laporan praktikum tanaman kangkung dengan perlakuan urea, phonska dan KCL

12 December 2013 20:02:20 Dibaca : 24039 Kategori : Kesuburan Tanah

Laporan

PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG DARAT DENGAN PERLAKUAN PUPUK KCL

Oleh

Kelompok 7

Denny Pramana

Nurhayati Loleh

Santi Popoy

JURUSAN AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS ILMU-ILMU PERTANIAN

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

2013

 

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT penguasa semesta alam karena atas ijin dan karunia-Nya lah kami masih dapat menyelesaikan tugas laporan mata kuliah Kesuburan Tanah dan Pemupukan dengan judul “Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat Dengan Perlakuan Pupuk KCL”.

Terima kasih kami ucapkan kepada dosen Ibu Fitria suryani jamin,SP yang telah memberikan bantuan serta cara – cara pembuatan laporan ini sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya.

Dan tak lupa pula kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan motivasi dan bantuan demi terselesainya tugas laporan ini.

Kami sadari dalam penyusunan dan penulisan laporan ini masih banyak kekurangan maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporan ini.

Demikian ucapan terima kasih dari kami jika ada kata – kata yang salah mohon di maafkan karena manusia tak luput dari salah. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua.

 

 

 

Penulis

Kelompok 7

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................... i

DAFTAR ISI................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 1

1.1 Latar Belakang.......................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah.................................................................................... 2

1.3 Tujuan..................................................................................................... 2

1.4 Manfaat................................................................................................... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................ 3

BAB III METODOLOGI III.............................................................................. 5

3.1 Waktu Pelaksanaan.................................................................................. 5

3.2 Alat dan Bahan......................................................................................... 5

3.3 Cara Kerja................................................................................................ 5

BAB IV PEMBAHASAN................................................................................ 6

4.1 Hasil......................................................................................................... 6

4.2 Pembahasan............................................................................................ 9

BAB V PENUTUP....................................................................................... 10

5.1 Kesimpulan............................................................................................ 10

5.2 Saran..................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kangkung (Ipomoea Spp.) merupakan salah satu sayuran yang tumbuh baik di daerah tropis. Di Indonesia terdapat dua macam kangkung yang dibudidayakan secara komersial, yakni kangkung darat (Ipomoea reptans) dan kangkung air (Ipomoea aquatica). Perbedaan utama dua jenis kangkung ini adalah pada bentuk daun dan warna bunga. Kangkung darat berwarna hijau terang dengan ujung daun yang runcing. Warna bunga kangkung darat putih. Sedangkan kangkung air daunnya berwarna hijau agak gelap dengan ujung yang membulat atau lebih tumpul sehingga terlihat lebih lebar. Warna bunga kangkung air cenderung ungu. Selain perbedaan fisik, kebiasaan cara memanen dua jenis kangkung ini berbeda pula. Kangkung darat di panen dengan cara dicabut, sedangkan kangkung air dipanen dengnan cara dipotong.

Saat ini kangkung darat lebih banyak beredar di pasar-pasar komersial dibanding kangkung air. Kangkung air lebih banyak dikonsumsi dan ditanam secara subsisten oleh masyarakat. Budidaya kangkung darat sangat mudah, karena sayuran ini bersiklus panen cepat dan relatif tahan hama. Karena itulah, harga kangkung dipasaran relatif murah dibanding jenis sayuran lain. Untuk meningkatkan nilai tambah, kita bisa melakukan budidaya kangkung darat secara organik. Harga kangkung darat organik relatif lebih tinggi. Kangkung darat ini hanya bisa tumbuh di lahan kering. Ciri - cirinya adalah batangnya lebih kecil dan berwarna putih kehijauan, daunnya lebih tipis dan lebih lunak, bila dimasak lebih cepat layu/matang, dan memiliki bunga yang berwarna putih bersih.

Penanaman kangkung darat di Gorontalo umumnya hanya sebagai tanaman budidaya yang di kelola sendiri untuk kebutuhan hidup sehari – hari. Tetapi karena adanya kebutuhan sayuran di pasaran maka tanaman kangkung darat menjadi salah satu sayuran yang banyak di cari oleh konsumen. Bukan hanya di edarkan di pasaran, kangkung darat juga sering kali di jual oleh penjual sayur dengan menggunakan kendaraan keliling suatu kompleks perumahan bahkan sampai di berbagai desa tetangga.

1.2 Rumusan Masalah

Apakah pupuk kcl berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat ?Apakah ada perbedaan pertumbuhan antara tanaman yang di beri perlakuan pupuk kcl dengan tanaman yang tidak di beri perlakuan apapun?

1.3 Tujuan

Untuk mengetahui pengaruh pupuk kcl terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat.Untuk mengetahui adakah perbedaan pertumbuhan antara tanaman yang di beri perlakuan pupuk kcl dengan tanaman yang tidak di beri perlakuan apapun.

1.4 Manfaat

Dapat bermanfaaat bagi masyarakat khususnya di Gorontalo agar lebih membudidayakan kangkung darat.Dapat berfungsi sebagai sumber informasi bagi masyarakat.Masyarakat dapat mengetahui kegunaan pupuk kcl.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Kangkung (Ipomoea sp.) dapat ditanam di dataran rendah dan dataran tinggi. Kangkung merupakan jenis tanaman sayuran daun dan termasuk kedalam famili Convolvulaceae. Daun kangkung panjang, berwarna hijau keputih-putihan yang merupakan sumber vitamin pro vitamin A.

Berdasarkan tempat tumbuh, kangkung dibedakan menjadi dua macam yaitu:

Kangkung darat, hidup di tempat yang kering atau tegalan, danKangkung air, hidup ditempat yang berair dan basah.

Petanian Organik adalah sebuah bentuk solusi baru guna menghadapi kebuntuan yang dihadapi petani sehubungan dengan maraknya intervensi barang-barang sintetis atas dunia pertanian sekarang ini. Dapat dilihat, mulai dari pupuk, insektisida, perangsang tumbuh, semuanya telah dibuat dari bahan-bahan yang disintesis dari senyawa-senyawa murni (biasanya un organik) di laboratorium. Pertanian organik dapat memberi perlindungan terhadap lingkungan dan konservasi sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, memperbaiki kualitas hasil pertanian, menjaga pasokan produk pertanian sehingga harganya relatif stabil, serta memiliki orientasi dan memenuhi kebutuhan hidup ke arah permintaan pasar.

Peranan Kalium

Kalium merupakan satu-satunya kation monovalen yang esensial bagi tanaman. Peranan utama kalium dalam tanaman ialah sebagai aktivator berbagai enzim. Dengan adanya kalium yang tersedia dalam tanah menyebabkan:

- Ketegaran tanaman terjamin

- Merangsang pertumbuhan akar

- Tanaman lebih tahan terhadap hama dan penyakit

- Memperbaiki kualitas bulir

- Dapat mengurangi pengaruh kematangan yang dipercepat oleh posfor

- Mampu mengatasi kekurangan air pada tingkat tertentu.

Kekurangan Kalium menyebabkan

- Pertumbuhan kerdil

- Daun kelihatan kering dan terbakar pada sisi-sisinya.

- Menghambat pembentukan hidrat arang pada biji.

- Permukaan daun memperlihatkan gejala klorotik yang tidak merata

- Munculnya bercak coklat mirip gejala penyakit pada bagian yang berwarna hijau gelap.

Kelebihan kalium menyebabkan

Daun cepat menua sebagai akibat kadar magnesium daun dapat menurun, kadang-kadang menjadi tingkat terendah sehingga aktifitas fotosintesa terganggu.

BAB III

METODOLOGI

3.1 Waktu Pelaksanaan

Pengambilan tanah dilakukan di Desa Daenaa, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo . Dan pemeliharaan dilakukan di Desa Dulomo

3.2 Alat dan Bahan

PolibagTanahPupuk kclAirCangkulBenih kangkung daratAlat tulisAlat ukur

3.3 Cara Kerja

Tanah di hancurkan dengan menggunakan cangkul sampai benar – benar remah, kemudian di masukan ke dalam polibag yang sudah di sediakan yaitu 10 polibag dengan ukuran 10 kg/polibag. Selanjutya masing – masing polibag yang sudah terisi tanah di basahi dengan air, lalu benih kangkung yang sudah di sediakan di tanam. Untuk 5 polibag pertama di berikan perlakuan pupuk KCL dan untuk 5 polibag yang berikutnya tidak di beri perlakuan apapun.

Pengukuran dan pemberian pupuk dilakukan setiap seminggu sekali hingga minggu ke-4. Dan untuk hasil akhir di timbang berat basah dari tanaman kangkung darat tersebut.

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Hasil

PENGUKURAN TANAMAN PADA MINGGU KE I

a. Tinggi Tanaman (cm )

Perlakuan

Tanaman

Jumlah

rata - rata

1

2

3

4

5

Po

7,6

9,6

6,3

7,2

7,9

38,6

7,72

P1

6

6,5

6,9

7,3

5,3

32

6,4

P2

5

4

5

7

-

21

4,2

P3

6,5

6

6,1

7,7

9

35,3

7,06

Jumlah

25,1

26,1

24,3

29,2

22,2

126,9

25,38

b. Jumlah Daun ( helai )

Perlakuan

Tanaman

Jumlah

rata-rata

1

2

3

4

5

Po

14

12

4

8

8

46

9,2

P1

12

12

12

14

12

62

12,4

P2

8

8

8

4

-

28

5,6

P3

12

12

8

4

12

48

9,6

Jumlah

46

44

32

30

32

184

36,8

PENGUKURAN PADA MINGGU KE II

a. Tinggi Tanaman (cm )

Perlakuan

Tanaman

Jumlah

rata-rata

1

2

3

4

5

Po

17

16,5

14,5

15

16

79

15,8

P1

15,5

17,5

18,5

17

15,5

84

16,8

P2

15

15

16

18,5

8

72,5

14,5

P3

16

13

13,1

14,2

13

69,3

13,86

Jumlah

63,5

62

62,1

64,7

52,5

304,8

60,96

b. Jumlah Daun ( helai )

Perlakuan

Tanaman

Jumlah

rata-rata

1

2

3

4

5

Po

26

25

22

25

24

122

24,4

P1

24

26

24

25

27

126

25,2

P2

22

18

26

20

14

100

20

P3

22

21

14

18

22

97

19,4

Jumlah

94

90

86

88

87

445

89

PENGUKURAN PADA MINGGU KE III

a. Tinggi Tanaman (cm )

Perlakuan

Tanaman

Jumlah

rata-rata

1

2

3

4

5

Po

27,5

30

21,2

30,5

32

141,2

28,24

P1

39

30

34

35

33

171

34,2

P2

25

23

24

27,5

15,6

115,1

23,02

P3

22

23

21

21

18,2

105,2

21,04

Jumlah

113,5

106

100,2

114

98,8

532,5

106,5

b. Jumlah Daun ( helai )

Perlakuan

Tanaman

Jumlah

rata-rata

1

2

3

4

5

Po

33

38

27

36

34

168

33,6

P1

31

24

29

23

26

133

26,6

P2

20

22

25

27

25

119

23,8

P3

29

28

20

34

17

128

25,6

Jumlah

113

112

101

120

102

548

109,6

PENGUKURAN PADA MINGGU KE IV

a. Tinggi Tanaman (cm )

Perlakuan

Tanaman

Jumlah

rata-rata

1

2

3

4

5

Po

68

61

45

49

81

304

60,8

P1

80

65

69

59

74

347

69,4

P2

75

60

67

58

72

332

66,4

P3

65

60

58

59

70

312

62,4

Jumlah

288

246

239

225

297

1295

259

b. Jumlah Daun ( helai )

Perlakuan

Tanaman

Jumlah

rata-rata

1

2

3

4

5

Po

67

82

41

49

51

290

58

P1

35

39

45

34

54

207

41,4

P2

30

36

42

33

52

193

38,6

P3

32

36

29

42

26

165

33

Jumlah

164

193

157

158

183

855

171

v BERAT BASAH

TABEL PENGUKURAN BERAT BASAH

Perlakuan

Tanaman

BB

rata-rata

1

2

3

4

5

Po

100

129

36

35

70

370

74

P1

86

23

100

84

39

332

66,4

P2

26

27

50

62

78

243

48,6

P3

21

19

19

41

4

104

20,8

Jumlah

233

198

205

222

191

1049

209,8

4.2 Pembahasan

Dari hasil pengukuran tinggi tanaman dan jumlah daun setiap minggunya, tentu dapat kita lihat perbedaan ukuran dari setiap perlakuan yang diberikan. Pada minggu pertama perbedaan ukuran tanaman belum terlihat jelas karena tanaman ini baru mengalami perkecambahan. Tetapi pada minggu berikutnya perbedaan ukuran itu terlihat jelas karena pertumbuhan vegetative dari tanaman yang membutuhkan unsur hara.

Adanya perbedaan pemberian perlakuan menyebabkan tanaman tumbuh dengan berbeda. Pada tanaman yang diberikan perlakuan urea akan lebih tinggi di bandingkan dengan tanaman yang diberikan perlakuan phonska dan KCL.

Pada hasil pengukuran berat basah dari tanaman kangkung darat ini, terlihat juga tanaman yang di berikan perlakuan urea lebih berbobot dari pada tanaman yang diberi perlakuan phonska dan KCL.

Tetapi jika dilihat dari hasil rata – rata, ada perbedaan selisih antara tanaman yang diberikan perlakuan urea dengan tanaman yang tidak diberikan perlakuan apapun. Kemungkinan besar kebutuhaan unsur hara dalam tanah tersebut sudah mencukupi untuk kebutuhan pertumbuhan kangkung darat tersebut, sehingga tanaman kangkung darat yang tidak diberi perlakuan dapat tumbuh dengan baik tanpa harus menggunakan perlakuan apapun.

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Kami dapat menyimpulkan dari hasil pengamatan bahwa tanaman kangkung darat sangat membutuhkan pupuk kalium, nitrogen dan juga fospat dalam proses pertumbuhannya. Tetapi harus memperhatikan dosis dan aturan pakainya.

5.2 Saran

Agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan hasilnya memuaskan sebaiknya memperhatikan dosis dan aturan pemupukan dengan benar. Karena tanaman membutuhkan perawatan yang baik.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.google.com/search=tanamankangkugdigorontalo

http://bursabibit.com/jualbenihkangkungyogadigorontalo

http://id.wikipedia.org/wiki/Kangkung