ARSIP BULANAN : January 2023

JENIS DAN MACAM GAYA KEPEMIMPINAN

02 January 2023 23:53:35 Dibaca : 53

JENIS DAN MACAM GAYA KEPEMIMPINAN

 

Mohamad Fharel Hunawa¹, Novianty Djafri²

Psikologi. Manajemen pendidikan

 Fakultas ilmu pendidikan

 Universitas Negeri Gorontalo 

 

 

 

PENDAHULUAN

 

Latar belakang

 

Kepemimpinan adalah proses di mana pemimpin mempengaruhi atau memberi contoh bagi pengikutnya untuk mencapai tujuan organisasi. Cara alami untuk mempelajari kepemimpinan adalah melalui praktik "on-the-job" seperti pelatihan sebagai seniman, pengrajin, atau pengusaha. Dalam konteks ini, seorang ahli diharapkan sebagai bagian dari perannya dalam mengajar/mengajar Sifat-Sifat Seorang Pemimpin Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa seorang pemimpin yang efektif memiliki ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang sangat penting, misalnya kharisma, pandangan jauh ke depan, daya persuasi. . dan intensitas. Ciri-Ciri Pemimpin Kebanyakan orang masih mengatakan bahwa pemimpin yang efektif memiliki ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang sangat penting, seperti: B. Kharisma, pandangan jauh ke depan, persuasif dan intensitas.

 

Rumusan Masalah

Jenis dan macam gaya kepemimpinna

 

 

PEMBAHASAN 

 

Dalam arti tertentu, gaya kepemimpinan yang digunakan oleh manajer digunakan untuk mempengaruhi bawahannya sedemikian rupa sehingga mencapai tujuan organisasi. Dapat juga dikatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola perilaku dan strategi yang disukai dan sering digunakan dalam kepemimpinan suatu organisasi

 

Jenis dan macam gaya kepemimpinan:

 

1. Gaya kepemimpinan Otoritatif/Otoritatif adalah gaya kepemimpinan yang memusatkan semua keputusan dan kebijakan yang dibuat sepenuhnya atas kemauan sendiri. Semua pembagian kerja dan tanggung jawab adalah milik pemimpin yang berwibawa, sedangkan bawahan hanya melakukan tugas yang diberikan.

 

2. Gaya kepemimpinan demokratik/demokratis Gaya kepemimpinan demokratik adalah gaya kepemimpinan yang memberikan bawahan kekuasaan yang luas. Jika ada masalah, selalu libatkan bawahan Anda sebagai satu kesatuan tim. Dalam gaya kepemimpinan demokratis, pemimpin banyak memberikan informasi tentang tugas dan tanggung jawab bawahannya.

 

 

3. Gaya kepemimpinan bebas / laissez faire Jenis kepemimpinan ini hanya terlibat sedikit ketika bawahannya aktif menentukan tujuan dan memecahkan masalah. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu membutuhkan seorang pemimpin. Dalam kehidupan rumah tangga pasti ada pemimpin atau kepala keluarga. Setiap negara pasti memiliki presiden.

 

Disinilah kemudian kita dapat mengetahui betapa pentingnya kedudukan seorang pemimpin dalam masyarakat, baik kecil maupun besar.

 

Dari pengantar di atas Anda bisa merasakan dan membayangkan betapa dalamnya pandangan para “pemimpin” yang memegang jabatan yang sangat penting, bahwa tidak seorang pun yang menjadi pemimpin boleh dan harus menyalahgunakan kepemimpinannya untuk hal-hal yang tidak benar. Oleh karena itu, pemimpin dan pengikut harus memahami secara mendalam hakikat kepemimpinan sebagai berikut:

 

 

1. Sebuah tanggung jawab, bukan hak istimewa.

         Memang ketika seseorang diangkat atau dicalonkan untuk memimpin sebuah lembaga atau lembaga, mereka memiliki tanggung jawab yang besar sebagai seorang pemimpin yang harus mampu mereka jawab.

Tidak hanya di hadapan manusia, tetapi juga di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, jabatan di level atau tingkatan apapun bukanlah suatu keistimewaan, sehingga seorang pemimpin atau pegawai tidak merasa dirinya sebagai orang yang istimewa, sehingga merasa istimewa dan sangat marah ketika orang lain tidak menjadikannya istimewa.

 

2. Pengorbanan, bukan pasilitas

         Menjadi pemimpin atau pejabat bukan berarti menikmati kemewahan atau kesenangan hidup dengan kenyamanan duniawi yang menyenangkan, melainkan harus siap berkorban dan menunjukkan pengorbanan, apalagi ketika orang-orang yang dipimpinnya berada dalam masa sulit dan berada dalam masa yang sangat sulit. kali keadaan .

Oleh karena itu, rasanya aneh ketika anggaran negara atau provinsi dan di bawahnya memiliki anggaran puluhan bahkan ratusan juta untuk membeli pakaian dinas, padahal dia sudah bisa membeli pakaian kelas atas. Penghargaan bahkan dengan uangnya sendiri sebelum dia menjadi manajer atau pejabat. Bekerja, jangan santai.

 

3. Kerja Keras, Bukan Santai.

        Pemimpin memiliki tanggung jawab yang besar untuk menghadapi dan mengatasi berbagai persoalan yang menimpa rakyat yang dipimpinnya agar tetap dapat mengarahkan kehidupan rakyat agar dapat hidup dengan baik dan benar serta mencapai kemajuan dan kesejahteraan.

Oleh karena itu, pemimpin harus bekerja keras dengan ketulusan dan optimisme.

 

4. Melayani, bukan sewenang wenang

        Pemimpin adalah pelayan dari rakyat yang dipimpinnya, jadi menjadi pemimpin atau pejabat pemerintah berarti mendapatkan banyak kewenangan untuk melayani masyarakat lebih baik dari pemimpin sebelumnya.

Itu sebabnya setiap pemimpin harus memiliki visi dan misi untuk melayani orang-orang yang dipimpinnya untuk meningkatkan kesejahteraannya.Begitulah dalam hidup kita, maka inilah penipuan terbesar.

 

Teladan dan inovatif, tidak ada peniru

 

Dalam segala bentuk kebaikan, pemimpin harus menjadi teladan dan penggerak, bukan malah menjadi pengikut yang tidak memiliki sikap terhadap nilai-nilai kebenaran dan kebaikan.

 

 

Terimakasih 

 

Kategori

  • Masih Kosong

Blogroll

  • Masih Kosong