ARSIP BULANAN : December 2015

pengelolaan tanah

04 December 2015 09:36:36 Dibaca : 177

Hari/Tanggal : Sabtu, 31 Oktober 2015
Nama : Sartin Ladiku
Nim : 613 413 012
Kelas : A_Agroteknologi
Mk : Pengelolaan Tanah

 

Soal
1. Jelaskan pengaruh pengelolaan tanah pada pertumbuhan dan produksi tanaman.
2. Tanah yang mempunyai faktor pembatas tinggi, mempunyai prinsip pengelolaan
Tanah pada lahan kering, jelaskan.
3. Jelaskan pengaruh iklim berpotensi untuk pengelolaan tanah pada aspek pertumbuhan
tanaman.
Jawaban:
1. Pengaruh pengelolaan tanah pada pertumbuhan dan produksi tanaman yaitu
Dapat meningkatkan produksi tanaman dan pertumbuhan tanaman menjadi baik
(subur). Pengelolaan tanah yang baik dan sesuai dapat memberikan keuntungan bagi
pelaku usaha tani itu sendiri, sedangkan pengeloalaan tanah yang tidak sesuai dapat
mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman menurun akibat rusaknya struktur
tanah.

2. Lahan kering adalah lahan yang kurang produktif atau lahan yang produktifitasnya rendah
karena ketersediaan air yang terbatas dan kurangnya bahan organik . Air dan bahan
organik tersebut merupakan faktor pembatas. Apabila dihadapkan pada kondisi tanah
masam, ketersediaan hara rendah, bahan organik tanah rendah, dan tanah memiliki slope
atau kemiringan tertentu serta berada pada daerah dengan intensitas hujan rendah, maka
secara teknik pengolahan tanah yang dilakukan harus berprinsip peningkatan kesuburan
tanah dan adanya konservasi tanah dan air. Selain itu prinsipnya untuk meningkatkan atau
mempertahankan kemampuan tanah dapat dilakukan teknik pengelolaan tanah secara
mekanik dan vegetatif.

3. iklim sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman dan kondisi tanah.faktor iklim yang
berpengaruh yaitu suhu, curah hujan, kelembaban dan cahaya matahari.
• Suhu ; Suhu udara pada tanah mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman, karena setiap jenis tanaman mempunyai suhu minimum,optimum dan maksimum yang berbeda-beda untuk setiap tanaman. Contoh tanaman coklat membutuhkan suhu udara yang tinggi dan gandum mempunyai suhu udara yang rendah.
• Curah hujan; kelebihan air dalam tanah akan mengubah proses kimia dan biologis yang membatasi jumlah oksigen dan meningkatnya senyawa yang berbahaya bagi akar tanaman.
• Kelembaban; Tanah yang lembab berpengaruh baik terhadap pertumbuhan tanaman. Kondisi yang lembab banyak air yang dapat diserap oleh tumbuhan dan lebih sedikit
penguapan.
• Cahaya matahari; sinar matahari meningkatkan laju fotosintesis, peningkatan cahaya matahari mempercepat proses pembungaan dan pembuahan. Sebaliknya, penurunan intensitas radiasi matahari akan memperpanjang masa pertumbuhan tanaman. pengaruhnya terhadap tanah yaitu penyinaran matahari yang terlalu lama menyebabkan tanah kehilangan air akibat penguapan yang tinggi.

Peramalan Hama penggerek batang

04 December 2015 09:34:39 Dibaca : 589

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Dalam ilmu budidaya tentunya kita mengenal aspek-aspek pembudidayaan diantaranya yaitu pemeliharaan. Pada dasarnya pembudidayaan dilakukan agar tanaman dapat terpelihara. Pemeliharaan tersebut bertujuan untuk mengendalikan suatu serangan baik dari serangan hama, maupun penyakit.
Kegagalan dalam usaha dibidang pertanian diantaranya disebabkan oleh adanya organisme pengganggu tanaman. Dalam budidaya tanaman pelaksanaan perlindungan hama sangat berpengaruh, agar mampu menghasilkan produksi yang maksimal, menguntungkan, dan berkualitas. Pengamatan hama dan penyakit tanaman merupakan kegiatan utama. Data pengamatan hama dan penyakit dapat digunakan untuk menyusun suatu program peramalan hama dan penyakit tanaman.
Organisme pengganggu tanaman merupakan salah satu kendala dalam budidaya Ntanaman. Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) baik hama maupun penyakit setiap tahun selalu muncul. Gangguan tersebut belum dapat dikendalikan secara optimal sehingga masih menimbulkan kerugian hasil. Salah satu yang berpengaruh terhadap pola musim atau cuaca lokal yang sangat erat kaitannya dengan perkembangan OPT adalah perubahan dan fenomena iklim global. Perlu pengelolaan yang sedemikian rupa dalam upaya meminimalkan resiko berproduksi, antara lain dengan meramalkan serangan OPT.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah yaitu untuk mengetahui peramalan Luasan serangan OPT (penggerek batang) padi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Peramalan adalah kegiatan yang diarahkan untuk mendeteksi dan memprediksi populasi/serangan OPT serta kemungkinan penyebaran dan akibat yang ditimbulkan dalam ruang dan waktu tertentu. Peramalan OPT merupakan bagian penting dalam program dan kegiatan penerapan PHT dalam kegiatan perencanaan ekosistem yang tahan terhadap gangguan.
Peramalah hama sasarannya adalah untuk menduga kemungkinan timbulnya OPT, mendeteksi dan memprediksi populasi/serangan dan kerusakan yang ditimbulkan OPT berdasarkan hasil pengamatan terhadap komponen-komponen yang berpengaruh di lapang dan menduga kerugian atau kehilangan hasil akibat gangguan OPT.
Peramalan hama bertujuan untuk memberikan informasi tentang populasi, intensitas serangan, luas serangan, penyebaran OPT pada ruang dan waktu yang akan datang. Informasi tersebut sebagai dasar untuk menyusun perencanaan, saran tindak pengelolaan atau penanggulangan OPT sesuai dengan prinsip, strategi dan teknik PHT. Dengan demikian diharapkan dapat memperkecil resiko berusaha tani, populasi/serangan OPT dapat ditekan, tingkat produktivitas tanaman pada taraf tinggi, menguntungkan dan aman terhadap lingkungan. (Marwoto,1992).

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Botani dan Klasifikasi Tanaman Padi
3.1.1 Botani Tanaman Padi
Tumbuhan padi termasuk golongan tumbuhan Graminae dengan batang yang tersusun dari beberapa ruas. Tanaman padi membentuk rumpun dengan anakannya, biasanya anakan akan tumbuh pada dasar batang. Pembentukan anakan terjadi secara tersusun yaitu pada batang pokok atau batang batang utama akan tumbuh anakan pertama, anakan kedua tumbuh pada batang bawah anakan pertama, anakan ketiga tumbuh pada buku pertama pada batang anakan kedua dan seterusnya. Semua anakan memiliki bentuk yang serupa dan membentuk perakaran sendiri (Luh, 1991).
3.1.2 Klasifikasi Tanaman Padi
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : (suku rumput-rumputan)
Spesies : Oryza sativa L.

3. 2 Hama Penggerek Batang Tanaman Padi

Gambar 1. (a) jenis penggerek batang padi (b)Gejala Serangan Penggerek Batang Padi

Penggerek batang/sundep beluk (Triporiza sp.) adalah hama yang menimbulkan kerusakan dan menurunkan hasil panen. penggerek batang terdiri atas penggerek batang putih (Tryporhiza innotata) kuning (T.incertulas) , bergaris (chilo supressalis), dan merah jambu ( sesamia inferensi) menyerang batang dan pelepah daun, serangan terjadi pada fase vegetatif dan generatif.
Gejala serangannya yaitu pada fase vegetatif pucuk-pucuk tanaman menjadi kering dan mati karena digerek oleh larva. sedangkan pada fase generatif malai akan mati, berwarna abu-abu, bulirnya kosong/hampa, malai mudah dicabut dan pangkal batang terdapat gerekan larva.
Penggerek batang padi dapat menyerang semua stadium pertumbuhan tanaman padi. Serangan pada stadium vegetatif menyebabkan kematian anakan (tiller) muda yang disebut sundep (deadhearts). Berdasarkan simulasi pada stadium vegetatif, tanaman masih sanggup mengkompensasi akibat kerusakan oleh penggerek batang padi. Serangan pada stadium generatif menyebabkan malai tampak putih dan hampa yang disebut beluk (whiteheads). Tanaman inang utama adalah padi dan tanaman padi liar. Penyebarannya luas dari daerah tropis sampai subtropis. Perubahan kepadatan populasi penggerek batang padi kuning di lapangan sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim (curah hujan, suhu, kelembaban), varietas padi yang ditanam, dan musuh alami yaitu parasitoid, predator, dan patogen.

3.3 Data Hasil Peramalan Luas Serangan OPT Padi Di Provinsi Sumatera
Barat
3.3.1 Tabel Peramalan Luas Serangan Penggerek Batang Padi Di Provinsi
Sumatera Barat
No Kabupaten/kota Luas serangan opt (ha) Penggerek batang
1.
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18 A g a m
Pasaman
Pasaman Barat
Lima Puluh Kota
Pd. Pariaman
Pesisir Selatan
Sijunjung
Dharmasraya
Tanah Datar
Solok
Solok Selatan
Ko. Padang
Ko. Bukittinggi
Ko. Payakumbuh
Ko. Pariaman
Ko. Sawahlunto
Ko. Pd. Panjang
Ko. Solok 0.85
2.70
1.18
0.36
0.36
53.14
0.12
1.43
1.72
2.75
0.36
4.90
0.12
0.00
0.12
0.12
0.00
2.25
Sumatera Barat 72.48

Serangan penggerek batang yang disebabkan oleh Scirpophaga incertulas (Walker),diramalkan terjadi pada sebagian wilayah pengamatan di Sumatera Barat. Luas serangan penggerek batang diramalkan seluas 72.48 ha dengan kriteria ringan sampai berat. Serangan dengan kriteria berat terkonsentrasi hanya di Kabupaten Pesisir Selatan.

3.3.2 Grafik Luasan Serangan Penggerek Batang Padi Di Provinsi
Sumatera Barat

Pada periode Juli - Desember 2014 telah dilaksanakan peramalan OPT di Sumatera Barat. Peramalan OPT di beberapa kecamatan di provinsi Sumatera Barat Periode Juli - Desember 2014. dalam menghadapi musim tanam berikutnya. (Anonim. 2013)
Peramalan serangan OPT merupakan salah satu subsistem dalam sistem perlindungan tanaman. Peramalan ini bertujuan untuk memprediksi serangan OPT untuk musim tanam yang akan datang. Disamping itu sebagai bahan untuk menentukan kebijakan dan strategi menghadapi pertanaman berikutnya. Peramalan ini perlu dikomunikasikan kepada berbagai pihak dan instansi terkait sehingga resiko akibat serangan OPT tersebut dapat diminimalkan. Analisis peramalan serangan OPT pada tanaman pangan dilaksanakan secara kualitas dan kuantitas dan untuk tanaman hortikultura dilaksanakan secara kuantitas. Peramalan ini berdasarkan data dan fakta yang tersedia serta gerakan pengendalian pada musim tanam sebelumnya.
3.4 Strategi Pengendalian
Beberapa cara pengendalian Penggerek batang telah dilaksanakan di tingkat petani, diantaranya mulai dari pengolahan tanah, penangkapan ngengat, pengumpulan kelompok telur, konservasi dan pemanfaatan musuh alami, pembakaran jerami, tanam serempak, penggunaan insektisida dan lain-lain. Namun demikian dibeberapa lokasi masih saja ditemukan ledakan serangan yang cukup luas dan parah, hal ini dapat terjadi selain karena adanya kendala dan hambatan juga kurang padunya penerapan cara-cara pengendalian yang seharusnya diterapkan dilokasi tersebut.
Perkembangan penggerek batang padi di mana awal perkembangan populasinya dimulai dari awal musim penghujan yang sebenarnya merupakan sisa populasi dari musim tanam sebelumnya. Dari uraian singkat tersebut di atas maka strategi pengendalian penggerek batang padi, sebaiknya dimulai dari awal musim penghujan.
Berdasarkan uraian diatas maka langkah – langkah untuk menyusun strategi pengendalian dapat
Dibuat sebagai berikut:
1. Masa Bera
Bila kondisi dan situasi memungkinkan maka penanaman palawija/hortikultura dianjurkan apabila tidak memungkinkan survey populasi larva pada tunggul padi perlu dilakukan.
2. Pengolahan Tanah dan Pesemaian
Pengolahan tanah dilakukan dengan maksud untuk membasmi larva dan melakukan pengumpulan telur larva penggerek batang saat di persemaian.
3. Pengendalian Di Pertanaman
Strategi pengendaliannya menggunakan lampu perangkap. Hal khusus yang perlu diperhatikan adalah perlu adanya peningkatan pengawasan terhadap peredaran dan penggunaan pestisida karena berdasarkan pemantauan di lapangan masih banyak terdapat pestisida yang tidak diperbolehkan untuk tanaman padi, masih banyak tersedia di kios pengecer dan digunakan oleh petani untuk padi.
Untuk daerah banjir yang biasanya pengadaan bibitnya didatangkan dari daerah lain perlu diadakan pengawasan terhadap mutu bibit padi yang diperjual belikan, dengan demikian penyebaran penggerek yang berasal dari bibit yang sudah terinfeksi larva dapat dihindari.(Firdau, 1990)

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
1) Penggerek batang/sundep beluk (Triporiza sp.) adalah hama yang menimbulkan kerusakan dan menurunkan hasil panen.
penggerek batang terdiri atas:
a) penggerek batang putih (Tryporhiza innotata)
b) kuning (T.incertulas)
c) bergaris (chilo supressalis) dan
d) merah jambu ( sesamia inferensi)
2) Peramalan yaitu kegiatan mendeteksi atau meramalkan serangan OPT untuk musim tanam yang akan datang.
3) Strategi pengendalian OPT penggerek batang antara lain:
a) Masa bera
b) Pengolahan Tanah dan Pesemaian
c) Pengndalian dipertanaman.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2013. Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tanaman. Prakiraan Serangan 7 OPT Padi. bbpopt.info.id. Diakses pada tanggal 18 November 2015.
Departemen Pertanian, 1983. Pedoman Bercocok Tanam Padi Palawija Sayur – sayuran. Departemen Pertanian Satuan Pengendali BIMAS. Jakarta.
Firdau.N.1990. Identifikasi, Pengendalain dan Peramalan Hama Penggerek
Batang padi. Balai Besar peranalan Organisme Pengganggu Tumbuhan. Sumatera barat.

Luh, B.S., 1991. Rice Production, Volume I. Published by Van Nostrand
Reinhold, New York..

 

Alat dan Mesin Pertanian

04 December 2015 09:29:34 Dibaca : 462

NAMA                      : Sartin Ladiku

Nim                         : 613 413 012

jurusan/angkatan  : Agroteknologi/2013

Mk                           : Alat dan Mesin Pertanian

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan
A. Mekanisasi pertanian
B. Traktor
Jawab: a. Mekanisasi pertanian adalah penggunaan atau bantuan alat mekanis untuk
mendukung kegiatan pertanian
b. Traktor artinya menarik beban, atau traktor adalah tenaga yang digunakan dalam bidang pertanian baik dilihat dari segi waktu dan biaya yang efisien.
2. Dalam bidang pertanian terdapat sumber tenaga yang penting. Sebutkan sumber tenaga yang penting digunakan dalam bidang pertanian?
jawab: sumber tenaga manusia, hewan,angin, air, motor listrik, motor bakar, traktor.
3. Pengolahan tanah pertanian dikenal dua metode, sebutkan dan jelaskan metode
pengolahan tanah.
Jawab: pengolahan tanah secara konvensional dan pengolahan tanah secara moderen.
• Pengolahan tanah/lahan secara konvensional yaitu metode pengolahan tanah dilahan sempit dengan menggunakan tenaga manual seperti bajak sapi dan cangkul, tidak membutuhkan biaya yang besar. Kekurangan dalam sistem ini dianstaranya membutuhkan waktu yang lama dalam pengerjaanya.
• Pengolahan tanah secara moderen yaitu pengolahan tanah dilahan yang luas dengan menggunakan tenaga mesin (traktor), kelebihan dari pengolahan dengan sistem ini dapat mempercepat pengerjaan , waktu lebih efisien dan kelemahannya membutuhkan modal atau biaya yang besar.
4. Sebutkan jenis traktor yang digunakan dalam bidang pertanian dan berapa jumlah silinder yang terdapat pada traktor tersebut.
jawab: - traktor roda dua dan traktor roda empat.
- traktor roda dua menggunakan 1 silinder dan traktor roda empat menggunakan
4,6 sampai 8 silinder
5. Pembagian traktor roda dua berdasarkan ukuran kapasitasnya, sebutkan ukuran kapasitas tersebut.
Jawab: a. Traktor tangan berukuran kecil, tenaga penggeraknya < 5 hp
b. Traktor tangan berukuran sedang, tenaga penggeraknya 5-7 hp
c. Traktor tangan berukuran besar, tenaga penggeraknya 7-12 hp
6. Sebutkan jenis tenaga penggerak motor yang dipakai dalam traktor roda dua.
Jawab: motor diesel dan motor bensin/kerosin
7. Jenis pekerjaan yang dilakukan oleh hand traktor . Apa saja jenis pekerjaan tersebut.
Jawab: 1. Digunakan pada lahan sempit
2. Digunakan pada lahan kering yang tipe tanah ringan/lahan yang lembab atau
basah dan tidak terlalu kering.
selain itu traktor tangan digunakan pada kebun yang kecil, traktor tangan juga
dapat dipakai dalam mengolah tanah yang gembur dan memiliki kelembaban
tertentu.
8. Sebelum mengoperasikan traktor roda dua sebaiknya mengenal lebih dulu tentang komponen pada traktor roda dua. Sebutkan komponen traktor roda dua tersebut.
Jawab: - tenaga penggerak motor
- kerangka dan transmisi (penerus tenaga)
- tuas kendali
9. Sebutkan bagian apa yang digunakan dalam menghidupkan motor diesel, motor bensin dan minyak tanah.??
Jawab: menghidupkan motor diesel bagian yang dipakai yaitu engkol dan untuk motor
bensin dan minyak tanah menggunakan tali stater.
10. Terdapat 3 jenis roda yang digunakan pada traktor tangan. Sebutkan 3 jenis roda tersebut
Jawab: roda ban, roda besi dan roda apung.
11. Jelaskan fungsi traktor dalam bidang pertanian.
Jawab: traktor dapat digunakan sebagai sumber tenaga untuk menunjang operasi pertanian yang efektif baik dari segi biaya, waktu maupun tenaga sehingga dapat mengurangi biaya produksi, mempercepat proses kerja, dan mengurangi kelelahan dan kebosanan dalam kerja.
12. Jelaskan fungsi dari kerangka dan transmisi .
Jawab: kerangka berfungsi sebagai tempat kedudukan motor penggerak
transmisi berfungsi sebagai penerus tenaga atau memindahkan tenaga atau putaran dari motor penggerak ke alat lain yangbergerak.
13. Ada tiga jenis roda yang digunakan pada hand traktor, jelaskan masing-masing fungsi roda tersebut.
Jawab: - roda ban berfungsi untuk transportasi dan mengolah tanah kering
- roda besi berfungsi untuk membajak lahan kering
- roda apung berfungsi untuk mengolah tanah basah/tanah sawah.
14. Dalam hand traktor terdapat beberapa jenis transmisi. Sebutkan jenis – jenis transmisi pada hand traktor.
Jawab: belt, pully, kopling, gigi perseneleng rantai.
15 fungsi gigi perseneleng dalam hand traktor adalah
Jawab: untuk meyalurkan tenaga dan mengatur kecepatan poros roda dan poros pto.
16 . Tuas kendali pada hand traktor terdiri atas beberapa bagian, sebutkan bagian – bagian tuas kendali yang terdapat pada hand traktor tersebut.
Jawab: 1. Tuas perseneleng utama
2. Tuas perseneleng cepat lambat
3. Tuas kopling utama
4. Tuas perseneleng mesin rotary
5. Tuas perseneleng kemudi
6. Stang kemudi dan kemudi pembantu
7. Tuas gas
8. Tombol lampu dan bel
9. Tuas penyangga depan
17. Traktor tangan mempunyai 6 kecepatan maju dan 2 kecepatan mundur, sebutkan kecepatan maju dan kecepatan mundur dalam traktor tangan tersebut.
Jawab: 1. Kecepatan satu untuk membajak tanah dengan mesin rotary
2. Kecepatan dua untuk membajak tanah dengan bajak singkal
3. Kecepatan tiga untuk membajak tanah sawah yang tergenang
4.kecepatan empat untuk berjalan dijalan biasa
5. Kecepatan lima dan enam untuk menarik trailer/gerobak
6. Mundur satu digunakan pada saat operator berjalan
7. Mundur dua digunakan pada saat operator naik di trailer/gerobak
18. Traktor roda empat mempunyai ukuran menurut kapasitasnya, sebutkan ukuran traktor tersebut menurut kapasitasnya.
Jawab: - traktor mini (< 25 pk)
- traktor sedang (25 pk-50 pk
-traktor besar (> 50 pk)
19. Jelaskan secara singkat cara mengoperasikan traktor roda dua.
Jawab: - posisi gas digeser sedikit lebih besar dari posisi ideal
- gigi perseneleng di pindah ke posisi jalan (1,2,3 atau r)
- untuk menarik trailer posisi stang kemudi diturunkan
- tuas kopling utama dilepas dengan tangan kiri pelan-pelan agar traktor tidak loncat pada saat berjalan.
20. Bagaiman cara mematikan traktor tangan .
Jawab: - lepaskan beban
-kecilkan gas pada posisi ideal
-geser tuas gas ke posisi stop
- tutup kran bahan bakar
21. Dalam traktor terdapat kontruksi utama, sebutkan kontruksi utama traktor tersebut.
Jawab: 1. Sebagai mesin gerak
2. Transmisi daya (sabuk/karet/roda tipis)
3. Alat penggerak (roda dan rantai)
4. Alat pengendali (kemudi, kopling, kopling kemudi,rem)
5. Alat yang bekerja (implemen atau trailer)
22. Jelaskan fungsi dari tilik gadeng (hitch point) pada traktor.
Jawab: a. Menyalurkan gaya dari traktor ke implemen
b. Mengatur pergerakan dan posisi relatif antara traktor dan implemen
c. Mempermudah pertukaran implemen
23. Apa yang dimaksud dengan power take off .
Jawab: PTO yaitu poros yang berguna untuk menyalurkan daya mesin keluar dari traktor.
24. Selain untuk pengolahan tanah traktor memiliki fungsi lain. Sebutkan fungsi traktor tersebut.
Jawab: - digunakan untuk penanaman
- pemeliharaan tanaman (pemupukan dan penyiraman)
- pemanenan
- pengangkutan dari bibit, pupuk, peralatan sampai hasil panen
25. Sebutkan salah satu tujuan mekanisasi pertanian
Jawab: menurunkan ongkos produksi dan mengurangi kerusakan produksi pertanian