Membandingkan Gerakan Jihad di Afghanistan Dengan Demokrasi Mesir

10 October 2013 12:33:51 Dibaca : 400 Kategori : berita terbaru Muji

Membandingkan Gerakan Jihad di Afghanistan Dengan Demokrasi Mesir

Jakarta (voa-islam.com) Sheikh Hamid bin 'Atiq, mengatakan, "umat ini mundur setelah meninggalkan jihad. Umat ini menjadi terbelakang setelah menjauhhi jihad yang merupakan puncak kemuliaan Islam. Kemudian, umat ini patuh pada orang-orang kafir, lebih merasa nyaman dan tenteram bersanding dengan mereka serta mencari maslahat duniawi dengan melenyapkan agamanya. Dan akhirnya, mereka rugi di dunia dan akhirat",ucapnya.

Mungkin tak pernah bisa dinalar dan dilogikkan. Bagaimana Mukmin Afghanistan bisa mengalahkan dua super power sekaligus. Yaitu Unie Soviet dan Amerika Serikat.

Rusia merupakan raksasa di blok komunis yang memiliki kemampuan dan kekuatan militer yang sangat besar. Soviet memiliki kekuatan militer yang hanya bisa ditandangi oleh Amerika Serikat.

Soviet memiliki ratusan rudal balistik nuklir antar benua, berbagai macam jenis pesawat tempur mutakhir, ribuan tank baja, ratusan kapal selam, dan ratusan ribu pasukan darat yang dilengkapi berbagai pelaratan militer yang sangat canggih. Sulit membayangkan kemampuan militer Soviet sebagai adi daya (super power) yang menjadi pemimpin blok Komunis.

Soviet dengan kekuatan militer yang dimilikinya, kemudian Soviet melakukan invasi militer ke Afghanistan, tahun l979. Menguasai negeri yang sangat miskin, dan mayoritas penduduknya buta huruf, dan hanya mengenal Islam.

Mereka tidak memiliki peralatan militer yang canggih, dan hidup mereka sangat sederhana. Ketika mesin militer Soviet menderu, masuk ke Afghanistan, mereka tidak memiliki senjata apa-apa.

Satu-satunya yang mereka miliki hanyalah : "Islam dan Jihad". Dengan bekal Islam dan jihad itu, mereka berperang melawan raksasa Soviet, serta kemudian mereka bertawakal kepada Allah Rabbul Alamin.

Soviet meninggalkan Afghanistan, sesudah berperang selama 15 tahun lebih, dan menjelang akhir dekade l980, Soviet meninggalkan Afghanistan, dan mengalami kenbangkrutan dan kekalahan, selanjutnya diikuti bubarnya imperium komunis, Soviet.

Sungguh ini peristiwa benar-benar sangat luar biasa. Pasukan Soviet yang memiliki peralatan militer yang sangat besar dan modern, tetapi kalah dengan Mujahidin yang sangat sederhana.

Mujahidin mendapatkan berkah dari keimanan dan jihad yang mereka lakukan, bukan hanya dapat mengalahkan Soviet, tetapi mereka mendapatkan peninggalan senjata yang melimpah ruah, dan dapat digunakan membentengi diri mereka dari ancaman para kafir musyrik (yahudi dan nasrani).

Sekarang mereka akan memasuki sebuah episode yang kedua, di mana para Mujahidin Taliban akan segera mengalahkan Amerika Serikat dan Sekutunya. Amerika Serikat sekarang ini berusaha melakukan pendekatan dengan Taliban, agar dapat keluar dari Afghanistan dengan aman.

Amerika dan Sekutunya menggelar pasukannya di Afghanistan 150.000 personil. Tetapi, tak mampu bertahan dan mengalahkan Taliban. Di mana 80 persen wilayah Afghanistan tetap berada dibawah kontrol Taliban. Boneka Amerika, Hamid Karzai, mirip seorang walikota, yang hidup dengan pengawalan pasukan Amerika, dan hanya bisa berkeliling di kota Kabul.

Amerika melakukan invasi ke Afghanistan, menggulingkan Taliban tahun 2001, tak lama sesudah terjadinya pemboman Gedung WTC, 11 September 2001.

Sekarang Amerika sudah porak-poranda ekonominya, akibat perang di Afghanistan, yang dilancarkan oleh Presiden George W.Bush. Presiden Barack Obama hanya tinggal menunggu bulan, guna menarik pasukannya dari Afghanistan.

Tak sampai 15 tahun, Amerika sudah kocar-kacir menghadapi Mujahidin Taliban. Amerika boleh berbangga dapat menewaskan Usamah bin Laden. Tetapi, Amerika harus menelan kepahitan, karena tak dapat mengalahkan Taliban, dan memaksanya hengkang dari Afghanistan dengan rasa malu.

Presiden Barack Obama telah memutuskan menarik pasukan Amerika dari Afghanistan tahun 2014 ini. Tidak memperpanjang pendudukan pasukannya di negeri Taliban itu. Korban pasukan Amerika di Afghan sudah terlalu banyak. Dan perang di Afghanistan sudah menguras anggaran belanja Amerika yang mencapai triliunan dollar. Tanpa mendapatkan hasil apapun, kecuali kekalahan belaka.

Betapa jihad telah menjadikan Mukmin menjadi mullia. Memiliki izzah dan harga diri. Jihad telah memelihara kebersihan hati dan jasad Mukmin, tidak terkontaminasi dengan segala subhat, dan kebathilan. Karena mereka hanya semata mengharap ridha dari Rabbul Alamin. Dengan bekal bertawakal kepada Allah Azza Wa Jalla, para Mujahidin di Afghanistan dapat mengalahkan dua raksasa Soviet dan Amerika Serikat.

Namun, betapa pahitnya kita menyaksikan apa yang dialami oleh saudara kita seiman - Ikhwan di Mesir, yang masih berkutat dengan demokrasi dan pemilu, dan akhirnya dihancurkan oleh militer. Ribuan para pendukung dan anggota Ikhwan dibunuh secara keji oleh rezim militer. Tanpa dapat membalas kebiadaban para durjana yang dipimpin oleh Jendral Abdul Fattah al-Sissi.

Seharusnya Jamaah Ikhwan sudah mengubah pemikiran mereka, dan tidak berkutat dengan pemilu dan demokrasi semata. Karena faktanya para pengikut "iblis" yang terdiri kaum sekuler, liberal, nasionalis, koptik, dan militer, tidak akan pernah ridha dan membiarkan Mukmin, hidup dengan sistem Islam.

Usaha mengubah melalui jalan demokrasi itu, hanya akan menghabiskan umur dengan penuh sia-sia belaka. Ikhwan akan dibantai lagi oleh militer. Peristiwa pembantaian terhadap Ikhwan sudah berulangkali, bukan hanya di tahun 2013 ini saja.

Jamaah Ikhwan yang sudah berdiri sejak tahun 1928, tetapi sampai hari ini, tetap menjadi korban kebiadaban dan kekejian militer Mesir. Mengapa Ikhwan tidak mau mengubah uslub (cara) perjuangan mereka. Seperti yang diserukan oleh Ayman al-Zawahiri, agar Ikhwan meninggalkan demokrasi dan pemilu, dan memilih jalan jihad dalam menghadapi durjana militer Mesir?

Ayman al-Zawahiri, sebenarnya mula-mula juga anggota tandzim Ikhwan saat masih di Mesir. Kemudian, Ayman di penjara oleh rezim Mubarak, dan melihat Jamaah Ikhwan dianggap terlalu lembut menghadapi rezim militer di bawah Mubarak, selanjutnya Ayman keluar dari Ikhwan, saat masih dipenjara, dan mendirikan Jamaah Islamiyah. Sekarang Ayman menggantikan Usamah bin Laden, dan terus menggelorakan jihad melawan arogansi Amerika.

Ketika dipenjara tahun l956, sebelum dihukum gantung, Sayyid Qutb, sudah mengusulkan agar Ikhwan membentuk sayap militer, guna menjaga da'wah dari bencana musuh. Tetapi, sampai hari ini, Ikhwan yang sudah memiliki kader jutaan orang Mesir, masih tetap memilih dengan jalan demokrasi dan pemilu sebagai uslubnya. Kemudian, mengulangi sejarah yang kelam, yaitu dibantai oleh militer.

Satu-satunya Gerakan Ikhwan yang dapat mengambil pelajaran, dan kemudian mengubah uslub dan strategi perjuangan mereka, yaitu Hamas di Palestina.

Di mana Hamas merupakan cabang gerakan Ikhwan di Mesir itu, kemudian membangun kekuatan militer yang tangguh. Bukan hanya bisa mengahadapi al-Fatah yang sekuler yang menjadi kaki tangan Zionis dan Amerika, tetapi Hamas mampu menghadapi agresi militer Zionis-Israel selama sebulan, tahun 2009.

Hamas mendapatkan kemenangan dalam menghadapi agresi militer Zionis-Isreal, di mana Perdana Israel, Ehud Olmert, di tengah malam mengumumkan gencatan senjata. Hamas memenangkan peperangan melawan Zionis-Israel.

Hanya dengan jihad orang-orang Mukmin akan mendapatkan kemuliaan. Tidak dengan cara mengikuti demokrasi yang hanya akan menghancurkan barisan orang-orang Mukmin, dan mereka terperosok kedalam kehidupan subhat yang merusak.

Tinggalkan demokrasi dan pemilu. Lakukan persiapan dengan baik. Menghadapi kafir musyrik (yahudi dan nasrani), bukan dengan dialog dan menjadikan mereka sebagai teman atau pemimpin yang harus diikuti. Perintah Allah Rabbul Alamin memerangi mereka, sampai dimuka bumi ini tidak ada lagi fitnah dari kafir musyrik.

Mukmin di Afghanistan telah membuktikan dengan nyata dapat mengalahkan dua raksasa dunia, Soviet dan Amerika Serikat, dan mereka pergi selama-lamanya dari negeri mereka.

Orang-orang Mukmin Afghanistan, insya Allah akan dapat hidup berdaulat, merdeka, dan menikmati kebahagian dengan sistem Islam, dan mereka akan mendapatkan kebahagiaan bukan hanya di dunia, tetapi di akhirat. Allah Rabbul Alamin akan selalu menepati janji-Nya. Wallahu'alam.