Covid-19 Innovation Challenge UNG
Covid-19 Innovation Challenge UNG
Penyebaran pandemi Virus Corona (Covid-19) di Gorontalo semakin luas. Bahkan dalam tiga minggu terakhir kenaikannya sejumlah 800 kasus positif. Total kasus di Gorontalo telah mencapai 2341 orang per tanggal 17 September 2020.
Kenaikan pesat ini yang menjadi dasar Pusat Inovasi Universitas Negeri Gorontalo untuk memupuk semangat kolaboratif dalam menghadapi pandemi.
Harapannya agar semua pihak baik dosen, mahasiswa, pegawai hingga seluruh masyarakat dapat memikirkan hingga menemukan inovasi terkait penanganan pandemi.
“Angka kasus positif Covid-19 di Gorontalo tidak saja telah menelan korban nyawa, tapi juga telah mengubah tatanan sosial masyarakat hingga telah memporak-porandakan ekokomi”. jelas Funco Tanipu selaku Direktur Pusat Inovasi UNG.
Karena itu, PIU UNG menggelar Covid-19 Innovation Challenge dalam rangka membangun semangat masyarakat walaupun diterpa pandemi tapi tetap berupaya untuk terus berinovasi.
Harapannya, ada ide dan gagasan baik untuk penanganan kesehatan, sosial, ekonomi dan budaya dalam mengendalikan pandemi, tatanan new normal life, hingga pemulihan ekonomi.
“Covid-19 Innovation Challenge diharapkan bisa diikuti semua pihak, bukan cuma dosen dan mahasiswa, tapi juga masyarakat. Semua harus terlibat dan berpartisipasi. Pendaftaran akan dimulai tanggal 20 Agustus – 20 September 2020. Lalu ada tahap penilaian dan verifikasi. Pengumuman pemenang tanggal 1 Oktober 2020. Bagi yang berkeinginan dapat melihat syarat dan ketentuan di website http://Bit.ly/DaftarCIC,” ujar Ketua Panitia Covid-19 Innovation Challenge, Jefriyanto Saud.
Kedokteran UNG peduli banjir Bulawa
Kedokteran UNG peduli banjir Bulawa
Banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Bulawa , Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pada kamis, 10 September 2020 membuat jurusan Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bergerak cepat degan melakukan bantuan langsung ke masyarakat.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh masyarakat Bulawa pada tanggal 12 september 2020 yang dipimpin oleh dokter dari FK UNG serta didampingi para mahasiswa FK UNG.
Adapun dantuan yang diberikan tersebut berupa bahan makanan, pakaian, pengobatan gratis, dan lain sebagainya. Yang berasal dari para Dosen UNG, mahasiswa UNG, serta masyarakat umum.
Bantuan ini merupakan kepedulian dan misi kemanusiaan atas musibah banjir bandang yang melanda Bulawa serta diharapkan dapat bermanfaat dan meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
Universitas Negeri Gorontalo Rayankan Dies Natalis
Universitas Negeri Gorontalo atau yang sering disebut UNG tengah rayankan Dies Natalis yang ke-57 tahun, pada hari selasa tanggal 01 September 2020. Peringatan hari lahir Civitas UNG itu digelar di TC Damhil kota Gorontalo.
Acara ini dihadiri langsung Rektor UNG Dr Eduart Wolok dan dihadiri pula para guru besar Universitas Negeri Gorontalo, serta pada pelaksanaannya tetap menjalankan protokol kesehatan.
Dalam sambutannya, Eduart mengatakan usia ke-57 Tahun ini menunjukkan kematangan bagi UNG. Sampai dengan hari ini pula, kemajuan UNG terus meningkat, baik sumber daya manusia, maupun dari segi fasilitasnya.
“Perbaikan mutu sumber daya manusia sudah berjalan dengan baik, tetapi masih diperlukan dorongan besar. Terutama kepada dosen-dosen muda di bawah usia 35 tahun untuk mempersiapkan diri menempuh pendidikan program doktoral,” jelasnya.
Rektor mengungkapkan Universitas Negeri Gorontalo kini telah menghasilkan ribuan lulusan dari berbagai disiplin keilmuan. Di saat ini pula, keminatan mahasiswa untuk masuk ke Kampus Peradaban itu semakin banyak.
Keberadaan segala penunjang di UNG memang mulai meningkat. Meskipun demikian, diakuinya pula bahwa keoptimalan dalam pencapaian yang ditargetkan belum terjuwudkan.
“Oleh sebab itu, kita semua terus berupaya melakukan pembangunan dan peningkatan sarana infrastruktur. Insyaallah dengan doa dan ibu bapak sekalian kita akan terus membenahinya,” ucap Uduart.
UNG juga saat ini mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak karena menjadi salah satu lembaga yang terlibat aktif dalam penanggulangan COVID-19.
Kampus ini pun dianggap sebagai civitas terbaik dalam meringankan beban Mahasiswa dalam menghadapi pandemi Covid 19.
“Berarti, kredibilitas perguruan tinggi sangat dipercaya publik yang itu dilandaskan pada kerja akademik,” tandas Eduart.