Biasanya kampus-kampus favorit ada di wilayah Indonesia Barat. Tapi kata siapa kampus di Indonesia Timur nggak berani bersaing? Buktinya Universitas Negeri Gorontalo yang mempunyai visi menjadi Leading University di kawasan Asia Tenggara. Caranya yaitu lewat pengembangan kebudayaan dan inovasi berbasis potensi regional.

Kalau kamu memilih UNG sebagai tempat studi, kamu akan dibekali kapasitas keilmuan, jiwa kepemimpinan, kewirausahaan dan tentunya softskill yang mumpuni. Bukan hanya itu, kampus negeri ini juga membentuk mahasiswanya untuk jadi masyarakat berjiwa sosial tinggi. Caranya dengan meningkatkan pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat untuk memperkokoh budaya lokal dan identitas nasional. Jadi kamu tetap bisa bersaing dengan masyarakat dunia lainnya.

MABA UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

04 August 2021 20:16:04 Dibaca : 26

MABA UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Tak terasa Semester Ganjil 2019/2020 sudah berlalu. Kini Semester Genap telah dimulai, saatnya pula para mahasiswa baru mulai berkonsultasi KRS kepada dosen pembimbing akademik masing-masing, untuk mengetahui apa saja mata kuliah yang harus mereka ambil di semester berikutnya.

Selama Beberapa hari jadi seorang mahasiswa baru, sudah pasti banyak hal-hal yang terjadi. Banyak pengalaman baru yang dirasakan.

Sebagai mahasiswa baru, tentu saja ada banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki bangku kuliah. Beberapa diantaranya yaitu kesiapan tekad dan mental, mengingat kuliah sangatlah berbeda dengan sekolah.

Hal yang menarik yaitu ketika mengingat kembali ekpektasi ketika duduk dikelas 12 SMA atau SMK, tentang bagaimana rasanya menjadi seorang mahasiswa di fakultas pilihan di universitas impian. Tidak sedikit diantara para maba yang sudah memiliki bayangan tentang kehidupan kuliah.

“Untuk bayangan kuliah itu ada dong. Biasanya karena sering nonton FTV anak kuliah di televisi. Waktu kelas 12 aku sering tanya dan diberitahu sedikit banyaknya pengalaman mahasiswa dari para alumni sewaktu SMA,”maba dari Fakultas MIPA UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO.

Sekolahku sendiri dulu sudah mempersiapkan dengan baik persiapan untuk para murid melanjutkan studinya. Bahkan ketika kelas 11 mulai dari mau kuliah di universitas apa, rencana mengambil prodi apa, jalur apa saja untuk masuk perguruan tingginya bahkan pembahasan beasiswanya juga. Selain persiapan masuk perguruan tinggi, juga tambahan penjelasan sistem perkuliahan itu seperti apa ya tujuan dari program itu. Biar murid lulus sudah punya arah dan tujuan juga tidak canggung dalam melanjutkan studi”.

Terlepas dari sejauh mana bayangan maba tentang kuliah, pastinya mereka juga memiliki ekspektasi ketika kelak menjadi seorang mahasiswa.

Sistem belajar yang lebih fleksibel tidak terpaku pada ketentuan sekolah. Lebih sesuai dengan apa yang harus kita pelajari, bisa bebas dalam berpakaian tidak terpaku pada seragam, dan kegiatan perkuliahan yangg katanya membantu untuk proses menuju dewasa.”

“ Yang aku pikirkan kalau jadi mahasiswa itu enak, santai, dan bebas walaupun skripsi itu berat.”

“Aku berpikir kuliah itu adalah hal yang mudah, apalagi aku pernah liat sinetron anak kuliahan yang kuliahnya terlihat santai beda seperti anak sekolahan, tiba-tiba wisuda aja.“

Begitulah beberapa ekspektasi yang mereka utarakan. Tentunya masih banyak diluar sana yang memiliki pemikiran beragam terkait kuliah. Lalu ketika benar-benar menjalani kuliah, apakah semua hal yang mereka ekspektasikan itu sesuai? Entahlah.

Menjadi mahasiswa baru sudah pasti ada suka dan dukanya. Bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai wilayah dan latar belakang yang berbeda, belajar berorganisasi dengan mengikuti magang, kepanitiaan, UKM dan yang pastinya memperoleh ilmu-ilmu baru dari para dosen. Serta duka yang ternyata kuliah itu tidak sepenuhnya sesuai ekpektasi yang diharapkan.

Terlepas dari berbagai duka menghadapi beratnya perkuliahan, bagi kita semua, bukan saja mahasiswa baru, tapi untuk semua mahasiswa yang saat ini sedang sibuk dengan konsultasi KRS, mengumpulkan referensi mata kuliah, atau mungkin kalian para mahasiswa akhir yang sibuk dengan penggarapan proposal, penelitian, dan skripsi,

Mari kita sejenak mengingat kembali tujuan awal berkuliah. Apa tujuan kita? Apa yang ingin kita dapatkan? Siapa yang ingin kita bahagiakan dengan hasil-hasil yang kita peroleh selama berkuliah?

“Harapanku selama menjalani kuliah yang pasti ingin mendapat ilmu baru, pengalaman baru dari kuliah maupun organisasi dan bisa menikmati masa kuliah walau ditengah tugas yang menumpuk”.

“Aku berharap agar selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat, mengetahui hal baru, menjadi mahasiswa yang memiliki soft skills yang baik, memperoleh IPK hampir 4.00.

Pentingnya kewajiban Mahasiswa UNG dalam kemahasiswaan

04 August 2021 20:15:24 Dibaca : 24

Pentingnya kewajiban Mahasiswa UNG dalam kemahasiswaan

Mahasiswa, bukan lagi seorang siswa biasa yang menuntut ilmu di institusi pendidikan (SD, SMP, SMA) seperti yang pernah kita lewati, tambahan kata‘ maha ‘, sebelum kata ‘ siswa ‘ memberikan identitas yang berbeda. Identitas tersebut tidak didapatkan dengan mudah, namun didapatkan dengan perjuangan , letih , dan kesabaran dalam menempuh suatu ujian penjaringan mahasiswa baru. Maka tidak terlalu berlebihan jika menganggap identitas mahasiswa sebagai simbol kemenangan para juara. Mahasiswa yang terpilih memiliki potensi sebagai pemikir, tenaga ahli , professional, sekaligus sebagai penopang pembangunan bangsa.

Disamping itu, mahasiswa juga sering disebut-sebut sebagai ‘ agent of change ‘, calon pemimpin masa depan , pembawa nilai-nilai peradaban, dsb. Banyak perubahan besar , dan nilai-nilai sejarah yang ditorehkan di negeri ini senantiasa menempatkan mahasiswa pada posisi yang terhormat. Kemauan yang keras dan senantiasa menggelora dalam dirinya mampu menular kedalam jiwa bangsanya.

Harapan keluarga, harapan masyarakat, harapan bangsa, harapan Negara, bahkan harapan dunia tertumpu pada pundak mahasiswa. Mahasiswa seringkali dianggap sebagai jembatan nurani masyarakat banyak yang mampu mewakili aspirasi masyarakat.

Oleh karena itu, seiring dengan identitas yang melekat padanya , ada peran-peran yang harus dilaksanakan sebagai konsekuensi logis dan konsekuensi otomatis dari identitas tersebut, mahasiswa dituntut melakukan sesuatu yang seharusnya dikerjakan,untuk semua harapan yang tertumpu padanya.

Mahasiswa seringkali menjadi pemicu dan pemacu perubahan-perubahan dalam masyarakat. Perubahan yang diinisiasi mahasiswa terjadi dalam bentuk teoritis maupun praktis. Contohnya adalah mahasiswa menyususn system organisasi kemahasiswaannya secara desentralisasi (otonomi), di kemudian hari Negara pun memberlakukan system otonomi daerah. Dalam kasus lain, mahasiswa menginisiasi pemilihan langsung presiden mahasiswa, kini presiden Indonesia pun dipilih secara langsung oleh rakyat Indonesia.

Aktifitas kemahasiswaan adalah tahapan dimana seorang mahasiswa menimba ilmu dan pengalaman semasa di bangku kuliah. Aktualisasi dirinya dalam rangka pembelajaran guna diaplikasikan di kehidupan yang akan datang.

Belum pantas seseorang disebut mahasiswa tanpa memenuhi konsekuensi-konsekuensi dari identitas yang melekat pada diri seorang mahasiswa. Pemenuhan keseluruhan konsekuensi identitas tersebut menjadikan mahasiswa memiliki kebermaknaan sebagai mahasiswa, mahasiswa sebenarnya, mahasiswa seutuhnya, bukan hanya sekedar mahasiswa.

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong