalah internasional dan kehilangan kepercayaan publik terhadap perusahaan.

4.      Dampak masalah yang ditemukan bagi perusahaan dan bagi manajemen adalah:

  • Merusak reputasi perusahaan: Kasus penggelapan uang membuat perusahaan terkenal dengan negatifitas, yang menyebabkan kehilangan kepercayaan publik terhadap perusahaan.
  • Menyebabkan kerugian finansial: Penggelapan uang membuat perusahaan menderita kerugian ekonomi yang besar, yang mempengaruhi kinerja perusahaan.
  • Memerluas risiko operasional: Kejadian ini membuat perusahaan lebih sensitif terhadap risiko operasional, yang mempengaruhi efisiensi dan kesehatan perusahaan.
  • Potensi tindakan hukum: Insiden penggelapan uang membuat perusahaan dan manajemen terlibat dalam risiko tindakan hukum, yang mempengaruhi biaya legal dan risiko perdagangan.
  • Kerusakan moral karyawan: Kejadian ini membuat karyawan merasa demoralisasi, yang mempengaruhi motivasi dan kinerja karyawan.
  • Menyusutnya kepercayaan investor: Kejadian ini membuat investor mengecilkan kepercayaan terhadap perusahaan, yang mempengaruhi nilai pasar perusahaan.

5.      Dalam film The Accountant, terdapat beberapa tindakan tidak beretika yang melanggar Kode Etik Akuntan Indonesia. Beberapa contoh tersebut adalah:

  • Penggelapan uang: Christian Wolff menemukan penggelapan uang sebesar $61 juta di perusahaan Living Robotics, yang melanggar prinsip integritas dan objektivitas akuntan.
  • Buncahan dokumen: Tim akuntan Christian Wolff mengumpulkan dan menganalisis dokumen yang tidak diizinkan, yang melanggar prinsip privasi dan konfidentialitas.
  • Manipulasi data keuangan: Tim akuntan Christian Wolff mengidentifikasi manipulasi data keuangan di perusahaan Living Robotics, yang melanggar prinsip objektivitas dan profesionalisme akuntan.
  • Pembunuhan: Christian Wolff melakukan pembunuhan untuk menutupi jejak kejahatan, yang melanggar prinsip humanitarisme dan profesi akuntan.

          Dari tindakan diatas, pelanggaran kode etik akuntan yang dilakukan pada film ini melibatkan konflik kepentingan, ketidakjujuran, dan ketidakprofesionalan dalam menjalankan tugas akuntansi forensik. Prinsip-prinsip yang melanggar termasuk integritas, objektivitas, profesionalisme, privasi, konfidentialitas, dan humanitarisme, sehingga dari sudut pandang Kode Etik Akuntan Indonesia, tindakan-tindakan tidak beretika yang dilakukan pada film ini melanggar prinsip-prinsip dasar akuntan yang penting untuk memastikan transparansi, keamanan, dan kualitas hasil akuntansi.

          Dari penjalasan diatas, saya setuju bahwa Christian Wolff tidak bertindak sesuai dengan kode etik. Dimana dalam film The Accountant, terdapat beberapa tindakan tidak beretika yang melanggar Kode Etik Akuntan Indonesia, seperti penggelapan uang, manipulasi data keuangan, dan pembunuhan. Berikut ini beberapa alasan mengapa kelompok yang percaya bahwa Christian Wolff melakukan pelanggaran kode etik sebagai akuntan:

  • Tim akuntan Christian Wolff mengumpulkan dan menganalisis dokumen yang tidak diizinkan, yang melanggar prinsip privasi dan konfidentialitas.
  • Tim akuntan Christian Wolff mengidentifikasi manipulasi data keuangan di perusahaan Living Robotics, yang melanggar prinsip objektivitas dan profesionalisme akuntan.
  • Christian Wolff melakukan pembunuhan untuk menutupi jejak kejahatan, yang melanggar prinsip humanitarisme dan profesi akuntan.

          Nah, dari sudut pandang Kode Etik Akuntan Indonesia, tindakan-tindakan tidak beretika yang dilakukan pada film ini melanggar prinsip-prinsip dasar akuntan yang penting untuk memastikan transparansi, keamanan, dan kualitas hasil akuntansi.

Kategori

Blogroll

  • Masih Kosong