ARSIP BULANAN : August 2021

UNG ditengah badai covid 19

04 August 2021 21:37:39 Dibaca : 15

 Universitas Negeri Gorontalo, disingkat UNG, adalah perguruan tinggi negeri di Gorontalo, Indonesia, yang berdiri pada 1 September 1963.Universitas Negeri Gorontalo membuka pintu selebar-lebarnya bagi segala upaya pengembangan martabat manusia melalui riset-riset.

 

 Motivasi saya masuk perguruan tinggi universitas negeri Gorontalo karena Universitas Negeri Gorontalo masuk sebagai jajaran Perguruan Tinggi terbaik dengan perolehan akreditasi A. Pada tahun 2017, menempatkan Universitas Negeri Gorontalo pada peringkat 50 berdasarkan peringkat 100 besar Perguruan Tinggi Indonesia Non Politeknik oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Republik Indonesia. Selain itu berdasarkan data Peringkat Universitas di Dunia versi Webometrics tahun 2018, menempatkan Universitas Negeri Gorontalo pada peringkat 154 (Asia Tenggara) dan 42 (Indonesia).

 

 Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan sebagai antisipasi terhadap penyebaran virus Corona di berbagai sekolah maupun perguruan tinggi,maka pelaksanaan kegiatan akademik dalam masa darurat penyebaran Covid 19 di Kampus Universitas negeri gorontalo meniadakan kegiatan pembelajaran tatap muka dan menggantinya dengan belajar dari rumah (LFH) melalui pembelajaran daring dengan berbagai macam media.Kegiatan perkuliahan daring bisa dilakukan melalui berbagai aplikasi pembelajaran seperti WA Group, Google Classroom, Zoom, Google Meet dll, walaupun disadari bahwa hasil yang dicapai tidak akan semaksimal jika prosesnya dilakukan secara tatap muka di dalam kampus,Hal ini dilakukan guna mencegah dan menghindari penyebaran virus Corona Covid-19 yang tengah merebak dibeberapa negara termasuk di Indonesia.

 

 Melalui pembelajaran daring mahasiswa dapat belajar seperti biasanya dan tidak akan ketinggalan materi perkuliahan, serta waktu yang lebih fleksibel. Namun pembelajaran daring ini tidak sepenuhnya disambut baik oleh para mahasiswa, karena ada sebagian mahasiswa yang menganggap pembelajaran daring ini lebih menyulitkan dibandingkan dengan pembelajaran biasa, belum lagi kuota internet harus tersedia dan ini adalah kesulitan terbesar yang dialami mahasiswa, kendala pada jaringan, ketersediaan perangkat pembelajaran seperti laptop, tingkat pemahaman materi yang dirasa lebih baik jika melakukan kuliah tatap muka, dan juga tidak semua dosen dan mahasiswa siap mengoperasikan sistem pembelajaran daring dengan cepat, termasuk juga mempersiapkan bahan perkuliahan secara digital.

"ORANG BIJAK BELAJAR KETIKA MEREKA BISA.ORANG BODOH BELAJAR KETIKA MEREKA TERPAKSA ".

"PENDIDIKAN ADALAH INVESTASI masa depan bangsa".

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong