KATEGORI : coret-coret

Postingan Kedua

07 September 2012 11:29:37 Dibaca : 57

ini adalah postingan kedua saya, ketika saya masih ngantuk sekali dan amat sangat haus.

 

Indon Idol, Cih !!!

07 September 2012 09:59:48 Dibaca : 61

Sebelumnya saya minta maaf buat anda yang jika membaca tulisan ini lalu merasa sakit hati.

Sesungguhnya saya sudah teramat mahfum dengan sikap kebanyakan orang yang hanya suka rame-rame saja ketika ada sebuah peristiwa, saya anggap memang kebanyakan masyarakat dinegara ini adalah kumpulan orang-orang hip-hip hura-hura, ketika ada sebuah kejadian, mereka akan sibuk berkomentar dan sebanyak mungkin komentarnya agar didengar orang yang lain dan pada akhirnya dia bisa terkenal dan mungkin masuk televisi untuk diminta pendapat atas satu atau beberapa perkara.

Tetapi, lama-lama saya menjadi muak sendiri, salah satu puncaknya terjadi minggu lalu, ketika saya jadi “misuh-misuh” di linimasa.

Kejadian terjadi ketika linimasa mendadak jadi ramai karena acara idol-idolan di salah satu televisi swasta, saya yang tidak pernah ambil pusing dan tidak pernah berminat mengikuti komentar teman-teman yang lain, terpaksa saat itu saya ikuti. Banyak yang bilang sedih, menangis (di linimasa) dan bahkan banyak yang marah-marah ketika jagoan-nya tidak lolos ke babak selanjutnya.

Saat itu saya terhenyak, bagaimana mungkin orang-orang yang satu minggu sebelumnya atau mungkin cuma beberapa hari sebelumnya telah menulis kegeraman dan sumpah serapah terhadap Tor-Tor Mandailing Natal diakui oleh Malaysia, kini sedang ramai berbicara dan berspekulasi terhadap sebuah acara yang dasar penilaiannya tidak jelas dan acara ini juga sumbernya dari Amerika. Saya tidak bisa melogika, ketika berita tentang Tor-Tor begitu ramainya, banyak yang merasa shock, sakit hati, menangis, marah, mencipta slogan-slogan nasionalis ataupun slogan cacian kepada Malaysia. Tapi cukup beberapa hari sesudahnya, seolah masalah Tor-Tor terlupakan.

Saya juga mahfum kalau media selalu membesarkan berita yang kadang sebetulnya tidak terlalu besar, seperti Tor-Tor yang ternyata di blow-up oleh media ketika berita belum bisa dikatakan valid, karena belum chross-check kesana dan kesini. Sehingga banyak dari teman-teman di Negeri ini yang termakan ulah media.

Saya pun mahfum, enaknya linimasa adalah kalau saya tidak suka terhada sebuah pendapat, saya bisa melewatinya dengan bermacam cara.

Yang saya tidak bisa mahfum adalah, ternyata banyak teman masih suka ramai-ramainya saja, ketika trending topic sedang ramai sebuah berita atau kejadian tertentu, maka itulah yang akan dibahas, terus-menerus. Seperti kejadian jatuhnya pesawat sukhoi di jawa barat, mendadak semua orang seolah mantan pilot atau ahli tentang pesawat. Dan ketika acara idol itulah saya berfikir, bahwa sesungguhnya banyak pengkicau di linimasa hanya sekedar berkicau, tanpa menggunakan otak sebelumnya. Ya memang bahwa ngomel itu pakai mulut bukan pakai otak, tapi setidaknya bisa berfikir dulu sebelum mengeluarkan suara.

Jadi sebenarnya banyak masyarakat kita lebih paham idol-idol tersebut daripada Tor-Tor dan bahkan kebudayaan-nya sendiri yang ada dihalaman rumahnya masing-masing, nanti kalau sudah ada negara lain yang klaim, barulah orang-orang yang seperti itu yang suaranya paling lantang menolak. Cih !.