UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO BAGIKAN KOUTA INTERNET GRATIS!
Universitas Negeri Gorontalo (UNG) telah memberlakukan kebijakan kuliah online kepada sivitas akademika, seiring dengan status wabah COVID-19 ditetapkan sebagai pandemi. Demi memfasilitasi berjalannya proses kuliah online, UNG menggandeng Telkomsel.
Memanfaatkan layanan ruangguru Telkomsel, mahasiswa dan dosen UNG diberikan kuota data sebesar 30 GB (Gigabyte) yang dapat diaktifkan melalui layanan my Telkomsel. Kemudian, paket data khusus untuk proses pembelajaran online langsung diaktifkan dan berlaku selama 30 hari.
Rektor UNG, Eduart Wolok menyebutkan, pihak Telkomsel selaku penyedia layanan hanya memberikan paket data gratis ruangguru sekali masa aktif yang berlaku pada bulan April ini.
"Karena sebenarnya untuk bulan ini kita masih mendapatkan paket data free dari provider sebesar 30 GB sehingga sampai hari ini belum ada keluhan soal itu, tetapi kita tetap mempersiapkan langkah-langkah setelah ini dan kami sudah bicara dengan pihak provider," kata Eduart kepada IDN Times saat dihubungi via WhatsApp, Kamis (9/4).
Eduart menyebutkan, Telkomsel hanya memberikan paket data pada bulan April, Sedang untuk bulan selanjutnya masih butuh dialog, karena Telkomsel merupakan satu-satunya penyedia layanan daring yang bekerja sama dengan UNG.
"Dengan pembelajaran daring yang secara tiba-tiba memang kasihan mahasiswa, harus menyediakan kuota dan sebagainya," tuturnya.
Saat ini ada skitar 17.600 mahasiswa di UNG, dan pihak rektorat masih melakukan tracking mahasiswa, sebagai validasi seluruh nomor perdana mahasiswa.
"Hari ini kita sedang men-tracking mahasiswa terkait proses pembelajaran daring ini dan alhamdulillah sebagian (nomor kartu perdana) sudah masuk," lanjut Eduart.
Eduart mengatakan bahwa keberlanjutan pemberian paket data masih dalam proses pembicaraan dan perencanaan. Pihaknya juga akan berusaha membantu seluruh mahasiswa dalam proses pembelajaran daring.
"Tetapi jika keseluruhan Telkomsel tidak mendukung, kita (pihak kampus) akan mensupport keseluruhan yang terlibat dalam pembelajaran online," jelasnya.
Bantuan paket data yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan universitas dalam pembelajaran daring.
"Kita belum belum melihat (berapa kebutuhan yang diberikan) karena kita masing tracking datanya. Menghitung berapa kebutuhan dalam satu bulan itu rata-rata seperti apa. Mengenai nominalnya berapa rupiah itu masih kita hitung jumlahnya" tambah Eduart.