ARSIP BULANAN : September 2020

Pandemi yang Memberikan Dampaknya.

19 September 2020 02:11:47 Dibaca : 14

Pandemi belum berakhir.Sampai saat ini,angka pertambahan kasus positif di Indonesia masih bertambah. Tak terasa,sudah hampir setengah tahun virus kecil ini hidup berdampingan dengan kita. Sebagai manusia yang produktif,kita tentu tidak bisa hanya berdiam diri di rumah tanpa melakukan hal hal yang bermanfaat. Pandemi ini telah banyak merubah kebiasaan hidup masyarakat kita. Tak sedikit instansi yang bahkan merubah tatanan aktivitas mereka karena harus tetap memprioritaskan kesehatan dari pada apapun. Hal ini tentu juga berdampak bagi dunia pendidikan. TAk sedikit pula sekolah dan bahkan perguruan tinggi yang "dirumah kan".

Sebagai contoh terdekat,yaitu kampus merah maroon kita. Terhitung sejak bulan Maret 2020,aktivitas di kampus menjadi abnormal.

GORONTALO — Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Eduart Wolok, Ahad (15/3), mengeluarkan surat edaran untuk dosen dan mahasiswa agar menerapkan kuliah daring (online), dalam kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi tersebut. Kebijakan itu berlaku mulai 16 Maret 2020, hingga dengan batas waktu sesuai pemberitahuan selanjutnya.

Langkah itu diambil untuk mengantisipasi dan melakukan pencegahan penyebaran virus coronadi wilayah kampus dan sekitarnya. Eduart juga meminta para dosen tidak melakukan perjalanan dinas ke luar negeri untuk sementara waktu.

“Juga tidak melakukan perjalanan dinas ke luar daerah, kecuali bersifat penting. Mohon segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat ketika demam, batuk dan pilek,” katanya.

 Dosen yang sakit tidak diperkenankan masuk kampus dan dapat melaksanakan KBM secara daring. Sementara itu, kegiatan praktikum di laboratorium dan lapangan dapat dijadwalkan kembali dan metode pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan.

Hal berikutnya yang menjadi kebijakan rektor adalah menunda sementara penyelenggaraan seminar nasional dan internasional, untuk menghindari berkumpulnya massa dalam satu tempat. “Ujian diploma, sarjana dan pascasarjana dapat dilakukan bila pesertanya sedikit,” tambahnya. https://www.harianaceh.co.id/2020/03/16/universitas-negeri-gorontalo-terapkan-kuliah-daring/

Si Bungsu di Kampus Merah Maroon

19 September 2020 01:25:48 Dibaca : 17

Fakultas Kedokteran merupakan sebuah fakultas termuda yang ada di Universitas Negeri Gorontalo. Pendirian fakultas ini pertama kali diusulkan pada tahun 2014 dan kembali dikaji secara serius pada tahun 2017. Pada tahun 2019,untuk pertama kalinya Fakultas Kedokteran menerima mahasiswa baru. Oleh karena itu,Fakultas Kedokteran menjadi kampus termuda di UNG.

Setelah setahun berjalan, kini Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali membuka penerimaan mahasiswa baru (Maba), Selasa (25/2/2020). Jumlahnya pun sangat terbatas. Hanya 50 Maba yang akan diterima di fakultas calon dokter tersebut. 

Berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana Fakultas Kedokteran (FK) hanya menerima mahasiswa melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggai Negeri (SBMPTN) dan jalur mandiri. Kini Fakultas Kedokteran dibuka melalui tiga jalur. Yaitu SNMPTN, SBMPTN, hingga Jalur Mandiri.

Dari data yang diperoleh Gopos.id, penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran melalui tiga jalur ini dirincikan yaitu jalur SNMPTN sebanyak 15 Maba, SBMPTN sebanyak 20 orang, dan Mandiri sebanyak 15 Mahasiswa Baru.

Sehingga total Maba yang diterima FK tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya yakni 50 mahasiswa baru. 

Hal ini dibenarkan oleh Humas Penerimaan Maba UNG, Wahidun Usulu bahwa kini proses penerimaan Maba di Fakultas Kedokteran sedang berjalan bersamaan dengan fakultas lain secara keseluruhan.

“Seluruh rangkaian penerimaan Maba, khususnya di UNG selesai semua pada tanggal 30 Juli 2020. Itu memang aturan dari pusat,” terangnnya kepada Gopos.id.

Dirinya juga menegaskan agar para siswa yang akan mendaftar menjadi maba di UNG, selalu memantau informasi terbaru tentang regulasi penerimaan Maba kali ini.

Karena peluang untuk malakukan pendaftaran hanya sekali, dan tidak akan dirubah, kecuali ada kebijakan dari Rektor UNG.

“Tidak ada gelombang susulan dari SNMPTN hingga SBMPTN. Bahkan jalur mandiri, kalau sudah pas kuotanya, itu tidak akan dibuka lagi. Meskipun kita sudah rencanakan jadwal gelombang selanjutnya. Tapi terkait gelombang kedua, pada jalur mandiri ini, tergantung kebijakam Rektor,” jelasnya.

“Info lebih jelas mengenai syarat dan lain sebagainya, liat saja di portal LTMPT.ac.id,” tutupnya.

https://gopos.id/kesempatan-jadi-dokter-nih-fakultas-kedokteran-ung-terima-50-maba-berminat/

 

Universitas Negeri Gorontalo,Kampus Sejarah.

18 September 2020 20:54:10 Dibaca : 18

Universitas Negeri Gorontalo adalah sebuah universitas negeri yang terletak di Provinsi Gorontalo.Saat ini,UNG telah memiliki empat kampus di empat tempat yang berbeda.Kampus 1 bertempat di Jalan Sudirman,kampus 2 bertempat di Jalan Achmad Nadjamudin,kampus 3 terletak di Tanggikiki,dan kampus 4 terletak di Moutong.Kampus ini mampu berdiri seperti sekarang karena telah melalui banyak perjalanan panjang.Mulai dari nama yang telah beberapa kali terganti sampai dengan pemimpinnya.

Berikut saya akan menyajikan sejarah singkat hingga terbentuknya Universitas Negeri Gorontalo seperti sekarang ini.Universitas Negeri Gorontalo (UNG) merupakan universitas yang dikembangkan atas dasar perluasan mandat (wider mandate) dari IKIP Negeri Gorontalo. Keberadaan Universitas Negeri Gorontalo dimulai dari Junior College FKIP Universitas Sulawesi Utara-Tengah (UNSULUTTENG) Manado di Gorontalo berdasarkan surat keputusan pejabat Rektor UNSULUTTENG Nomor 1313/II/E/63 tanggal 22 Juni 1963, Cabang FKIP UNSULUTTENG di Gorontalo berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP nomor 67 tahun 1963 tanggal 11 Juli 1963, IKIP Manado Cabang Gorontalo berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 114 tahun 1965 tanggal 18 Juni 1965,FKIP UNSRAT Manado di Gorontalo berdasarkan Keppres nomor 70 tahun 1982 tanggal 7 September 1982, STKIP Gorontalo berdasarkan Kepres RI nomor 9 tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993, IKIP Negeri Gorontalo berdasarkan Kepres RI nomor 19 tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001.Perubahan IKIP Negeri Gorontalo menjadi Universitas Negeri Gorontalo ditetapkan dengan surat Keputusan Presiden RI nomor 54 tahun 2004 tanggal 23 Juni 2004. Hari lahir UNG ditetapkan sama dengan lahirnya cabang FKIP UNSULUTTENG di Gorontalo yaitu, tanggal 1 September 1963 sebagaimana dinyatakan dalam surat keputusan menteri PTIP nomor 67 tahun 1963 tanggal 11 Juli 1963.

Dalam perjalanannya selama 50 tahun telah mengalami tujuh kali pergantian pimpinan dan enam kali perubahan nama lembaga.Secara rinci nama pejabat pimpinan sejak tahun 1963 – sampai sekarang sbb :

Drs. Idris Djalali - Dekan Koordinator  IKIP Yogyakarta Cab. Manado di Gorontalo - 1963-1966Drs. Ek. M. J. Neno - Dekan Koordinator IKIP Manado Cab. Gorontalo - 1967-1969Prof. Drs. H. Thahir A. Musa - Dekan Koordinator    IKIP Manado Cab. Gorontalo - 1969-1981Prof. Drs. H. Kadir Abdussamad - Dekan FKIP Unsrat Manado di Gorontalo - 1982-1988Drs. H. Husain Jusuf, M.Pd - Dekan FKIP Unsrat Manado di Gorontalo - 1989-1992Prof. Dr. H. Nani TuloliDekan  FKIP Unsrat Manado di Gorontalo - 1992-1993Ketua STKIP Negeri Gorontalo - 1993 - 2001Pj. Rektor IKIIP Negeri Gorontalo - 2001 - 2002Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd  Rektor IKIP Negeri Gorontalo - 2002-2004Rektor Universitas Negeri Gorontalo  - 2004-2010Dr. H. Syamsu Qamar Badu, M.Pd - Rektor Universitas Negeri Gorontalo - 2010 - 2019Dr. H. Eduart Wolok, ST, MT - Rektor Universitas Negeri Gorontalo - 2019 - 2023

http://www.ung.ac.id/profil/about

Seperti yang bisa kita lihat,universitas ini telah melalui perjalanan yang begitu panjang hingga sampai di eksistensinya seperti sekarang dan telah berhasil memperoleh akreditasi A.

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong