Pkkmb Dimasa Pandemi Covid19
Memasuki tahun ajaran 2021/2022, mahasiswa baru akan terlebih mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Melalui kegiatan PKKMB, diharapkan mahasiswa baru dapat cepat beradapatasi dengan lingkungan kampus baru. Namun di tengah pandemi Covid-19, PKKMB dilaksanakan melalui daring, luring ataupun hybrid oleh perguruan tinggi untuk mengenal lebih dekat kampus. PKKMB ditengah pandemi Covid-19 dilaksanakan melalui daring, luring ataupun hybrid disesuaikan dengan kondisi masing-masing perguruan tinggi dan berkoordinasi dengan satuan tugas (Satgas) Covid-19 setempat. "Selama pelaksanaan PKKMB perguruan tinggi diminta untuk memanfaatkan media kreatif dan teknologi informasi," tulis akun @ditjen.dikti. Selama pelaksanaan PKKMB perguruan tinggi memperhatikan Asas Pelaksanaan yakni : Asas keterbukaan, semua kegiatan penerimaan mahasiswa baru dilakukan secara terbuka baik dalam hal pembiayaan, materi serta berbagai informasi waktu mauupun tempat penyelenggaraan. Asas Demokratis, semua kegiatan dilakukan dengan berdasarkan kesetaraan semua pihak, dengan menghormati hak dan kewajiban masing-masing pihak yang terlibat dalam kegiatan penerimaan mahasiswa.
Ospek Secara Daring Dimasa Pandemi
Di Masa Pandemi Covid-19 ini mengharuskan kita melakukan banyak kegiatan tanpa tatap muka. Seperti kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru atau yang biasa kita sebut "Ospek". Jika sebelumnya ospek dilakukan secara tatap muka dan banyak kampus berlomba untuk menunjukkan kehebohan dan keindahan koreografi ospek. Sekarang ini para mahasiswa senior dituntut untuk memutar otak, agar ospek tetap dapat berjalan sesuai tujuan tanpa mengurangi euphorianya.
Lalu, Apakah adanya ospek secara online akan merubah budaya yang ada sebelumnya, baik positif maupun negatif? Tentunya budaya ini telah lama berlangsung di Indonesia. Beberapa budaya ospek yang ada seperti memakai atribut-atribut aneh, para kaka tingkat yang galak, dokumentasi foto-foto aib, foto koreografi oleh mahasiswa baru atau pembuatan suatu logo atau tulisan yang dilakukan bersama-sama, masih banyak lagi.
Sejarah Didirikan Universitas Negeri Gorontalo
Universitas Negeri Gorontalo (UNG) merupakan sebuah perguruan tinggi negeri yang berlokasi di Kota Gorontalo. Universitas Negeri Gorontalo sendiri didirkan sejak tanggal 1 September 1963 dan beralamat di Jl. Jendral Sudirman No. 6 Kota Gorontalo. Selain itu, UNG saat ini terdiri dari 10 Fakultas di antaranya Fakultas Ilmu Pendidikan, FMIPA, Ilmu Sosial, Sastra dan Budaya, Fakultas Teknik, Ilmu Olahraga dan Kesehatan, Pertanian, Hukum, Ekonomi, serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Sejarah Universitas Negeri Gorontalo mulai didirikan sejak tanggal 1 September 1963 dengan nama awal Junior College yang menjadi bagian dari FKIP UNSULTENG. Selanjutnya di tahun 1964 mengalami perubahan status menjadi FKIP IKIP Yogyakarta cabang Manado, yang kemudian bergabung dengan IKIP Manado Cabang Gorontalo pada tahun 1965. Tidak berhenti di situ, pada tahun 1982 lembaga tersebut menjadi Fakultas di Universitas Sam Ratulangi dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNSRAT Manado di Gorontalo.
Lembaga ini kemudian akhirnya secara resmi berdiri sendiri melalui Keputusan Presiden RI No. 9 tahun 1993 dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gorontalo. Selanjutnya, STKIP Gorontalo mengalami peningkatan status menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Negeri Gorontalo pada tanggal 5 Februari 2001, sebelum akhirnya diresmikan menjadi Universitas Negeri Gorontalo oleh Presiden Megawati di tanggal 23 Juni 2004.