Belajar dari rumah
Maryam rudin,calon mahasiswa UNG
Sejak dinyatakannya kasus positif pertama Covid-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu, Kemendikbud mengambil kebijakan “Belajar dari Rumah” sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona. Menghadapi ketidakpastian kapan berakhirnya pandemi dan dimulainya kembali pembelajaran di sekolah, para pendidik atau pengajar perlu mempersiapkan dan merancang kegiatan pembelajaran daring yang efektif dan menyenangkan. “Belajar dari Rumah” melalui media pembelajaran daring tentu saja terasa menyenangkan mengingat siswa dapat belajar sambil melakukan aktivitas apapun secara fleksibel. Namun, memasuki bulan keempat sejak diberlakukannya pembelajaran jarak jauh ini siswa mulai merasa jenuh. Oleh karena itu, perlu pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Kunci efektivitas “Belajar dari Rumah” adalah bagaimana guru tetap kreatif menyajikan pembelajaran daring yang mudah dimengerti dan siswa tetap produktif di rumah. Setidaknya ada 4 hal penting yang perlu diupayakan dalam rangka menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, antara lain sebagai berikut.
1.Pembelajaran yang terstruktur Guru perlu menyusun rencana pembelajaran secara terstruktur serta mengatur langkah-langkah pembelajaran secara tepat dan akurat. Guru juga harus menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas dan mengatur waktu dengan baik. Guru dapat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) khusus yang menguraikan kegiatan pembelajaran secara detail, sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
2.Penguasaan teknologi oleh guru
Guru perlu menunjukkan kemampuan mengelola dan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran daring. Banyak aplikasi dan media yang dapat digunakan oleh guru sesuai keperluannya masing-masing, seperti presentasi via Zoom atau Google Meet, penugasan dan mengunggah materi melalui Google Classroom, Prates (pretest) atau pascates (posttest) dengan Quizizz, Pemberian tugas proyek dengan media sosial Instagram, YouTube, dan sebagainya. Hal ini jika diterapkan oleh guru secara bervariasi dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa karena tidak monoton hanya menggunakan satu metode. Misalnya, pada mata pelajaran bahasa atau seni, media dapat dimanfaatkan untuk publikasi hasil karya.
3.Persamaan persepsi guru dan siswa Setiap guru memiliki cara pandangnya masing-masing dalam mengelola pembelajaran. Guru perlu menyamakan dan menyatukan persepsi dengan siswa. Guru yang telah menyusun RPP akan memiliki visi yang jelas dalam pembelajaran sehingga mampu mengarahkan siswa untuk fokus dan berkonsentrasi secara penuh. Meskipun dalam jarak yang berjauhan, guru dapat menjalin ikatan batin dengan siswa. Guru juga dapat melaksanakan perannya sebagai komunikator, fasilitator, dan motivator.