KATEGORI : kajian hati

Kata Kata Mutiara Penuh Makna

01 March 2013 20:48:55 Dibaca : 216
  1. Emosi tidak akan membimbingmu pada suatu pemikiran atau tindakan positif. oleh sebab itu tenangkan dirimu.
  2. Sukses berarti melakukan yg terbaik yg kita bisa dengan apa yg kita miliki. Bukan dengan menginginkan apa yg orang lain miliki.
  3. Kamu tak akan bisa mendapatkan yang kamu inginkan jika kamu terlalu sibuk mengeluhkan apa yang telah kamu miliki. Bersyukurlah!
  4. Tuhan memuliakan mereka yang mau bekerja keras. Dan modal utama untuk keberhasilan adalah kerja keras yang diiringi doa.
  5. Jangan mengeluhkan masalah, karena Tuhan mempunyai tujuan tuk perjuanganmu saat ini. Pelajarilah apa yang hendak Tuhan ajarkan.
  6. Jangan berhenti berupaya ketika menemui kegagalan. Karena kegagalan adalah cara Tuhan mengajari kita tentang arti kesungguhan.
  7. Untuk pemilik wajah putih, riasan mata dan bibir dengan pilihan warna-warna nuansa sedikit terang mampu membuat wajah tidak terlalu pucat.
  8. Tak ada yg salah dalam menunjukkan kamu peduli tentang seseorang, yg salah adalah mengharapkan dia tuk melakukan hal yg sama.
  9. Jangan pedulikan dia yg membencimu, dia bukan orang yg pantas dapatkan perhatianmu. Yg penting adalah dia yg selalu ada untukmu.
  10. Dalam hidup, orang tak akan peduli berapa banyak yg kamu tahu hingga mereka tahu berapa banyak kamu peduli pada mereka.
  11. Kau takkan tahu sbrp tulus ssorg mencintaimu sampai kau melihat sbrp tulus ia mencintaimu dlm kondisi terburukmu.
  12. Ketika kamu membenci seseorang, kamu sedang membuat hidupmu semakin rumit.
  13. Jangan pernah menyerah! Jika Tuhan belum menjawab doamu, itu karena Tuhan punya rencana yg lebih baik tuk hidupmu.
  14. Jangan tanyakan mengapa seseorang membencimu, sebelum kamu tanyakan dirimu sendiri mengapa kamu peduli akan hal itu.
  15. Hanya karena kamu telah dapatkan cintanya, tak berarti kamu berhenti melakukan hal yg kamu lakukan ketika berusaha dapatkannya.
  16. Seorang pria sejati tdk bisa dikelabui oleh matanya. Seorang wanita sejati tdk bersembunyi dibalik penampilannya.
  17. Bahagia adalah milik mereka yg bangga menjadi dirinya sendiri, tanpa mencemaskan apa yg dipikirkan orang lain tentangnya.
  18. Jangan berpikir kamu tak mampu hidup tanpa dia yg meninggalkanmu. Percaya, ada seseorang yg lebih baik menunggumu di luar sana.
  19. Janji tak akan berarti apa-apa jika kamu tak bisa menepatinya. Daripada berjanji, lebih baik tunjukkan dgn tindakan nyata.
  20. Berhenti menyalahkan masa lalu, cobalah tuk menerimanya dan memahami bahwa ia telah jadikanmu pribadi yg lebih kuat.

 

...KiTa saTu...

01 March 2013 20:22:19 Dibaca : 162

Seringku bertanyakan

Dimanakah hatimu sayang

Kian lama ku simpan

Bersarang cinta dalam diam

Sampai bila harusku pendam

Layan cinta dan perasaan

Dengan lafaz ku bisikkan

Kita telah ditakdir bersama

Teman hidup di dunia

Malam siang kita jadi satu

Kerana engkau adalah milikku

Pegang tanganku seeratnya

Dunia ini berputar ligat

Mengapa harus ada sesal

Andainya tersungkur tetap bersama

Sampai bila harus ku pendam

Layan cinta dan perasaan

Dengan lafaz ku bisikkan .. oh ..

Satu….. wooooo..

Kita telah ditakdir bersama

Kerana engkau adalah milikku

Kerana engkau adalah milikku

Yang Paling berharga

01 March 2013 15:36:29 Dibaca : 185

Apa yang akan kita jawab bila ada yang bertanya "hal apakah yang paling berharga dalam hidupmu?" Ada yang memilih mengatakan hartalah yang paling berharga dalam hidupnya. Karena menurutnya, dengan harta semua hal bisa dibeli. Realisitis memang jika kita mengatakan harta sebagai hal yang berharga. Karena dijaman serba susah ini, apa-apa harus mengandalkan uang. Namun ironisnya sekarang ini, tidak hanya yang kasat mata saja, tetapi hal yang tak kasat pun bisa dibeli. Cinta, hukum, keadilan, bahkan agama pun semua bisa menjadi komoditas perdagangan yang bisa dibayar dengan uang.

Maka saya pun teringat dengan kisah Harun ar Rasyid dengan Syaqiq al Balkhi. Ketika Syaqiq tiba di Baghdad dalam perjalanannya menuju Makkah untuk berhaji, Harun ar Rasyid memanggilnya untuk menghadap. “Nasihati aku,” perintah Harun. Syaqiq al Balkhi mengatakan, “Ketika engkau kehausan di tengah padang pasir hingga engkau hampir mati, lalu datanglah seseorang dengan membawa air, berapa yang engkau rela bayarkan untuk seteguk air itu?” “Berapapun yang diminta orang itu,” jawab Harun. “Jika orang itu meminta separo kerajaanmu?” tanya Syaqiq. “Aku akan berikan,” jawab Harun. Syaqiq bertanya lagi, “Misalkan air yang engkau minum itu tidak mau keluar dari tubuhmu, membuat mu sakit hingga hampir mati, lalu datanglah seseorang yang mengatakan, ‘Aku akan menyembuhkanmu dengan imbalan separo kerajaanmu,’ apa yang akan engkau lakukan? “ “Tentu aku akan memberikannya,” jawab Harun. “Lalu, untuk apa engkau menyombongkan kerajaanmu, yang nilainya tidak lebih dari seteguk air yang engkau minum dan keluarnya ia dari tubuhmu?” tukas Syaqiq. Harun pun menangis dan melepaskan kepergian Syaqiq dengan penuh penghormatan. Yah.. ternyata nilai sebuah kerajaan tidak lebih berarti dari seteguk air.

Banyak hal yang sebenarnya berharga dalam hidup kita namun jarang kita sadari. Kesehatan misalnya. Kelihatannya sepele, namun saat kita sakit dan tak kunjung sembuh baru kita sadari betapa mahalnya harga kesehatan. Apapun akan kita lakukan untuk sembuh. Sebenarnya Rasulllah sudah memperingatkan: "Ada dua ni'mat yang dilalaikan oleh manusia, manusia tertipu dengan nikmat tersebut: yaitu nikmat sehat dan waktu kosong." (HR. al-Hakim yang telah dishahihkan Syaikh al-Albani dalam kitab Al-Jami'), namun memang begitulah watak manusia. Senada dengan lirik nasyid milik Saujana “apa yang ada jarang disyukuri.”

Ataupun ilmu misalnya. Berbahagialah orang yang mengatakan ilmulah yang berharga dalam hidupnya karena ilmu adalah sarana yang sangat penting bagi manusia untuk beraktifitas hidup di dunia. Ada pepatah yang mengatakan “People without science is like body without skeleteon, and mind without soul.” Oleh karena itu ilmu adalah sebuah keniscayaan bagi manusia.

Begitu pun halnya bagi setiap muslim. Ilmu adalah sesuatu yang sangat berharga. Di dalam Al Muwaththo -karya Imam Malik- disebutkan : Lukman berkata kepada anaknya : "Wahai anakku duduklah kamu bersama para ulama dan dekatilah mereka dengan kedua lututmu (bergaul dengan mereka), maka sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala menghidupkan hati-hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana menghidupkan (menyuburkan) bumi dengan hujan yang deras." (Kitab Al Ilmu Fadluhu wa Syarfuhu hal 228). Ada pula orang-orang arif yang mengatakan "Bukankah orang yang sakit akan mati tatkala tercegah dari makanan , minuman dan obat-obatan?" Maka dijawab: "Tentu saja," Mereka mengatakan: "Demikian pula halnya dengan hati jika terhalang dari ilmu dan hikmah maka akan mati."Demikianlah kedudukan ilmu bagi setiap muslim. Dengan ilmu jiwa-jiwanya akan hidup dan sebaliknya jiwa-jiwa mereka akan mati apabila tidak dibekali dengan ilmu.

Kemudian jika ada yang mengatakan bahwa waktu adalah hal berharga dalam hidupnya, maka patut pulalah mereka berbahagia. Karena waktu adalah nikmat sekaligus harta paling berharga yang dititipkan Allah SWT kepada manusia. Demikian berharganya waktu, hingga ada yang mengatakan waktu adalah kehidupan.
Berkenaan dengan masalah waktu, Imam Hasan Al-Basri mengatakan, "Berhati-hatilah kamu dari menunda pekerjaan, karena kamu berada pada hari ini bukan pada esok hari. Kalaulah esok hari menjadi milikmu, maka jadilah kamu seperti pada hari ini. Kalau esok tidak menjadi milikmu, niscaya kamu tidak akan menyesali apa yang telah berlalu dari hari-harimu". Kemudian ada juga kisah berharga dari seseorang yang meminta nasihat tentang waktu kepada seorang laki-laki dari Bani Abdi Al-Qais. Beliau hanya mengatakan dengan singkat, "Waspadalah dari menyebut kata 'nanti', karena ia adalah salah satu dari tentara iblis."

Begitupentingnya waktu, sehingga Allah SWT pun sering bersumpah dengan waktu, seperti waktu malam, waktu Dhuha, waktu Ashar. Bahkan di dalam Surat al-Ashr, Allah SWT menyebutkan sifat-sifat orang yang beruntung, yaitu mereka yang mampu menjaga waktunya dengan beriman dan beramal shaleh.

Jika ada pula yang mengatakan cinta dan kasih sayang adalah sesuatu yang berharga dalam hidupnya, maka ia pun patut berbahagia. Terlebih lagi jika cintanya bermuara hanya kepada Maha Pemilik Cinta Sejati. Seperti yang dikatakan Rabiah al Adawiyah, “kasih sayang itu adalah mutiara paling berharga bagi manusia, jika saja manusia itu mengetahui rahasia di baliknya. Bila cinta didasarkan pada iman kepada Rabb sang Pemilik Cinta Hakiki, maka ketenteraman jiwa dan kemuliaan akan hadir dalam relung dan tiap nafas kita."

Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Pada hari kiamat Allah berfirman: Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari yang tiada naungan selain naungan-Ku ini, Aku menaungi mereka dengan naungan-Ku.” (HR. Muslim). Bahkan Allah memuliakan mereka yang saling mencintai dan bersahabat karena Allah, yang membuat para nabi dan syuhada merasa iri terhadap mereka mereka. Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah ra pula, Rasulullah bersabda: “Di sekeliling Arsy, terdapat mimbar-mimbar dari cahaya yang ditempati oleh suatu kaum yang berpakaian dan berwajah cahaya pula. Mereka bukanlah para nabi atau syuhada, tetapi para nabi dan syuhada merasa iri terhadap mereka. Para sahabat bertanya, wahai Rasulullah, beritahulah kami tentang mereka! Beliau bersabda, Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai, bersahabat, dan saling mengunjungi karena Allah

Setelah Itu Sunyi

01 March 2013 15:21:16 Dibaca : 168

maka kau pasti kembali
dalam genggaman sunyi
sendiri
sebuah kekuatan maha dahsyat
akan memaksamu pergi
dari semua yang kau sayangi
pesta pora yang mewah dan meriah
baju kebesaran yang pongah,
megah lagi indah
yang membuatmu sombong,
mendongakkan kepala,
membusungkan dada,
berjalan dengan congkak
di muka bumi...

maka mengapa kau tak lagi punya nurani
tak kau rasa sejuknya embun pagi
tak kau sapa hangat mentari
kau tak peduli semua
kecuali diri sendiri
rakus akan kekuasaan
dan berlebihnya kebanggaan
padahal kau tak tahu
kapan perjalananmu akan terhenti
pada titik sunyi
lalu kau pun tercenung
dalam penyesalan yang panjang
dan teramat panjang...

maka setelah itu sunyi,
sepi,
sendiri,
semua tak lagi berarti
ah, seandainya kau mengerti...

(Ya Tuhan kami,
Engkaulah Sang Pembeda
jelaskanlah kepada kami perbedaan itu
putih dari hitam,
terang dari gelap,
benar dari salah
Engkaulah pemilik kebenaran yang hakiki
jika di dunia ini dia tersembunyi
maka di sisiMulah kelak dia terbukti!)

Duh !! Pengemis......

01 March 2013 15:18:08 Dibaca : 177

Pengemis identik dengan orang miskin, kurus kering, dekil, dan kurang makan, tetapi ternyata di Indonesia mengemis sudah dijadikan profesi, terorganisir, bahkan dengan penghasilan yang menggiurkan. Beberapa hari terakhir ini orang sedang ramai membicarakan fatwa haram mengemis yang dikeluarkan oleh MUI Kabupaten Sumenep, Madura, dan kemudian didukung oleh MUI Pusat. Sebelumnya ada beberapa daerah di Indonesia yang memberlakukan larangan maupun himbauan untuk tidak mengemis dan memberi uang kepada pengemis, pembersih mobil di jalan raya, serta membeli dari pedagang asongan, bahkan dilengkapi dengan sanksi denda atau kurungan.

Saya sepenuhnya mendukung fatwa haram mengemis, sebab sesuai fatwa tersebut, mengemis itu merendahkan diri sendiri dan menyuburkan sifat malas, serta merugikan orang lain; sebab lebih baik memberi daripada meminta-minta, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, begitu ajaran Islam. Tetapi kenapa ya justru di Bulan Ramadhan yang begitu mulia jumlah pengemis semakin banyak? Mungkin seperti diketahui bahwa Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat untuk setiap perbuatan baik di Bulan Ramadhan, termasuk bersedekah. Jadi seperti hukum ekonomi, ada permintaan ada penawaran, banyak yang bersedekah, banyak pula yang mengemis....

Tentang himbauan atau larangan bagi pengemis, pembersih mobil, dan pedagang asongan, menurut saya pun patut didukung sebab selain membahayakan pelakunya kegiatan di jalan raya tersebut menyebabkan ketidaktertiban dan kemacetan. Tentu diharapkan setelah ditertibkan para pengemis dan mereka yang mencari uang di jalan raya tersebut diberikan jalan keluar untuk mendapatkan alternatif sumber nafkah yang layak.... wah, memang susah betul ya jadi pemerintah!

Bagi kaum muslimin kalo pengin mencari berkah yang berlipat di Bulan Ramadhan mungkin harus lebih selektif dalam memberi, carilah lembaga penerima yang dapat dipercaya. Jika mungkin lebih baik memberi saudara kita sendiri atau tetangga kita yang kurang beruntung. Agak ribet juga sih, tapi hitung-hitung sambil silaturrahim gitu.... Dan, ya, tentu saja lebih baik tetap memberi walaupun bukan di Bulan Ramadhan, dan memberi lebih banyak lagi di Bulan Ramadhan....

Dan silakan membaca tausiyah di Detik Ramadhan, dengan judul Ruh Kemandirian, yang intinya bahwa kewajiban beribadah tidak menggugurkan kewajiban mencari nafkah. Karena itulah dikatakan bahwa ahli ibadah di masjid tidak lebih baik daripada tetangganya yang memberi makan. Lebih baik berusaha daripada berdiam diri... mencari nafkah itu adalah kewajiban! Jika kita mandiri dan mempunyai rizqi lebih maka kita dapat membantu sesama yang membutuhkan.

Semoga dengan adanya fatwa haram mengemis tersebut jumlah pengemis di Indonesia akan berkurang, baik pengemis dalam arti sebenarnya, maupun "pengemis-pengemis" yang lain, yang tampilan luarnya keren tetapi mentalnya sama saja dengan pengemis. Siapa yah....