KATEGORI : Renungan

Renungan Pagi

23 March 2013 07:21:45 Dibaca : 142

*Monyet Dan Angin* Seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon kelapa. Dia nggak sadar lagi diintip sama tiga angin gede. Angin Topan, Tornado sama Bahorok.

Tiga angin itu rupanya pada ngomongin, siapa yang bisa paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa.

Angin Topan bilang, dia cuma perlu waktu 45 detik.
Angin Tornado nggak ♏åÏ‹ kalah, 30 detik, katanya.

Angin Bahorok senyum ngeledek äπϑ bilang, 15 detik juga jatuh tuh monyet.

Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju.
Angin TOPAN duluan, dia tiup sekenceng-kencengnya, Wuuusss… Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung megang batang pohon kelapa. Dia pegang sekuat-kuatnya. Beberapa menit lewat, nggak jatuh-jatuh tuh monyet. Angin Topan pun nyerah.

Giliran Angin TORNADO.
Wuuusss… Wuuusss… Dia tiup sekenceng-kencengnya. Ngga jatuh juga tuh monyet. Angin Tornado jg nyerah.

Terakhir, Angin BAHOROK. Lebih kenceng lagi dia tiup.
Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah makin kenceng pegangannya. Nggak jatuh-jatuh.

Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin, si monyet memang jagoan. Tangguh. Daya tahannya luar biasa.

Ngga lama, datang angin Sepoi-Sepoi. Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Keinginan îτÏ‹ diketawain sama tiga angin lainnya. Yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil.

Nggak banyak omong, angin SEPOI-SEPOI langsung niup ubun-ubun si monyet. Psssss… Enak banget. Adem… Seger… Riyep-riyep matanya si monyet. Nggak lama ketiduran dia trus lepas lah pegangannya. Alhasil, jatuh deh tuh si monyet.

Moral dari cerita ini adl:
Guys, boleh jadi ketika kita Diuji dengan KESUSAHAN…
Dicoba dengan Penderitaan… Didera Malapetaka... Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya...

Tapi jika kita diuji dengan KENIKMATAN... KESENANGAN... KELIMPAHAN.PUJIAN. Disinilah kejatuhan îτÏ‹ terjadi. So, Jangan sampai kita terlena... Tetap rendah hati dan mawas diri, ingat kita hanya hidup sementara di dunia ini.

 

sumber: http://terselubung.blogspot.com/2012/07/renungan-pagi.html

Dialog Kecil Mempunyai Arti Besar

22 March 2013 18:22:26 Dibaca : 143

ReNuNgAn MaLaM (Dialog Kecil Mempunyai Arti Besar)

Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya :
" Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita...?

" Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata : " Tidak, nak... "

Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi:
" Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun...?"

Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kepada putrinya.

" Oh ayah, bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan...?"

Ayahnya tertawa...
" Mungkin tidak bisa juga nak..."

" OK ayah, ini yang terakhir kali...

Apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja...?

" Akhirnya ayahnya mengangguk.

"Kemungkinan besar, bisa nak..." Anak ini tersenyum lega...

" Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, ayah...
Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dpt hidup dengan baik n benar..

Pernyataan ini mengandung kebenaran sejati...
Marilah kita hidup dari waktu ke waktu, dengan
memperhatikan cara kita menjalani hidup ini...

Dari latihan yang paling kecil dan sederhana sekalipun...
Akan menjadikan kita terbiasa...
Dan apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat... Dan sifat akan berubah jadi karakter... Dan karakter akan menjadi destiny...

({})HIDUPLAH 1 JAM TANPA :

Tanpa kemarahan,


Tanpa hati yang jahat,


Tanpa pikiran negatif,


Tanpa menjelekkan orang,


Tanpa keserakahan, Tanpa pemborosan,


Tanpa kesombongan,


Tanpa kebohongan,


Tanpa kepalsuan...


Lalu ulangi lagi untuk 1 jam berikutnya.. .

HIDUPLAH 1 JAM DENGAN :


Dengan kasih sayang kpd sesama n terutama isteri/suami ,ortu/ mertua ,anak n kel serta teman

kita..


Dengan damai,


Dengan kesabaran,


Dengan kelemah lembutan, Dengan kemurahan hati,


Dengan kerendahan hati..


Dengan ketulusan qt belajar


dari sekarang...(y) ;)

 

sumber: http://www.thecrowdvoice.com/post/renungan-malam-dialog-kecil-mempunyai-arti-besar-7024276.html