KATEGORI : Berbagi Cerita

Cerita_Q IT kemarin

22 March 2013 10:29:19 Dibaca : 136

Hari ini adalah hari kedua aku mengikuti program IT, materi hari ini mengenai open source. Pertama masuk aku tidak mendapatkan tempat duduk akhirnya menyelip ditempat duduknya teman, aku duduk di pojok kiri jurusan pintu masuk bersama temanku satu asrama. Seperti biasanya langsung aku membuka blogger, hehe :D

Tapi karena aku hanya menumpang ditempat duduk itu, yang jelas aku memposting temanku duluan, pertama aku mencari pengertian system operasi, jenis-jenis system operasi dan fungsi dari system operasi. Setelah bahannya sudah didapat maka langsung dech aku mempostingnya di blog temanku itu. Masalah aku belakangan nanti gampang kok :D

Selesai aku memposting temanku nah saatnya giliranku untuk memposting apa yang telah aku dapat juga tentunya aku nggak main copas aja tanpa mencantumkan sumbernya darimana J biar nggak dibilang plagiat oleh kakak yang memberikan materi kemarin. MAAF ya k’ aku belum tahu jelas nama k’ siapa tapi yang jelas pengen tahu aku kasih alamat emailnya aja J. Email: walidumar@gmail.com

Okneyy :D

Sebelum aku mengutarakan kembali apa yang disampaikan k’ pemateri tadi, sedikit laja aku beritahu yaa.. kita kemarin disuruh cari apa saja contoh pada free software. Aduuh lucunya saat itu ada juga temanku yang sekelas nggak bisa jawab. Maka dari itu mereka disuruh berdiri dulu xixixixi :D Alhamdulillah yah saat itu aku bisa menjawab salah satu contoh dari free software. Sebenarnya banyak contoh dari free software tapi aku hanya bisa mengatakan apa yang masih aku ingat ya..

Contoh free software antara lain: sambha, opera, KDE, linux, perl, phyton, openoffice dan koffice, mozila firefox dan lain sebagainya nanti lebih jelasnya teman-teman lihat saja di internet yahh J

Eheem saatnya aku akan menjelaskan sedikit apa yang telah k’ pemateri tadi jelaskan, yah ini hanya semampu ingatanku kemarin. K’ menjelaskan mengenai open source yang didalamnya membahas software, desktop, free software dan GNU.

Sedikit tentang ulasannya yang aku ketahui.

  • Software / program adalah sebuah code program yang disusun untuk menerima perintah user yang untuk mengerjakan pekerjaan tertentu.
  • Distribusi adalah seperangkat system operasi.
  • Desktop adalah interface system opera.
  • Free software adalah aplikasi BEBAS..!!!
  • System operasi adalah sebuah software yang berfungsi untuk mengoperasikan dan menjabatani antar pengguna dan hardware.
  • GNU adalah sebuah gerakan open source yang dimotori oleh seorang ilmuan “RICHARD STALLMAN”.

OPEN SOURCE

Dalam Bahasa Indonesia berari kode terbuka. Kode yang dimaksud adalah kode program. Yang dimaksud kode program yaitu bentuk perintah-perintah.

Tujuan

Menciptakan sebuah software yang mudah dan bebas digunakan untuk siapa, dan kapan saja dan untuk keperluan apapun.

Dengan sumber yang dibuat terbuka ini, programmer/ siapa saja dapat memperbaiki kesalahan yang terdapat dalam software yang belisensi open source.

Manfaat

Menurut saya dapat mempermudah kita untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan laporan seperti pada statistic, karena lebih mudah untuk menghitung sebuah data.

Yeach, mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat untuk kita semua. :)

MALAIKAT (CERPEN)

19 March 2013 22:43:03 Dibaca : 136

CERPEN

“MALAIKAT”

KARYA: CANDRA DALILA

Matahari pagi serasa menjulurkan sinarnya dari ufuk timur. Sesekali ia mencoba untuk menggerakkan seluruh jiwa dan raganya, hendak menuju ke ufuk barat dan berharap digantikan oleh sang rembulan yang tengah berusaha menunggu dengan penuh kesabaran. Hari itu udara terasa sangat memekikkan hati menyentuh jiwa. Seakan-akan merambat keseluruh tubuh manusia.

Nampak dari ujung dusun terlihat sekumpulan Anjing yang biasanya melolong, namun kini bungkam bukan lantaran capek begadang hingga larut malam. Tapi bukan itu penyebabnya. Anjing-anjing itu melolong karena kegirangan menanti sesuatu yang ia ketahui.

Sementara dari alam lain terdengar suara canda tawa dari seorang bayi mungil. Bayi tersebut merupakan yang siapun tuk berhijrah kedunia dengan membawa sejuta harapan yang ia sendiri tidak mengetahuinya. Membawa sejuta kedamaian yang membuat hati semua orang akan terasa luluh.

Tiba-tiba terbesit dalam fikiran sang bayi sebuah keinginan besar. Keinginan yang tak mungkin bisa orang lain lakukan. Sang bayi tersebut hendak bertemu dengan Tuhan dan ingin mengajukan pertanyaan. Namun, ia terasa bimbang dan berat hati ingin bertemu dengan tuhannya. Tanpa berfikir panjang, ia pun bergegas melangkahkan kaki hendak bertemu Tuhannya. Seakan-akan rasa takut itu hilang bagai petir yang memuntahkan sinarnya.

***

“Wahai Tuhanku, Tuhan yang menciptakan segala yang ada di alam jagad raya ini. Hamba dating menghadap untuk menimba nasib dengan segala pertanyaan yang tak seorang pun mudah untuk menjawabnya”. Kata bayi tersebut seakan membuka pembicaraan ibarat sang moderator dalam sebuah diskusi yang hendak membuka jalannya diskusi.

“Wahai hambaku yang teramat mungil, gerangan apa yang hendak engkau tanyakan sampai mengganggu aktivitas Kudalam mengerjakan tugas untuk meninjau seluruh ciptaanKu di alam jagad raya ini”. Tuhan pun angkat bicara dengan perlahan tapi pasti.

Sang bayi mulai kebingungan darimana ia akan memulai pertanyaannya. Sesekali ia tertegun dan memandang wajah Tuhannya yang teramat sangat diagungkannya itu. Meskipun bibirnya terasa kaku Perlahan-lahan ia mulai angkat bicara.

“Wahai Tuhanku, tadi pagi sempat hamba mendengar dari suara para malaikat bahwa mulai besok Engkau akan mengirimku kedunia. Apakah benar adanya dengan apa yang mereka ucapkan tersebut? Jika hal tersebut benar adanya, bagaimana cara hamba untuk hidup di alam sana? Sementara raga saya begitu kecil dan teramat sangat lemah.”

Tuhan pun menjawabnya dengan penuh keseriusan.“Ya, apa yang kau dengar memang betul”. tanggasNya dengan berusaha untuk melanjutkan arah pembicaraan sang bayi. “Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akanmenjaga dan mengasihimu.”

“Tapi disini, di dalam surge ini hamba terasa sangat berkecukupan. Bernyanyi, tertawa, bersenda gurau bersama para malaikat, bahkan sesekali hamba sering menggelitik Dikau dikala Engkau sedang mengawasi ciptaanMu seperti para guru yang mengawasi murid-muridnya yang hendak mengikuti ujian nasional. ” ungkap sang bayi yang tak rela jika ia akan ditransmigrasikan kedunia.

“Malaikat mu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kau akan merasakan sebuah kehangatan cinta yang teramat besar dan mulia dan menjadi lebih berbahagia dibandingkan ketika kau berada di surga ini.” Ungkap Tuhan kepada sang bayi yang sedari tadi menunggu jawabanNya.

“Lalu bagaimana hamba bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku sementara hamba sendiri tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan?” Ungkapnya mengebu-gebu.

“Malaikat mu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang teramat sangat indah yang belum pernah engkau dengar dan dengan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkanmu bagaimana cara berbicara dengan menggunakan bahasa malaikatmu.” UngkapNya.

Tampak sesekali sang bayi mengambil nafas secara perlahan-lahan. Tak mau menunda kesempatan yang ada, Ia pun melanjutkan pertanyannya.

“Apa yang akan hamba lakukan saat hamba ingin berbicara denganMu?” kata sang bayi dengan penuh harap.

Sesekali Tuhan mengambil nafas sambil menengok wajah sang bayi. Kemudian Tuhan pun menjawab pertanyaan dari sang bayi.

“malaikatmu akan mengajarkanmu bagaimana cara berdoa.” UngkapNya singkat. “Tapi hamba mendengar di bumi banyak di huni oleh orang-orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungi hamba?” kata sang bayi harap-harap cemas.

“Malaikatmu akan melindungimu walaupun itu akan mengancam jiwanya.” Ungkap Tuhan yang berusaha untuk meyakinkan sang bayi.

“tapi hamba akan merasa sangat sedih karena tidak akan pernah melihat Mu lagi?” kata sang bayi kepada tuhannya.

“malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Ku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaKu, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada disisimu” tanggasNya.

***

Saat surga begitu tenangnya sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang bayi pun bertanya perlahan mengingat waktu untuk bertanya tinggal sedikit sebab ia akan segera dihijrahkan dari surge menuju ke bumi.

“Wahai Tuhanku, jika hamba harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahukan kepada hamba nama malaikat yang telah engkau janjikan.” Ungkapnya dengan penuh keseriusan.

Dengan perlahan tapi pasti Tuhan pun menjawab pertanyaan dari sang bayi sambil membisikkan ketelinga sang bayi

“kau akan memanggil malaikatmu itu dengan sebutan…IBU”.

KUMPULAN CERITA MOTIVASI PENUH HIKMAH

17 March 2013 23:35:03 Dibaca : 99
  • Inti Semua Kebijaksanaan


Konon, ada seorang raja muda yang pandai. Ia memerintahkan semua mahaguru terkemukadalam kerajaannya untuk berkumpul dan menulis semua kebijaksanaan dunia ini. Mereka segera mengerjakannya dan empat puluh tahun kemudian, mereka telah menghasilkan ribuan buku berisi kebijaksanaan. Raja itu, yang pada saat itu telah mencapai usia enam puluh tahun, berkata kepada mereka, “Saya tidak mungkin dapat membaca ribuan buku. Ringkaslah dasar-dasar semua kebijaksanaan itu.”

Setelah sepuluh tahun bekerja, para mahaguru itu berhasil meringkas seluruh kebijaksanaan dunia dalam seratus jilid.

“Itu masih terlalu banyak,” kata sang raja. “Saya telah berusia tujuh puluh tahun. Peraslah semua kebijaksanaan itu ke dalam inti yang paling dasariah.

Maka orang-orang bijak itu mencoba lagi dan memeras semua kebijaksanaan di dunia ini ke dalam hanya satu buku.

Tapi pada waktu itu raja berbaring di tempat tidur kematiannya.

Maka pemimpin kelompok mahaguru itu memeras lagi kebijaksanaan-kebijaksanaan itu ke dalam hanya satu pernyataan, “Manusia hidup, lalu menderita, kemudian mati. Satu-satunya hal yang tetap bertahan adalah cinta.”

  • Janganlah Memaksa

Seorang kakek sedang berjalan-jalan sambil menggandeng cucunya di jalan pinggiran pedesaan. Mereka menemukan seekor kura-kura. Anak itu mengambilnya dan mengamat-amatinya. Kura-kura itu segera menarik kakinya dan kepalanya masuk di bawah tempurungnya. Si anak mencoba membukanya secara paksa.

“Cara demikian tidak pernah akan berhasil, nak!” kata kakek, “Saya akan mencoba mengajarimu.”

Mereka pulang. Sang Kakek meletakkan kura-kura di dekat perapian. Beberapa menit kemudian, kura-kura itu mengeluarkan kakinya dan kepalanya sedikit demi sedikit. Ia mulai merangkak bergerak mendekati si anak.

“Janganlah mencoba memaksa melakukan segala seuatu, nak!” nasihat kakek, “Berilah kehangatan dan keramahan, ia akan menanggapinya.”

  • Melawan Diri Sendiri

Kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain. Namun, kemenangan atas diri sendiri. Berpacu di jalur keberhasilan diri adalah pertandingan untuk mengalahkan rasa ketakutan, keengganan, keangkuhan, dan semua beban yang menambat diri di tempat start.

Jerih payah untuk mengalahkan orang lain sama sekali tak berguna. Motivasi tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki atau dendam. Keberhasilan sejati memberikan kebahagiaan yang sejati, yang tak mungkin diraih lewat niat yang ternoda.

Pelari yang berlari untuk mengalahkan pelari yang lain, akan tertinggal karena sibuk mengintip laju lawan-lawannya. Pelari yang berlari untuk memecahkan recordnya sendiri tak peduli apakah pelari lain akan menyusulnya atau tidak. Tak peduli dimana dan siapa lawan-lawannya. Ia mencurahkan seluruh perhatian demi perbaikan catatannya sendiri.

Ia bertading dengan dirinya sendiri, bukan melawan orang lain. Karenanya, ia tak perlu bermain curang. Keinginan untuk mengalahkan orang lain adalah awal dari kekalahan diri sendiri.

  • Kepercayaan Diri

Banyak orang pandai menyarankan agar kita memiliki suatu kepercayaan diri yang kuat. Pertanyaannya adalah diri yang manakah yang patut kita percayai? Apakah panca indera kita? Padahal kejituan panca indera seringkali tak lebih tumpul dari ujung pena yang patah. Apakah tubuh fisik kita? Padahal sejalan dengan lajunya usia, kekuatan tubuh memuai seperti lilin terkena panas. Ataukah pikiran kita? Padahal keunggulan pikiran tak lebih luas dari setetes air di samudera ilmu. Atau mungkin perasaan kita? Padahal ketajaman perasaan seringkali tak mampu menjawab persoalan logika. Lalu diri yang manakah yang patut kita percayai?

Semestinya kita tak memecah-belah diri menjadi berkeping- keping seperti itu. Diri adalah diri yang menyatukan semua pecahan-pecahan diri yang kita ciptakan sendiri. Kesatuan itulah yang disebut dengan integritas. Dan hanya sebuah kekuatan dari dalam diri yang paling dalam lah yang mampu merengkuh menyatukan anda. Diri itulah yang patutnya anda percayai, karena ia mampu menggenggam kekuatan fisik, keunggulan pikiran dan kehalusan budi anda.

 

Kumpulan Cerita Pendek diatas diambil dari Kumpulan Ebook Motivasi Islami. Mudah-mudahan dapat Menginspirasi kita semua dalam menjalani kehidupan ini.

http://blogmayada.blogspot.com/2012/03/kumpulan-cerita-motivasi-penuh-hikmah.html

 

KUNCI KESUKSESAN

22 February 2013 18:17:26 Dibaca : 118

Assalamu alaikum wr.wb

Hay sahabat blogeer ^_^

Sekadar pemberitahuanku, malam ini tanggal 20 merupakan malam keenam, hari keenam aku

telah tinggal di asrama putri namanya “RUSUNAWA”.

Nah, serangkaian itu program-program yang telah direncanakan telah berjalan. Setiap malam

habis shalat isya pukul 20.00 hingga 21.30 kita akan menerima materi. Pematerinya

berbeda-beda donk pastinya J

Dan pada kesempatan ini, malam keenam ini materi yang kita terima sangat menarik yaitu

tentang “SOFT SKILL”. Pematerinya adalah Pak Udin Hamin. Beliau ini juga sebagai coordinator

PKM.

Sedikit yang bisa ku ulas kembali tentang materi bapak,

Seperti yang kita ketahui soft skill merupakan suatu keterampilan yang ada dalam diri setiap

individu. Berbicara tentang soft skill berarti kita membahas suatu kualitas atau karakter yang

ada pada diri setiap insan. Karakter adalah sikap dan perilaku yang memang sudah ada dalam

diri kita sejak lahir. Karakter setiap orang itu berbeda-beda tentunya, tetapi dibalik dari setiap

karakter tersebut terdapat satu titik satu tujuan yang ingin dicapai.

Dan modal utamanya dalam membentuk suatu karakter yaitu pertama dengan melatih

kesabaran, orang sabar pasti akan mendapatkan balasan yang baik dan sesuai yang diinginkan.

dan kedua mengganggap diri kita yang paling rendah, serta selalu berkata jujur, karena

kejujuran salah satu sifat terpuji. Dengan bersikap jujur, kita akan menjadi orang yang dipercaya

oleh orang-orang yang menyanyangi kita seperti teman, orang tua atau bahkan kekasih

sekalipun ^_^ serta orang-orang yang berada disekitar kita. Dan ketika kita telah menanamkan

sifat itu maka akan terhindar dari sifat kesombongan.

Yang saya ingat sekali bapak berpesan, janganlah kalian bersifat sombong. Karena sombong itu

adalah perbuatan yang tidak baik. Kita harus bersikap rendah hati dan ramah kepada semua

orang. Sehingga kita juga akan dekat dengan kesuksesasan.

Pak Udin menyampaikan beberapa kunci sukses, antara lain:

Banyak mendekatkan diri dengan Allah, terutama tidak menyia-nyiakan sholat wajib dan sholat

tahhajud,mendekatkan diri kepada kedua orang tua kita,Dekatkanlah diri kita kepada semua

orang, artinya bersikaplah ramah pada semua orang,Dan mampu memanagement waktu atau

mengatur waktu, Sabar, Jujur dan bertanggung jawab.

Jika ke-4 poin tersebut dapat kita laksanakan makan kita akan jadi orang yang sukses.

Amiiiin ^_^

Mungkin hanya itu yang bisa saya ungkapkan kembali, untuk teman-teman sekalian satu dari

saya jika kita benar-benar melaksanakan suatu kegiatan dengan ikhlas dan sabar serta

perbanyak berdoa niscaya ALLAH akan mengabulkan apa yang kita inginkan.

Ingat!!! “MANJADDAH WAJADDAH” artinya barang siapa yang bersungguh-sungguh makan ia

akan mendapatkannya.

Wassalam alaikum wr.wb

Cerita motivasi “Renungan Untuk yang Masih Muda”

Suatu hari seorang sahabat saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya. Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam hidupnya.

Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.

Lalu sang teman mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara. Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya.

Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang. Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.

Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai keluar negeri dengan Biaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.

Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Lalu sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yang mau menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukan nya.

Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.

Tapi apa yang saya dapatkan ? setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit-sakitan.

Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya akan mendapatkan sukacita idalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?

Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya dapatkan?

Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.

Sekarang sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya. Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengapa kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri.

Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat – sahabat yang mengasihi saya tapi tetap saya merindukan anak-anak saya.

Sejak itu sahabat saya selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan berbicara dengan sang opa.

Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan apalagi kalau sekali-sekali teman saya membawa serta anak-anaknya untuk berkunjung.

Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita.

Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ? Ingatlah bahwa tanpa Ayah dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi seperti ini.

Jika kamu masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua.

Semoga bermanfaat..

Sumber: http://duniabaca.com/renungan-untuk-yang-masih-muda-sebuah-cerita-motivasi.html