Mengenal lebih detail Logo Universitas Negeri Gorontalo
Pada Logo Universitas Negeri Gorontalo terkandung makna mendalam, berikut 8 lambang beserta maknanya.
°Kurva segi lima sama sisiadalah ornamen khas daerah Gorontalo melambangkan lima sila dari dasar negara pancasila yang menjadi azas UNG, serta lima sendi peradaban Gorontalo yang disebut {Payu Limo to Talu, Lipu Pei Hulalu}
°Kerangka bunga teratai yang telah mekarMengandung harapan UNG akan menghasilkan SDM yang utuh dan berkualitas.
°Lingkaran bola duniaMelambangkan komitmen untuk mencapai visi, misi dan tujuan UNG, dan warna biru melambangkan keamanan dan perdamaian.
°Buku berwarna putih yang terbukaMengandung makna sikap terbuka dan semangat yang tinggi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya.
°Pena berbentuk ornamen lima mataMelambangkan antara ilmu agama, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya merupakan satu kesatuan yang utuh dalam dunia pendidikan.
°Mahkota raja berwarna hitam dengan hiasan kuning emasMelambangkan kebudayaan, keteguhan dan kejayaan suatu martabat.
23 butir emasMelambangkan hari bersejarah masyarakat Gorontalo, di mana tanggal 23 Januari 1942 sebagai hari kemerdekaan masyarakat Gorontalo dan sekaligus tanggal 23 Juni 2004 hari peresmian UNG oleh Presiden RI.
°Sayap burung Maleo berwarna jinggaMelambangkan semangat juang yang tinggi serta gerakan dinamis civitas akademika dalam mengembangkan UNG.
Menarik bukan?
Jaya terus untuk Universitas Negeri Gorontalo dalam mewujudkan dan menciptakan lulusan terbaik untuk Indonesia.
Efektivitas Universitas Negeri Gorontalo Terhadap Covid 19?
Penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang baru-baru ini ditemukan.
Sebagian besar orang yang tertular COVID-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa penanganan khusus.
Di seluruh pelosok Indonesia pun sudah merasakan susahnya keadaan saat pandemi covid 19. Sektor pendidikan adalah salah satu sektor yang dirugikan. Mau dari SD sampai Perguruan tinggi Negeri pun merasakannya
Salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang merasakan akan dampaknya yaitu Universitas Negeri Gorontalo. namun sama halnya dengan PTN lainnya, UNG berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah akan dampak dari covid 19 dengan cara melakukan pembelajaran secara daring dan mengupayakan 3M agar angka penularan covid 19 bisa dicegah
Mari kita cegah virus ini dengan melakukan 3M ( Mencuci tangan dengan sabun, Menjaga jarak, Memakai Masker)
Apa sih yang menarik dari fakultas hukum?
Universitas Negeri Gorontalo, atau lebih kita kenal dengan sebutan UNG, adalah perguruan tinggi negeri di Gorontalo, yang berdiri pada 1 September 1963. Mulanya Universitas ini diberi nama Junior College, dan menjadi bagian dari FKIP UNSULUTENG. Tahun 1964 statusnya berubah menjadi Cabang FKIP IKIP Yogyakarta Cabang Manado, tahun 1965 bergabung dengan IKIP Manado Cabang Gorontalo.
Tahun 1982 lembaga ini menjadi salah satu Fakultas dari Universitas Sam Ratulangi Manado dengan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsrat Manado di Gorontalo. Lembaga ini resmi berdiri sendiri berdasarkan Keppres RI Nomor 9 Tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993, dengan nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gorontalo.
Tahun 2001 berdasarkan Keppres RI Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001 status lembaga ini ditingkatkan menjadi IKIP Negeri Gorontalo dengan 5 Fakultas dan 25 Program Studi. Dan akhirnya, pada tanggal 23 Juni 2004 Presiden Megawati meresmikan menjadi Universitas Negeri Gorontalo dengan Keputusan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2004, tanggal 23 Juni 2004.
Di universitas negeri gorontalo terdapat beberapa pilihan fakultas dan jurusan salah satunya Fakultas hukum dengan program studi ilmu hukum saat pertama kali didirikan prodi ilmu hukum masih dibawah naungan fakultas ilmu sosial. lalu pada tahun 2011 pimpinan prodi mengajukan evaluasi external dan prodi ilmu hukum ini mendapatkan akreditasi C , kemudian BAN PT merekomendasikan agar program studi ilmu hukum sesegera mungkin dapat menyelenggarakan pendidikan secara mandiri dibawah naungan fakultas hukum.
Hasil rekomendasi tersebut ditindaklanjuti oleh Jurusan Ilmu Hukum dengan membentuk tim persiapan pembentukan Fakultas Hukum melalui SK Dekan Fakultas Ilmu Sosial No. . Pada tahun 2014, lahirlah Fakultas Hukum dengan mewadahi Program Studi Ilmu Hukum melalui SK Rektor No 868/UN47/OT/2014.
Fakultas hukum juga memiliki banyak event, salah satunya adalah fordekonsmero law fair. Fordekonsmero law fair adalah Lomba debat bahasa Indonesia yang diadakan oleh Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo dan juga lomba ini setiap tahun diadakan serta cakupan lombanya se Indonesia timur
Itulah beberapa fakta menarik terhadap Fakultas Hukum.